Kalasan, Pdmsleman.or.Id
Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tamanmartani Utara menggelar kajian dan rapat rutin pada Senin malam, 7 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Bapak Tri Haryanto, Kenaji, Tamanmartani, Kalasan, dan diikuti jajaran pengurus serta warga persyarikatan setempat.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 19.45 WIB. Agenda diawali dengan pembacaan Surat Al-Alaq ayat 1-5 oleh salah satu pengurus. Setelah itu, kajian disampaikan oleh Drs. H. Agus Jati Susilo.
Dalam penyampaiannya, Agus menjelaskan bahwa Surat Al-Alaq merupakan wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW. Lima ayat awal surat tersebut dinilai memiliki pesan penting sebagai pijakan awal dalam menjalankan dakwah Islam.
Salah satu pokok yang mendapat perhatian adalah perintah iqra’ atau membaca. Menurutnya, perintah tersebut tidak sekadar berkaitan dengan aktivitas membaca, tetapi juga mendorong umat Islam untuk terus belajar dan memperluas pengetahuan dengan menyandarkan segala aktivitas kepada Allah SWT.
Ia juga mengingatkan jamaah mengenai asal penciptaan manusia yang disebut dalam Surat Al-Alaq. Pesan tersebut menjadi pengingat agar manusia tidak mudah menyombongkan diri, melainkan senantiasa bersyukur atas nikmat dan kesempatan yang diberikan Allah.
Selain itu, ayat berikutnya menegaskan sifat Allah Yang Maha Pemurah, yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Dari pesan tersebut, jamaah diajak melihat pentingnya ilmu, pendidikan, dan kemampuan menyampaikan pengetahuan sebagai bagian dari kehidupan seorang muslim.
Kajian juga menekankan bahwa Islam mendorong umatnya untuk mempelajari hal-hal yang sebelumnya belum diketahui. Semangat belajar tersebut menjadi salah satu dasar berkembangnya tradisi keilmuan dalam sejarah peradaban Islam.
Kajian berlangsung dalam suasana khidmat dan kemudian ditutup dengan doa bersama.
Usai kajian, kegiatan dilanjutkan dengan rapat rutin PRM Tamanmartani Utara. Rapat membahas tindak lanjut sejumlah program yang telah direncanakan oleh pimpinan ranting.
Dari rapat tersebut disepakati bahwa program yang telah disusun tetap dilanjutkan, salah satunya melalui pelaksanaan kegiatan di masjid binaan PRM Tamanmartani Utara.
Masjid binaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat syiar Islam, membangun ukhuwah, serta menjadi pusat kegiatan warga Muhammadiyah di wilayah Tamanmartani Utara.
Pengurus berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat terlaksana secara bertahap dan konsisten. Dengan dukungan pengurus dan warga persyarikatan, kegiatan tersebut diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat keberadaan Muhammadiyah di tingkat ranting.
Pertemuan rutin juga menjadi kesempatan bagi pengurus melakukan evaluasi dan menyamakan langkah dalam menjalankan agenda persyarikatan. Komunikasi langsung antara pimpinan dan warga diharapkan membuat pelaksanaan kegiatan terarah, dalam menghidupkan aktivitas masjid dan pembinaan jamaah. Selain membahas program, forum memperkuat kebersamaan serta membuka ruang menyampaikan masukan mengenai kegiatan di lingkungan Tamanmartani Utara. Dengan demikian, kajian dan rapat tidak berhenti sebagai agenda berkala, tetapi menjadi sarana mempererat hubungan dan memperkuat gerak organisasi.
![]()







