Sarasehan Pendidikan Bersama Staf Khusus Mendikdasmen: Guru Harus Kompeten dan Sejahtera

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, telah diselenggarakan Sarasehan Pendidikan bersama Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan mengangkat tema “Pendidikan bermutu untuk Semua”. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan para pendidik, kepala sekolah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, Majelis dikdasmen dan PNF dan pemerhati pendidikan, dari PAUD, TK ABA, SD, SMP, SMA/K se-Kabupaten Sleman bertempat di Sinta Hall, Sleman City Hall, Denggung Sleman Yogyakarta pada Jum’at 9 Januari 2026 dalam rangkaian kegiatan Muhammadiyah Sleman Expo #1 tanggal 9-11 Januari 2026 Dalam sarasehan tersebut, Staf Khusus Menteri Dikdasmen RI, Arif Jamali Muis, M.Pd menegaskan bahwa kompetensi guru merupakan kunci utama keberhasilan pendidikan. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang seimbang. “Guru hari ini harus adaptif terhadap perubahan zaman, dimana kita menghadapi era algoritma dan AI sehingga guru mampu adaptif  memanfaatkan teknologi, serta menjadi teladan dalam karakter dan akhlak bagi murid” tegasnya dalam pemaparan yang di pandu oleh moderator Hasanuddin Salimi, M.Pd. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas tantangan dunia pendidikan kedepan, penguatan literasi dan numerasi yang masih rendah, serta peran guru dalam membentuk generasi berkarakter di tengah perkembangan digital. “Tema utama menteri pendidikan adalah pendidikan bermutu untuk semua. Islam berkemajuan memiliki ciri berpedoman tauhid, tapi tauhid yang menggerakkan. Seorang pendidik akan gelisah melihat perkembangan mutu menurun, jumlah murid juga turun. Berbicara tentang mutu maka ada beberapa hal yang perlu disampaikan dan diwujudkan bersama yang menjadi esensi sarasehan ini yakni: Pertama, guru harus kompeten dan sejahtera. Seorang guru harus mampu beradaptasi dengan situasi kekinian. Anak-anak kita jika belajar pytagoras bisa tetapi jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi kurang adaptif. Saat ini era algoritma sehingga seorang guru harus mampu menghadapi perubahan. Perubahan itu dimulai dari kelas. Transformasi itu akan terlihat di masa yang akan datang, dan tergantung apa yang dilakukan guru saat ini. Kedua, Pembelajaran harus bermakna dan adaptif. Bagama cara mengajarkan teologi Al Maun oleh Kyai Ahmad Dahlan, dimana diajarkan sampai 3 bulan. Sebelumnya wal asri 7 bulan pertemuan dan ini menjadikan kebermaknaan atau sudahkah implementasi ajaran Kyai Dahlan dapat diterapkan secara bermakna, berkesadaran dan menggembirakan. Ketiga, Fasilitas harus memadahi sehingga program revitalisasi gedung kelas, dan fasilitas pendukung terus dilakukan Keempat, Pendidikan itu harus ada kolaborasi agar paradigma kita itu fastabiqul khoirot terus dilakukan Para peserta menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik. Selanjutnya dalam diskusi disampaikan beberapa penanya yang mencoba mengkritisi program baik itu tentang kesejahteraan guru, kebijakan guru P3K, guru paruh waktu dan lain-lain. Menurut Apung Syaifuddin, M.Pd selaku sekretaris BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman menyampaikan bahwa : “upaya yang dilakukan oleh pemerintah sudah sedikit banyak membantu dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dan berharap peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan dan menjadi tugas kita bersama.” Ujar Apung yang merupakan kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Kalasan Disisi lain menurut Yudi Megawanto selaku peserta  menyampaikan bahwa “Upaya pendidikan bermutu untuk semua apakah benar-benar sudah menjawab tantangan dan permasalahan dunia pendidikan di tengah perubahan zaman dimana tugas utama pendidik atau guru adalah memberikan nilai-nilai, moral, akhlaq yg mendasar bagi murid sudah menjadi tugas dan fungsi pokok seorang guru? Harapannya terus dilakukan dan berproses untuk mewujudkan guru yang kompeten dengan memperhatikan fungsi pokok guru, tutur Yudi yang merupakan kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Minggir. “Guru janganlah hanya mengejar kesejahteraan dan karir, tetapi dia juga adalah kurir Tuhan untuk anak-anak didiknya” tambah Didik. Sarasehan ini diharapkan menjadi ruang refleksi dan penguatan komitmen bersama bahwa guru yang kompeten adalah fondasi utama terciptanya pendidikan yang bermutu untuk semua dan berkeadilan. Bravo Pendidikan Muhammadiyah Sleman. Maju bersama dan bersama-sama  maju. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Rep  H. Wahdan Arifudin S.Pd  KS SMPMuh 2 Godean   MPI PDM Sleman Editor   Arief Hartanto MPI PD Sleman

Loading

Definisi Sekolah Unggul, Sarasehan Pendidikan Sleman di SCH

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka Muhammadiyah Sleman Expo #1 di Sleman City Hall, Denggung Sleman, pada Jum’at, 9 Januari 2026 telah sukses diselenggarakan sarasehan pendidikan se- Kabupaten Sleman.  Ketua Majelis Dikdasmendan PNF PDM Sleman, H. Surakhmad menyampaikan dalam sambutan sarasehan pendidikan  bahwa “Solidaritas dan kolaborasi  antar sekolah sangat penting, untuk itu mohon kepada kepala sekolah dari PAUD, TK ABA, SD, SMP, SMA/K se-Kabupaten Sleman untuk mencurahkan uneg-unegnya kepada kementerian melalui stafsus.  Selain itu H. Surakhmad, S.Pd menyampaikan apresiasi atas sarasehan ini sehingga sekolah menjadi terus “maju bersama dan bersama-sama  maju” Dalam sesi pertama disampaikan best practice dari ketua BKS SD, SMP,  SMA/K Menurut Sulasmi bahwa sekolah Muhammadiyah yang unggul adalah unggul dalam segala bidang tetapi yang membedakan adalah unggul dalam karakter.Hendro Sucipto, ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman menyampaikan  bahwa unggul itu memiliki pembeda dari sekolah lain.Sedangkan Sigit Rohmadiyanto dari SMK menyampaikan bahwa SMK dikatakan  unggul paling tidak setelah lulus bekerja, jika tidak kemudian berwirausaha serta memiliki keunggulan selain daya beda juga daya saing yang sesuai dunia nyata, ungkap Sigit yang juga Kepala sekolah SMK Muhammadiyah Prambanan. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Rep  H. Wahdan Arifudin S.Pd  KS SMPMuh 2 Godean   MPI PDM Sleman Editor   Arief Hartanto MPI PD Sleman

Loading

Meriah, Pembukaan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE#1)

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto MM memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 yang digelar pada Jumat hingga Ahad, 9–11 Januari 2026, di Sleman City Hall. Menurutnya, Muhammadiyah selama ini memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Susmiarto menegaskan bahwa kontribusi Muhammadiyah di Kabupaten Sleman telah dirasakan secara nyata oleh pemerintah daerah maupun masyarakat. Salah satu sektor yang paling menonjol adalah pendidikan. Ia menyebut, keberadaan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan merupakan bagian dari layanan dasar yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Peran Muhammadiyah itu sangat besar, terutama di bidang pendidikan. Ini adalah layanan dasar yang sangat menentukan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sleman,” ujar Susmiarto saat memberikan sambutan dalam rangkaian pembukaan MSE #1. Selain pendidikan, Susmiarto juga menyoroti kontribusi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di sektor kesehatan. Melalui rumah sakit, klinik, serta berbagai program edukasi kesehatan, Muhammadiyah dinilai ikut membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat. “Di bidang kesehatan, peran Muhammadiyah juga sangat jelas. Melalui rumah sakit dan layanan-layanan edukasi kesehatan, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ikut berperan membangun kesadaran masyarakat untuk hidup sehat,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Susmiarto juga mendorong Muhammadiyah untuk terus mengembangkan dakwah di sektor ekonomi. Menurutnya, penyelenggaraan Muhammadiyah Sleman Expo menjadi contoh konkret bagaimana organisasi kemasyarakatan dapat berkontribusi langsung dalam penguatan ekonomi umat, khususnya di tingkat akar rumput. “Dengan adanya expo ini, Muhammadiyah terlibat aktif sampai di level ranting, bersinergi dengan binaan-binaan dari pemerintah maupun organisasi lain. Atas kontribusi tersebut, saya menyampaikan terima kasih,” ungkapnya. Muhammadiyah Sleman Expo #1 sendiri tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran produk, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi bagi Ranting, Cabang, dan Amal Usaha Muhammadiyah di Sleman. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas tentang gerakan sosial-keagamaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan. Ketua PDM Sleman Harjaka menyampaikan bahwa MSE #1 merupakan sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk melihat secara langsung gerakan Muhammadiyah di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga keagamaan. Sementara itu, Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada, yang secara resmi membuka acara, menilai pelaksanaan expo di pusat perbelanjaan sebagai langkah berani dan kontekstual. Menurutnya, MSE #1 mencerminkan dakwah Muhammadiyah yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan selaras dengan semangat Muhammadiyah berkemajuan. Ketua Panitia Eko Sumardianto melaporkan bahwa Muhammadiyah Sleman Expo #1 diikuti oleh 52 peserta, yang terdiri dari unsur persyarikatan, amal usaha, dan pelaku UMKM. Melalui MSE #1, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap kolaborasi antara Muhammadiyah dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara spiritual, sosial, dan ekonomi. Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Muhammadiyah Sleman Expo #1 Siap Digelar, Hadirkan UMKM, Layanan Persyarikatan, dan Doorprize Umroh

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman bersama Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman akan menggelar Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 pada * 9–11 Januari 2026. Kegiatan akbar ini rencananya dilaksanakan di Sleman City Hall , sebagai ajang sinergi dakwah, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Mengusung tema “Sukseskan & Meriahkan Muhammadiyah Sleman Expo #1” , kegiatan ini dirancang sebagai ruang temu seluruh potensi persyarikatan, mulai dari amal usaha, organisasi otonom, hingga pelaku UMKM binaan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Expo ini diharapkan menjadi etalase kontribusi nyata Muhammadiyah bagi masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan. Ketua panitia Eko Sumardiyanto ditemui Rabu 7 Januari 2025 disela rapat persiapan Panitia menyampaikan bahwa MSE #1 tidak hanya berorientasi pada pameran, tetapi juga menjadi media edukasi dan literasi publik tentang peran Muhammadiyah dalam berbagai bidang. “Expo ini menjadi momentum konsolidasi potensi persyarikatan, memperkuat jejaring UMKM, serta memperluas dakwah pencerahan melalui pendekatan yang membumi,” ujarnya. Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhi berbagai stan pameran yang menampilkan produk UMKM, layanan kesehatan, pendidikan, filantropi, serta program-program unggulan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sleman. Selain itu, expo juga diharapkan menjadi ruang promosi kreatif bagi pelaku usaha lokal agar mampu naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Daya tarik utama Muhammadiyah Sleman Expo #1 adalah doorprize utama berupa Umroh , yang dipersembahkan bagi pengunjung beruntung. Selain itu, panitia juga menyiapkan doorprize menarik lainnya, seperti sepeda listrik dan sepeda gunung . Untuk mendapatkan kesempatan tersebut, pengunjung cukup melakukan scan barcode di lokasi pameran, yang sekaligus berfungsi sebagai tiket masuk dan kupon undian doorprize. Pemilihan Sleman City Hall sebagai lokasi kegiatan dinilai strategis karena mudah diakses masyarakat serta memiliki fasilitas representatif untuk penyelenggaraan event berskala besar. Panitia menargetkan ribuan pengunjung dari berbagai kalangan, baik warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum. Melalui Muhammadiyah Sleman Expo #1, PDM dan PDA Sleman berharap terbangun semangat kolaborasi lintas sektor serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gerakan dakwah sosial-ekonomi Muhammadiyah. Expo ini juga menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat kemandirian umat, sejalan dengan nilai-nilai Islam berkemajuan yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah. Panitia mengajak seluruh warga Sleman dan sekitarnya untuk hadir dan memeriahkan Muhammadiyah Sleman Expo, sekaligus berpartisipasi dalam mendukung produk lokal dan program persyarikatan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.  #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Senam Bahagia Muhammadiyah–‘Aisyiyah Meriahkan Muhammadiyah Sleman Expo #1

Rangkaian kegiatan Muhammadiyah Sleman Expo #1 yang digelar pada 9–11 Januari 2026 semakin semarak dengan pelaksanaan Senam Bahagia Muhammadiyah–‘Aisyiyah. Kegiatan ini akan berlangsung pada Ahad, 11 Januari 2026, bertempat di Lapangan Denggung, Sleman, mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai. Senam massal ini terbuka untuk warga Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, serta masyarakat umum yang ingin memulai hari dengan aktivitas sehat dan penuh keceriaan. Kegiatan senam tersebut merupakan kolaborasi antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman sebagai bagian dari upaya membumikan gaya hidup sehat di tengah masyarakat. Mengusung tema kebugaran jasmani dan kebahagiaan bersama, senam ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi lintas amal usaha dan organisasi otonom Muhammadiyah. Panitia menyampaikan bahwa Senam Bahagia Muhammadiyah–‘Aisyiyah tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga menjadi sarana membangun semangat kolektif dan optimisme warga persyarikatan. Hal ini sejalan dengan tagline kegiatan, yakni “‘Aisyiyah Bahagia | Bugar ‘Aisyiyah | Bugar Muhammadiyah”, yang menekankan pentingnya kesehatan sebagai fondasi dakwah dan pengabdian sosial. “Menambah daya tarik peserta, panitia telah menyiapkan berbagai doorprize menarik dengan konsep full door prize. Beragam hadiah disediakan, mulai dari peralatan rumah tangga, perlengkapan elektronik, hingga hadiah utama berupa sepeda motor.  Ditargetkan 6000 peserta akan memenuhi lapangan Denggung”  tutur  Eko Sumardiyanto OC Panitia. Pelaksanaan senam pada pagi hari dipilih agar peserta dapat merasakan manfaat kebugaran secara optimal, sekaligus memanfaatkan suasana Lapangan Denggung yang luas dan representatif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembuka yang energik sebelum masyarakat mengunjungi berbagai stan dan agenda lain dalam Muhammadiyah Sleman Expo #1. Muhammadiyah Sleman Expo #1 sendiri merupakan ajang pameran dan temu warga persyarikatan yang menampilkan potensi amal usaha Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, serta berbagai komunitas pendukung di Kabupaten Sleman. Expo ini diharapkan menjadi media syiar, edukasi, dan penguatan jejaring sosial-keumatan. Dengan digelarnya Senam Bahagia Muhammadiyah–‘Aisyiyah, panitia berharap pesan hidup sehat, bahagia, dan produktif dapat tersampaikan secara luas. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam mendorong masyarakat yang tidak hanya kuat secara spiritual dan intelektual, tetapi juga sehat secara fisik. Masyarakat pun diajak untuk hadir dan meramaikan kegiatan ini sebagai bagian dari semangat kebersamaan dalam Muhammadiyah Sleman Expo #1.  #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman,

Loading

 Muhammadiyah Sleman Expo #1 Hadirkan Lomba Gobag Sodor untuk Siswa SD dan MI

Dalam rangka memeriahkan gelaran Muhammadiyah Sleman Expo #1, panitia menghadirkan kegiatan edukatif dan rekreatif berupa Lomba Gobag Sodor yang diperuntukkan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Ahad, 11 Januari 2026, bertempat di Atrium Shinta, Sleman City Hall, mulai pukul 14.30 hingga 17.30 WIB. Lomba Gobag Sodor ini menjadi salah satu agenda unggulan dalam Muhammadiyah Sleman Expo #1 yang berlangsung selama tiga hari, yakni 9–11 Januari 2026. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini dirancang untuk menghidupkan kembali permainan tradisional di kalangan pelajar sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan kerja sama tim sejak usia dini. Panitia menyampaikan bahwa peserta lomba dibatasi maksimal 16 tim, dengan ketentuan setiap sekolah hanya diperkenankan mengirimkan satu tim, yang merupakan tim putri dari masing-masing SD atau MI Muhammadiyah. Setiap tim terdiri atas maksimal delapan orang pemain dan satu orang ofisial, sehingga kompetisi dapat berlangsung efektif dan terorganisasi dengan baik. Menariknya, lomba ini tidak dipungut biaya pendaftaran alias gratis. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif dari sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh wilayah Kabupaten Sleman tanpa terkendala faktor biaya. “Kami ingin lomba ini menjadi ruang kegembiraan dan pembelajaran, bukan sekadar persaingan,” tutur Irfan Yanuar panitia lomba. Dalam pelaksanaannya, panitia akan menetapkan empat tim terbaik sebagai juara, yakni juara 1, 2, 3, dan 4. Para pemenang nantinya akan memperoleh apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan kemampuan yang ditampilkan selama pertandingan. Lomba ini juga diharapkan menjadi sarana pembinaan bakat dan minat siswa di bidang olahraga tradisional. Selain nilai kompetisi, Gobag Sodor dipilih karena sarat dengan filosofi kebersamaan dan strategi. Permainan ini menuntut kekompakan, kecepatan berpikir, serta kejujuran dalam bermain, yang sejalan dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang terus dikembangkan di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Panitia mengajak seluruh SD dan MI Muhammadiyah di Sleman untuk segera mendaftarkan timnya. Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan dengan menghubungi Kang Irfan Yanuar melalui nomor 0819-0333-3812. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman,

Loading