UMY Terjunkan 120 Mahasiswa KKN di Kalurahan Wonokerto Turi Sleman

Facebook
Twitter
LinkedIn

Turi, Pdmsleman.Or.Id
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026, UMY menerjunkan lebih dari 1.500 mahasiswa ke berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan masa pelaksanaan selama satu bulan penuh.
Salah satu lokasi pelaksanaan KKN tersebut berada di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan penerjunan mahasiswa KKN UMY di wilayah ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026.
Dalam acara tersebut, Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kapanewon Turi, Agus Nugroho Setiawan, mewakili UMY bersama Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat secara resmi menyerahkan sebanyak 120 mahasiswa kepada pemerintah Kalurahan Wonokerto.
Sebanyak 120 mahasiswa tersebut terbagi dalam 12 kelompok dan akan menjalankan berbagai program pengabdian masyarakat dengan pendampingan enam dosen pembimbing lapangan. Program KKN ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat serta menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa.
Dalam sambutannya, Agus Nugroho Setiawan menegaskan bahwa “ KKN memiliki dua dimensi utama, yakni sebagai proses pembelajaran akademik sekaligus implementasi kerja nyata di tengah masyarakat”. Menurutnya, mahasiswa dituntut mampu memotret kondisi sosial masyarakat, melakukan analisis terhadap berbagai permasalahan, serta mengidentifikasi potensi daerah sebagai dasar penyusunan program kerja.
“Program KKN harus benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar program titipan dari kampus. Mahasiswa juga harus mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam bentuk kerja nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” jelas Agus.
Ia menambahkan, keberhasilan KKN dapat dilihat dari sejauh mana program yang dilaksanakan mampu meningkatkan kemandirian dan keberdayaan masyarakat setempat. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat bekerja secara kolaboratif dengan warga serta pemangku kepentingan di wilayah Kalurahan Wonokerto.
Sementara itu, Lurah Wonokerto Riyanto Sulistyo B., S. E menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UMY dan menyampaikan sejumlah pesan penting. Ia berharap program yang dijalankan mahasiswa tidak membebani masyarakat maupun mahasiswa sendiri. Selain itu, mahasiswa juga diminta aktif berinteraksi dan menjalin hubungan sosial yang harmonis dengan masyarakat setempat.
“Mahasiswa diharapkan mampu menjaga adab, etika, serta menghormati kearifan lokal masyarakat Wonokerto. Kami berharap kegiatan KKN ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa,” ujar Lurah Wonokerto.
Lebih lanjut, Lurah Wonokerto juga menyoroti pelaksanaan KKN yang sebagian waktunya bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Ia mengingatkan mahasiswa untuk menghargai perbedaan dalam pelaksanaan amaliah ibadah di masyarakat. Menurutnya, sikap saling menghormati dan menyesuaikan diri menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan selama kegiatan berlangsung.
Dalam kesempatan yang sama, Agus Nugroho Setiawan juga berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa menjaga nama baik almamater UMY serta nilai-nilai Muhammadiyah. Mahasiswa diharapkan dapat aktif memakmurkan masjid melalui kegiatan shalat berjamaah, mengikuti kajian keagamaan, serta berperan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dengan penerjunan mahasiswa KKN ini, diharapkan terjalin sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan sosial, ekonomi, maupun keagamaan di Kalurahan Wonokerto. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen UMY dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Arief Hartanto

Loading

Leave a Replay