Pengajian Jumat Legi Ustadz Jadiyo mengajak Jamaah Memperbaiki Aklaq  Mulia 

Facebook
Twitter
LinkedIn

Berbah, Pdmsleman.Or.Id

Pengajian Jumat Legi  PCM dan PRM Berbah didukung oleh Lazismu Berbah PRM  diselenggarakan pada hari Jumat siang tanggal 9 Januari 2026 di Masjid An Nur Bercak, Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta.

Pengajian yang sebelumnya disuguhi penampilan musik Angklung  SD Muhammadiyah Bulu dengan Kepala sekolah Endah Rahmawati SPd, MPd,  selain dihadiri ustadz  H. Jadiyo Utomo, SAg juga  dihadiri pimpinan dan pengurus PCM, PCA, PRM, Guru Karyawan TK, SD, SMP dan SMK , LAZISMU, PKU Muhamadiyah Berbah, takmir masjid An Nur serta ribuan jamaah warga  perserikatan Muhammadiyah Berbah.

Ketua PCM Berbah H. Achmad Muhajir Hanifi  mengucap terimakasih atas kehadiran ustadz H. Jadiyo Utomo, SAg juga kepada jamaah yang hadir pada pengajian Jumat Legi.
Bahwa PCM  dan PCA Berbah mempunyai agenda pengajian rutin setiap lapan pada Jumat Legi waktunya setelah ojamaah sholat Jumat sampai masuk sholat Ashar. Serta pengajian Ahad pagi dari jam 06 sampai  jam 07 setiap Ahad Pon. Kedua pengajian tersebut dilaksanakan dengan tempat bergantian .
” Harapannya dengan kedua pengajian tersebut sebagai wadah mencari ilmu dan syiar dakwah perserikatan Muhammadiyah.” Ungkap Muhajir.

Pada kesempatan tausyiah pengajian tersebut ustadz Jadiyo Utomo menyampaikan bahwa terdapat tiga hal yang  akan didapatkan ketika mengikuti pengajian atau tausyiah yaitu Aqidah yang lurus, ibadah yang tulus dan akhlaq yang bagus.

Ketiga hal tersebut akan menjadi tujuan yang harus dijalani manusia dalam mencapai kebagian dunia dan akherat. Aqidah yang lurus serta ibadah yang tulus merupakan bentuk amalan yang hanya dapat dirasakan oleh pribadi  manusianya sendiri yang berhubungan langsung  dengan pencipta Allah Yang Maha Esa.
Namun amalan yang dapat dirasakan oleh orang lain adalah aklaq yang bagus.
“Namun demikian ketika seseorang yang mempunyai Aqidah  lurus, ibadah yang tulus biasanya akan menjadikan Aklaq yang bagus, memberikan manfaat yang  luas kepada masyarakat.”  Ucap ustadz Jadiyo yang merupakan Penyuluh Agama Fungsional Kemenag kabupaten Sleman.

Dijelaskan oleh ustadz Jadiyo  menurut Imam Ghazali bahwa sifat  hati dibagi menjadi tiga yaitu Qalbun salim hati yang sehat, Qalbun Maridh hati yang sakit dan Qalbun Mayyit hati yang mati. 
Qalbun  Mayyit adalah hatinya orang kafir yang tidak bisa menerima kebenaran hatinya keras dan sudah mati.
Sedangkan Qalbun Waridh adalah hati yang ditempeli kotoran atau setan sifat  iri, dengki,  sombong selalu melihat orang lain itu salah tidak ada yang benar. Karena terbawa sifat hati yang sakit.
Sementara Qalbun Salim adalah hati yang bersih atau sehat dimana hati akan bisa mendapatkan petunjuk, arahan dan hidayah. 
Hati ini yang akan membawa kebahagian dunia dan akherat.
” Dengan hati yang sehat akan membawa Aqidah yang lurus, ibadah yang tulus serta akan membentuk Aklaq yang bagus dan mulia. Sebagai bekal menjani kehidupan dunia dan akhirat.”
Pungkas wakil ketua PRM Pandowoharjo, Ngaglik, Sleman.

Rep Kusnadi  Berbah

Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Leave a Replay