Kajian PRM Girikerto Bersama H. Sudarto PDM Sleman, Menyambut Ramadhan sebagai Bulan Ampunan dan Pendidikan Iman

Facebook
Twitter
LinkedIn

Turi, Pdmsleman.Or.Id

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Girikerto menggelar kajian Ahad Legi dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Ahad (8/2/2026). Kegiatan keagamaan ini menghadirkan Ustadz H. Sudarto, S.Pd., dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman sebagai penceramah utama.

Dalam kajiannya, Ustadz Sudarto menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan istimewa yang memiliki banyak sebutan mulia. Di antaranya Syahrul ‘Adin (bulan ibadah), Syahrul Mubarak (bulan penuh keberkahan), serta Syahrul Maghfirah (bulan ampunan).

“Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi bulan pendidikan iman dan kesempatan besar bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan Allah SWT,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menegaskan bahwa perintah berpuasa di bulan Ramadhan secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 yang menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan yang batil.

“Siapa pun yang menjumpai bulan Ramadhan, maka wajib baginya berpuasa. Ini perintah langsung dari Allah, bukan pilihan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ustadz Sudarto mengaitkan makna Ramadhan sebagai Syahrul Maghfirah dengan kisah doa Malaikat Jibril yang diamini oleh Rasulullah SAW. Ia mengutip hadis riwayat Ibnu Khuzaimah, Ahmad, dan Al-Baihaqi tentang celakanya seseorang yang menjumpai Ramadhan namun tidak mendapatkan ampunan dosa.

“Hadis ini menjadi peringatan keras bagi umat Islam. Jangan sampai kita melewati Ramadhan tanpa ampunan,” katanya.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga mengamini doa Malaikat Jibril terkait tiga golongan yang celaka, salah satunya adalah orang yang masuk dan keluar bulan Ramadhan tanpa diampuni dosanya. Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bazzar, Hakim, dan Bukhari.

Menurut Ustadz Sudarto, tidak diampuninya dosa seseorang di bulan Ramadhan bisa disebabkan karena tidak menjalankan perintah Allah dengan benar, termasuk puasa yang tidak sesuai tuntunan.

“Bisa jadi puasanya hanya menahan lapar dan haus, tetapi tidak menjaga lisan, perilaku, dan niat ibadah,” jelasnya.

Sebagaimana disampaikan oleh Dr. H. Agus Nugroho Setiawan dari PCM Turi yang turut hadir dalam kajian tersebut.

Pentingnya kualitas ibadah, khususnya shalat. “Shalat harus dilakukan sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW, yakni di awal waktu, berjamaah di masjid, dan dengan kekhusyukan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pada bulan Ramadhan ibadah shalat harus lebih diintensifkan, baik shalat wajib maupun sunnah.

“Shalat tarawih harus dilakukan secara istiqamah selama Ramadhan, bukan hanya semangat di awal bulan saja,” pungkasnya.

Kajian ini diharapkan dapat menjadi pengingat dan bekal spiritual bagi jamaah PRM Girikerto dalam menyambut dan mengisi bulan Ramadhan dengan ibadah yang berkualitas serta penuh kesadaran iman.

Rep   H. Agus NS PCM Turi

Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Leave a Replay