Memahami Gerakan Tajdid Muhammadiyah, Dr. Endro: Tajdid Bukan Mengubah Agama

Facebook
Twitter
LinkedIn

 Turi, Pdmsleman.Or.Id

Gerakan tajdid menjadi salah satu ciri penting dalam perjalanan Muhammadiyah. Tajdid tidak dimaknai sebagai upaya mengubah ajaran Islam, melainkan usaha mengembalikan pemahaman dan pengamalan agama agar tetap sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, sekaligus menjawab perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan Dr. Endro Dwi Hatmanto, M.A. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam Pengajian Rutin Ahad Kliwon Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi, Minggu (16/8/2026), bertepatan dengan 2 Syafar 1448 H. Pengajian berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi dengan tema “Memahami Gerakan Tajdid Muhammadiyah.”

Dalam kajiannya, Endro mengawali pembahasan dengan sebuah pertanyaan yang menurutnya kerap muncul dari rekan-rekannya di luar negeri. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki masyarakat religius, namun pada saat yang sama masih menghadapi berbagai persoalan sosial seperti korupsi, kekerasan, dan perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai agama.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Banyak orang menjalankan ibadah dan mengikuti pengajian, tetapi nilai-nilai agama belum tentu tercermin dalam perilaku sehari-hari.

“Islam mengajarkan kita senang mengaji, mencari ilmu, rajin mengamalkan, dan memanfaatkan ilmu untuk memberikan manfaat kepada orang lain,” demikian garis besar pesan yang disampaikan Endro dalam pengajian tersebut.

Tajdid dan Kiai Ahmad Dahlan

Endro kemudian mengaitkan pembahasan tajdid dengan perjuangan Kiai Haji Ahmad Dahlan sebagai tokoh pembaharu yang melahirkan Muhammadiyah.

Ia menegaskan, pembaruan yang dilakukan Ahmad Dahlan bukan berarti menciptakan agama baru. Tajdid justru diarahkan untuk memurnikan ajaran Islam dari kebiasaan, pemikiran, maupun tradisi yang tidak sesuai dengan tuntunan agama.

Dalam konteks tersebut, Endro menjelaskan hadis riwayat Abu Dawud mengenai hadirnya pembaharu pada setiap awal seratus tahun untuk memperbarui pemahaman dan pengamalan agama umat.

Menurutnya, dari konsep tajdid tersebut terdapat sejumlah pendekatan yang dapat dipahami dalam gerakan Muhammadiyah, antara lain purifikasi, modernisasi, dan harmonisasi.

Purifikasi, kata dia, berkaitan dengan upaya memurnikan akidah, ibadah, dan akhlak dari berbagai hal yang tidak memiliki dasar yang sesuai dengan Al-Qur’an dan hadis. Ia juga mengingatkan agar masyarakat mampu membedakan antara ajaran agama dan budaya.

“Budaya pada dasarnya boleh sepanjang tidak bertentangan dengan syariat,” jelasnya dalam materi yang disampaikan.

Ia memberikan sejumlah contoh bahwa tidak semua tradisi atau kebiasaan masyarakat harus ditinggalkan. Budaya yang tidak bertentangan dengan prinsip Islam dapat tetap dipelihara, sedangkan budaya yang bertentangan dengan tauhid, keadilan, dan martabat manusia perlu ditinggalkan atau diperbaiki.

Tajdid Harus Melahirkan Amal

Selain purifikasi, Endro menekankan pentingnya harmonisasi antara kesalehan individual dan kepedulian sosial. Ia mengambil pelajaran dari Surah Al-Ma’un yang mengingatkan umat Islam agar tidak hanya menjalankan ibadah ritual, tetapi juga memperhatikan anak yatim, kaum dhuafa, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, semangat tersebut menjadi salah satu dasar munculnya berbagai gerakan sosial Muhammadiyah. Agama tidak cukup berhenti pada pengetahuan dan ibadah, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Ia juga menjelaskan pentingnya modernisasi dalam gerakan tajdid. Umat Islam, termasuk warga Muhammadiyah, didorong untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, serta memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menyelesaikan berbagai persoalan umat.

“Jangan lelah untuk bekerja dan beramal bagi Muhammadiyah,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam kajian tersebut.

Endro juga menyinggung perkembangan amal usaha Muhammadiyah sebagai gambaran bahwa gerakan pembaruan tidak berhenti pada gagasan. Ia menyebut berbagai bidang yang dikembangkan Muhammadiyah, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga pelayanan sosial.

Pada bagian akhir, Endro mengajak jamaah untuk meneruskan gagasan tajdid dengan tiga semangat utama. Pertama, memurnikan tauhid dan akidah. Kedua, membangun keseimbangan hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Ketiga, mendorong umat agar menjadi pribadi dan masyarakat yang maju serta mampu berkompetisi menghadapi perkembangan zaman.

Pengajian kemudian ditutup dengan doa bersama. Pesan utama yang dibawa dari kajian tersebut adalah bahwa tajdid Muhammadiyah bukan sekadar wacana pembaruan, tetapi harus terlihat dalam kehidupan nyata melalui ilmu, ibadah, akhlak, kepedulian sosial, dan kerja nyata untuk kemajuan masyarakat.

Rep Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Leave a Replay

Steeds meer Nederlanders ontdekken de spanning van online gokken, waarbij ze op zoek gaan naar een betrouwbaar platform met een uitgebreid aanbod. Nyx Bets Casino voldoet aan deze wens met een ruime collectie gokkasten, tafelspellen en live casinospellen, aangevuld met aantrekkelijke bonussen en een gebruiksvriendelijke interface.
Modern casino reviewers tend to weigh bonus wagering terms, slot RTP listings, and live dealer game variety before publishing their take, and Odinfortune often pops up in those side-by-side breakdowns.
Wie in Nederland graag een gokje waagt online, let tegenwoordig scherp op betrouwbaarheid, snelle uitbetalingen en een overzichtelijk spelaanbod; een platform als KIKI weet daar met transparante voorwaarden en een breed scala aan slots en live tafelspelenvolop op in te spelen.