BEDAH KARYA PENELITIAN KADER MUDA MUHAMMADIYAH NGAGLIK“Konsep Pendidikan Berkemajuan K.H. Ahmad Dahlan”

Ngaglik.Pdmsleman.Or.Id Bidang Pendidikan dan KaderisasiPimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Ngaglik, Sleman Mempersembahkan BEDAH KARYA PENELITIAN KADER MUDA MUHAMMADIYAH NGAGLIK“Konsep Pendidikan Berkemajuan K.H. Ahmad Dahlan” Penulis & Pemateri:Iqbal Algifari, M.Pd.(Anggota Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PCPM Ngaglik) Host:Ari Wibowo, S.H.I., S.H., M.H.(Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PCPM Ngaglik) 📝 Catat ya waktunya… 🗓️ Hari : Rabu🏷️ Tgl. : 15 Mei 2024⏰ Jam : 19.30 – 21.00 WIB💻 Media : Zoom Meeting Link : https://uii.zoom.us/j/91503606099?pwd=V0NOdktVY2x3TUMwM21GQ3dhZnZqZz09 Meeting ID : 915 0360 6099Passcode : 570631 billahi fii sabililhaq fastabiqul khairat

Loading

“Pasar Ceria” Dari Hasil Shadaqah Sampah Gerakan Sedekah Sampah PCM Ngaglik

Ngaglik, Pdmsleman.Or,Id Pada Ahad, 21 Januari 2024, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM Ngaglik bersama ortom-ortomnya meluncurkan Gerakan Shadaqah Sampah (GSS) yang bermarkas di Masjid Ahmad Dahlan Rejodani, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Setiap Ahad Pahing, Tim GSS menerima shadaqah sampah dari jama’ah Pengajian Ahad Pagi Masjid Ahmad Dahlan dan juga masyarakat sekitar. Sampah yang diterima berupa sampah anorganik seperti botol plastik, kaca, kertas, dan logam. Khusus untuk botol plastik, jama’ah dan masyarakat bisa bersedekah sewaktu-waktu dengan memasukan ke keranjang sampah yang disediakan di depan Masjid Ahmad Dahlan. Sampai dengan saat ini sudah dilakukan 2 (dua) kali pengumpulan shadaqah sampah. Pertama dilakukan pada Ahad Pahing, 21 Januari 2024 dan terkumpul sebesar Rp. 1.067.500,- dari hasil penjualan shadaqah sampah. Kedua dilakukan pada Ahad Pahing, 25 Februari 2024 dan terkumpul sebesar Rp. 1.640.000,- dari hasil penjualan shadaqah sampah. Hasil penjualan tersebut disalurkan kembali kepada masyarakat dan jama’ah melalui “Pasar Ceria GSS PCM Ngaglik” yang menyediakan aneka sayuran dan lauk pauk untuk dibagikan secara gratis. “Alhamdulillah, masyarakat semakin antusias untuk menyedekahkan sampahnya ke Masjid Ahmad Dahlan. Jama’ah dan masyarakat sekitar juga rela mengantri untuk mendapatkan sayuran dan lauk dari hasil penjualan shadaqah sampah,” ujar Ketua GSS PCM Ngaglik, HIdayatul Mabrur, S,Pd.I., M.Pd. Senada dengan itu, Ari Wibowo, S.H.I., S.H., M.H., selalu Ketua Majelis Hukum, HAM, dan Lingkungan Hidup PCM Ngaglik menyampaikan bahwa GSS merupakan bagian dari kepedulian PCM Ngaglik atas masalah sampah yang terjadi hampir di semua wilayah termasuk Nganglik. Gerakan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama menjadi bagian dari solusi masalah sampah di Indonesia. Pasar Ceria GSS PCM Ngaglik diresmikan oleh Ahmad Ahid Mudayana, S.KM., M.PH., selaku Ketua Majelis Lingkungan Hidup PWM DIY dengan memotong pita. Ketua PCM Ngaglik, Prof. Dr. Ir. Sukamta, MT.,IPM., juga urut mendampingi peresmian tersebut. “Pasar Ceria GSS PCM Ngaglik insyaAllah akan diadakan secara rutin setiap bulan. Semoga bisa memotivasi masyarakat untuk mengikuti pengajian Ahad Pagi di Masjid Ahmad Dahlan, berbagi kebaikan, dan memanfaatkan potensi sampah untuk menjadi berkah,” harap Sukamta. Pasar Ceria ditutup dengan makan bersama atau “kembulan” sebagai bentuk keakraban dan persaudaraan yang egaliter antar warga PCM Ngaglik dari lintas usia.

Loading

Bupati Sleman Resmikan “Gerakan Shadaqah Sampah” Muhammadiyah Ngaglik

Ngagik.Pdmsleman.Or.Id Saat ini Indonesia tengah mengalami darurat sampah. Belasan juta ton sampah menumpuk tidak terkelola dengan baik. Setiap hari tumpukan sampah semakin bertambah sementara daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sangat terbatas. Hal demikian juga terjadi di DIY. TPA regional yang berada di Piyungan ditutup karena sudah penuh dan tidak mampu lagi menampung tambahan sampah. Akibatnya, sampah rumah tangga dibuang di sembarang tempat sehingga mengakibatkan bau tidak sedap dan menjadi sarang penyakit. Ada pula yang membakar sampah yang juga bisa berdampak buruk pada kesehatan. Sebagai organisasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Ngaglik berinisiatif melakukan sebuah gerakan peduli sampah dengan nama “Gerakan Shadaqah Sampah: Ubah Sampah Jadi Berkah”. Untuk merealisasikannya, dilakukan kegiatan secara berjenjang, mulai dari “Sekolah Sampah” pada Minggu, 5 November 2023 yang diasuh oleh Ustaz Ananto Isworo, founder gerakan “Shadaqah Sampah Berbasis Eco-Masjid. Kemudian seminggu kemudian (12/11) diadakan studi tiru ke Masjid Al Muharam, Kampung Brajan, Tamantirto, Bantul, DIY, untuk melihat langsung praktik pengelolaan sampah di sana. Sabtu, 25 November 2023 diselenggarakan Tabligh Akbar dan Launching “Gerakan Shadaqah Sampah” Muhammadiyah Ngaglik. Gerakan tersebut diresmikan oleh Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo didampingi oleh Ketua PCM Ngaglik, Prof. Dr. Sukamta, S.T., M.T., beserta pimpinan organisasi otonomnya. Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyampaikan bahwa sampah rumah tangga merupakan penyumbang volume sampah terbesar sehingga Pemerintah Kabupaten Sleman terus melakukan sosialisasi gerakan pilah sampah dan memberikan bantuan alat pengelolaan sampah rumah tangga di beberapa kalurahan. “Terbukti, di Kabupaten Sleman volume sampah per-hari terus menurun. Meskipun Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyedikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) namun masalah sampah tidak akan selesai tanpa pengelolaan mandiri oleh rumah tangga dan masyarakat,” ujarnya. Bupati mengapresiasi “Gerakan Shadaqah Sampah” oleh PCM Ngaglik karena akan membantu Pemerintah Kabupaten Sleman dalam penanganan masalah sampah. Adapun Tabligh Akbar diisi oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S dipandu oleh Siti Fauziyah atau pemeran Bu Tejo dalam film “Tilik”. dr. Agus menyampaikan bahwa Gerakan Shadaqah Sampah ini sesuai dengan tema Milad Muhammadiyah ke-111, yakni “Ikhtiar Menyelamatkan Semesta”. Ia mengutip QS. Ar-Ruum ayat 41 yang menegaskan bahwa kerusakan di darat dan laut karena ulah tangan manusia sendiri. “Gerakan hemat sampah di setiap rumah tangga termasuk Gerakan Shadaqah Sampah ini mungkin nampak kecil namun jika dilakukan serentak di berbagai tempat maka akan menjadi besar. Satu rumah tangga per-hari berhemat dua kantong plastik saja, maka kalau dilakukan oleh semua rumah tangga maka akan mengurangi berton-ton tumpukan sampah,” tegasnya. Acara Tabligh Akbar semakin meriah dengan kehadiran Bu Tejo yang mengajak masyarakat untuk mengelola sampah rumah tangga dan berhemat sampah anorganik. Perwakilan Pengelola Gerakan Shadaqah Sampah, Ari Wibowo, S.H.I., S.H., M.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa nanti akan ditentukan hari tertentu untuk menerima shadaqah sampah yang bertempat di Masjid Ahmad Dahlan PCM Ngaglik. Hasil dari shadaqah sampah akan digunakan untuk pembiayaan kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah Kapanewon Ngaglik. “Semoga dari sampah dapat menjadi berkah untuk masyarakat Ngaglik,” tutupnya. Sementara Ketua Pengelola Gerakan Shadaqah Sampah diamanahkan kepada kader muda PCM Ngaglik, Hidayatul Mabrur, S.Pd., M.Pd. yang akan merangkul relawan dari PCM Ngaglik dan semua organisasi otonomnya.

Loading

Muscab Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Ngaglik mengusung tema: “Membangun Ngaglik Berkemajuan dan Kerkebangsaan”

Muhammadiyah Cabang Ngaglik melaksanakan musyawarah cabang pada tanggal 20 Agustus 2023 yang bertempat di Sekolah Dasar Muhammadiyah Ngaglik 1 yang bertempat di ranting Sukoharjo. Acara pembukaan Muscab ini dihadiri oleh beberapa pengurus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah PDM Sleman, jajaran muspika ngaglik, seorang anggota DPRD Sleman, dan pengurus Muhammadiyah Ngaglik serta warga Muhammadiyah khususnya Ranting Sukoharjo. Panewu Ngaglik Agung Endarto, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi yang besar dan mempunyai anggota yang sangat banyak. Oleh karena itu, melalui muscab ini menghimbau agar Muhammadiyah Ngaglik  semakin memberi manfaat bagi warga masyarakat  dan meningkatkan sinergi dengan pemerintahan terutama di Ngaglik. Menghadapi tahun politik ini, Panewu Ngaglik menghimbau agar warga Muhammadiyah khususnya terus menjaga persatuan dan kesatuan.  Sambutan panewu diakhiri dengan pembukaan Muscab. Sementara itu H. Sukamto sebagai wakil dari PDM Sleman mengingatkan, bahwa Muscab bukan semata-mata hanya untuk pergantian pengurus. Akan tetapi hal yang harus dipikirkan dalam Muscab adalah untuk menyusun rencana dan program yang akan datang, agar kerja kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas di Muhammadiyah lebih terarah dan kiprah Muhammadiyah di Cabang lebih meningkat.  Pak Kamto juga mengingatkan bahwa kultur Muhammadiyah  adalah tidak ada orang yang meminta untuk menjabat menjadi pimpinan. Namun jika diberi kepercayaan sebagai pimpinan atau pengurus dimanapun posisinya harus siap untuk melaksanakan. Dalam menanggapi sambutan Panewu, Pak Kamto menyatakan bahwa Insya Allah warga Muhammadiyah dalam menghadapi tahun politik akan dapat terus menjaga persatuan dan kesatuan sebagai warga negara Indonesia. Di Muhamadiyah sudah ada PHIWM (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah) yang didalamnya menganjurkan agar seluruh warga Muhammadiyah bertaprisipasi aktif dalam politik. Beliau mengatakan bahwa semua warga muhammadiyah yang berkecimpung dalam politik praktis, tidak boleh hanya mewakili sebagai wakil partai, akan tetapi harus menjadi sebagai representasi warga Muhammadiyah yang berkemajuan. Diakhir sambutannya beliau juga mengingatkan bahwa nanti setelah terpilih pengurus baru di PCM Ngaglik, jangan lupa bahwa apapun yang menjadi keputusan dan rencana ke depan harus mengacu kepada keputusan-keputusan Muhammadiyah dari pusat. Rencana-rencana ke depan harus secara sinergis mengacu kepada keputusan-keputusan di atasnya. Salah satu contohnya bahwa Muhammadiyah Yogyakarta memutuskan untuk mendukung terpilihnya Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. sebagai anggota DPD, maka PCM Ngaglik dan seluruh warga Muhammadiyah di Ngaglik wajib mendukung program ini.  Pembukaan Muscab Ngaglik  diakhiri dengan pembacaan do’a oleh wakil dari KUA Ngaglik. Reportase : Sutipyo Ru’iya MPI PDM Sleman

Loading

Prof. Dr. H. Muhammad Wildan, MA Pengajian Ahad Wage, Membangun Kesalehan Ekologi Melalui Masjid dan Jama’ah

Akhir-ahir ini Yogyakarta mendeklarasikan darurat sampah, setelah TPA Piyungan menutup masukan sampah untuk beberapa minggu ke depan. Akibat ditutupnya TPA Piyungan membuat, warga menjadi resah karena sampah menjadi problem yang sulit untuk diatasi. Kemana masyarakat akan membuang sampah? Mau diapakan  sampah yang menumpuk dari setiap rumah tangga? Untuk mengatasi permasalahan sampah, tentu bukan hal yang mudah. Sampah harus diatasi secara bersama-sama. Setiap insan harus mempunyai kesadaran diri akan pentingnya mengelola sampah dengan cerdas. Kecerdasan pengelolaan sampah akan berdampak untuk diri sendiri dan juga untuk kehidupan secara luas. Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mengelola sampah, bukan hal yang mudah namun memerlukan edukasi yang dilakukan secara terus menerus. Dalam rangka mengedukasi masyarakat akan sampah, perlu di lakukan di seluruh mulai dari rumah tangga masing-masing. Orangtua harus mengajarkan kepada anak-anaknya untuk membuang sampah pada tempatnya dan dipilah-pilah sesuai dengan jenis sampah. Begitulah yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Muhammad Wildan, MA dalam pengajian Ahad Wage tanggal 6 Agustus 2023 di Masjid Ahmad Dahlan Rejondani Sariharjo Ngaglik Sleman. Prof. Wildan mengatakan bahwa masalah sampah memang belum ada pada zaman Rasulullah sehingga tidak ada hadis yang secara langsung memberikan pedoman tentang sampah. Namun ajaran Islam secara umum sudah diajarkan oleh Rasulullah agar umat Islam tidak mengotori sumber air, seperti sabdanya: “Dari Jabir RA., Bahwasanya Rasulullah SAW. Melarang kencing ke dalam air yang menggenang” (HR. Muslim). Dalam sabdanya yang lain: “Kebersihan itu adalah sebagian dari iman.” Oleh karena itu, Prof. Wildan menghimbau agar seluruh jamaah memulai menumbuhkan kesadaran akan pengelolaan sampah mulai dari ruah masing-masing. Pengelolaan sampah juga bisa disisoalisasikan dimulai dari jamaah-jamaah masjid untuk menumbuhkan kesalehan ekologi. Kesalehan ekologi merupakan seruan Allah SWT. agar umatnya tidak terkena dampak dari perilakunya sendiri yang sembarangan dalam berbuat. Perbuatan sembarang manusia yang akan kembali dirasakan manusia salah satunya adalah sampah. Terjadinya banjir dibelahan bumi, salah satunya akibat sampah. Begitu pula banyaknya ragam penyakit, juga banyak disebabkan oleh sampah. Allah berfirman: “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan akibat perbuatan tangan manusia, supaya merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (QS. Ar Rum: 41).Oleh karena itu, marilah seluruh umat Islam semua agar meningkatkan kesalehan ekologis dengan cara mengelola sampah masing-masing, Kita berharap dengan dapat mengelola sampah dari masing-masing individu, maka darurat sampah akan bisa terasa secara bersama-sama. Kontributor: Sutipyo Ru’iya, MPI Sleman.

Loading

Shalat Idul Adha di Lapangan Klidon Angkat Tema “Memberikan Yang Terbaik Untuk Allah”

Shalat Idul Adha di lapangan Klidon dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 28 Juni 2023 jam 06.30 pagi. Sholat Idul Adha di lapangan Klidon dihadiri oleh sekitar 1500 jamaah dari berbagai daerah sekitar keluharan Sukoharjo. Pada pelaksanaan kali ini di hadiri oleh tokoh tokoh Masyarakat mulai dari tingkat RT dan RW, Kepala Dukuh dan tokoh-tokoh agama dan Muhammadiyah. Ketua PRM Sukoharjo Budiyono mengatakan bahwa “ persiapan shalat Idul Adha melibatkan segenap Ortom ( Organisasi Otonom ) Muhammadiyah seperti KOKAM, PRM, PRA dan pemuda, dimulai dengan beberapa langkah mulai dari surat izin penggunaan lapangan Klidon kepada kepala desa Sukoharjo”. Adapun persiapan fasilitas shalat di lapangan mulai dari pembuatan shaf, yang dimulai dari setelah shalat Isya’ sampai sekitar jam 22.00 bersama dengan para pemuda. Beberapa perlengkapan yang belum dimiliki oleh PRM dipinjam dari beberapa tempat seperti mimbar dipinjam dari Masjid Losari, tikar dan beberapa perlengkapan lain dari IPHI Sukoharjo. Bertindak sebagai imam dan khatib pada shalat Idul Adha adalah Ust. Dr. H. Uki Sukirman, M.Ag (Dosen UIN SUKA). Tema khutbah adalah “Memberikan yang terbaik untuk Allah”. Berkurban merupakan ibadah yang sangat menekankan tentang keikhlasan, “ibadah Qurban mengajarkan kita untuk memberikan yang terbaik pada Allah SWT. Melalui pengorbanan yang terbaik dari kita, maka Allah pasti akan memberikan yang terbaik juga untuk kita.” Hal ini telah dicontohkan oleh kurban dari putra Nabi Adam AS dalam surat Al-Maidah ayat 27: وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ Artinya: Ceritakanlah kepada mereka kisah tentang kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.” (Q.S Al-Maidah:27 Alhamdulillah, perolehan infaq pada pelaksanaan sholat idul adha di lapangan Klidon Sukoharjo sebesar Rp. 13.385.000 dan 20 Ringgit malaysia. Hasil dari infaq ini akan disalurkan ke AUM Sukoharjo melalui permohonan dengan mengirim proposal.(Df/Tip) Reportase        : Sutipyo R, MPI PDM Sleman.

Loading