Pdmsleman. Or.Id
Broto Purwanto, S.Pd., M.S.I. , Mahasiswa Sekolah Ideologi Muhammadiyah, PWM. D.I. Yogyakarta Angkatan ke 2
Pendidikan merupakan salah satu napas panjang perjuangan Muhammadiyah. Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah menempatkan pendidikan sebagai jalan strategis untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun manusia yang beriman, berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Kini, ketika perubahan zaman berlangsung semakin cepat, pendidikan Muhammadiyah kembali dihadapkan pada pertanyaan penting: seperti apa wajah pendidikan Muhammadiyah masa kini dan akan dibawa ke mana pada masa depan?
Pendidikan Muhammadiyah masa kini berada dalam situasi yang penuh peluang sekaligus tantangan. Ribuan lembaga pendidikan Muhammadiyah terus melayani masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang. Bahkan, jumlah peserta didik Muhammadiyah dilaporkan telah mencapai lebih dari 1,07 juta siswa. Kepercayaan masyarakat juga terus didorong melalui peningkatan mutu akademik, pengembangan program MIPA, pembelajaran bilingual, bahasa asing, serta berbagai inovasi pendidikan.
Namun, Muhammadiyah juga harus jujur melihat kenyataan bahwa kualitas sekolah belum sepenuhnya merata. Ada sekolah Muhammadiyah yang menjadi pilihan utama masyarakat, tetapi masih terdapat sekolah yang menghadapi persoalan jumlah peserta didik, mutu layanan, sumber daya manusia, dan tata kelola. Kondisi ini menunjukkan bahwa nama besar Muhammadiyah saja tidak cukup. Kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan kualitas nyata.
Karena itu, sekolah Muhammadiyah masa kini harus berani melakukan tajdid atau pembaruan. Sekolah tidak boleh sekadar mengikuti perubahan, tetapi harus mampu menjadi pelopor perubahan. Guru perlu terus meningkatkan kompetensi, kepala sekolah harus memiliki kepemimpinan visioner, dan pembelajaran harus bergeser dari sekadar transfer pengetahuan menuju pembentukan cara berpikir, kreativitas, karakter, dan kemampuan memecahkan masalah.
Di sinilah masa depan pendidikan Muhammadiyah perlu dibangun. Sekolah Muhammadiyah masa depan bukan hanya sekolah yang memiliki gedung bagus dan teknologi lengkap, tetapi sekolah yang mampu memadukan kecerdasan intelektual, spiritual, sosial, dan keterampilan. Kemajuan teknologi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), robotika, literasi digital, dan penguasaan bahasa asing harus berjalan bersama dengan penguatan iman, akhlak, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap budaya dan lingkungan.
Pendidikan Muhammadiyah juga perlu memiliki daya saing global tanpa kehilangan jati dirinya. Pengembangan sekolah berstandar internasional, seperti Muhammadiyah Sapen Universal School, menunjukkan bahwa Muhammadiyah mulai menyiapkan model pendidikan yang mampu bersaing di tingkat ASEAN bahkan internasional. Namun, pendidikan global tersebut tetap harus berakar pada nilai Islam Berkemajuan dan budaya lokal.
Tantangan terbesar Muhammadiyah ke depan bukan sekadar teknologi. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana teknologi digunakan untuk memuliakan manusia. Sekolah tidak boleh melahirkan generasi yang hanya pintar menggunakan perangkat digital, tetapi kehilangan empati, etika, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Ketimpangan akses teknologi dan kualitas pendidikan antardaerah juga harus menjadi perhatian serius agar transformasi digital tidak justru menciptakan kesenjangan baru.
Pada akhirnya, masa depan pendidikan Muhammadiyah sangat ditentukan oleh keberanian untuk berubah tanpa kehilangan identitas. ISMUBA harus hadir bukan sekadar sebagai mata pelajaran, melainkan menjadi ruh yang menjiwai seluruh kehidupan sekolah. Guru menjadi teladan, sekolah menjadi ruang tumbuh yang aman dan menyenangkan, sementara peserta didik diarahkan menjadi insan yang mantap imannya, unggul intelektualnya, anggun akhlaknya, dan sigap berkarya.
Pendidikan Muhammadiyah masa depan harus menjadi pendidikan yang berkemajuan, inklusif, adaptif, unggul, dan berkarakter. Jika pembaruan terus dilakukan, kualitas guru diperkuat, tata kelola diperbaiki, teknologi dimanfaatkan secara bijak, dan nilai-nilai Muhammadiyah tetap menjadi ruhnya, maka sekolah Muhammadiyah tidak hanya akan bertahan menghadapi masa depan. Lebih dari itu, sekolah Muhammadiyah dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun peradaban Indonesia yang berkemajuan.
![]()







