Prambanan, Pdmsleman.Or.Id
Perubahan karakter generasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut sekolah untuk terus bertransformasi. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd dalam kegiatan Seminar Sinergi Sekolah Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Sleman di Aula SMK Muhammadiyah Prambanan, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh kepala sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman tersebut menjadi wadah penguatan sinergi sekaligus peningkatan kapasitas kepemimpinan pendidikan Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan perubahan zaman dan perkembangan teknologi.
Dalam pemaparannya, Prof. Dody menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan karakter peserta didik yang berasal dari Generasi Z dan Generasi Alfa. Menurutnya, generasi saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.
“Anak-anak saat ini hidup di era digital. Mereka memperoleh informasi dengan sangat cepat. Karena itu, sekolah tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama tanpa melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan dan karakter generasi masa kini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa teknologi dan AI bukanlah ancaman bagi dunia pendidikan. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Yang terpenting adalah membimbing peserta didik agar mampu menggunakan teknologi secara bijak, berpikir kritis, serta tetap memiliki kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.
Lebih lanjut, Prof. Dody menyampaikan bahwa terdapat empat pilar utama yang harus menjadi fokus pengembangan sekolah Muhammadiyah. Keempat pilar tersebut meliputi penguatan guru, pengembangan kurikulum dan pembelajaran, penciptaan lingkungan belajar yang positif, serta penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik.
“Karakter dan spiritualitas merupakan kekuatan utama sekolah Muhammadiyah. Kita tidak hanya ingin menghasilkan anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, integritas, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keislaman yang kuat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dody juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Menurutnya, kepala sekolah harus mampu membaca perubahan sosial, kebutuhan masyarakat, serta membangun berbagai inovasi untuk meningkatkan daya tarik dan kualitas sekolah.
Ia mencontohkan sejumlah sekolah Muhammadiyah yang berhasil berkembang karena mampu melakukan diversifikasi program unggulan, membangun jejaring yang luas, dan menghadirkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antarsekolah dan pemanfaatan potensi yang dimiliki Muhammadiyah harus terus diperkuat.
Selain itu, transformasi digital juga menjadi salah satu agenda penting yang harus segera diwujudkan oleh sekolah. Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan data, pembelajaran, dan layanan pendidikan dinilai menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda lagi.
“Sekolah harus mulai membangun budaya digital yang sehat. Guru perlu terus belajar dan mengembangkan kompetensinya agar mampu mendampingi siswa menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Prof. Dody juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang kuat dengan alumni sebagai bagian dari pengembangan sekolah. Alumni yang telah berhasil di berbagai bidang dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung program pendidikan, termasuk melalui beasiswa, pendampingan karier, maupun penguatan jejaring sekolah.
Seminar berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi mengenai strategi pengembangan sekolah Muhammadiyah di tengah perubahan generasi, transformasi digital, dan tantangan persaingan pendidikan yang semakin dinamis. Para peserta yang terdiri atas kepala sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah se-Sleman tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Melalui seminar ini, FGM Sleman berharap lahir berbagai gagasan dan langkah strategis untuk memperkuat mutu pendidikan Muhammadiyah. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, sekolah Muhammadiyah diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, berkemajuan, serta siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.
Menutup paparannya, Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap hadir dan mengikuti kegiatan hingga selesai meskipun cuaca pada pagi hari kurang mendukung. Ia menegaskan pentingnya memanfaatkan waktu dan kesempatan untuk terus belajar, berkolaborasi, serta mengembangkan sekolah Muhammadiyah agar semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Prof. Dody juga menyampaikan harapannya agar sinergi yang terbangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada seminar semata, tetapi dapat diwujudkan dalam program-program nyata di sekolah masing-masing. Ia mendoakan seluruh kepala sekolah dan warga Muhammadiyah yang hadir senantiasa diberikan kemudahan, keberkahan, serta kesuksesan dalam mengemban amanah memajukan pendidikan Muhammadiyah.
“Semoga ikhtiar yang kita lakukan bersama menjadi jalan lahirnya sekolah-sekolah Muhammadiyah yang semakin unggul, berkemajuan, dan mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.
Rep H. Wahdan Arifudin S.Pd KS SMPM 2 Godean
![]()








