Pandhu HW Wreda Sleman 2025-2029 Resmi Dikukuhkan

Facebook
Twitter
LinkedIn

Berbah, Pdmsleman.Or.Id

Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang sejak berdiri tahun 1918 hingga kini terus terjaga keberadaannya. Pandu HW Wreda Sleman secara resmi dikukuhkan pada Ahad 18 Mei 2025 di Balai Kalurahan Sendangtirto Berbah, bersamaan dengan acara Temu Kangen dan Pengajian 3 Bulanan.

Kepengurusan Kabilah Pandu HW Wreda Sleman periode 2025-2029 diketuai oleh H. Sujarwo, S.Pd. dan 3 orang Ketua, 3 sekretaris, 4 bendahara, serta dilengkapi bidang-bidang: Bidang Tabligh/Kerohanian, Bidang Pubdekdok, Bidang Seni dan Budaya serta Bidang Organisasi dan Kewilayahan.

Acara ini dihadiri para pengurus dan anggota Pandu Kehormatan-Wreda se Daerah Istimewa Yogyakarta lengkap, Kabilah Kota Yogyakarta, Kabilah Blawong Bantul, Grup Srandakan Bantul, Kabilah Kulonprogo, Kabilah Gunungkidul, Kabilah Sleman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah & Aisyiyah Berbah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah & Aisyiyah se Kapanewon Berbah dan para simpatisan Muhammadiyah Berbah. Nampak hadir juga Babinsa dan Babinkamtibmas se Kapanewon Berbah. Acara ini dimeriahkan oleh Drumband HW Wreda Blawong Bantul, Angklung dan Drumband SD Muhammadiyah Pajangan I, dan Tarian Anoman Obong dari SMP Muhammadiyah Berbah.

Ramanda H. Wachid Ahmadi, Ketua Pandu Wreda D.I. Yogyakarta dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan berharap kepada para pengurus Pandu Wreda Sleman senantiasa menjaga marwah Hizbul Wathan sesuai janji Pandu HW Wreda, antara lain senantiasa bisa menjadi teladan bagi penerusnya seperti dicontohkan oleh Panglima Besar Junderal Sudirman. Selanjutnya dapat dipercaya, setia dan teguh hati, siap menolong, cinta perdamaian, sopan santun dan mandiri.

Sementara itu Dr. H. Riduwan, S.E.,M.Ag. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah D.I.Y. dalam tausiyahnya antara lain menngutip surat Ali Imran 110 hendaknya Pandu HW Wreda dapat berperan menjadi penyemangat dan dapat memberikan solusi terbaik dalam hal (1) ruh Islam, sesuai manhaj Muhammadiyah, (2) dakwah amar makruf nahi munkar, berbasis budaya, media yang mencerahkan, dan (3) kepentingan yang lebih luas sumbangsih kepada bangsa dan negara.

(M.A. Sanusi, KIM Tirto Gumregah Berbah).

Loading

Leave a Replay