Launching Posko MudikMU Aman 2025, Aman Mudiknya Sampai Tujuannya

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Kamis 27 Ramadhan 1446 / 27 Maret 2025 menyambut arus Mudik Lebaran tahun ini Posko Mudik Muhammadiyah PDM Sleman kembali dibuka untuk membantu keamanan dan kenyamanan para pemudik menuju kampung halaman mereka menyambut Idul Fitri. Pembukaan posko mudikMu PDM Sleman yang berlokasi di SMA Muhammadiyah Kalasan tahun ini sekaligus menandai beroperasinya seluruh posko mudikMu di DIY yang beroperasi sejak 27 Maret – 5 April 2025. Posko ini beralamat di Jalan Raya LPMP No.km 0,6, Dhuri, RT.01/RW.20, Tirtomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571. https://maps.app.goo.gl/jj3HAr2b83TAh1PS7 Hadir meresmikan posko MudikMU 2025, Kaporesta Sleman Kombes Pol Edi Setiyanto Erning Wibowo, S.IK. mewakili Kapolda DIY, Ketua LRB PP Muhammadiyah Budi Setiawan ST, jajaran pimpinan PWM DIY, wakil ketua DR. Riduwan, Cahyono, S.Ag., dr. Ahmad faeshol, Sekda Sleman Drs. Susmiarto MM, Wakil ketua PDM Sleman, Eko Sumardiyanto, LAZISMU PDM Sleman, koordinator AmbulanMu Sleman, Ketua MPKU PDM Sleman, LLHPB PWA DIY dan PDA Sleman, Panewu dan Muspikap Kalasan, jajaran PCA dan PCM Kalasan, Berbah, Cangkringan, Prambanan, lurah Tirtomartani Kalasan dan relawan posko mudikMu. Menurut Nur Khairudin Ketua LRB ( Lembaga Resiliansi Bencana) PDM Sleman “ Posko MudikMU 2025 merupakan program prioritas dari PWM DIY dengan jumlah 1 posko tiap daerah dengan potensi masing-masing ( 5 Posko se DIY ) dengan pendanaan dari Lazismu daerah”. Perkembangan terbaru arus mudik akan ada penambahan melalui Exit Tol Fungsional Tamanmartani dan ini belum ada backup posko dari pemda, Maka LRB PWM menyarankan agar lokasi Posko Mudikmu Sleman bisa ditempatkan di Lokasi dekat dengan Exit Tol Fungsional Tamanmartani tersebut. Potensi untuk petugas posko dari beberapa cabang di sekitar lokasi seperti Kalasan, Prambanan, Berbah, Depok, Ngemplak, Cangkringan, Pakem, dan Ngaglik dengan potensi AUM SMK M Prambanan, MBS, SMK M Berbah, SMK M Cangkringan, SMK M Pakem, PKU Sleman, PKU Pakem, PKU Berbah dan RS UAD. LRB PDM Sleman berkoordinasi dengan PDM Sleman, Majelis dan lembaga terkait, dengan potensi yang ada (LazisMu, AmbulanMu, Ortom, PCM, AUM Pendidikan dan Aum Kesehatan) untuk pelaksanaan posko di Kalasan. Setiap harinya terbagi dalam 3 shift yakni Shift 1 : Pukul 07.00 – 14.00 WIB, Shift 2 : Pukul 14.00 – 21.00 WIB dan Shift 3 : Pukul 21.00 – 07.00 WIB. Keberadaan PoskoMU ini harapannya memberikan layanan kepada masyarakat dan pemudik guna mendapatkan kemudahan dan kenyamanan dalam melakukan perjalanan dan mengurangi resiko gangguan keamanan menyambut Idul Fitri 1446 H dan menjadi bentuk Syiar Muhammadiyah. Reportase Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Upaya Melenturkan Dakwah Muhammadiyah yang Berkemajuan di PCM Kalasan Dengan Diplomasi Makanan

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 4 Mei 2024 PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Kapanewon Kalasan menggelar Pengajian Akbar sekaligus Syawalan bertempat di Lapangan Bayen, Purwomartani, Kalasan, tepatnya di depan SMP Muhammadiyah 2 Kalasan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh segenap Forkompim Kalasan (Panewu, Danramil, dan Kapolsek), PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Kabupaten Sleman, jajaran pengurus PCM, PCA, PRM, PRA, Kepala dan segenap jajaran AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) di Kalasan, baik tingkat PAUD, SD Muhammadiyah, SMP Muh, SMA/SMK Muhammadiyah, Wali Murid, dan warga/ simpatisan  Muhammadiyah Kapanewon Kalasan. Pengajian Akbar yang dimulai pkl. 05.45 itu menghadirkan ustadz kondang yang juga Dosen Fak Kedokteran Hewan UGM, drh. H. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D. Ustadz Agung memaparkan bahwa dakwah Islam hendaknya peka dan menyentuh kebutuhan dasar umat. Di tengah-tengah kondisi meroketnya harga kebutuhan pokok, terutama pangan, kebutuhan dasar yang harus dipenuhi adalah soal makan. Karena itu, dakwah Muhammadiyah hendaknya menyasar pada upaya membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yaitu persoalan makan. Ustadz Agung menegaskan bahwa diplomasi makan merupakan gerakan dakwah yang mendesak dilakukan agar memberi kenyamanan dan kesejahteraan umat. Gerakan dakwah yang cenderung menakut-nakuti umat, selalu menyalahkan dengan ancaman haram dan neraka tidak relevan dengan kebutuhan umat. Kepemimpinan dalam persyarikatan Muhammadiyah itu bersifat kolugium, otaknya banyak sehingga seharusnya lentur, tidak kaku. Muhammadiyah hendaknya tampil dan berada di garis depan dalam melakukan gerakan dakwah yang solutif, lentur, dan tidak kaku. Salah satunya adalah Gerakan Diplomasi Makan, yaitu gerakan dakwah yang membantu pemenuhan kebutuhan makan umat. Contoh sederhana yang merupakan praktik baik umat, misalnya membayar zakat fitrah dengan beras yang disertai telor, mie, atau bahan makanan lain agar masyarakat miskin sebagai penerima zakat menerima beras dan lauknya untuk keperluan makan. Praktik baik lainnya misalnya, kajian bakda Subuh yang dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama, Jumat berkah selepas Sholat Jumat disediakan makan siang, Gerakan ATM Beras, yakni penyediaan beras dan sembako lain bagi masyarakat miskin yang membutuhkan. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar makan tersebut, umat akan merasa aman dan nyaman dalam beribadah. Ustadz Agung juga mengingatkan perlunya mewaspadai tipu daya syetan yang senantiasa akan membelokkan niat  baik umat, sebagaimana dia telah melakukan tipu daya kepada Adam dan Hawa sehingga Adam tergelincir ke dalam godaannya hingga terusir dari surga dan diturunkan ke dunia, terpisah dari istrinya, Hawa. Syetan akan selalu menempel dan menjerumuskan setiap amal baik manusia. Akan tetapi, bagi orang yang beriman dan bertawakal, tipu daya syetan itu tidak akan berpengaruh, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran surat An-Nahl: 99, yang artinya Sungguh setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakan kepada Alloh.  Hendaknya kita tutup rapat-rapat pintu-pintu masuk pengaruh setan terhadap ibadah kita, antara lain: pintu amarah, putus asa, cinta dunia, dan makan atau minum secara berlebihan. Sementara itu, Ketua PCM Kalasan, H. Sunandar, S.Psi., dalam sambutannya menyampaikan bahwa PCM Kalasan berkomitmen untuk menguatkan misi Muhammadiyah sebagai gerakan berkemajuan. Oleh karena itu, beliau berharap seluruh komponen PCM, PRM, PCA, PRA, dan jajaran AUM hendaknya saling berkolaborasi  untuk menguatkan gerakan dakwah yang lebih baik. Salah satu gerakan yang dirintis PCM Kalasan adalah gerakan berbelanja sambil bershodaqoh, bermitra dengan PT SSB (Sang Surya Bersinar) Kalasan. Dengan berbelanja produk SSB, umat akan mendapatkan produk terbaik, sekaligus bershodaqoh untuk membiayai gerakan dakwah melalui PCM Kalasan. PRM dan PCM di seluruh Indonesia yang berminat untuk mendistribusikan, sekaligus sebagai kegiatan pemberdayaan ekonomi umat akan mendapatkan sharing dana dari laba hasil penjualan yang bisa digunakan untuk membiayai gerakan dakwah Muhammadiyah di wilayahnya. Untuk komunikasi lebih lanjut terhadap produk ini, Anda bisa menghubungi Pak Agus dengan melalui nomor HP 0819 3172 0528. (Sarno R Sudibyo, MPI PCM Kalasan)

Loading