Tempel, Pdmsleman.Or.Id
Pengajian rutin Ahad Pon Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tempel, Kabupaten Sleman, terasa berbeda pada Ahad, 13 September 2026, hal ini nampak karena selain pengajian, kegiatan yang digelar di Gedung Kalurahan Tambakrejo tersebut menjadi momentum pengukuhan dua tim pelayanan PCA Tempel.
Dua tim yang dikukuhkan yakni Pengurus Biro Konsultasi Keluarga Sakinah ‘Aisyiyah (BIKKSA) Cahaya Keluarga PCA Tempel periode 2026–2030 serta Tim Rukti Jenazah PCA Tempel periode 2026–2027.
BIKKSA Cahaya Keluarga PCA Tempel menempatkan Siti Mukaromah, M.Si. sebagai penanggung jawab dan Siti Rofingah, A.Md.Keb. sebagai ketua. Sementara Tim Rukti Jenazah PCA Tempel diketuai Siti Mukaromah, M.Si., dengan Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD sebagai penasihat. Kehadiran dua tim tersebut diharapkan semakin memperkuat pelayanan sosial dan keagamaan ‘Aisyiyah di tengah masyarakat.
Pengukuhan dilakukan Ketua PCA Tempel Banun Rohyatiningsih. Naskah pengukuhan dibacakan Ervin Iswandayani S.Pd Sekretaris.
Ketua PDA Sleman yang diwakili salah satu Pengurus Harian (PH), Dra. Hj. Sri Sumiyarsi, M.Pd., memberikan sambutan sekaligus tausiyah. Ia menyampaikan pentingnya membangun kehidupan yang sukses melalui empat upaya, yakni taubat, muroqobah, muhasabah, dan mujahadah.
“Kesuksesan hidup perlu diupayakan. Empat kiat yang penting adalah taubat, muroqobah, muhasabah, dan mujahadah,” pesannya dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, penguatan kehidupan keluarga dan pembinaan masyarakat menjadi bagian penting dari kiprah organisasi. Karena itu, keberadaan BIKKSA maupun Tim Rukti Jenazah memiliki peran yang saling melengkapi.
Panewu Tempel Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si. turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap perkembangan PCA Tempel. Ia menilai PCA Tempel merupakan organisasi yang dinamis dan terus menunjukkan kiprah di tengah masyarakat.
“PCA Tempel sangat dinamis. Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi progres serta kiprah yang terus dilakukan,” ujar Rasyid.
Sementara itu, Sekretaris PCM Tempel H. Supardi, M.Pd. menyoroti keterkaitan antara BIKKSA dengan Tim Rukti Jenazah. Menurutnya, pembinaan keluarga tidak dapat dipisahkan dari persiapan menghadapi kehidupan secara utuh, termasuk menghadapi kematian.
Ia menggambarkan keluarga sakinah sebagai salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan kehidupan yang baik hingga akhir hayat. “Ada keterkaitan antara BIKKSA dengan Rukti Jenazah. Untuk bisa meraih husnul khatimah, perlu disiapkan dari keluarga yang sakinah,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan penampilan angklung Hanna PCA Tempel yang membawakan sejumlah lagu tradisional dan religi. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari peserta pengajian.
Kegiatan juga diisi bazar yang digelar Majelis Ekonomi serta pemeriksaan kesehatan oleh Majelis Kesehatan. Pengamanan kegiatan dilakukan Kokam sehingga seluruh rangkaian acara berjalan tertib.
Pengukuhan BIKKSA Cahaya Keluarga dan Tim Rukti Jenazah menjadi bagian dari upaya PCA Tempel memperluas manfaat organisasi. Tidak hanya bergerak dalam pengajian dan pembinaan keagamaan, ‘Aisyiyah juga hadir melalui layanan keluarga, sosial, kesehatan, serta pendampingan masyarakat.
Melalui dua tim tersebut, PCA Tempel diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan yang nyata, terutama dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial dan keagamaan.
Rep Ervin Iswandayani S.Pd Sekretaris PCA Tempel
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()









