Beragam Kisah Inspiratif Lahir dari Kelas Menulis KIM Goes To School di SMP Muhammadiyah 1 Tempel

Facebook
Twitter
LinkedIn

(Tempel, Sleman) Program KIM Goes To School yang digelar oleh KIM Senyum Tempel bekerja sama dengan SMP Muhammadiyah 1 Tempel pada 14 Juli 2026 membuahkan hasil yang menggembirakan. Dari pelatihan menulis yang diikuti para siswa, lahir 82 karya tulis dengan beragam tema dan kisah yang mencerminkan kreativitas serta pengalaman hidup para pelajar.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para siswa tidak hanya mengikuti materi dengan penuh semangat, tetapi juga mampu menuangkan ide dan pengalaman mereka ke dalam tulisan yang menarik. Hasil seleksi awal menunjukkan sebanyak 35 karya atau sekitar 42 persen dinilai layak melaju ke tahap penilaian dewan juri.

Pemandu pelatihan, Sadhono Hadi, mengaku pencapaian tersebut melampaui perkiraan panitia.

“Awalnya kami memperkirakan hanya sekitar 20 persen karya yang memenuhi kriteria. Ternyata hasilnya jauh lebih baik. Ini menunjukkan potensi menulis siswa sangat besar jika mendapatkan pendampingan yang tepat,” ujarnya.

Pada tahap berikutnya, karya-karya tersebut akan dinilai berdasarkan empat aspek utama, yakni alur tulisan, kelengkapan unsur berita (5W+1H), nilai berita (news value), dan penggunaan bahasa. Dewan juri terdiri atas dua penulis senior KIM Senyum Tempel serta satu perwakilan dari Media Center Sleman. Dari proses tersebut akan dipilih 10 karya terbaik yang direncanakan dimuat dalam Buletin UMKM Kita edisi mendatang.

Dari lima tema yang ditawarkan—sekolah, tokoh, kuliner, olahraga, dan peristiwa—tema sekolah menjadi pilihan favorit para peserta. Menurut Sadhono, hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh contoh tulisan bertema sekolah yang digunakan saat penyampaian materi.

Meski demikian, banyak siswa yang berani mengeksplorasi ide di luar tema yang tersedia. Berbagai tulisan menghadirkan kisah tentang persahabatan, olahraga, kuliner, perayaan desa, pengalaman liburan, hingga kehidupan sehari-hari yang dekat dengan mereka.

Beberapa karya bahkan menghadirkan cerita yang inspiratif dan menyentuh. Seorang siswa menuliskan pengalamannya menghindari rokok di tengah pergaulan remaja. Siswa lainnya mengisahkan kehidupan di pondok pesantren serta proses belajar mandiri yang dijalaninya. Ada pula tulisan yang menggugah hati tentang seorang pelajar yang pernah berniat berhenti sekolah dan bekerja demi membantu ekonomi keluarganya.

Menurut Sadhono, keberagaman tema tersebut menjadi bukti bahwa para siswa memiliki banyak pengalaman berharga yang layak dibagikan kepada publik melalui tulisan.

“Anak-anak sebenarnya menyimpan banyak cerita dan gagasan menarik. Dengan teknik menulis yang sederhana, mereka mampu mengubah pengalaman pribadi maupun peristiwa di sekitar menjadi karya yang bernilai dan enak dibaca,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan KIM Goes To School dapat menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar sekaligus melahirkan penulis-penulis muda yang mampu mendokumentasikan potensi, budaya, dan dinamika kehidupan masyarakat di lingkungan mereka.

Pada kesempatan tersebut, Sadhono juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman atas dukungannya, serta kepada SMP Muhammadiyah 1 Tempel yang telah membuka ruang kolaborasi sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar dan penuh semangat.

“Semoga sinergi ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Sleman, sehingga semakin banyak pelajar yang terdorong untuk menulis dan berkarya,” pungkasnya.

(SH/KIM Senyum Tempel)

Loading

Leave a Replay