Hari Bermuhammadiyah Sleman Dihadiri 5.000 Jamaah, Perkuat Persatuan Umat di Tengah Gejolak Dunia

Facebook
Twitter
LinkedIn

Mlati, Pdmsleman.Or.Id

Semangat persatuan umat mewarnai pelaksanaan Hari Bermuhammadiyah yang digelar di Lapangan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Jumat (23/5). Kegiatan bertema “Umat Bersatu: Ikhtiar Muhammadiyah Menjaga Persatuan di Tengah Gejolak Dunia dan Perang Narasi” tersebut dihadiri sekitar 5.000 jamaah Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman.

Sejak pagi, suasana acara berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Berbagai penampilan seni, kreativitas, serta pertunjukan budaya ditampilkan oleh siswa-siswi sekolah Muhammadiyah. Penampilan tersebut menjadi simbol semangat generasi muda Muhammadiyah dalam menjaga nilai kebersamaan, persatuan, dan dakwah yang menggembirakan.

Ketua PCM dalam sambutannya menyampaikan laporan berbagai kegiatan Muhammadiyah di wilayahnya. Ia juga mengajak seluruh warga persyarikatan untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Momentum Hari Bermuhammadiyah ini harus menjadi penguat kebersamaan warga Muhammadiyah untuk terus hadir memberi manfaat bagi umat dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PDM Sleman, Harjaka, menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Sleman, Milad Aisyiyah, serta Hari Kebangkitan Nasional. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah harus menjadi pelopor kebangkitan bangsa di berbagai bidang kehidupan.

“Muhammadiyah harus terus menjadi kekuatan moral dan sosial dalam membangun bangsa, terutama di tengah tantangan global dan perang narasi yang semakin kompleks,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sleman melalui sambutan Bupati Sleman yang diwakili oleh Sekretaris Daerah. Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan penghargaan atas kontribusi Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.

“Pemerintah Kabupaten Sleman mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah, untuk bersama-sama membangun Sleman yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera,” tuturnya.

Pengajian pertama disampaikan oleh Mujiman yang menekankan pentingnya sikap saling menghargai dalam menghadapi perbedaan. Menurutnya, perbedaan seharusnya menjadi sarana untuk saling memahami dan memperkuat persatuan, bukan menjadi alasan untuk saling menjatuhkan.

“Kita harus belajar memahami perbedaan agar menjadi kekuatan persatuan umat,” tegasnya.

Puncak acara diisi tausiyah oleh Din Syamsuddin. Dalam pengajiannya, ia menyoroti pentingnya peran Muhammadiyah dalam menjaga persatuan bangsa di tengah gejolak dunia serta perang narasi yang berkembang di era digital saat ini.

Ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk tetap berpegang teguh pada nilai Islam berkemajuan, moderat, dan membawa kedamaian bagi masyarakat luas.

“Warga Muhammadiyah harus menjadi perekat persatuan bangsa dengan menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan meneduhkan,” pesannya.

Kegiatan Hari Bermuhammadiyah ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi warga Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Selain itu, acara ini juga memperkuat komitmen persyarikatan dalam menjaga persatuan umat, memperkokoh nilai kebangsaan, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Rep  Totok Sekretariat PDM

Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Leave a Replay