Godean, Pdmsleman.Or.ID
Pengajian Ahad Pagi atau Pengajian Jihadi PCM Godean kembali digelar pada Ahad, 13 September 2026, pukul 06.00–07.15 WIB di Masjid Al Huda Pandean VII, Sidoluhur, Godean, Sleman, Yogyakarta. Kajian menghadirkan Ustadz Anton Ismunanto sebagai penceramah dan diikuti sekitar 350 jamaah dari lingkungan sekitar masjid serta warga Godean yang aktif dan memiliki semangat dalam menuntut ilmu.
Pengajian Ahad Pagi kali ini bertugas bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sidoluhur Barat. Dalam kajiannya, Ustadz Anton Ismunanto mengajak jamaah memahami kembali hubungan seorang muslim dengan Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan melalui sikap, ilmu, dan amal dalam kehidupan sehari-hari.
Setidaknya terdapat enam kewajiban seorang muslim terhadap Rasulullah SAW, yaitu:
1. Mengimani Rasulullah SAW
Kewajiban pertama adalah mengimani Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT.
Keimanan kepada Rasulullah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari syahadat. Ketika seorang muslim mengucapkan asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, berarti ia bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah yang wajib dipercaya dan dibenarkan.
Iman kepada Rasulullah bukan sekadar mengetahui bahwa beliau pernah hidup dan membawa ajaran Islam. Keimanan harus melahirkan keyakinan bahwa apa yang beliau sampaikan merupakan petunjuk dari Allah SWT.
Karena itu, seorang muslim harus menjadikan Rasulullah SAW sebagai sumber teladan dalam menjalani kehidupan.
2. Mencintai Rasulullah SAW
Kewajiban kedua adalah mencintai Rasulullah SAW.
Cinta kepada Rasulullah memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam keimanan. Rasulullah SAW harus dicintai melebihi kecintaan kita kepada manusia lainnya.
Cinta kepada manusia dapat mengalami perubahan. Hubungan antarmanusia bisa mengalami pasang surut. Namun cinta kepada Rasulullah SAW harus terus ditumbuhkan karena beliau adalah manusia yang paling besar jasanya kepada umat Islam.
Rasulullah SAW menghabiskan hidupnya untuk menyampaikan risalah Allah dan memperjuangkan keselamatan umat. Bahkan dalam berbagai keadaan, beliau tetap memikirkan umatnya.
Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya dengan ucapan. Cinta harus diwujudkan dengan mengenal beliau, mengikuti ajarannya, menghidupkan sunnahnya, dan memperbanyak shalawat.
3. Mengenal Rasulullah SAW
Kewajiban ketiga adalah mengenal Rasulullah SAW.
Bagaimana mungkin seseorang dapat mencintai dan mengikuti Rasulullah jika tidak mengenal siapa beliau?
Mengenal Rasulullah dilakukan melalui ilmu, terutama dengan mempelajari Sirah Nabawiyah, yaitu perjalanan kehidupan beliau. Dengan mempelajari sirah, kita tidak hanya mengetahui peristiwa yang terjadi pada masa Rasulullah, tetapi juga memahami bagaimana beliau bersikap ketika menghadapi berbagai persoalan.
Dari sirah kita belajar tentang kesabaran, keberanian, kepemimpinan, kasih sayang, kejujuran, perjuangan, pengorbanan, dan keteguhan Rasulullah SAW.
Sirah juga tidak dapat dipisahkan dari Al-Qur’an. Banyak ayat Al-Qur’an yang berkaitan erat dengan peristiwa dalam kehidupan Rasulullah SAW. Karena itu, mempelajari Al-Qur’an dan sirah secara bersama-sama akan membantu kita memahami ajaran Islam dengan lebih utuh.
4. Mengikuti dan Menaati Rasulullah SAW
Kewajiban keempat adalah mengikuti dan menaati Rasulullah SAW.
Keimanan dan kecintaan harus melahirkan ketaatan. Tidak cukup mengatakan bahwa kita mencintai Rasulullah apabila kehidupan kita justru jauh dari tuntunan beliau.
Allah SWT mengutus Rasulullah SAW sebagai teladan bagi umat manusia. Karena itu, seorang muslim harus berusaha mengikuti petunjuk beliau dalam ibadah, akhlak, muamalah, keluarga, bermasyarakat, maupun dalam berbagai aspek kehidupan.
Mengikuti Rasulullah berarti berusaha menjadikan sunnah beliau sebagai pedoman hidup.
5. Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW
Kewajiban kelima adalah menghidupkan sunnah Rasulullah SAW.
Sunnah bukan sekadar pengetahuan, tetapi sesuatu yang perlu diamalkan. Semakin banyak sunnah yang kita ketahui, semakin besar pula kesempatan kita untuk menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sunnah yang sederhana sekalipun jangan diremehkan. Justru dengan membiasakan sunnah, kita menjaga agar ajaran Rasulullah tetap hidup di tengah keluarga dan masyarakat.
Menghidupkan sunnah juga bukan berarti sekadar memperbanyak simbol, tetapi memahami tuntunan Rasulullah dan mengamalkannya dengan benar, sesuai kemampuan dan tuntunan syariat.
6. Memperbanyak Shalawat kepada Rasulullah SAW
Kewajiban keenam adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 56 bahwa Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Allah juga memerintahkan orang-orang beriman untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepada beliau.
Shalawat merupakan salah satu bentuk kecintaan dan penghormatan kita kepada Rasulullah SAW. Shalawat juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ibadah salat, khususnya dalam bacaan tasyahud.
Karena itu, seorang muslim hendaknya membiasakan diri bershalawat dalam berbagai kesempatan. Bukan hanya karena ingin mendapatkan keutamaan shalawat, tetapi juga sebagai bentuk rasa cinta dan kerinduan kepada Rasulullah SAW.
Mari Buktikan Cinta kepada Rasulullah
Di akhir kajiannya, Ustadz Anton mengajak jamaah untuk tidak berhenti pada pengetahuan. Mengenal Rasulullah harus melahirkan cinta, cinta harus melahirkan ketaatan, dan ketaatan harus terlihat dalam amal kehidupan sehari-hari.
Jangan sampai kita mengaku mencintai Rasulullah SAW, tetapi tidak berusaha mengenal kehidupan beliau. Jangan sampai kita mengenal beliau, tetapi tidak mengikuti sunnahnya. Dan jangan sampai kita mengikuti sunnahnya hanya dalam ucapan, tetapi tidak menghadirkannya dalam akhlak dan kehidupan sehari-hari.
Mari mulai dari diri sendiri. Perbanyak membaca sirah Nabi, pelajari hadis-hadis beliau, tanamkan kecintaan kepada Rasulullah dalam keluarga, hidupkan sunnah-sunnahnya, perbanyak shalawat, dan jadikan akhlak Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan.
Semoga kecintaan kita kepada Rasulullah SAW bukan hanya menjadi kata-kata, tetapi menjadi iman yang kokoh, ilmu yang bermanfaat, amal yang nyata, dan akhlak yang mulia.
Semoga Allah SWT mengumpulkan kita bersama Rasulullah Muhammad SAW dan mendapatkan syafaat beliau di hari akhir kelak.
Rep H. Wahdan Arifudin PCM Godean
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()







