Moyudan, Pdmsleman.Or.Id
Kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi salah satu keterampilan yang dibutuhkan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) sebelum memasuki dunia kerja. Untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif, siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Moyudan mengikuti praktik bertelepon, Senin, 14 September 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembelajaran yang dilaksanakan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) selama menjalani Praktik Kependidikan (PK) di SMK Muhammadiyah 2 Moyudan. Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Darwika Dyah.
Praktik bertelepon dirancang untuk memberikan pengalaman kepada siswa mengenai tata cara berkomunikasi melalui telepon dalam situasi yang menyerupai kondisi di lingkungan kerja. Siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi langsung mempraktikkan tahapan komunikasi secara berpasangan.
Dalam praktik tersebut, siswa belajar membuka percakapan dengan tepat, menyampaikan informasi secara jelas, menerima dan mencatat pesan, hingga mengakhiri pembicaraan dengan bahasa yang sopan dan profesional.
Simulasi dibuat sedekat mungkin dengan situasi yang dapat ditemui di dunia kerja. Dengan demikian, siswa memperoleh gambaran mengenai pentingnya etika, ketepatan penyampaian informasi, serta sikap ketika berkomunikasi melalui telepon.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memberikan arahan sekaligus melakukan penilaian terhadap praktik yang dilakukan siswa. Guru pengampu juga turut mendampingi dan memberikan dukungan selama proses pembelajaran.
Pendekatan pembelajaran melalui praktik tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dari pengalaman langsung. Ketika melakukan simulasi, siswa dapat mengetahui bagian komunikasi yang sudah dikuasai maupun aspek yang masih perlu diperbaiki.
Hasil refleksi setelah pembelajaran menunjukkan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai tata cara dan etika berkomunikasi melalui telepon. Siswa juga diberi kesempatan menyampaikan kembali hal-hal yang telah dipelajari selama kegiatan.
Refleksi tersebut menjadi bagian penting karena komunikasi melalui telepon tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara. Cara membuka percakapan, mendengarkan lawan bicara, mencatat informasi, memilih kata yang tepat, serta mengakhiri pembicaraan juga menjadi bagian dari etika komunikasi.
Hasil penilaian praktik menunjukkan siswa mampu mengikuti kegiatan dengan baik. Kemampuan tersebut terlihat dari hasil penilaian yang diperoleh selama pelaksanaan simulasi.
Guru MPLB SMK Muhammadiyah 2 Moyudan, Ikhsan, memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran melalui praktik memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman yang dapat digunakan sebagai bekal sebelum mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL).
“Menurut saya, kegiatan ini bagus untuk siswa. Mereka bisa langsung belajar dan mempraktikkan cara berkomunikasi melalui telepon sebagai bekal untuk terjun ke praktik kerja lapangan,” ujar Ikhsan.
Kegiatan praktik bertelepon tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang aktif dan kontekstual. Siswa dilatih untuk menerapkan materi secara langsung, sekaligus membangun kepercayaan diri ketika harus berkomunikasi dalam situasi formal.
Program pembelajaran ini sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat mengenai pendidikan berkualitas dan tujuan kedelapan tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami teknik berkomunikasi melalui telepon, tetapi juga mampu menerapkan etika komunikasi dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan kerja.
Keterampilan komunikasi yang baik menjadi salah satu bekal penting bagi siswa SMK ketika menjalani PKL maupun saat memasuki dunia kerja. Pengalaman praktik yang diperoleh selama di sekolah diharapkan dapat membantu siswa menghadapi berbagai situasi komunikasi secara lebih percaya diri, santun, dan profesional.
Rep Darwika Dyah.
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()









