Sarasehan Pendidikan Bersama Staf Khusus Mendikdasmen: Guru Harus Kompeten dan Sejahtera

Facebook
Twitter
LinkedIn

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, telah diselenggarakan Sarasehan Pendidikan bersama Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan mengangkat tema “Pendidikan bermutu untuk Semua”. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan para pendidik, kepala sekolah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, Majelis dikdasmen dan PNF dan pemerhati pendidikan, dari PAUD, TK ABA, SD, SMP, SMA/K se-Kabupaten Sleman bertempat di Sinta Hall, Sleman City Hall, Denggung Sleman Yogyakarta pada Jum’at 9 Januari 2026 dalam rangkaian kegiatan Muhammadiyah Sleman Expo #1 tanggal 9-11 Januari 2026

Dalam sarasehan tersebut, Staf Khusus Menteri Dikdasmen RI, Arif Jamali Muis, M.Pd menegaskan bahwa kompetensi guru merupakan kunci utama keberhasilan pendidikan. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang seimbang.

“Guru hari ini harus adaptif terhadap perubahan zaman, dimana kita menghadapi era algoritma dan AI sehingga guru mampu adaptif  memanfaatkan teknologi, serta menjadi teladan dalam karakter dan akhlak bagi murid” tegasnya dalam pemaparan yang di pandu oleh moderator Hasanuddin Salimi, M.Pd.

Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas tantangan dunia pendidikan kedepan, penguatan literasi dan numerasi yang masih rendah, serta peran guru dalam membentuk generasi berkarakter di tengah perkembangan digital.

“Tema utama menteri pendidikan adalah pendidikan bermutu untuk semua.

Islam berkemajuan memiliki ciri berpedoman tauhid, tapi tauhid yang menggerakkan. Seorang pendidik akan gelisah melihat perkembangan mutu menurun, jumlah murid juga turun.

Berbicara tentang mutu maka ada beberapa hal yang perlu disampaikan dan diwujudkan bersama yang menjadi esensi sarasehan ini yakni:

Pertama, guru harus kompeten dan sejahtera. Seorang guru harus mampu beradaptasi dengan situasi kekinian. Anak-anak kita jika belajar pytagoras bisa tetapi jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi kurang adaptif. Saat ini era algoritma sehingga seorang guru harus mampu menghadapi perubahan.

Perubahan itu dimulai dari kelas.

Transformasi itu akan terlihat di masa yang akan datang, dan tergantung apa yang dilakukan guru saat ini.

Kedua, Pembelajaran harus bermakna dan adaptif. Bagama cara mengajarkan teologi Al Maun oleh Kyai Ahmad Dahlan, dimana diajarkan sampai 3 bulan. Sebelumnya wal asri 7 bulan pertemuan dan ini menjadikan kebermaknaan atau sudahkah implementasi ajaran Kyai Dahlan dapat diterapkan secara bermakna, berkesadaran dan menggembirakan.

Ketiga, Fasilitas harus memadahi sehingga program revitalisasi gedung kelas, dan fasilitas pendukung terus dilakukan

Keempat, Pendidikan itu harus ada kolaborasi agar paradigma kita itu fastabiqul khoirot terus dilakukan

Para peserta menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik.

Selanjutnya dalam diskusi disampaikan beberapa penanya yang mencoba mengkritisi program baik itu tentang kesejahteraan guru, kebijakan guru P3K, guru paruh waktu dan lain-lain.

Menurut Apung Syaifuddin, M.Pd selaku sekretaris BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman menyampaikan bahwa :

“upaya yang dilakukan oleh pemerintah sudah sedikit banyak membantu dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dan berharap peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan dan menjadi tugas kita bersama.” Ujar Apung yang merupakan kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Kalasan

Disisi lain menurut Yudi Megawanto selaku peserta  menyampaikan bahwa “Upaya pendidikan bermutu untuk semua apakah benar-benar sudah menjawab tantangan dan permasalahan dunia pendidikan di tengah perubahan zaman dimana tugas utama pendidik atau guru adalah memberikan nilai-nilai, moral, akhlaq yg mendasar bagi murid sudah menjadi tugas dan fungsi pokok seorang guru? Harapannya terus dilakukan dan berproses untuk mewujudkan guru yang kompeten dengan memperhatikan fungsi pokok guru, tutur Yudi yang merupakan kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Minggir.

“Guru janganlah hanya mengejar kesejahteraan dan karir, tetapi dia juga adalah kurir Tuhan untuk anak-anak didiknya” tambah Didik.

Sarasehan ini diharapkan menjadi ruang refleksi dan penguatan komitmen bersama bahwa guru yang kompeten adalah fondasi utama terciptanya pendidikan yang bermutu untuk semua dan berkeadilan.

Bravo Pendidikan Muhammadiyah Sleman. Maju bersama dan bersama-sama  maju.

#mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman,

Rep  H. Wahdan Arifudin S.Pd  KS SMPMuh 2 Godean   MPI PDM Sleman

Editor   Arief Hartanto MPI PD Sleman

Loading

Leave a Replay