Turi, Pdmsleman.Or.Id
Kajian Sabtu Pagi di Masjid Baiturrahim Turi, Barat Perempatan Turi, pada Sabtu Legi, 26 September 2026, mengangkat tema tentang “8 Rizqi dari Allah”. Kajian yang berlangsung pukul 04.40–05.40 WIB tersebut menghadirkan Ustadz Drs. Bambang Rahmanto, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi, sebagai pengisi kajian.
Materi kajian mengajak jamaah memahami bahwa rezeki dalam kehidupan tidak hanya berbentuk harta atau materi. Rezeki juga berkaitan dengan berbagai bentuk nikmat Allah yang diterima manusia, sekaligus mengajarkan pentingnya ikhtiar, rasa syukur, ketakwaan, istighfar, keluarga dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam materi tersebut dijelaskan delapan jalan atau bentuk rezeki yang dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Pertama adalah rezeki yang telah dijamin Allah. Materi mengutip Surah Hud ayat 6:
“Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya.”
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap makhluk memiliki bagian rezekinya masing-masing. Namun, keyakinan terhadap jaminan Allah bukan berarti manusia berhenti berusaha. Justru manusia tetap memiliki kewajiban menjalani kehidupan dengan ikhtiar dan tanggung jawab.
Hal itu ditegaskan pada poin kedua, yakni rezeki karena usaha. Surah An-Najm ayat 39 menyebutkan:
“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya.”
Pesan tersebut menempatkan usaha sebagai bagian penting dalam memperoleh hasil kehidupan. Kerja keras, kesungguhan dan ikhtiar menjadi bagian dari perjalanan manusia dalam menjemput rezeki.
Poin berikutnya adalah rezeki karena bersyukur. Mengutip Surah Ibrahim ayat 7, materi kajian menyampaikan:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.”
Syukur tidak sebatas ucapan, tetapi juga kesadaran untuk menggunakan nikmat yang diberikan Allah secara baik dan bertanggung jawab.
Materi kemudian membahas rezeki yang datang dari arah tidak terduga. Surah At-Thalaq ayat 2-3 menjadi landasannya:
“Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
Ketakwaan dan keyakinan kepada Allah menjadi pesan penting dalam bagian ini. Jamaah diajak untuk tidak mudah berputus asa ketika menghadapi kesulitan, karena jalan keluar dapat datang melalui cara yang tidak selalu diperkirakan sebelumnya.
Selanjutnya, terdapat rezeki karena istighfar. Dalam Surah Nuh ayat 10-11 disebutkan:
“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
Materi juga mengaitkan rezeki dengan pernikahan. Surah An-Nur ayat 32 mengingatkan bahwa apabila seseorang berada dalam keadaan miskin, Allah dapat memberikan kecukupan dari karunia-Nya.
Sementara itu, mengenai anak, Surah Al-Isra ayat 31 menegaskan agar manusia tidak membunuh anak-anak karena takut miskin. Dalam materi disebutkan:
“Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
Poin terakhir adalah rezeki karena sedekah. Surah Al-Baqarah ayat 245 menggambarkan infak dan sedekah sebagai “pinjaman yang baik” yang akan dilipatgandakan pembalasannya oleh Allah.
Delapan poin tersebut memberikan pesan bahwa pembahasan rezeki tidak semata-mata mengenai seberapa banyak harta yang dimiliki seseorang. Rezeki juga berkaitan dengan cara manusia menjalani kehidupan: berusaha, bersyukur, bertakwa, memperbanyak istighfar, membangun keluarga, serta berbagi melalui sedekah.
Kajian Sabtu Pagi di Masjid Baiturrahim Turi tersebut menjadi ruang bagi jamaah untuk kembali mengingat bahwa dalam mencari rezeki, ikhtiar manusia perlu berjalan bersama doa, rasa syukur dan keyakinan kepada Allah.
Rep H. Agus Nugroho PCM Turi
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()








