Tempel, Pdmsleman.Or.Id
Upaya mencegah stunting terus didorong melalui peningkatan pemahaman keluarga mengenai kesehatan dan pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak memasuki masa pertumbuhan. Edukasi menjadi bagian penting agar orang tua mampu mengenali kebutuhan anak sekaligus melakukan pencegahan sedini mungkin.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan penyuluhan kesehatan yang diselenggarakan Majelis Kesehatan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tempel. Kegiatan tersebut mengangkat materi tentang pencegahan stunting, terutama berkaitan dengan gizi ibu hamil, kebutuhan balita, pemantauan tumbuh kembang, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat digelar pada Ahad 13 September 2026 bertempat di Darul Ulum, Sanggrahan, Lumbungrejo, Tempel Sleman..
Ketua Majelis Kesehatan PCA Tempel, Sri Puji Rahayu, A.Md.Keb, dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun kesadaran keluarga terhadap kesehatan sejak awal kehidupan anak.
Menurutnya, “pencegahan stunting tidak dapat dilakukan secara instan. Upaya tersebut perlu dimulai sejak masa kehamilan dengan memastikan kebutuhan gizi terpenuhi dan kesehatan ibu mendapat perhatian yang memadai”.
Materi penyuluhan juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. ASI menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi, terutama pada enam bulan pertama kehidupan.
Selain ASI, peserta mendapatkan edukasi mengenai makanan bergizi seimbang. Ibu hamil dan balita membutuhkan asupan makanan yang beragam dengan kandungan gizi yang sesuai untuk menunjang kesehatan serta pertumbuhan.
Pemenuhan gizi tidak hanya berkaitan dengan jumlah makanan, tetapi juga kualitas dan keberagaman pangan. Karena itu, keluarga perlu memahami pilihan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan zat gizi dalam setiap tahap pertumbuhan anak.
Aspek lain yang mendapat perhatian adalah pemantauan tumbuh kembang anak. Orang tua perlu memperhatikan pertumbuhan anak secara berkala sehingga apabila terdapat tanda-tanda gangguan pertumbuhan maupun perkembangan, dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
Pemantauan secara rutin juga menjadi sarana bagi keluarga untuk memastikan perkembangan anak berlangsung sesuai dengan tahapan usianya. Pengetahuan tersebut penting agar orang tua tidak mengabaikan perubahan yang muncul pada kondisi anak.
Febrina Sucihati, SST.M.Ph membahas sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat memiliki peran dalam menjaga kesehatan anak.
Lingkungan yang bersih dapat membantu mengurangi risiko penyakit yang berpotensi mengganggu kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Karena itu, pencegahan stunting perlu ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, tidak hanya berkaitan dengan makanan dan gizi.
Keterlibatan keluarga juga menjadi salah satu poin penting dalam penyuluhan. Pencegahan stunting bukan semata-mata menjadi tanggung jawab perempuan atau orang tua yang mengasuh anak secara langsung. Dukungan seluruh anggota keluarga diperlukan, baik dalam pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan, maupun pengasuhan.
Dengan keterlibatan keluarga, penerapan pola hidup sehat diharapkan dapat berlangsung secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Anak memperoleh dukungan yang lebih baik ketika seluruh anggota keluarga memiliki pemahaman dan perhatian yang sama terhadap kebutuhan tumbuh kembangnya.
Kegiatan penyuluhan berlangsung secara interaktif. Peserta mengikuti materi dengan antusias dan memperoleh kesempatan untuk memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pencegahan stunting.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PCA Tempel Banun Rohyatiningsih serta Siti Rofingah. Kehadiran jajaran PCA Tempel memperkuat perhatian organisasi terhadap isu kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.
Melalui kegiatan ini, Majelis Kesehatan PCA Tempel berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada forum penyuluhan, tetapi dapat diterapkan di lingkungan keluarga masing-masing.
Pencegahan stunting membutuhkan langkah yang dilakukan secara berkelanjutan. Pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang, kebersihan lingkungan, serta dukungan keluarga menjadi rangkaian yang saling berkaitan dalam membangun generasi yang sehat sejak dini.
Edukasi kepada keluarga pun menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat kesadaran masyarakat. Semakin baik pemahaman keluarga mengenai kebutuhan ibu dan anak, semakin besar peluang berbagai persoalan kesehatan dapat dikenali dan dicegah lebih awal.
Rep Erwin Iswandayani S.Pd PCA Tempel
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman.
![]()









