Godean, Pdmsleman.Or.Id
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi (Jihadi) pada Ahad, 9 Agustus 2026, pukul 06.00–07.30 WIB di Masjid Al Huda, Pandean VII, Sidoluhur, Godean, Sleman, Yogyakarta. Kajian yang dihadiri jamaah dari berbagai ranting Muhammadiyah di wilayah Godean tersebut menghadirkan Ustadz H. Hadi Suprapto, BA sebagai pemateri.
Dalam kajiannya, Ustadz H. Hadi Suprapto menjelaskan pentingnya aqidah sebagai fondasi utama kehidupan seorang Muslim. Menurutnya, aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti ikatan atau simpul yang sangat kuat. Karena itu, aqidah bukan sekadar pengetahuan atau hafalan, melainkan keyakinan yang mengikat hati manusia dengan Allah SWT.
“Aqidah adalah ikatan yang tidak boleh terputus sampai akhir hayat. Seorang mukmin harus menjaga ikatan tersebut dalam seluruh aspek kehidupannya,” jelas beliau.
Lebih lanjut, beliau menerangkan bahwa inti aqidah Islam terletak pada kalimat tauhid Laa ilaaha illallah, yang bermakna tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah SWT. Kalimat tersebut merupakan pernyataan penghambaan total kepada Allah sekaligus penolakan terhadap segala bentuk penyekutuan kepada-Nya.
Dalam pemaparannya, Ustadz Hadi juga mengingatkan bahwa setiap manusia pada hakikatnya telah mengikrarkan pengakuan kepada Allah SWT sejak alam ruh. Oleh karena itu, syahadat yang diucapkan seorang Muslim merupakan bentuk peneguhan kembali atas perjanjian tersebut.
Beliau menekankan bahwa iman merupakan cahaya kehidupan. Hati yang dipenuhi iman akan memiliki arah, keteguhan, dan kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Sebaliknya, hati yang kosong dari iman akan mudah terombang-ambing oleh godaan dan tantangan zaman.
“Aqidah yang kuat akan melahirkan istiqamah. Dengan istiqamah kita mampu menghadapi berbagai persoalan hidup, menjaga nilai-nilai Islam, serta tetap teguh di tengah berbagai godaan dunia,” tuturnya.
Kajian berlangsung dengan penuh perhatian dari jamaah. Peserta tampak antusias mengikuti uraian materi yang mengajak umat Islam untuk terus memperkuat aqidah, menjaga keimanan, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Kajian Ahad Pagi (Jihadi) ini, PCM Godean berharap jamaah semakin memahami pentingnya aqidah sebagai pondasi kehidupan, sehingga mampu menjadi pribadi Muslim yang kokoh, istiqamah, dan senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam hingga akhir hayat.
Dalam penjelasannya, Ustadz H. Hadi Suprapto juga menegaskan bahwa aqidah adalah perkara yang wajib diyakini keberadaannya oleh hati dan hati nurani seorang mukmin. Aqidah tidak dibangun semata-mata berdasarkan apa yang dapat dilihat oleh mata atau didengar oleh telinga, melainkan berdasarkan keyakinan yang kokoh terhadap wahyu Allah SWT.
Beliau menjelaskan bahwa banyak perkara dalam aqidah yang bersifat gaib, seperti keberadaan Allah SWT, malaikat, hari akhir, surga, neraka, serta qada dan qadar. Meskipun tidak dapat dilihat secara langsung, seluruhnya wajib diimani karena telah diberitakan oleh Allah dan Rasul-Nya.
“Aqidah adalah keyakinan yang tertanam kuat dalam hati. Dasarnya bukan sekadar penglihatan dan pendengaran, tetapi keimanan yang lahir dari hati yang menerima kebenaran wahyu Allah,” ungkapnya.
Menurut beliau, hati memiliki peran yang sangat penting dalam keimanan. Ketika hati dipenuhi keyakinan kepada Allah SWT, maka seluruh perilaku manusia akan mengikuti keyakinan tersebut. Sebaliknya, apabila hati kosong dari iman, maka seseorang akan mudah terpengaruh oleh keraguan dan berbagai penyimpangan.
Oleh karena itu, umat Islam perlu senantiasa memelihara dan memperkuat aqidah melalui pembelajaran agama, tadabbur Al-Qur’an, memperbanyak ibadah, serta bergaul dengan lingkungan yang dapat menumbuhkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dalam kajian tersebut, Ustadz H. Hadi Suprapto menjelaskan bahwa keimanan dan aqidah yang kuat akan melahirkan keteguhan dalam menjalani kehidupan. Seorang Muslim hendaknya memiliki pendirian yang kokoh, tidak mudah goyah oleh berbagai pengaruh, godaan, maupun tekanan yang datang silih berganti.
Beliau mengingatkan bahwa kehidupan selalu menghadirkan ujian. Namun, orang yang memiliki aqidah yang benar akan tetap teguh memegang prinsip-prinsip Islam. Keteguhan itu bukan karena kekuatan dirinya semata, melainkan karena keyakinannya kepada Allah SWT.
Sikap jujur juga menjadi salah satu buah dari keimanan. Kejujuran merupakan cerminan hati yang bersih dan keyakinan yang lurus. Oleh karena itu, seorang mukmin harus berusaha menjaga kejujuran dalam perkataan maupun perbuatan, serta menjauhkan diri dari sikap berpura-pura atau mencari pujian manusia.
Dengan aqidah yang kokoh, kejujuran yang terjaga, dan istiqamah dalam beramal, seorang Muslim akan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan serta tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT.
Rep H Wahdan Arifudin SPd PCM Godean
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()








