Sleman, Pdmsleman.Or.Id
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihadiri Ketua dan Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Sleman serta Organisasi Otonom (Ortom) tingkat daerah. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 4 RS UAD Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Selasa (25/8/2026).
Dalam rakor tersebut, Sekretaris PDM Sleman, H. Arif Mahfud, S.Ag., M.S.I., menyampaikan berbagai perkembangan program Persyarikatan, evaluasi bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelayanan sosial, hingga penguatan peran Lazismu dalam mendukung gerakan dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman.
Pada awal penyampaiannya, Arif Mahfud menjelaskan bahwa Muhammadiyah Sleman terus berupaya membangun sinergi antar unsur Persyarikatan melalui berbagai program yang melibatkan amal usaha, perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah, dan masyarakat.
Menurutnya, seluruh potensi yang dimiliki Muhammadiyah harus dapat digerakkan secara bersama-sama untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penguatan pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan unit-unit usaha yang dikelola warga Muhammadiyah.
Saat ini telah dibentuk wadah usaha bersama yang mengembangkan berbagai sektor usaha produktif, seperti budidaya lele, usaha sablon, dan berbagai usaha ekonomi kreatif lainnya.
Selain itu, Muhammadiyah Sleman juga terus mengembangkan program sosial dan pendidikan masyarakat. Di antaranya adalah layanan pembelajaran membaca Al-Qur’an secara gratis yang dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai unsur Persyarikatan dan perguruan tinggi Muhammadiyah. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan masyarakat sekaligus menjadi sarana dakwah yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Dalam bidang pendidikan, Arif Mahfud menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di lingkungan sekolah Muhammadiyah. “Secara umum, jumlah peserta didik pada jenjang Sekolah Dasar mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, pada jenjang SMP, SMA, dan SMK masih terdapat tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama”.
Menurutnya, berbagai faktor seperti persaingan antar sekolah, perubahan preferensi masyarakat, kondisi demografi, serta belum optimalnya sinergi antara TK ABA dengan sekolah Muhammadiyah menjadi beberapa penyebab yang perlu segera dicarikan solusi. Oleh karena itu, seluruh PCM, majelis pendidikan, dan pengelola sekolah diminta untuk memperkuat koordinasi dalam upaya meningkatkan jumlah peserta didik di seluruh amal usaha pendidikan Muhammadiyah.
Dalam kesempatan tersebut, Arif Mahfud juga memaparkan data sumber daya manusia Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Saat ini terdapat sekitar 2.416 guru dan 689 tenaga kependidikan yang bertugas di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Jumlah tersebut merupakan kekuatan besar yang harus terus dibina dan diberdayakan untuk mendukung kemajuan pendidikan Muhammadiyah.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam aspek kaderisasi. Berdasarkan hasil pembinaan dan kunjungan ke berbagai sekolah, masih ditemukan sejumlah guru yang belum aktif mengikuti kegiatan Persyarikatan maupun pengajian Muhammadiyah. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis agar guru dan tenaga kependidikan semakin memahami ideologi, nilai, dan gerakan Muhammadiyah sebagai bagian dari dakwah Persyarikatan.
Pada sesi berikutnya, Darojat Noor Ahmad, S.Ag selaku ketua Lazismu Sleman menyampaikan perkembangan program Lazismu Kabupaten Sleman. “ Salah satu program prioritas yang sedang diperkuat adalah bantuan kesejahteraan bagi guru-guru Muhammadiyah yang masih menerima honor relatif rendah”. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara Lazismu dan Majelis Pendidikan sebagai bentuk kepedulian terhadap para pendidik yang telah mengabdikan diri di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Selain itu, Lazismu juga mengembangkan gerakan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah melalui masjid-masjid Muhammadiyah serta amal usaha Muhammadiyah. Gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Persyarikatan untuk memperkuat penghimpunan dana umat yang selanjutnya akan disalurkan dalam berbagai program pendidikan, sosial, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Darojat mengapresiasi partisipasi berbagai sekolah dan amal usaha Muhammadiyah yang telah mendukung program penghimpunan dana melalui Lazismu. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian yang tinggi dalam membangun kemandirian Persyarikatan.
Dalam rakor tersebut juga disampaikan bahwa berbagai persoalan organisasi yang sempat dihadapi Lazismu telah ditindaklanjuti melalui mekanisme organisasi dan proses pembenahan internal.
PDM Sleman berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan sehingga seluruh program dapat berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Menutup pertemuan Arif Mahfud mengajak seluruh pimpinan cabang, majelis, lembaga, ortom, dan amal usaha Muhammadiyah untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan program Persyarikatan.
“Keberhasilan Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh satu unsur, tetapi oleh kerja sama seluruh komponen Persyarikatan. Mari kita optimalkan seluruh potensi yang kita miliki untuk membangun pendidikan, pelayanan sosial, ekonomi umat, dan dakwah yang semakin berkemajuan,” ujarnya.
Rapat koordinasi berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan menghasilkan berbagai masukan strategis sebagai bahan penyusunan program kerja Muhammadiyah Kabupaten Sleman ke depan.
Termasuk CRM Award atau Cabang dan Ranting Award 2027 yang akan diselenggarakan di Gombong Jawa Tengah dimana Sleman mengajukan 3 PCM yang akan maju seleksi di tingkat Provinsi/Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yakni PCM Sleman, PCM Gamping dan PCM Kalasan ujar H. Nasirun.
Melalui rakor ini, PDM Sleman berharap seluruh unsur Persyarikatan semakin solid dalam mewujudkan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Rep H. Wahsan Arifudin S.Pd PCM Godean
![]()








