Sleman, Pdmsleman.Or.Id
Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Sleman menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Rakerda mengusung tema “Membangun Kepercayaan dengan Pelayanan yang Optimal dan Berkemajuan”. Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk menyusun arah kebijakan, program kerja, strategi penghimpunan dana ZISKA, penguatan tata kelola, hingga penetapan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) LAZISMU Sleman tahun 2026.
Rakerda kali ini bukan sekadar agenda rutin organisasi namun Rakerda diarahkan menjadi ruang konsolidasi strategis untuk menerjemahkan hasil Rapat Kerja Wilayah LAZISMU DIY ke dalam program yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Ketua LAZISMU Sleman, H. Darojat Noor Akhmad, S.Ag., memimpin sejumlah agenda penting, termasuk laporan pertanggungjawaban tahun 2025. Sementara itu, materi mengenai arah kebijakan LAZISMU DIY disampaikan Manager Regional LAZISMU DIY Marzuki, S.E., sedangkan strategi fundraising menjadi materi yang disampaikan Ketua LAZISMU Bantul Zainal Arifin.
Penghimpunan ZIS 2025 Capai Rp. 19,4 Miliar
Salah satu data penting yang menjadi bahan evaluasi Rakerda adalah capaian penghimpunan dan penyaluran ZIS LAZISMU se-Sleman sepanjang 2025.
Darojat NA menyampaikan “ laporan dalam materi Rakerda, total penerimaan ZIS tercatat Rp19.419.657.023, sedangkan penyaluran mencapai Rp18.411.956.269. Data tersebut masih berstatus unaudited sebagaimana dicantumkan dalam dokumen Rakerda”.
Kontributor penerimaan terbesar berasal dari KLL Depok dengan Rp. 5,10 miliar, disusul KLL MBS Prambanan sekitar Rp. 3,14 miliar dan KLL Gamping sekitar Rp. 3,05 miliar. KLL Moyudan tercatat menghimpun sekitar Rp. 1,11 miliar, sementara KLL Sleman Kota mencapai sekitar Rp. 1,17 miliar.
Memasuki semester pertama 2026, LAZISMU se-Sleman mencatat penerimaan ZIS sebesar Rp. 9,315 miliar, dengan pengeluaran ZIS mencapai Rp.10,422 miliar. Data tersebut menjadi bagian dari evaluasi kinerja organisasi sekaligus pijakan dalam menyusun program kerja berikutnya.
Akuntabilitas Menjadi Perhatian
Penguatan tata kelola keuangan juga menjadi salah satu agenda utama. Dalam laporan exit meeting audit 2025, LAZISMU Sleman mencantumkan sejumlah rekomendasi terkait pengelolaan kas, rekening, persediaan, aset tetap, perencanaan dan penganggaran, serta pengembangan sumber daya manusia.
Rekomendasi tersebut antara lain mendorong pengaturan batas maksimum saldo kas, cash opname secara berkala, penataan pedoman pengelolaan rekening berdasarkan jenis dana, serta penguatan pencatatan dan pengendalian aset. Di sisi sumber daya manusia, terdapat dorongan untuk memperjelas indikator kinerja atau KPI, jalur karier, pelatihan dan pengembangan kompetensi amil.
Penguatan akuntabilitas sejalan dengan prinsip pengelolaan zakat di Indonesia. UU Nomor 23 Tahun 2011 mengatur aspek pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan dan pelaporan zakat. Regulasi tersebut juga menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang memiliki kepastian hukum. (Database Peraturan | JDIH BPK)
Digitalisasi dan Fundraising Jadi Strategi 2026
Tantangan penghimpunan dana umat di era digital juga menjadi perhatian LAZISMU Sleman. Komisi 3 Rakerda secara khusus membahas penghimpunan, kerja sama, media dan transformasi digital.
Sejumlah target telah disiapkan, mulai dari penguatan database muzaki, pengelolaan relasi donatur, optimalisasi website dan payment link, hingga pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan donasi. Dalam dokumen Rakerda, kontribusi digital ditargetkan tumbuh dan memberikan kontribusi minimal 20 persen terhadap total penghimpunan tahunan.
LAZISMU juga merencanakan penguatan crowdfunding, pembuatan kampanye digital bersama, kolaborasi dengan influencer atau brand ambassador program, serta pengembangan infrastruktur keamanan data. Integrasi data penghimpunan, penyaluran, kelembagaan, SDM amil dan keuangan melalui sistem informasi zakat ditargetkan berjalan maksimal pada akhir 2026.
Langkah tersebut relevan dengan perkembangan pengelolaan zakat nasional yang juga mendorong modernisasi, digitalisasi, pengelolaan berbasis data, transparansi dan akuntabilitas. (Baznas)
Dari Penghimpunan ke Pemberdayaan
Rakerda LAZISMU Sleman tidak hanya membahas bagaimana dana ZIS dihimpun, tetapi juga bagaimana dana tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Komisi 4 menempatkan pendistribusian dan pendayagunaan sebagai bagian penting dari program 2026. Beberapa bidang yang disiapkan meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dakwah dan lingkungan.
Program yang tercantum antara lain Beasiswa Mentari, Beasiswa Sang Surya, Peduli Guru, rehabilitasi sekolah, LAZISMU Goes to Campus/School, layanan kesehatan dan mobile clinic, pencegahan stunting, pemberdayaan UMKM, Ternak Mandiri, Tani Bangkit, pemberdayaan disabilitas, Sayangi Lansia, pendampingan mualaf, Peduli Anak Yatim hingga program lingkungan seperti penanaman pohon.
Arah tersebut sejalan dengan prinsip pendayagunaan zakat yang tidak berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi juga dapat diarahkan untuk usaha produktif bagi peningkatan kualitas kehidupan mustahik sesuai ketentuan yang berlaku. (Baznas)
Pada akhirnya, Rakerda LAZISMU Sleman 2026 diarahkan untuk menghasilkan program yang terukur, terintegrasi dan berkelanjutan. Hasil sidang komisi menjadi dasar penyusunan program kerja dengan fokus pada integrasi kelembagaan, SDM, digitalisasi, keuangan, penghimpunan, distribusi, program dan kemitraan.
Dengan target tersebut, tema membangun kepercayaan melalui pelayanan optimal dan berkemajuan bukan hanya menjadi slogan Rakerda. Bagi LAZISMU Sleman, tema itu menjadi tantangan untuk memperkuat profesionalitas amil, meningkatkan transparansi pengelolaan dana umat, memperluas penghimpunan ZISKA, sekaligus memastikan setiap dana yang dipercayakan masyarakat dapat memberikan manfaat yang semakin nyata bagi penerima manfaat.
Dalam kali kesempatan ini juga Penerima penghargaan Lazismu Sleman Award yakni KL Lazismu dengan Penghimpunan ZIS terbaik kepada Lazismu Depok, KL Lazismu dengan Pelaporan ZIS tercepat kepada Lazismu Prambanan dan KL Lazismu dengan Penghimpunan dana bencana terbaik kepada Lazismu Berbah.
Rep Eko Sumardiyanto PDM Sleman
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()









