Hari Ber-Muhammadiyah Sleman 2026 Teguhkan Dakwah Lereng Merapi yang Mencerahkan Peradaban

Facebook
Twitter
LinkedIn

Delapan Ribuan warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari berbagai kapanewon di Kabupaten Sleman memadati kawasan Museum Gunung Merapi (MGM), Hargobinangun, Pakem, Sabtu (1/8/2026), untuk mengikuti Hari Ber-Muhammadiyah Kabupaten Sleman Tahun 2026. Mengusung tema “Dakwah Lereng Merapi: Mencerahkan, Memberdayakan, dan Memajukan Peradaban”, kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah dalam dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

Sejak pagi buta, ribuan jamaah telah berdatangan menggunakan bus, kendaraan pribadi hingga rombongan dari berbagai Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Suasana kawasan Museum Gunung Merapi berubah menjadi lautan warga Muhammadiyah yang memadati arena utama, bazar UMKM, layanan kesehatan, hingga area donor darah.

Sebelum acara inti dimulai, panitia menyuguhkan praacara yang dipandu dua pembawa acara dengan mengajak jamaah mengunjungi puluhan stan UMKM binaan PCA Pakem dan masyarakat Hargobinangun. Beragam produk lokal mulai dari olahan salak, jadah khas Kaliurang, bakso, soto, kebab, burger, susu kambing etawa, hingga aneka jajanan tradisional menarik perhatian para pengunjung.

Selain bazar UMKM, panitia juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah bekerja sama dengan PMI, serta promo khusus tiket masuk Museum Gunung Merapi bagi seluruh peserta kegiatan. Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah menggerakkan ekonomi umat sekaligus menghadirkan pelayanan sosial bagi masyarakat.

Suasana semakin semarak ketika panggung praacara menampilkan berbagai kreativitas siswa-siswi sekolah Muhammadiyah di Pakem. Penampilan diawali Tari Anugraha Pari dari SMP Muhammadiyah Pakem yang merupakan peraih Juara Harapan II Festival Lomba Seni Nasional Kabupaten Sleman.

Tarian yang menggambarkan semangat para petani tersebut berhasil memukau ribuan jamaah. Tepuk tangan panjang mengiringi setiap gerakan para penari yang tampil anggun dengan kostum bernuansa budaya Jawa.

Kemeriahan berlanjut melalui penampilan Drum Band TK ABA Boyong bertajuk “Mahaguru Merapi”. Pertunjukan tersebut mengangkat kisah kehidupan masyarakat lereng Merapi, mulai dari suasana damai sebelum erupsi, kepanikan saat bencana, hingga bangkitnya masyarakat membangun kehidupan baru dengan semangat gotong royong.

Penampilan itu mendapat apresiasi luar biasa karena dimainkan oleh puluhan anak usia dini dengan penuh percaya diri dan kekompakan.

Tak kalah memukau, siswa SD Muhammadiyah 2 Pakem yang merupakan Juara I Angklung Tingkat DIY juga tampil membawakan sejumlah lagu bertema nasionalisme dan kecintaan kepada Tuhan. Harmoni angklung yang dimainkan para siswa membuat suasana pagi di lereng Merapi terasa semakin khidmat.

Sementara itu, penyanyi cilik Zaura dari SD Muhammadiyah Pakem membawakan lagu religi “Kebesaran-Mu” yang berhasil menyentuh hati para jamaah. Penampilannya mendapat sambutan meriah dari ribuan peserta yang memenuhi area Museum Gunung Merapi.

Acara inti dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars ‘Aisyiyah sebagai simbol perpaduan nilai keislaman, kebangsaan, serta semangat dakwah berkemajuan.

Ketua PCM Pakem, H. Raden Agung Nugroho, M.A., dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan menjadikan Pakem sebagai tuan rumah Hari Ber-Muhammadiyah Kabupaten Sleman tahun ini.

Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah Pakem terus berkembang melalui berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, dan ekonomi. Mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Pakem yang sedang berproses menjadi Klinik Utama, Panti Asuhan Putri Muhammadiyah, pengajian Ahad pagi di sembilan titik, koperasi, hingga Muhammadiyah Business Corner.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga didukung bazar UMKM, layanan kesehatan gratis, donor darah, serta ribuan paket konsumsi hasil gotong royong jamaah dan takmir masjid di wilayah Pakem.

“Kami berharap Hari Ber-Muhammadiyah ini semakin menggembirakan dakwah dan memperkuat ukhuwah warga Muhammadiyah Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Bupati Sleman H. Harda Kiswoyo, S.Si., M.Si. memberikan apresiasi tinggi kepada Muhammadiyah atas kontribusinya dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, pengajian seperti Hari Ber-Muhammadiyah bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang membangun karakter masyarakat yang religius, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.

Ia mengajak seluruh jamaah menjaga persatuan, toleransi, gotong royong, serta terus mendukung pendidikan generasi muda melalui lembaga-lembaga Muhammadiyah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Klinik PKU Muhammadiyah Pakem agar segera meningkat statusnya menjadi Klinik Utama.

Ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A. menyampaikan bahwa keberhasilan menghadirkan lebih dari tujuh ribu jamaah menjadi bukti kuatnya semangat warga Muhammadiyah Sleman.

Ia mengingatkan lima kekuatan utama warga Muhammadiyah, yakni keimanan sebagai aset terbesar, kejujuran sebagai harta terbaik, kesabaran sebagai senjata utama, doa sebagai alat tercanggih, dan persatuan sebagai modal terbaik untuk membangun organisasi yang semakin berkemajuan.

Sementara itu, mewakili PWM DIY, Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag. menegaskan bahwa pengajian merupakan jantung gerakan Muhammadiyah sejak didirikan KH Ahmad Dahlan.

Menurutnya, hampir seluruh amal usaha Muhammadiyah lahir dari budaya pengajian yang terus melahirkan gagasan dan inovasi bagi kemajuan umat.

Ia mengapresiasi antusiasme warga Muhammadiyah Sleman yang mampu menghadirkan ribuan jamaah dalam satu kegiatan besar.

Selain pengajian, panitia juga memberikan penghargaan kepada guru-guru TK ABA, para takmir masjid Muhammadiyah, serta menghadirkan penampilan Polisi Cilik SD Muhammadiyah Pakem yang memukau hadirin dengan atraksi baris-berbaris dan seni budaya Nusantara.

Selama kegiatan berlangsung, panitia juga menggalang dana melalui Lazismu sebagai bentuk kepedulian sosial warga Muhammadiyah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Hari Ber-Muhammadiyah Kabupaten Sleman 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar pengajian akbar. Kegiatan ini menunjukkan wajah Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang tidak hanya mengajarkan nilai-nilai keislaman, tetapi juga menghadirkan pendidikan berkualitas, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial, pelestarian budaya, hingga penguatan persaudaraan di tengah masyarakat.

Dengan semangat “Dakwah Lereng Merapi: Mencerahkan, Memberdayakan, dan Memajukan Peradaban”, ribuan warga Muhammadiyah membuktikan bahwa dakwah dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Leave a Replay