Turi, Pdmsleman.Or.Id
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi kembali menggelar Kajian Ahad Kliwon dengan tema “Kesehatan Jiwa dalam Islam” di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi, Ahad (5/10/2025). Hadir sebagai narasumber Dr. Djoko Santoso, M.Si., dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang menyoroti pentingnya menjaga kesehatan jiwa dalam perspektif Islam.
Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran oleh jama’ah oleh Guru TK Aisyiyah yang tergabung dalam IGABA Turi bersama sekitar 500 an jama’ah yang memenuhi Gedung Dakwah Turi di Ngablak.
Dalam sambutannya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bambang Rahmanto menekankan bahwa kegiatan pengajian rutin ini bukan hanya sarana memperkuat keimanan, tetapi juga mempererat silaturahmi. “Kita bisa menghirup udara segar di Turi, berjamaah salat Subuh, dan kemudian bersilaturahim bersama di Gedung Dakwah ini. Insya Allah dengan silaturahim itu kita dibukakan pintu-pintu rezeki,” ungkapnya.
Selain itu juga mengajak para jama’ah untuk bersama-sama beramal jariyah dalah satunya untuk kelangsungan AmbulanMU Turi yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat namun disisi lain memerlukan operasional yang cukup tinggi.
Memasuki inti kajian, Dr. Djoko Santoso menjelaskan bahwa kesehatan jiwa memiliki kaitan erat dengan keimanan dan kebahagiaan. “Islam mengajarkan keseimbangan, bukan hanya fisik tetapi juga jiwa. Kesehatan jiwa tidak bisa dilepaskan dari bagaimana kita menjaga hubungan dengan Allah, dengan sesama, dan dengan diri sendiri,” terangnya.
Menurutnya, kesehatan adalah nikmat yang sering kali terlupakan. “Coba bayangkan, ketika saudara kita sakit, mungkin tidak bisa hadir di sini. Maka ketika kita sehat, itu sudah menjadi rezeki yang luar biasa dari Allah,” tambahnya. Ia juga berpesan agar dalam setiap pertemuan sesama muslim cukup menanyakan kabar kesehatan. “Kalau ketemu itu pertanyaannya cuma satu saja: sehat, Bapak-Ibu? Itu sudah cukup,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu kunci kebahagiaan dalam hidup adalah menerima diri sendiri tanpa selalu membandingkan dengan orang lain. “Kalau kita ini masih banding-banding, maka sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa bahagia,” jelas Djoko.
Dalam penjelasannya, Dr. Djoko mengaitkan konsep kesehatan jiwa dengan istilah qalbun salim dalam Alquran, yakni hati yang bersih dan selamat. “Allah menegaskan dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 88-89 bahwa yang akan menyelamatkan manusia di akhirat hanyalah hati yang sehat (qalbun salim). Ini menunjukkan bahwa kesehatan jiwa menjadi bagian penting dari kesempurnaan iman,” tegasnya.
Arief Hartanto Turi
![]()




