1 Tahun AIK Multikultural bagi mahasiswa Non Muslim di UNISA Yogyakarta.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Gamping, Pdmsleman.Or.Id

Sudah lama Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menerima mahasiswa Non Muslim. Menjadi pemandangan biasa diantara ribuan mahasiswa UNISA Yogyakarta yang mayoritas Perempuan ada yang tidak memakai jilbab. Yang tidak memakai jilbab ini biasanya mahasiswa yang beragama Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu dll.

Mereka sudah terbiasa dengan suasana inklusif kampus yang terletak di Gamping Sleman ini, baik mahasiwa Muslim dan Non Muslim mendapat hak dan kewajiban yang sama. Tidak ada perbedaan. Salah satu hal yang mendapat kritikan Ketika sekolah atau kampus menerima mahasiswa beda agama adalah pemberian Pelajaran agama sesuai dengan agama masing-masing. UNISA Yogyakarta juga mengalami hal yang sama. Bagaimana pemberian Pelajaran agama sesuai dengan agamanya masing-masing belum dilaksanakan dengan sempurna.

Pada beberapa tahun ini UNISA Yogyakarta mulai menerapkan AIK Multikultural, yaitu mata kuliah Agama Islam, yang biasa disebut Mata Kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi mahasiswa Non Muslim diberikan sesuai dengan keyakinannya. UNISA Yogyakarya mulai menerapkan Mata Kuliah Islam dan Agama-Agama Dunia dan Mata Kuliah Etika sebagai pengganti Mata Kuliah Kemanusiaan dan Keimanan dan Mata Kuliah Ibadah, Akhlak dan Muammalah bagi mahasiswa Non Muslim.

Di tahun akademik 2025/2026 ini Mata Kuliah Islam dan Agama-Agama Dunia dan Etika mulai diterapkan. Ada 50 mahasiswa dari semua program studi yang mengikuti 2 Mata Kuliah ini. Selama 1 tahun penerapan 2 mata kuliah ini mahasiswa Non Muslim mengikuti kelas dengan materi Pendidikan agama dengan perspektif multikultural. Perspektif Muktikultural adalah memandang bahwa perbedaan agama adalah kenisyacayaan dan kita diajak untuk saling mengenal dan saling memahami.

Tepat 1 tahun AIK Multikultural dilaksanakan dan pada bulan Juli 2026 ini Mata Kuliah Etika juga selesai. AIK Multikultural adalah usaha UNISA Yogyakarta untuk melaksanakan mandat dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang mencanangkan AIK Multikultural untuk diajarkan kepada mahasiwa Non Muslim yang kuliah di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) dan UNISA Yogyakarta menyambutnya dengan menerapkan dalam 2 semerter kuliah.

Iwan Setiawan selaku dosen AIK UNISA Yogyakarta yang mengampu AIK Multikultural menjelaskan bahwa “ pembelajaran AIK Multikultural dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran. Ada teori, ada tugas dan ada project. Ketiganya ini diramu dalam pembelajaran online dan ofline. Sehingga Mata Kuliah AIK Multikultural lebih banyak membangun dialog antar mahasiswa yang berbeda agama dan juga mengenalkan Muhammadiyah kepada mahasiswa dalam bentuk project yang dilaksanakan oleh mahasiswa” sebagaimana dituturkan kepada Arief Hartanto pada Jum’at pagi 31 Juli 2026.

AIK Multikultural yang sudah dilaksanakan di tahun akademik 2025/2026 adalah usaha UNISA Yogyakarta untuk menjadikan kampus sebagai lahan yang inklusif, terbuka dan memberi kesempatan kepada warga Indonesia dan dunia untuk masuk ke UNISA Yogyakarta tanpa takut terhalang pada perbedaan agama.

Loading

Leave a Replay