SLEMAN.
Sebanyak 35 guru Muhammadiyah dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di Kabupaten Sleman mengikuti Pendidikan Khusus Calon Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan DIY, Selasa hingga Sabtu (28/7–1/8/2026).
Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan tersebut untuk mempersiapkan calon pemimpin sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
Keikutsertaan para guru dari Kabupaten Sleman diharapkan memperkuat kualitas kepemimpinan satuan pendidikan. Peningkatan kompetensi kepala sekolah menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung mutu layanan pendidikan di wilayah Kabupaten Sleman.
Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PWM DIY, Achmad Muhammad, mengatakan pendidikan khusus calon kepala sekolah merupakan program pelatihan kepemimpinan strategis. Program tersebut dirancang untuk mempersiapkan, menyeleksi, dan membekali calon kepala sekolah serta kepala madrasah Muhammadiyah di seluruh DIY.
“Program ini membekali calon kepala sekolah dan kepala madrasah agar memiliki kompetensi manajerial, spiritual, dan kepemimpinan yang unggul,” katanya.
Menurut dia, kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab mengelola administrasi dan kegiatan pembelajaran, tetapi juga harus mampu memimpin, mengembangkan lembaga, serta membangun budaya pendidikan yang berkualitas.
Achmad menjelaskan, pendidikan khusus tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah meneruskan pesan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, agar para kader bersedia merawat persyarikatan dan mengembangkan sekolah.
“Kita diharapkan menjadi kader yang bersedia merawat Muhammadiyah dan merawat sekolah. Jangan pernah merasa lelah untuk terus berjuang bersama di persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian pendidikan hingga selesai agar memperoleh bekal yang memadai sebelum menerima amanah sebagai kepala sekolah atau kepala madrasah.
Melalui kegiatan tersebut, para guru Muhammadiyah dari Kabupaten Sleman diharapkan mampu menjadi pemimpin pendidikan yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Penguatan kapasitas calon kepala sekolah itu sekaligus diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pengelolaan sekolah dan pelayanan pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Sleman.
Rep Athiful Depok
![]()







