Silaturahim Inspiratif: UMY dan GSSMu Bersinergi Latih Ibu-Ibu Olah Limbah Jadi Sabun

Facebook
Twitter
LinkedIn

Ngaglik

Sebuah momentum silaturahim penuh makna tercipta di Masjid Ahmad Dahlan, Ngetiran, Sariharjo, Ngaglik, Ahad (27/4/2025). Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui tim Pengabdian Masyarakat bekerja sama dengan Gerakan Sodakoh Sampah Muhammadiyah (GSSMu) Ngaglik menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun dari limbah minyak goreng.

Kegiatan ini diselenggarakan selepas Pengajian Ahad Pagi yang rutin diadakan di Masjid Ahmad Dahlan (MAD), diikuti dengan antusias oleh para ibu-ibu dari PCA Ngaglik, relawan GSSMu, serta jamaah setempat. Selain mendapatkan ilmu, para peserta juga membawa pulang sertifikat pelatihan serta sabun hasil karya mereka sendiri.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Pengabdian Masyarakat UMY, apt. Sabtanti Harimurti, Ph.D., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas semangat kolaborasi antara kampus, komunitas, dan jamaah masjid. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar transfer teknologi, namun juga merupakan bentuk nyata dari semangat silaturahim dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kita belajar bersama hari ini, bahwa apa yang kita anggap limbah, bisa menjadi berkah bila diolah dengan baik. Semoga pelatihan ini membawa manfaat dan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ujar apt. Sabtanti.

Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen UMY untuk memperkuat pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan, sekaligus mendukung inisiatif lingkungan seperti Gerakan Masjid Hijau yang tengah digalakkan oleh Masjid Ahmad Dahlan.

Perwakilan dari GSSMu Ngaglik, Maulana Pradika, juga memberikan sambutan penuh apresiasi. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada UMY atas penyelenggaraan pelatihan ini, yang sangat sejalan dengan visi misi GSSMu dan program Masjid Hijau Ahmad Dahlan.

“Salah satu langkah kecil kami dalam mewujudkan masjid yang ramah lingkungan adalah dengan mengurangi limbah. Melalui pelatihan ini, kita menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tugas individu, melainkan tanggung jawab bersama,” tutur Maulana.

Ia menambahkan, kolaborasi seperti ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara akademisi, komunitas, dan masyarakat luas dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan sosialisasi tentang pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya minyak goreng bekas, yang sering menjadi sumber pencemaran lingkungan jika dibuang sembarangan.

Dipandu oleh tim dari UMY, para peserta kemudian praktik langsung membuat sabun dari minyak goreng bekas. Dengan antusias, para ibu-ibu mengikuti setiap tahapannya, mulai dari proses penyaringan minyak, pencampuran bahan, hingga pencetakan sabun.

Suasana penuh semangat terlihat sepanjang pelatihan. Tawa ceria dan diskusi ringan mengisi ruang masjid yang berubah menjadi bengkel kecil ramah lingkungan.

“Senang sekali bisa belajar langsung. Ternyata membuat sabun dari minyak bekas itu mudah, dan hasilnya wangi,” komentar salah satu peserta, Ibu Siti dari PCA Ngaglik, sembari menunjukkan sabun buatannya.

Di akhir sesi, seluruh peserta menerima sertifikat sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka. Selain itu, masing-masing peserta juga membawa pulang sabun hasil karya mereka sendiri sebagai oleh-oleh, simbol dari keterampilan baru yang telah mereka pelajari.

Kegiatan ini menutup rangkaian Ahad pagi di Masjid Ahmad Dahlan dengan penuh kehangatan dan semangat perubahan. Silaturahim yang terjalin, ilmu yang didapat, dan karya yang dihasilkan menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi untuk kebaikan bisa dimulai dari hal sederhana.

Kegiatan ini bukan hanya tentang membuat sabun, tetapi juga tentang menanamkan kesadaran lingkungan, memberdayakan masyarakat, dan mempererat silaturahim. UMY dan GSSMu Ngaglik membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah bagian dari dakwah sosial yang berkelanjutan.

“Semoga ini bukan akhir, tapi justru awal dari banyak kegiatan positif lainnya,” tutup apt. Sabtanti penuh harap.

Dengan semangat silaturahim, Masjid Ahmad Dahlan, UMY, dan GSSMu Ngaglik terus bergerak bersama mewujudkan lingkungan yang lebih baik, satu langkah kecil yang membawa perubahan besar.

Loading

Leave a Replay