Gamping, Pdmsleman.Or.Id
Kepedulian terhadap warga yang terdampak kekeringan kembali ditunjukkan keluarga besar SD Muhammadiyah Ambarketawang 3 Gamping, Sleman. Pada Kamis, 3 September 2026, sekolah tersebut mengirimkan bantuan air bersih untuk masyarakat di sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat musim kemarau.
Sebanyak sekitar 45 tangki air bersih disiapkan untuk disalurkan ke tiga wilayah, yakni Tepus dan Purwosari di Kabupaten Gunungkidul serta Geger, Pundong, Kabupaten Bantul. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya untuk keperluan sehari-hari selama kekeringan berlangsung.
Kepala SD Muhammadiyah Ambarketawang 3 Gamping, Suryatmanto, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aksi sosial, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa. Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya menanamkan kepedulian dan rasa kemanusiaan sejak usia dini.
“Kegiatan ini berguna untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan dari murid, orangtua, komite sekolah dan guru karyawan, menyisihkan harta untuk diwujudkan air bersih,” ujar Suryatmanto.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama perlu dibangun melalui tindakan nyata. Karena itu, keterlibatan siswa, orangtua, komite sekolah, guru, dan karyawan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program bantuan tersebut.
Air bersih yang telah dihimpun kemudian diarahkan ke lokasi-lokasi yang membutuhkan. Salah satu titik penyaluran berada di wilayah Tepus, Gunungkidul, tepatnya di Kompleks Masjid Al Amanah Murniati Tepus. Dua lokasi lainnya berada di Purwosari, Gunungkidul, dan Geger, Pundong, Bantul.
Pemilihan lokasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih akibat dampak kekeringan. Air yang dikirim diharapkan dapat dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Suryatmanto menegaskan bahwa gerakan sosial seperti ini perlu terus dirawat. Sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran akademik, tetapi juga ruang untuk membentuk kepedulian sosial dan karakter peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan pengiriman bantuan air bersih.
“Dihaturkan terima kasih pula kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran kegiatan pengiriman bantuan air bersih. Semoga kegiatan bantuan air bersih ini dapat bermanfaat kepada masyarakat/warga yang terdampak kekeringan,” katanya.
Sementara itu, Veronica, selaku Komite Sekolah, menyampaikan bahwa bantuan air bersih tersebut tidak menutup kemungkinan akan kembali dikirimkan apabila kondisi kekeringan masih berlangsung.
“Pengiriman bantuan air bersih ini nantinya akan berlanjut di kesempatan lain apabila daerah dampak kekeringan masih berlangsung lama,” ungkap Veronica.
Komitmen tersebut menunjukkan bahwa kepedulian keluarga besar SD Muhammadiyah Ambarketawang 3 tidak berhenti pada satu kali pengiriman. Selama masyarakat masih menghadapi keterbatasan air bersih, dukungan sosial akan terus diupayakan sesuai kemampuan dan kebutuhan di lapangan.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, komite, dan masyarakat dalam merespons persoalan sosial. Dari lingkungan pendidikan, kepedulian sederhana berupa menyisihkan sebagian harta dapat diwujudkan menjadi bantuan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.
Bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, satu tangki air bersih bukan sekadar bantuan material. Di dalamnya terdapat kepedulian, gotong royong, dan harapan agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah kondisi kemarau.
Melalui aksi tersebut, SD Muhammadiyah Ambarketawang 3 Gamping berupaya menjadikan nilai kemanusiaan sebagai bagian dari pendidikan sehari-hari. Kepedulian yang tumbuh dari sekolah diharapkan dapat menjadi kebiasaan baik yang terus terbawa oleh para siswa dalam kehidupan bermasyarakat.
Rep Suryatmanto S.Pd SDM Ambarketwang 3 Gamping
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()








