Workshop Sukses SPMB, Kepala SMP Muhammadiyah se-Sleman Didorong Lakukan Pemetaan Mutu Pendidikan

Facebook
Twitter
LinkedIn

Sleman, Pdmsleman.Or.Id

Badan Kerja Sama (BKS) SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman menggelar Workshop Sukses SPMB Tahun Pelajaran 2027/2028 di Aula Satriafi, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman sebagai upaya memperkuat strategi peningkatan mutu sekolah dan keberhasilan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Kegiatan ini sejalan dengan berbagai upaya penguatan kesiapan sekolah menghadapi SPMB yang menjadi perhatian dunia pendidikan di Kabupaten Sleman.

Pada sesi ketiga, Dr. Joko Sutikno, M.Pd., dari Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, menyampaikan materi bertajuk “Pemetaan Mutu Pendidikan sebagai Kunci Keberhasilan SPMB.” Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan SPMB tidak dapat hanya mengandalkan promosi sekolah, tetapi harus ditopang oleh mutu layanan pendidikan yang nyata dan dirasakan masyarakat.
Menurutnya, sekolah perlu berani melakukan evaluasi diri secara objektif terhadap berbagai aspek, mulai dari kualitas pembelajaran, prestasi siswa, budaya sekolah, kompetensi guru, hingga kepuasan orang tua. Masyarakat saat ini semakin mudah memperoleh informasi tentang kualitas sekolah melalui berbagai media sehingga kepercayaan publik harus dibangun melalui mutu yang sesungguhnya, bukan sekadar pencitraan.
Dr. Joko juga mengingatkan agar sekolah tidak terjebak pada kebiasaan menyalahkan faktor eksternal ketika jumlah peserta didik baru tidak memenuhi target. Sebaliknya, sekolah perlu melakukan refleksi mendalam terhadap faktor-faktor internal yang dapat diperbaiki, seperti kualitas pembelajaran, pelayanan kepada orang tua, pengelolaan sekolah, dan pengembangan program unggulan.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti pentingnya asesmen awal dan pemetaan kemampuan peserta didik. Guru perlu mengetahui kondisi riil siswa sejak awal tahun pelajaran sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai kebutuhan. Siswa yang mengalami ketertinggalan belajar harus mendapatkan pendampingan, remedial, dan bimbingan yang berkelanjutan agar tidak tertinggal dalam proses pembelajaran.
Selain aspek akademik, Dr. Joko menekankan pentingnya pengembangan potensi siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Menurutnya, tidak semua siswa menunjukkan keunggulan melalui nilai akademik. Banyak siswa yang justru berkembang dan menemukan kepercayaan diri melalui olahraga, seni, kepemimpinan, maupun kegiatan pengembangan diri lainnya.
Salah satu isu strategis yang turut dibahas adalah pentingnya membangun ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang berkelanjutan. Ia mengajak seluruh sekolah Muhammadiyah untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pendidikan, sehingga lulusan SD Muhammadiyah tertarik melanjutkan ke SMP Muhammadiyah, kemudian ke SMA/SMK Muhammadiyah, hingga perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Keberhasilan Muhammadiyah bukan hanya ketika siswa diterima di sekolah favorit, tetapi ketika masyarakat bangga memilih dan mempercayakan pendidikan putra-putrinya di sekolah Muhammadiyah pada setiap jenjang,” tegasnya.
Melalui workshop ini, para kepala sekolah diharapkan mampu menyusun strategi berbasis data dan pemetaan mutu sekolah masing-masing, sehingga kualitas layanan pendidikan meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap SMP Muhammadiyah di Kabupaten Sleman semakin kuat.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi, refleksi, dan berbagi praktik baik antar kepala sekolah dalam menghadapi tantangan SPMB di tengah persaingan pendidikan yang semakin dinamis.

Rep Editor H. Wahdan Arifudin S.Pd

Loading

Leave a Replay