Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed adalah sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang kemarin dipanggil oleh Calon Presiden Prabowo yang Insya Allah akan memimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Beliau adalah sosok yang bersahaja, pemurah dan juga aktif turun sampai ke cabang dan ranting. Salah satunya pernah menyapa warga di Masjid Nurullah Klepu Sendang Mulyo Minggir Sleman pada 12 Maret 2023 sebagaimana disampaikan dalam liputan Jihadi TV. Adapun link ada di https://youtu.be/tlNAAT6sJYQ?si=nK12b9TPx4liLit- Editor: Wahdan Arifudin
Pdmsleman.Or.Id Kitab yang menjadi rujukan ibadah warga Persyarikatan Muhammadiyah. Edisi terbaru yang membahas peran Ketua Majelis Tarjih Pertama. Bersama : Ustadz Arsyad Arifi, Lc. Kajian ini diselenggarakan oleh : Ikuti kajiannya setiap kamis pukul 18.15 – 20.00 WIB di Aula PPM Darul Ulum (Kompleks SMK Muh 1 Tempel) Kragan, Mororejo, Tempel, Sleman.
Tempel, Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 14 September 2024 hingga Ahad, 15 September 2024, Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tempel berlangsung di Wisma Puas, Kaliurang. Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari pimpinan cabang Aisyiyah Tempel periode 2022-2027 dan IGABA (Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal). Acara ini mengusung tema “Penguatan Kepemimpinan Aisyiyah Menuju Tempel Berkemajuan”. Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD, Ketua PCA Tempel, menjelaskan tujuan utama kegiatan Baitul Arqom. “Tujuan dari kegiatan ini adalah agar setiap peserta memiliki pemahaman dan keyakinan yang benar terhadap ideologi Muhammadiyah. Selain itu, kami ingin memastikan peserta memiliki kesatuan sikap, integritas, wawasan, serta cara berpikir dan bertindak yang selaras dalam mengembangkan visi dan misi ‘Aisyiyah” Terakhir, kami berharap peserta dapat menunjukkan kemampuan, kecakapan, dan semangat tinggi dalam mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah melalui kiprah ‘Aisyiyah serta pendidikan di TK ‘Aisyiyah Busthanul Athfal tambahnya. Sebagai bagian dari upaya merealisasikan tujuan tersebut, salah satu sesi dalam kegiatan ini adalah kajian ayat Alquran yang dilaksanakan setelah solat Subuh berjamaah. Kegiatan ini dibagi menjadi 10 kelompok berdasarkan topik tertentu. Pada sesi ini, setiap kelompok secara bergantian membahas ayat-ayat Alquran yang relevan dengan tema yang mereka tangani. Salah satu kelompok yang menarik perhatian adalah kelompok 9, yang mengangkat topik Pendidikan. Kelompok ini dipimpin oleh Hj. Arumi, S.Pd.AUD dan beranggotakan Lintang Purbandari, Dian Firdha Utami, Giarsih, Sri Sunarti, Rumini, Siti Salamah, Siwi, Suliyanti, dan Sudarmiyati. Mereka bersama-sama mempelajari dan mendalami beberapa ayat Alquran yang berkaitan dengan pendidikan, yaitu: 1. Surat Al Mujadilah ayat 11: يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” Ayat ini menegaskan betapa pentingnya ilmu pengetahuan dalam Islam serta janji Allah untuk meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Dalam kehidupan, terutama dalam konteks pendidikan, ayat ini menekankan bahwa menuntut ilmu bukan hanya suatu keharusan sosial, tetapi juga merupakan bagian tak terpisahkan dari keimanan seorang muslim. Allah memberikan kedudukan istimewa bagi mereka yang mencari dan memiliki pengetahuan, yang berarti bahwa proses pembelajaran tidak hanya berhubungan dengan pengembangan individu secara intelektual, tetapi juga dengan perkembangan spiritual dan ketaatan kepada Allah. Oleh karena itu, mengembangkan ilmu adalah bagian penting dari tanggung jawab agama dan kehidupan sehari-hari. 2. Surat Luqman ayat 12-19: وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۗ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۗ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ ﴿١٢﴾ وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۗ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ﴿١٣﴾ وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وِهْنًا عَلَىٰ وِهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ ۗ إِلَيَّ الْمَصِيرُ ﴿١٤﴾ وَإِن جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكْ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۚ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۗ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۗ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿١٥﴾ يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ ﴿١٦﴾ يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَوٰةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ ﴿١٧﴾ وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ ﴿١٨﴾ وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ ﴿١٩ Keutamaan dari Surah Luqman ayat 12 hingga 19 yaitu mengajarkan pentingnya bersyukur kepada Allah SWT. Bersyukur akan memberi manfaat untuk diri sendiri, sementara ingkar tidak mengurangi kekayaan Allah, yang Maha Kaya dan Terpuji. Manusia diajak untuk bersyukur kepada Allah dan orang tua yang telah berjuang keras membesarkan mereka. Jika orang tua memaksa untuk berbuat syirik, tidak perlu diikuti, tetapi tetap berbuat baik kepada mereka. Kita diminta mengIkuti jalan orang yang kembali kepada Allah, karena semua akan kembali kepada-Nya untuk menerima balasan yang sesuai. Allah Maha mengetahui, bahkan yang sekecil biji sawi tersembunyi. Selain itu kita diminta menghindari sikap sombong dan berjalan dengan angkuh karena Allah tidak menyukai orang yang takabur. Berjalanlah dengan kesederhanaan dan rendahkan suara, karena suara yang paling buruk adalah suara keledai yang melengking. 3. Surat At Tahrim ayat 6: Berikut adalah Surat At-Tahrim ayat 6 dalam huruf Arab: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا قُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” Keutamaan dari Ayat ini adalah mengingatkan tanggung jawab seorang muslim untuk mendidik keluarganya, terutama anak-anak, agar terhindar dari perbuatan yang dapat menjurus kepada dosa dan kehancuran. Pendidikan yang benar akan menjadi benteng bagi keluarga dari api neraka. Selama sesi ini, setiap anggota kelompok bergantian membaca dan merenungkan ayat-ayat tersebut, sambil mendiskusikan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pendidikan Islam. Sesi ini memberikan pemahaman yang mendalam kepada peserta tentang pentingnya pendidikan yang berlandaskan Alquran dan nilai-nilai agama. Dengan diadakannya kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan ajaran-ajaran yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun institusi pendidikan. Reportase : Dian Firdha Utami peserta Baitul Arqom PCA Tempel Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman
Minggir, Pdmsleman.Or.Id Guna mendukung program nasional penurunan angka stunting, SMK Muhammadiyah Minggir bekerjasama dengan Puskesmas Minggir menggelar acara bertajuk “Cegah Stunting dengan Olahraga dan Aksi Bergizi”. Kegiatan ini melibatkan siswa, tenaga pendidik, sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan layanan kesehatan. Acara ini dimulai dengan senam pagi bersama di halaman sekolah pada 10 September 2024 . Para siswa dengan antusias mengikuti gerakan senam yang dipandu oleh instruktur dari Puskesmas Minggir. Senam ini dirancang khusus untuk membantu meningkatkan kesehatan fisik dan menjaga kebugaran tubuh, yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan optimal anak-anak dan remaja. Kepala SMK Muhammadiyah Minggir, Edy Purwanto, S.Pd.T, menyampaikan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan lembaga kesehatan. “Kami sangat berterima kasih atas kerjasama dengan Puskesmas Minggir dalam kegiatan ini. Olahraga dan gizi seimbang adalah kunci penting dalam mencegah stunting, dan kami berharap dengan kegiatan ini, siswa kami bisa lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” ujar beliau. Setelah senam, acara dilanjutkan dengan Aksi Bergizi, di mana siswa diberikan edukasi langsung oleh tenaga ahli gizi dari Puskesmas Minggir. Mereka memaparkan mengenai peran gizi dalam pertumbuhan anak, terutama dalam mencegah stunting. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya asupan protein, vitamin, dan mineral, serta bagaimana mengatur pola makan yang sehat. Setelah sesi edukasi, siswa makan bersama dengan bekal yang di bawa dan minum tablet tambah darah bersama. Tak hanya itu, Puskesmas Minggir juga membuka layanan kesehatan gratis berupa pengukuran tinggi dan berat badan, serta pemeriksaan status gizi bagi siswa dan masyarakat sekitar. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi stunting dan memberikan solusi berupa rekomendasi pola makan dan gaya hidup sehat. Petugas Puskesmas Minggir, Ibu Frida, mengungkapkan, “Pencegahan stunting bukan hanya tugas orang tua, tetapi juga semua pihak, termasuk sekolah. Dengan kolaborasi seperti ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting di wilayah Minggir.” Salah satu siswa SMK Muhammadiyah Minggir, Laila, menyampaikan kesannya, “Saya jadi lebih mengerti pentingnya makan sehat dan olahraga. Dulu saya tidak terlalu memikirkan apa yang saya makan, tapi sekarang saya tahu kalau gizi yang baik bisa membuat tubuh saya lebih sehat dan mencegah stunting.” Acara ini disambut antusias oleh para siswa . Mereka berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan secara rutin untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pola hidup sehat dan gizi seimbang. Dengan kerjasama antara SMK Muhammadiyah Minggir dan Puskesmas, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan siswa dan masyarakat, serta mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Indonesia. Melalui kegiatan ini, SMK Muhammadiyah Minggir membuktikan komitmennya dalam mendukung generasi muda yang sehat dan berdaya, sejalan dengan misi sekolah dan visi pemerintah dalam menciptakan Indonesia bebas stunting.