Sleman, Pdmsleman.Or.Id
Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Sleman resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026–2030. Pengukuhan pengurus dilaksanakan di Aula SMK Muhammadiyah Prambanan, Kamis (13/8/2026), dan dirangkaikan dengan kegiatan Penguatan Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 120 kepala sekolah SD, SMP, SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Pengukuhan pengurus FGM Kabupaten Sleman dilakukan oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, H. Surakhmad, S.Pd., yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Mujiyono, M.Pd. dan Sri Maryani, M.Pd.
Dalam sambutannya, perwakilan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman menyampaikan bahwa keberadaan Forum Guru Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai wadah kolaborasi, peningkatan kompetensi, serta penguatan profesionalisme guru dan kepala sekolah Muhammadiyah. Forum ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya berbagai inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman Nomor 130/KEP/III.4/F/2026 tentang Pengangkatan Pengurus Forum Guru Muhammadiyah Daerah Sleman Periode 2026–2030, ditetapkan Hasanuddin Salimi, M.Pd. sebagai Ketua Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman periode 2026–2030.
Selain prosesi pengukuhan, kegiatan juga diisi dengan sesi penguatan bagi kepala sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Pada kesempatan tersebut hadir narasumber Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan materi bertajuk “Sinergi Sekolah Muhammadiyah, Melejitkan Potensi Keunggulan Menuju Sekolah Berkemajuan.”
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan menjadi momentum penting untuk memperkuat jaringan, kolaborasi, serta komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Dengan terbentuknya kepengurusan baru Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman periode 2026–2030, diharapkan berbagai program peningkatan mutu guru, pengembangan kompetensi, riset, inovasi pembelajaran, serta transformasi digital pendidikan Muhammadiyah dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Susunan Pengurus Inti Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman Periode 2026–2030
– Ketua : Hasanuddin Salimi, M.Pd.
– Wakil Ketua Bidang SD/MI : Nurul Muslichatin, S.Pd., M.S.I.
– Wakil Ketua Bidang SMP : Hendro Sucipto, S.Th.I., M.Pd.
– Wakil Ketua Bidang SMA/SMK : Sigit Rohmadiantoro, S.Pd.T., M.Pd.
– Sekretaris : Sri Nurul H.M.P., S.T.
– Wakil Sekretaris : Suryatmanto, S.Pd.
– Bendahara : Siti Latifah, S.Pd.
– Wakil Bendahara : Wakhid Effendi, S.Pd.
Susunan pengurus lengkap Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman Periode 2026–2030 sebagaimana tercantum dalam lampiran Surat Keputusan PDM Kabupaten Sleman.
Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PDM Kabupaten Sleman menegaskan pentingnya penguatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi digital, serta budaya riset dan inovasi dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan. Hal tersebut disampaikan oleh Mujiyono, M.Pd. saat memberikan sambutan dalam kegiatan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Sleman.
Dalam sambutannya, Mujiyono menyampaikan apresiasi kepada FGM Kabupaten Sleman yang telah berhasil menyusun berbagai program secara kolaboratif sebagai upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah. Menurutnya, kolaborasi antarguru dan sekolah menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.
Beliau menegaskan bahwa penyusunan program yang efektif harus diawali dengan analisis kebutuhan yang komprehensif. Setiap sekolah perlu mengidentifikasi kebutuhan yang ada, menentukan prioritas berdasarkan tingkat urgensi, serta memetakan berbagai potensi yang dimiliki untuk dikembangkan menjadi kekuatan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Program yang baik lahir dari pemahaman yang tepat terhadap kebutuhan dan potensi sekolah. Dengan demikian, setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mujiyono menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari perkembangan teknologi yang sangat cepat, perubahan karakter peserta didik akibat masifnya penggunaan teknologi digital, hingga semakin ketatnya persaingan antar sekolah. Kondisi tersebut menuntut guru dan sekolah Muhammadiyah untuk terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, dan menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran.
Sebagai langkah strategis, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman mendorong pengembangan program Muhammadiyah Teacher Digital, yaitu program yang berfokus pada peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya penguatan program Muhammadiyah Teacher Research and Innovation guna membangun budaya riset dan inovasi di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Melalui program tersebut, guru diharapkan mampu melakukan penelitian sederhana dan menghasilkan inovasi yang dapat digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan pendidikan secara ilmiah dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Mujiyono juga mengajak seluruh sekolah Muhammadiyah untuk mulai mengubah paradigma dalam pengelolaan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak semata-mata diukur dari banyaknya jumlah peserta didik yang dimiliki, tetapi lebih pada kualitas layanan pendidikan yang mampu diberikan kepada masyarakat.
“Fokus utama yang perlu diperkuat adalah peningkatan mutu guru, pengembangan pembelajaran yang berkualitas, serta penciptaan lingkungan sekolah yang unggul dan berkarakter,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Mujiyono berharap seluruh hasil diskusi, paparan, dan rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut dapat menjadi pijakan bersama dalam menyusun program kerja yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah. Ia juga mengajak seluruh guru dan kepala sekolah Muhammadiyah untuk terus memperkuat kolaborasi, berbagi praktik baik, dan bersama-sama mewujudkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, serta mampu menjawab tantangan zaman.
Sambutan senada juga disampaikan oleh Dr. Yudi Wardhana ketua FGM DIY
Kegiatan Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antarpendidik sekaligus merumuskan langkah-langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman.
Rep H. Wahdan Arifudin SPd, KS SMPM 2 Godean
![]()








