PDA Sleman Gelar Kajian Ramadhan, Dorong Gerakan Zero Waste dari Keluarga ‘Aisyiyah

Facebook
Twitter
LinkedIn

Sleman, Pdmsleman.Or.Id

Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman menggelar Kajian Ramadhan pada Ahad, 22 Februari 2026, di Gedung ‘Aisyiyah Centre Ngepas. 
Sejak pagi, ruang  pertemuan aula lantai 2 dipenuhi jajaran pimpinan harian dan pleno PDA Sleman, Parmila Hardo Kiswoyo SE serta sekitar 300 jamaah dari Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Kabupaten Sleman. Suasana khidmat berpadu hangat pengajian ini bukan sekadar rutinitas Ramadhan, melainkan ruang temu yang menguatkan semangat dakwah sekaligus kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Ketua PDA Sleman, Hj. Hanik Rosyada, M.Ag menegaskan bahwa Kajian Ramadhan ini dirancang sebagai napas panjang pembinaan. “Pengajian tidak berhenti di bulan Ramadhan. Insyaallah, akan kami rutinkan sebulan sekali di luar Ramadhan agar ikatan jamaah tetap terjaga dan pembinaan terus berjalan,” tuturnya, menekankan pentingnya kesinambungan gerakan perempuan mengaji yang berkemajuan.
Dalam sambutan yang sama,  Hanik juga menyampaikan kabar menggembirakan terkait pemanfaatan Gedung ‘Aisyiyah Centre Ngepas. Gedung tersebut kini telah dapat digunakan untuk berbagai aktivitas dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan warga ‘Aisyiyah. “Fasilitas ini kita buka seluas-luasnya untuk kegiatan ‘Aisyiyah. Mohon dukungan agar pembangunan lantai dua yang belum rampung dapat segera dilanjutkan, sehingga ke depan kita memiliki ruang yang lebih representatif untuk melayani umat,” ujarnya. 
Ibu Parmila HK, SE dalam kesempatan ini membersamai para jama’ah.  
Kajian Ramadhan kali ini menghadirkan Dra. Listiati Budi Utami, Koordinator Divisi Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY. 
Listiati mengajak jamaah memulai perubahan dari rumah melalui prinsip 5R sebagai fondasi gerakan Zero Waste yaitu Refuse, menolak barang yang tak perlu, Reduce, mengurangi penggunaan produk sekali pakai, Reuse, memanfaatkan kembali barang yang masih layak; Recycle, mendaur ulang agar bernilai guna serta Rot, mengomposkan sampah organik untuk mengurangi beban lingkungan.
“Zero Waste tidak harus dimulai dari langkah besar. Mulailah dari rumah, dari keluarga kecil ‘Aisyiyah. Kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama-sama, jika konsisten, akan memberi dampak yang nyata,” kata Listiati. Ia mendorong PCA dan PRA menjadikan pengelolaan sampah sebagai program berkelanjutan mulai dari edukasi pemilahan hingga membiasakan wadah pakai ulang dalam setiap kegiatan.
Melalui kajian ini, PDA Sleman kembali menegaskan komitmennya bahwa dakwah bukan hanya soal kata, tetapi juga laku dan dari ruang pengajian, nilai keimanan ditautkan dengan kepedulian pada bumi dengan harapan ada perubahan yang lahir dari keluarga ‘Aisyiyah tumbuh, menguat, dan perlahan menular ke masyarakat Sleman secara lebih luas.

Rep  Nunung Sekretariat PDA

Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Leave a Replay