Turi
Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Turi kembali menggelar pengajian rutin Ahad Pon 9 Agustus 2026 bertempat di masjid at Taqwa Sidoharjo Bangunkerto Turi Sleman yang diikuti para anggota dan jamaah di lingkungan persyarikatan.
Rangkaian pengajian diawali pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Aisyah, menyanyikan Mars Aisyiyah, serta sambutan Ketua PCA Turi, Musfirah, MP. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diikuti jamaah dengan antusias.
Kegiatan tersebut diisi tausiyah oleh Ustaz. Subagyo, S.Ag., M.Si., yang mengajak jamaah memperkuat iman dengan membiasakan diri bersyukur dan bersabar dalam menjalani kehidupan.
Dalam ceramahnya, Ustaz Subagyo mengingatkan jamaah agar tidak menganggap bulan Safar sebagai bulan yang membawa kesialan. Menurutnya, setiap bulan dalam kalender Islam memiliki kedudukan yang baik dan tidak selayaknya dikaitkan dengan anggapan-anggapan yang tidak memiliki dasar.
Ia kemudian mengaitkan pembahasan tersebut dengan tema pentingnya menghiasi kehidupan dengan iman kepada Allah SWT. Iman, menurutnya, tidak cukup hanya diyakini dalam hati, tetapi harus tercermin melalui sikap dan perilaku sehari-hari.
“Orang yang beriman itu harus mampu bersyukur dan bersabar,” pesannya kepada jamaah.
Syukur diwujudkan dengan menyadari berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT, kemudian menggunakan nikmat tersebut untuk melakukan kebaikan. Kesehatan, waktu, harta, keluarga maupun kesempatan untuk beribadah merupakan nikmat yang harus dimanfaatkan secara benar.
Menurut dia, ketika seseorang memperoleh kesehatan, maka kesehatan itu semestinya digunakan untuk beribadah, menuntut ilmu dan membantu sesama. Demikian pula ketika memperoleh rezeki lebih, hendaknya tidak hanya dinikmati untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi terhadap kiprah Aisyiyah yang selama ini bergerak dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial dan kesehatan. Ia mendorong para kader Aisyiyah untuk terus bersemangat melakukan amal usaha dan pelayanan kepada masyarakat tanpa dibatasi usia.
Selain syukur, kesabaran menjadi bagian penting dari kehidupan orang beriman. Ustaz Subagyo menjelaskan bahwa ujian kehidupan dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari persoalan kesehatan, keluarga, ekonomi hingga persoalan lainnya. Semua itu harus dihadapi dengan kesabaran dan tetap mengharap pertolongan Allah SWT.
“Sabarnya itu merupakan kekuatan jiwa dalam menghadapi ujian Allah,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan jamaah agar menjaga salat lima waktu. Menurutnya, kehidupan yang tertib dalam menjalankan ibadah menjadi salah satu cerminan kualitas keimanan seseorang. Pengajian juga tidak seharusnya membuat seseorang meninggalkan kewajiban salat ketika waktunya telah tiba.
Selain itu, jamaah diajak membangun akhlak terpuji, antara lain rendah hati, menjaga kehormatan diri, senang membantu orang lain dan tidak memiliki sifat fasik maupun takabur. Keimanan, kata dia, harus melahirkan pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.
Di akhir tausiyah, Ustaz . Subagyo mengajak seluruh jamaah untuk terus memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan menjadi pribadi yang ahli bersyukur, sabar, rendah hati dan berakhlak baik.
Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti dalam forum pengajian, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, organisasi dan masyarakat. Dengan iman yang diwujudkan melalui amal nyata, keberadaan Aisyiyah diharapkan semakin memberikan manfaat bagi umat dan lingkungan sekitar.
Rep Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()







