Sleman. Pdmsleman.Or.Id
PC IMM Sleman Gelar Progresif Institut 2026, Cetak Kader Intelektual Progresif dan Berkeadilan
Sleman – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sleman sukses menyelenggarakan kegiatan Progresif Institut (PI) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 12–14 Juni 2026 di SMK Muhammadiyah Prambanan. Kegiatan ini diikuti oleh 39 kader yang berasal dari berbagai Pimpinan Komisariat (PK) IMM Se Cabang-Kabupaten Sleman.
Mengusung tema “Membangun Kader Intelektual Progresif dalam Membaca Realitas Sosial untuk Mendorong Perubahan Berkeadilan”, Progresif Institut menjadi ruang pengkaderan intelektual yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kader IMM dalam memahami berbagai persoalan sosial secara kritis, sistematis, dan berlandaskan nilai-nilai profetik.
Ketua PC IMM Sleman, Muhammad Miftahuddin Al Kamal dalam sambutannya menyampaikan bahwa Progresif Institut merupakan upaya strategis untuk melahirkan kader-kader intelektual IMM yang tidak hanya memiliki kapasitas berpikir kritis, tetapi juga mampu menghasilkan berbagai produk intelektual yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Perwakilan PDM Sleman Eko Priyo Agus Nugroho, S.Pd.I., M.Pd. setelah sebelumnya diawali sambutan dari Ketua PC IMM Sleman dan DPD IMM DIY. Pada sesi pembukaan, peserta mendapatkan materi Stadium General yang disampaikan oleh Dr. Phil. Ahmad Norma Permata, S.Ag., M.Α., dengan tema “Membangun Kader Intelektual Progresif dalam Membaca Realitas Sosial untuk Mendorong Perubahan Berkeadilan”.
Dalam pelaksanaannya, Progresif Institut dibagi ke dalam empat kelas utama, yaitu Kelas Sosial, Kelas Kebijakan, Kelas Gender, dan Kelas Pemberdayaan. Masing-masing kelas dirancang untuk memperdalam pemahaman peserta terhadap isu-isu strategis yang berkembang di masyarakat.
Kelas Sosial membahas teori sosial seperti Karl Marx untuk menganalisis persoalan alih fungsi lahan, pertambangan, hingga deforestasi. Sementara itu, Kelas Kebijakan membekali peserta dengan pemahaman mengenai proses penyusunan, pengawalan, evaluasi, dan rekomendasi kebijakan publik.
Pada Kelas Gender, peserta diajak memahami konsep dasar gender, relasi gender dalam Islam, isu ketidakadilan gender kontemporer, serta mekanisme advokasi dan penanganan kasus kekerasan seksual. Adapun Kelas Pemberdayaan berfokus pada paradigma pemberdayaan masyarakat, pemetaan sosial, hingga penyusunan model Desa Pemberdayaan IMM yang berkelanjutan.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan Forum Group Discussion (FGD), penugasan, dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk implementasi hasil pembelajaran yang diperoleh peserta selama kegiatan berlangsung.
Melalui Progresif Institut 2026, PC IMM Sleman menargetkan terwujudnya kader-kader yang memiliki kapasitas intelektual, kemampuan analisis sosial yang kuat, serta komitmen moral untuk menghadirkan perubahan yang berkeadilan di tengah masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi dalam melahirkan kader-kader intelektual IMM yang tidak hanya memiliki kapasitas berpikir kritis dan analitis, tetapi juga mampu menghasilkan berbagai produk intelektual yang berdampak, solutif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Progresif Institut, kader diharapkan mampu mengembangkan gagasan, riset, publikasi, serta berbagai bentuk karya keilmuan yang dapat berkontribusi dalam menjawab persoalan sosial dan mendorong terwujudnya perubahan yang berkeadilan.
Dengan terselenggaranya Progresif Institut 2026, PC IMM Sleman menegaskan komitmennya dalam memperkuat tradisi intelektual dan pengkaderan berbasis nilai profetik guna melahirkan generasi muda yang kritis, solutif, dan siap menjawab tantangan zaman.
Rep Mahendra Maulana PC IMM Sleman
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()









