Semangat bersepeda tidak selalu harus dilakukan bersama rombongan. Jumari, anggota komunitas Gowesmu Turi, Sleman, membuktikannya dengan mengayuh sepeda seorang diri dari Turi menuju kawasan Kelok 23 di Bantul-Panggang.
Jumari sosok kakek dengan cucu berusia 63 tahun ini memulai perjalanan sejak pukul 06.00 WIB. Dengan sepeda sebagai andalan, ia menempuh rute sekitar 65 kilometer menuju jalur baru Kretek-Girijati yang kini dikenal dengan sebutan Kelok 23 serta total 130 KM PP.
Perjalanan tersebut bukan sekadar aktivitas olahraga. Bagi Jumari, gowes menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan fisik sekaligus menikmati suasana perjalanan dan bentang alam Yogyakarta.
Rute dari Turi menuju kawasan Panggang bukan perjalanan ringan. Jarak yang cukup jauh harus ditempuh dengan menghadapi berbagai karakter medan, mulai dari tanjakan, turunan, hingga persimpangan yang menuntut konsentrasi. Tantangan semakin terasa karena perjalanan dilakukan seorang diri.
Di tengah perjalanan, Jumari bahkan sempat salah arah. Kondisi tersebut membuat perjalanan menjadi lebih panjang. Namun, ia tidak memilih berhenti. Setelah kembali menemukan rute yang tepat, kayuhan dilanjutkan hingga akhirnya mencapai kawasan Kelok 23.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, Jumari tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Di kawasan tersebut, ia bertemu dengan contributor Arief Hartanto .
Setelah berangkat seorang diri dari Turi pada pagi hari, ia akhirnya sampai di kawasan Kelok 23 dengan membawa pengalaman perjalanan yang cukup panjang.
“Perjalanan ini bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi juga bagaimana menikmati proses selama perjalanan,” menjadi gambaran semangat yang dibawa dalam aktivitas gowes tersebut.
Bagi pesepeda, perjalanan jarak jauh membutuhkan persiapan. Kondisi fisik, stamina, pemilihan rute, waktu keberangkatan, hingga kebutuhan selama perjalanan menjadi hal yang perlu diperhitungkan. Apalagi ketika rute ditempuh seorang diri.
Pengalaman salah arah yang dialami Jumari justru menjadi bagian dari cerita perjalanan. Ia memilih mencari kembali jalur yang benar dan melanjutkan perjalanan sampai tujuan.
Ramainya pengunjung bersamaan dengan dibukanya uji coba open traffic Jalan Baru Kretek-Girijati. Uji coba tersebut berlangsung selama tujuh hari, mulai 14 hingga 20 September 2026, setelah pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Gunungkidul selesai.
Jalan baru tersebut merupakan bagian dari pengembangan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) atau Pantai Selatan (Pansela) DIY.
Jalur Pantai Selatan diharapkan menjadi salah satu alternatif perjalanan bagi masyarakat. Selain membuka konektivitas baru, jalur tersebut juga memiliki potensi wisata karena melewati kawasan selatan Pulau Jawa dengan karakter perbukitan dan panorama alam yang menarik.
Jalan Baru Kretek-Girijati memiliki panjang sekitar lima kilometer dan telah selesai dibangun pada 28 Agustus 2026. Pembangunannya dikerjakan melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY.
Keunikan jalur ini terletak pada banyaknya tikungan. Terdapat 23 tikungan yang kemudian populer disebut Kelok 23.
Meski telah dibuka untuk uji coba lalu lintas, kendaraan yang diperbolehkan melintas selama masa tersebut masih dibatasi maksimal kendaraan roda empat. Waktu operasional juga dibatasi mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
Pembatasan dilakukan karena masih terdapat pekerjaan lanjutan pada Paket Lot 17A Kretek-Girijati sepanjang 980 meter yang berada di bagian akhir ruas jalan baru.
Dari Turi menuju Panggang, perjalanan seorang diri tersebut akhirnya menjadi cerita tersendiri bagi anggota Gowesmu Turi. Tanjakan, turunan, jarak puluhan kilometer, hingga sempat tersesat menjadi bagian dari pengalaman yang justru membuat perjalanan gowes semakin berkesan.
Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()









