MSE #1 Resmi Ditutup: Catat 36 Ribu Pengunjung dan Berikan Hadiah Umrah Gratis

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Gelaran perdana Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE #1) tahun 2026 resmi ditutup dengan meriah di Sleman City Hall, Minggu (11/1/2026) malam. Selama tiga hari pelaksanaan, ajang unjuk potensi warga persyarikatan ini berhasil menyedot perhatian publik dengan total kunjungan mencapai puluhan ribu orang. Ketua Panitia MSE #1, Eko Sumardiyanto, dalam laporan penutupannya mengungkapkan rasa syukur atas semaraknya acara yang diikuti oleh 52 stan penyewa dari berbagai unit usaha Muhammadiyah. Ia merinci bahwa antusiasme masyarakat terlihat dari berbagai rangkaian acara yang selalu dipadati peserta. “Kegiatan Tabligh Akbar dihadiri 1.500 orang dan berhasil menggalang dana sebesar 350 juta rupiah. Selain itu, sarasehan pendidikan diikuti 350 peserta, lomba mewarnai 350 anak, dan puncaknya pada senam bahagia yang diikuti oleh 20 ribu orang,” papar Eko. Secara akumulatif, panitia mencatat total 36.750 pengunjung memadati area pameran, pentas seni, hingga area permainan tradisional. Ia pun secara resmi mengajak masyarakat untuk kembali berjumpa pada perhelatan MSE #2 mendatang. Dakwah Melalui Penampilan Potensi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., dalam sambutannya menekankan nilai spiritual dari kegiatan ini dengan mengutip Surat Al-A’la ayat 15. Ia mengingatkan warga Muhammadiyah untuk senantiasa “beruntung” dengan menjaga kebersihan hati. “Pameran ini bukan sarana untuk pamer atau menyombongkan diri, melainkan upaya menampilkan potensi besar Muhammadiyah di Sleman. Kita harus bersih dari syirik dan sifat bakhil. Mari kita hidup-hidupi Muhammadiyah dengan cara bangga menggunakan layanan sendiri, seperti haji melalui KBIHU Aisyiyah atau umrah melalui SCM (Surya Citra Madani),” tegas Harjaka. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya MSE #1. Ia berharap warga Muhammadiyah terus menjadi pelopor dalam menggunakan produk masyarakat lokal dan tidak bergantung pada produk luar negeri. Penutupan acara semakin mendebarkan saat memasuki sesi pengundian hadiah menggunakan pemutar digital (spinner). Puncak kegembiraan pecah saat Sri Mularsih dinyatakan sebagai pemenang hadiah utama berupa paket umrah gratis. Berikut adalah daftar penerima doorprize utama lainnya: Selain hadiah, panitia melalui Sekretaris PDM Sleman, Arif Mahfud, memberikan penghargaan kepada peserta pameran terbaik sebagai bentuk apresiasi atas inovasi mereka: Kategori Penerima Penghargaan Cabang Unggulan MSE #1 PCM Sleman, PCM Gamping, PCM Kalasan Stan Favorit PCM Prambanan, PCM Mlati, BTM Surya PDM, MBS Prambanan, SD Muhammadiyah Mantaran AUM Inovatif SMK Muhammadiyah 2 Sleman, SMP Muhammadiyah 3 Depok, SD Muhammadiyah Condongcatur Acara ditutup dengan pemutaran video dokumenter perjalanan MSE #1, menandai suksesnya langkah awal Muhammadiyah Sleman dalam membangun kemandirian ekonomi dan dakwah komunitas di awal tahun 2026 ini. Reportase  H. Wahdan Arifudin S.Pd KS SMPM 2 Godean , MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Sinergi Dakwah Komunitas: Muhammadiyah Sleman Expo #1 Satukan Runnersmu, Bikersmu, dan Ambulanmu

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Perhelatan Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE#1) yang digelar oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman pada 9–11 Januari 2026 di Sleman City Hall (SCH) menjadi momentum bersejarah bagi penguatan dakwah komunitas. Pada hari terakhir, Ahad (11/1/2026), ratusan penggiat komunitas berkumpul dalam agenda Gathering Komunitas Muhammadiyah Sleman yang menunjukkan wajah inklusif dan progresif organisasi tersebut. Acara ini dihadiri oleh tiga pilar komunitas besar: Runnersmu, Ambulanmu, dan Bikersmu, serta dihadiri langsung oleh perwakilan pimpinan wilayah sebagai bentuk dukungan terhadap metode dakwah baru yang menyasar hobi dan pelayanan sosial. Memasuki tahun ketiga perjalanannya, Runnersmu kian menunjukkan eksistensinya sebagai wadah bagi jemaah yang gemar olahraga lari. Sekretaris Runnersmu Pusat, Afif, mengungkapkan bahwa saat ini anggota telah mencapai 700 orang lebih yang tersebar di berbagai daerah. “Niat utama kami adalah syiar dan dakwah Muhammadiyah melalui olahraga. Kami tidak hanya sekadar lari untuk kesehatan, tetapi juga konsisten menjaga nilai-nilai Islam dalam berolahraga, seperti tetap memperhatikan penutupan aurat dan etika di ruang publik,” ujar Afif dalam testimoninya. Salah satu komunitas paling progresif yang mencuri perhatian adalah Ambulanmu. Ketua Ambulanmu Sleman, Kang Darojat, memaparkan perkembangan pesat layanan ini sejak diresmikan secara resmi pada Desember 2022 hingga Februari 2026 mendatang. Saat ini, Ambulanmu Sleman telah memiliki 24 unit armada yang tersebar di Ranting, Cabang, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). “Kami mengelola 19 titik layanan. Hingga saat ini, hanya Sleman dan Cangkringan yang belum memiliki titik tetap, namun cakupan kami sudah mencapai rata-rata 1.000 layanan per bulan,” kata Darojat. Darojat menekankan bahwa Ambulanmu adalah ujung tombak branding Lazismu sebagai lembaga filantropi resmi Muhammadiyah. Layanan ini bersifat sosial dan menyasar kaum dhuafa secara langsung dengan standar pelayanan prima. Sementara itu, komunitas roda dua Bikersmu Sleman yang baru berdiri pada 27 Juli 2025 di bawah naungan PDM Sleman, kini tercatat sebagai cabang dengan anggota terbanyak se-DIY, yakni mencapai 300 personel. P. Zainuddin, perwakilan Bikersmu, menyatakan bahwa komunitas ini mengusung konsep ‘Dakwah Berbahagia’. “Tagline kami adalah Melaju Bersama Dakwah. Kami ingin menunjukkan bahwa hobi otomotif bisa menjadi sarana mendekatkan diri pada agama tanpa menghilangkan kegembiraan dalam berkumpul,” jelasnya. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY yang membidangi Lembaga Dakwah Komunitas (LDK), Dr. Ridwan Furqoni, M.P.I., memberikan apresiasi tinggi atas capaian di Sleman. Sebagai sosok di balik terciptanya Mars Ambulanmu, Ridwan menyebut bahwa embrio Ambulanmu se-DIY bermula dari inisiatif akar rumput (bottom-up) di Sleman. “Dakwah komunitas kini telah masuk dalam program prioritas Muktamar. Ini adalah cara Muhammadiyah menjawab tantangan zaman,” tegas Ridwan. Ia menambahkan bahwa secara struktural, Ambulanmu berada di bawah koordinasi Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) dengan dukungan dana dari Lazismu. Ke depan, PWM berkomitmen untuk terus menata dan merapikan manajemen organisasi komunitas agar lebih profesional. MSE#1 tahun 2026 ini membuktikan bahwa Muhammadiyah Sleman berhasil membangun ekosistem ekonomi, sosial, dan hobi yang terintegrasi, menjadikan dakwah tidak hanya terbatas di atas mimbar, tetapi juga di jalanan, lapangan lari, hingga layanan darurat kesehatan. Rep Juang Mahron AmbulanMU Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PCM Moyudan Berpartisipasi Dalam Pagelaran MSE #1

Sleman. Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah Sleman menggelar perhelatan akbar yang diberi nama Muhammadiyah Sleman Expo # 1 ( MSE #1 ). Kegiatan berlangsung di Sleman City Hall ( SCH) pada tanggal 9 – 11 Januari 2026. Dalam perhelatan tersebut menampilkan beberapa produks unggulan dari Muhammadiyah Bisnis Centra  ( MBC) dari masing-masing Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM) se- Kabupaten Sleman. Tidak ketinggalan MBC PCM Moyudan juga berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.   Ketua Majlis Bisnis, Ekonomi dan Pariwisata PCM Moyudan, Anton Sudarto menuturkan bahwa dalam kegiatan MSE tersebut PCM Moyudan menampilkan produk UMKM, produk MBC, dan produk Jamaah Tani Muhammadiyah ( Jatam) Moyudan. “Tidak ketinggalan kami juga menampilkan produk unggulan lainnya yaitu Lurik Moyudan.” Imbuh Anton.  Lebih lanjut Anton mengungkapkan bahwa MSE bisa menjadi sarana promosi MBC yang merupakan media Centra usaha di bawah Majlis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PCM Moyudan. “Yang selama ini kami telah membuka stand usaha di Ruko SMK Muhammadiyah I Moyudan.” Tandasnya.  Ia juga mengungkapkan bahagianya karena pada Sabtu 10 Januari 2026, dalam kegiatan MSE stand PCM Moyudan dikunjungi langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah ( PDM) Sleman H. Harjaka, yang didampingi H. Abu Hanifah Ketua PCM Moyudan. Harjaka memberikan apresiasi atas partisipasinya PCM dalam kegiatan MSE. “Semoga Muhammadiyah semakin berkembang dan berdaya untuk kepentingan umat.” Ungkap Harjaka.-Rep  Sugiyanto PCM  Moyudan  Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Ahmad Syauqi Soeratno, Muhammadiyah Sleman Expo Wujud Syiar Kemajuan  

Sleman, pdmsleman.Or.Id Tokoh nasional sekaligus aktivis Muhammadiyah, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M., anggota DPD RI menghadiri perhelatan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 yang digelar di Atrium Rama, Sleman City Hall (SCH). Kehadiran Syauqi tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga memberikan pesan mendalam mengenai posisi strategis Muhammadiyah di ruang publik dan pentingnya keberlanjutan amal usaha. Dalam testimoninya di hadapan ribuan pengunjung, Syauqi Soeratno menekankan bahwa “Expo” bukan sekadar pameran biasa, melainkan sebuah bentuk “eksposisi” atau upaya menampilkan posisi Muhammadiyah kepada dunia luar. Menurut Syauqi, MSE menjadi wadah bagi sekolah-sekolah, amal usaha Muhammadiyah (AUM), dan organisasi otonom (ortom) untuk menunjukkan kemajuan yang telah dicapai. Ia menegaskan bahwa menampilkan kemajuan ini adalah bagian dari syiar Islam yang berkemajuan. “Ekspo ini menampilkan posisi kita (Muhammadiyah) ke eksternal. Ini penting untuk syiar, bukan untuk ria atau sombong. Syiar itu maknanya empat: dakwah, berbagi ilmu, berbagi jejaring, dan berbagi manfaat,” ujar Syauqi. Ia merasa bangga melihat Sleman City Hall seolah-olah menjadi “milik” Muhammadiyah dan Aisyiyah Sleman selama kegiatan berlangsung. Selain mengapresiasi pameran, Syauqi juga mengajak warga Muhammadiyah yang hadir untuk berpartisipasi dalam agenda besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, yakni pembangunan gedung kantor PDM yang baru. Ia mengemas ajakannya dengan gaya yang relevan bagi pengunjung mal. “Bagi Bapak Ibu yang rajin ke mal, itu baik-baik saja. Tapi pastikan investasi akhirat tetap jalan. PDM Sleman sedang memiliki program pengadaan tanah untuk gedung kantor. Jika belanja di mal dapat diskon, sisihkan diskonnya untuk investasi tanah ini. Satu meter hanya Rp750.000,” ajaknya .Ia menyebut partisipasi ini sebagai investasi yang tidak akan lekang oleh waktu karena akan terus bermanfaat bagi persyarikatan. Syauqi juga menyoroti peran strategis Muhammadiyah dalam membantu akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Ia menceritakan pengalamannya bertemu dengan wali murid di area parkir yang berterima kasih karena anak mereka mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Ia mengungkapkan bahwa Muhammadiyah saat ini proaktif mengawal program beasiswa dari pemerintah, seperti PIP untuk siswa sekolah dan KIP Kuliah untuk mahasiswa. “Bersyukurlah menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. Kita punya petugas yang bertugas mencari informasi beasiswa agar biaya pendidikan tidak lagi menjadi beban berat bagi orang tua,” ungkapnya . Suasana formal berubah menjadi hangat dan haru ketika panitia memberikan kejutan ulang tahun kepada Syauqi Soeratno yang genap berusia 55 tahun tepat pada hari tersebut. Diiringi lagu “Selamat Ulang Tahun” dari grup band Jamrud, Syauqi menerima simbolis hadiah berupa senjata tradisional sebagai kiasan untuk terus berjuang dalam dakwah dan menyampaikan aspirasi masyarakat . “Saya tidak menyangka sama sekali. Terima kasih atas doanya. Semoga kita semua, khususnya warga Sleman, selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” tutur Syauqi. Kehadiran Syauqi Soeratno di MSE #1 mempertegas pesan bahwa Muhammadiyah harus terus hadir di tengah masyarakat dengan membawa solusi nyata, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pemberdayaan umat. Rep  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Tabligh Akbar Semangat Berjamaah, Muhammadiyah Sleman Targetkan Pembangunan Kantor PDM yang Representatif

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar acara Tabligh Akbar dan Penggalangan Dana di Atrium Shinta, Sleman City Hall (SCH), Sabtu (10/01/2026). Perhelatan yang menjadi rangkaian Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 ini dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum., serta jajaran tokoh Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Acara ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah nyata PDM Sleman untuk mewujudkan mimpi memiliki kantor pusat yang representatif. Saat ini, kantor PDM Sleman harus berbagi ruang di area Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sleman, yang kondisinya kian sempit akibat perkembangan layanan kesehatan. Direktur RS PKU Muhammadiyah Sleman, dr. Yoga Wiratama, menceritakan sejarah mengharukan di balik lokasi kantor saat ini. Pada tahun 2021, PDM Sleman dengan legowo mengikhlaskan lahan kantornya untuk pengembangan instalasi rumah sakit demi kepentingan layanan BPJS bagi warga Sleman. “Bapak-bapak PDM mengikhlaskan kantornya agar kebermanfaatannya lebih luas. Saat ini, PKU Sleman telah melayani belasan ribu pasien per tahun. Inilah saatnya kita membantu PDM untuk memiliki gedung sendiri yang layak,” ujar dr. Yoga. Ketua Panitia Penggalangan Dana, H. Nasirun, S.A.P., memaparkan rencana strategis pembelian tanah Unit 2 yang berlokasi di sisi barat. Lahan yang diincar berada di Jalan Jejamuran (diusulkan menjadi Jl. KH Ahmad Dahlan), tepat bersisihan dengan pengembangan RS PKU. “Sangat ironis, Sleman memiliki 154 Ranting, 79 SD, dan puluhan SMK hebat, tapi kantor PDM-nya untuk parkir saja susah. Kita menargetkan penggalangan dana tahap kedua ini untuk membebaskan lahan di sekitarnya agar kompleks Muhammadiyah Center Sleman bisa terwujud,” tegas Nasirun di hadapan para hadirin. Berdasarkan laporan, panitia telah berhasil mengelola dana sebesar Rp5,4 miliar pada tahap pertama untuk pembelian tanah dan gedung senilai Rp3,5 miliar. Kini, tantangan selanjutnya adalah membebaskan lahan tambahan dengan estimasi harga Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per meter persegi. Dalam sambutannya, H. Harjaka Ketua PDM Sleman menekankan bahwa kontribusi warga bukan sekadar masalah nominal, melainkan upaya membersihkan diri dari sifat bakhil (pelit). Panitia mulai mengedarkan brosur kesanggupan wakaf tanah, di mana warga diharapkan dapat menyumbang minimal 10 meter persegi atau semampunya. “Kami mengumpulkan Bapak/Ibu semua untuk memberikan sedekahnya agar kita bersih dari sifat bakhil. Kita sudah dipermudah dengan lokasi yang strategis di SCH, maka mari kita sambut dengan aksi nyata,” ajaknya. Dahlan Rais yang hadir sebagai pembicara inti memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat PDM Sleman. Kehadiran tokoh-tokoh dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) besar seperti UNISA, UMY, dan UAD diharapkan menjadi motor penggerak percepatan pembangunan ini. Merujuk kepada surat Saba ayat 13 ternyata kita akan menemukan jawaban yang lain. Dimana keluarga Daud untuk menunjukkan rasa syukurmu untuk membuktikan rasa syukurmu, Cuma sedikit orang-orang yang bersyukur dengan menunjukkan atau membuktikannya itu dengan amal. Kita buka tafsir. Maka semua mufassir sepakat maksudnya beramallah kamu itu ternyata beramallah kamu yang lebih baik. Berbuatlah kamu yang lebih baik untuk menunjukkan rasa syukurmu. Kalau kita merujuk kepada firman ini, maka bersyukur dengan alhamdulillahiabbil alamin itu benar. Dengan sujud syukur juga boleh. Tapi kalau kita sekali lagi merujuk kepada ayat tadi, ditunjukkan dengan berbuat lebih baik, ditunjukkan dengan beramal lebih baik. Muhammadiyah Aisyiyah bagai Sang Surya menyinari dunia tak harap kembali, karena akan dapat ganti dari Allah SWT dan perbuatan baik itu akan kembali kepada diri kita. Acara ditutup dengan sesi lelang tanah simbolis dan pengumpulan infak spontan. Dengan semangat gotong royong, Muhammadiyah Sleman optimis pusat dakwah yang megah di Bumi Sembada segera berdiri tegak, sejajar dengan kemajuan pendidikan dan kesehatan yang telah mereka torehkan.  #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Reportase Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Peran Muhammadiyah dalam Pembangunan  Produk Halal di Wilayah Kabupaten Sleman DIY Dalam Gelaran (MSE) # 1

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Jumat, 9 Januari 2026  dalam event MSE Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) # 1 di Sleman City Hall(SCH), Lembaga Pengkajian, Pengawasan dan Pendampingan Produk Halal (LP4H) PDM Sleman berkesempatan melaksanakan Talkshow  Ekonomi di kegiatan MSE #  1 dengan tema  Peran Muhammadiyah dalam Pembangunan  Produk Halal di Wilayah Kabupaten Sleman DIY dengan sub tema  Titik Kritis Produksi Kuliner Halal. Dalam event tersebut, tampil Ketua LP4H PDM Kabupaten Sleman DIY , Drs. Sutarman, M.A. bersama Sekretaris H. Kurnia Widyadimulya, S. I. Komp.,MSc. Dipandu oleh moderator Ngudah dari SMK Muhammadiyah Turi. Ketua LP4H Sutarman memulai dengan menyampaikan berdasarkan Peraturan Bupati Sleman Nomor: 65 Tahun 2024 Tentang Percepatan Sertifikasi Halal Bagi Produk Usaha Miko Kecil Dan Menengah di Kabupaten Sleman DIY. Kapala Dinas Perindag Sleman melaunching proyek aksi perubahan melalui “Sinergi Sadar Halal ”  terbentuk kawasan Sektor Kuliner dan Industri Kecil Menengah (IKM), antara lain: Sentra Industri Halal Bakpiah Minomartani dan Jadah Tempe Kaliurang di wilayah Pemda Tk. 2 Sleman DIY.          LP4H PDM Sleman merupakan  satu-satunya lembaga yang sudah terbentuk di wilayah PWM DIY. BPJPH menetapkan implementasi kewajiban sertifikasi halal akan mulai  Tahun 2026 bulan November pemerintah mencanangkan wajib bersertifikat halal untuk  semua UMK di Wilayah NKRI, maka  BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) membentuk UPT. Balai PJPH di tiap Provinsi & Kabupaten.  Tahun 2026 Presiden Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto menetapkan  target dengan menyiapkan kuota 1,35 Juta Sertifikasi Halal Gratis bagi pelaku UMK (Usaha Mikro & Kecil) di seluruh Indinesia guna memperkuat hilirisasi produk UMKM dan perlindungan bagi konsumen muslim. Di akhir sesi,  Ketua LP4H PDM Sleman menjelaskan dari perspektif fiqih tentang pengertian  halal, haram dan subhat beserta contoh-contohnya. Sementara Sekretaris LP4H PDM Sleman H. Kurnia Widyadimulya, S.I. Komp., M. Sc lebih menyoroti tentang titik kritis produksi kuliner halal. Bahan yang halal, tetapi kalau dalam prosesnya ada hal yang haram, maka hasil olahan makanan tersebut bisa jadi haram. Contoh olahan ayam atau  bakar, ketika kuas yang dipakai tidak halal, maka ayam atau bebek bakar akan menjadi haram. Begitu juga dalam hal penyembelihan unggas, juga perlu diperhatikan betul, apakah penyembelih sudah bersertifikat halal atau belum. “Kita harus menjadi konsumen cerdas” katanya, “artinya sebagai konsumen ketika membeli makanan, pastikan di tempat yang terjamin kehalalannya”. Di akhir sesi  menyampaikan contoh salah satu usaha depo air minum isi ulang di wilayah Tirtomartani Kalasan Aquakita yang sudah memiliki sertifikat halal dari LPPOM MUI. Dalam usaha air isi ulang ini ada titik kritis pada bahan filter atau rang yang dipakai, harus terjamin kehalalannya. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Kontributor: Slamet Widada & Sutarman, Lembaga Pengkajian, Pengawasan dan Pendampingan Produk Halal (LP4H) PDM Sleman DIY Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading