Agus Suroyo: Sekolah Harus Memiliki Identitas yang Jelas dan Memberikan Kesempatan bagi Semua

Facebook
Twitter
LinkedIn

Sleman,Pdmsleman.Or.Id

Sekolah Muhammadiyah perlu membangun identitas yang kuat dan memiliki posisi yang jelas di tengah persaingan pendidikan yang semakin kompleks. Sekolah tidak cukup hanya menawarkan layanan pendidikan, tetapi harus mampu menghadirkan nilai yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Agus Suroyo, M.Pd.I. dalam Workshop Sukses SPMB Tahun Pelajaran 2027/2028 bagi Kepala SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman yang diselenggarakan di Aula Satriafi Kaliurang, Sleman Yogyakarta (7-8/8).

Dalam paparannya, Agus Suroyo yang juga sebagai anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah menjelaskan bahwa setiap sekolah harus memahami siapa pasar yang dilayani, karakter masyarakatnya, serta nilai utama yang ingin ditawarkan kepada calon peserta didik dan orang tua.

“Sekolah harus memiliki identitas yang jelas. Masyarakat harus tahu apa yang menjadi kekuatan dan pembeda sekolah dibandingkan lembaga pendidikan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh besarnya fasilitas atau jumlah siswa, tetapi juga oleh kemampuan membangun kepercayaan masyarakat melalui program yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar.

Agus menjelaskan bahwa terdapat sekolah yang berkembang karena mengedepankan prestasi akademik, ada yang unggul dalam pembinaan karakter, ada yang fokus pada tahfiz Al-Qur’an, teknologi, kewirausahaan, maupun layanan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi berbagai lapisan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa sekolah juga perlu memperhatikan aspek aksesibilitas pendidikan. Muhammadiyah sejak awal memiliki semangat memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat luas, termasuk keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Karena itu, sekolah dapat mengembangkan berbagai skema beasiswa, subsidi silang, maupun program kemitraan dengan para donatur, alumni, dan tokoh masyarakat.

“Jangan sampai ada anak yang memiliki potensi tetapi kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan ekonomi. Di sinilah peran sekolah untuk menghadirkan solusi,” jelasnya.

Agus Suroyo, M.Pd.I yang pernah menjadi kepala sekolah di SMP Al Mujahidin Gunungkidul, membagikan pengalaman mengenai pentingnya membangun jaringan dukungan dari berbagai pihak, seperti alumni, pengusaha, tenaga profesional, tokoh masyarakat, dan para dermawan yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan.

Melalui kolaborasi tersebut, sekolah dapat membantu peserta didik yang membutuhkan sekaligus memperluas dukungan bagi pengembangan program pendidikan.

Menurutnya, pendekatan tersebut bukan hanya berdampak pada peningkatan akses pendidikan, tetapi juga memperkuat citra sekolah sebagai lembaga yang memiliki kepedulian sosial dan keberpihakan kepada masyarakat.

Selain itu, ia menegaskan bahwa strategi pengembangan sekolah harus didasarkan pada pemahaman yang mendalam terhadap kondisi internal sekolah dan kebutuhan masyarakat sekitar.

Sekolah yang memiliki sumber daya terbatas tetap dapat berkembang apabila mampu menemukan keunggulan yang dimiliki, membangun jejaring yang kuat, dan mengelola program secara kreatif serta berkelanjutan.

Dalam sesi diskusi, para kepala sekolah diajak menyusun berbagai alternatif strategi yang sesuai dengan karakter sekolah masing-masing, mulai dari penguatan program unggulan, perluasan jejaring kemitraan, hingga pengembangan skema bantuan pendidikan bagi peserta didik.

Menutup materinya, Agus Suroyo menegaskan bahwa masa depan sekolah Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bersaing, tetapi juga oleh kemampuannya menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Sekolah yang dicintai masyarakat adalah sekolah yang tidak hanya mendidik dengan baik, tetapi juga mampu menghadirkan harapan, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi peserta didiknya,” pungkasnya.

Workshop yang diikuti para kepala SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekolah, membangun inovasi layanan pendidikan, serta merumuskan strategi SPMB yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Rep H. Wahdan Arifudin S.Pd SMPM 2 Godean

Loading

Leave a Replay