Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Rabu 26 Februari 2025 bertepatan dengan hari terakhir masuk sekolah sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, para siswa SMP Muhammadiyah 1 Seyegan yang tergabung dalam kepengurusan IPM ranting SMP Muhammadiyah 1 Seyegan membagikan kurma kepada warga sekitar sekolah. Setiap kepala keluarga mendapatkan satu kap yang berisi sekitar setengah kilo kurma, kegiatan ini disamping sebagai pendidikan karakter untuk berbagi dan menyemarakkan akan datangnya bulan suci ramadhan, program ini adalah agenda tahunan yang dilaksanakan oleh IPM SMP Muhammadiyah 1 Seyegan. Menurut Rohmadi S.Pd selaku Kepala Sekolah menuturkan bahwa “ Kegiatan ini adalah penutup dari rangkaian kegiatan dalam rangka songsong Ramadhan 1446H. Diawali dengan sholat dhuha berjamaah di Masjid, dilanjutkan dengan pawai taaruf yang dimeriahkan dengan grup drumband SMP Muhammadiyah 1 Seyegan”. Rangkaian agenda ini juga dimeriahkan dengan pengajian akbar songsong ramadhan yang menghadirkan ustadz kondang “Sayid satria baja islam”. Dalam ceramahnya ustadz Sayid menyampaikan “ pentingnya puasa bagi seorang muslim, disamping Allah akan mengampuni dosa dosa kita, ternyata puasa dapat membuat badan kita lebih sehat”. Reportase Rohmadi S.Pd SMPM Seyegan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 22 Februari 2025 pagi acara Jalan Santai Milad SMK Muhammadiyah Seyegan berlangsung meriah dengan diiikuti sekitar 500 peserta yang memenuhi seputaran komplek SMK Muhammadiyah Seyegan. Kegiatan ini sendiri merupakan bentuk sosialisasi kegiatan, kiprah dan prestasi peserta didik siswa SMK Muhammadiyah Seyegan kepada masyarakat sekitar yang dirangkai dalam acara “Gebyar Milad HUT SMK Muhammadiyah Seyegan”. Selain itu juga untuk menjalin sillaturrahmi, menjaga kesehatan, dan menumbuhkan rasa kebersamaan, yang diundang siswa dan guru Olahraga SMP Muhammadiyah 1 Seyegan, SMP Negeri Seyegan, SMP Sultan Agung Seyegan, MTs Negeri Seyegan dan SMP Muhammadiyah Tempel. Nampak hadir tamu undangan seperti Arif Kurniawan, S.Ag.,M.H anggota DPRD Provinsi DIY, PCM Seyegan, PCA Seyegan, Panewu Seyegan, Polsek Seyegan, Lurah Margoagung, Dukuh Krapyak. Sambutan Kepala Sekolah M. Solichin M.Pdi menyampaikan rasa syukur bahwa pada hari ini kita dapat berkumpul bersama-sama untuk merayakan Milad SMK Muhammadiyah Seyegan dengan penuh semangat dan kebersamaan. “Jalan Santai sebagai salah satu rangkaian acara Milad SMK Muhammadiyah Seyegan dengan harapan kegiatan ini bisa mempererat tali silaturahmi, menjaga kesehatan, dan menumbuhkan rasa kebersamaan di antara kita semua”. Apresiasi antusiasme dan partisipasi seluruh peserta terutama adik-adik siswa kelas 9 SMP dan MTs sederajat yang hadir dengan penuh semangat. Di kesempatan tersebut juga terdapat berbagai stand pameran dari SMK Muhammadiyah Seyegan berupa stand servis motor ringan gratis dari teknisi siswa TBSM SMK Muhammadiyah Seyegan), stand konsultasi pembuatan web dengan teknisi siswa RPL SMK Muhammadiyah Seyegan dan stand Market Day (siswa-siswi SMK Muhammadiyah Seyegan). Sementara Arif Kurniawan S.Ag M.Hum memberi motivasi agar siswa lebih giat belajar dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. “Kompetisi kedepan semakin ketat maka harus membekali diri dengan keterampilan. Milad SMK Muhammadiyah Seyegan sebagai momentum mempersiapkan SDM handal. Dengan rangkaian kegiatan Milad SMK Muhammadiyah seperti jalan sehat, pemeriksaan kesehatan, baksos diharapkan masyarakat sekitar lebih mengenal lebih dekat”. Ratusan doorprize hiburan sebanyak 130 buah dan Doorprize Utama ada 6 yaitu; 3 buah kipas angin, 2 buah smartphone dan satu buah sepeda menambah semaraknya suasana jalan sehat ini.
Seyegan Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 15 Februari 2025 dilakukan launching branding baru SMP Muhammadiyah 1 Seyegan dengan mengangkat ” Sekolah CAlon Pemimpin”, secara resmi dilaunching oleh Mujiono, S.Pd, M.Pd selaku Pimpinan Dikdasmen PNF PDM Sleman ” Branding ini adalah sebaga jawaban dari keinginan sekolah untuk membekali siswanya ilmu tentang kepemimpinan. Dengan harapan setiap siswa yang lulus dari SMP Muhammadiyah 1 Seyegan mendapatkan bekal ilmu tentang kepemimpinan dan siap menjadi pemimpin di massa depan” kata Rochmadi, S.Sos.I KS SMP Muhamnadiyah 1 Seyegan. Ilmu tentang mengelola organisasi, mulai dari mempelajari alur jalannya sebuah organisasi, diawali dari bagaimana membentuk sebuah kepengurusan organisasi, mempelajari bagaimana jalannya sebuah rapat, memahami masing masing peran ( ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara dan bidang bidang yang ada di sebuah organisasi ) semua dipelajari di sini. Bagaimana mengelola sebuah acara, yang diawali dengan pertemuan untuk membentuk sebuah kepanitiaan, menyusun proposal dan laporan pertanggung jawaban ( LPJ ) sebuah acara semua dipelajari di sini. Di sekolah ini juga dipelajari bagaimana public speaking yang baik. Anak-anak belajar bagaimana menjadi MC yang baik, menyampaikan sambutan yang baik, menyampaikan kultum yang baik dan bahkan anak-anak diajarkan bagaimana memimpin sebuah do’a. Itu semua dipelajari di SMP Muhammadiyah 1 Seyegan. Bukan dimasukkan dalam kegiatan ekstra pilihan, namun program branding sekolah ini dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran wajib yang harus diikuti oleh seluruh siswa di semua jenjang. Dalam pembelajarannya, branding ini lebih mengutamakan prakrik dari pada teori. Praktik kultum yang diadakan setiap hari secara bergantian oleh seluruh siswa menurut kelasnya, praktik menyelenggarakan pengajian kelas, yang diawali dengan praktik musyawarah untuk pelaksanaan acara tersebut dan praktik pengajian kelas yang bertugas menurut perannya, ada yang MC, sambutan atas nama pengurus kelas, menyampaikan kultum dan memimpin do’a semua dipelajari dan dipraktikkan secara langsung. Dengan harapan semua siswa yang lulus dari SMP Muhammadiyah 1 Seyegan siap menjadi pemimpin dan bermanfaat ditengah masyarakat. Musase Hebat Musase Jaya Siap Jadi Pemimpin ! Reportase Rohmadi S.Pd SMPM 1 Seyegan Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman
Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan CAbang Muhammadiyah Seyegan melaksanakan rangkaian peringatan milad Muhammadiyah ke 112 dengan beberapa agenda,. Salah satunya dengan pembekalan takmir masjid Se cabang Seyegan. Kegiatan ini diawali sambutan dan arahan ketua PCM Seyegan, Drs H. Tri subanndi, MPd. Dilanjutkan dengan sesi pertama materi optimalisasi manajemen masjid yang disampaikan ust Gitta Welly Ariadi, yang merupakan Takmir masjid Jogokaryan Yogyakarta yang membagikan wawasan penting mengenai optimalisasi manajemen masjid. Pentingnya pengelolaan yang efektif untuk meningkatkan peran masjid sebagai pusat kegiatan umat. Ustadz Gitta menjelaskan bahwa “ manajemen yang baik dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi jamaah, serta mendorong partisipasi aktif dalam berbagai program keagamaan”. Kolaborasi antara pengurus masjid dan masyarakat untuk menciptakan program-program yang relevan dan bermanfaat. Selanjutnya, di sesi kedua, peserta mendapatkan materi mengenai strategi pengembangan program dakwah masjid yang disampaikan oleh Ustadz Lutfanuddin, LC dari Masjid Raya Al Falah Sragen. Ustadz Lutfanuddin menjelaskan berbagai pendekatan inovatif dalam merancang program dakwah yang menarik dan efektif, serta pentingnya memahami kebutuhan jamaah. Dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial, dakwah dapat menjangkau lebih banyak orang. Melalui sesi ini, diharapkan para pengurus masjid dapat mengimplementasikan strategi-strategi tersebut untuk meningkatkan kualitas program dakwah dan memperkuat peran masjid dalam masyarakat. Dalam kesempatan ini juga diserahkan penghargaan kepada Masjid At Taufiq Ngaran, Margokaton sebagai masjid dengan pengumpulan ZIS terbanyak. Dengan kegiatan ini diharapkan masjid dan mushola di Seyegan akan semakin makmur, berkembang dan semakin banyak memberikan manfaat bagi masyarakat. Reportase Enkadhe PCM Seyegan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Seyegan, Pdmsleman.Or.Id PRM Margokaton Seyegan selenggarakan pengajian Ahad Kliwon sekaligus tasyakur Milad ke 112 Muhammadiyah di Masjid Syuhada Planggok Margokaton Seyegan pada Ahad 24 November 2024. Hadir sebagai pembicara ketua majelis tabligh PDM Sragen. Ust. Lutfanuddin, LC. Hadir bersama lebih kurang 1000 jamaah, sekretaris PDM Sleman, H. Arif Mahfud, M.S.I, ketua PDA Sleman, Hj. Hanik Rosyada, jajaran pcm dan PCA Seyegan dan Minggir. Dalam tausiyahnya ust Lutfan yang asli Gamping ini berpesan kepada jamaah : agar memperhatikan 3 hal penting. mengisi otak dengan ilmu, mengisi hati dengan selalu ingat kepada Allah SWT dan mengisi perut dengan makanan dan minuman yang halal”. Dalam pengajian ini juga dilaksanakan beberapa program PRM Margokaton diantaranya, pemeriksaan kesehatan gratis bekerja dengan PKU Muhammadiyah Gamping, dan pemberdayaan UMKM. Selain mendapatkan siraman rohani dengan tausiyah dan pemeriksaan kesehatan jamaah juga menikmati bersama hidangan 1000 porsi sarapan yang disiapkan jamaah masjid Syuhada Planggok. Diakhir kegiatan sekretaris PDM Sleman menyampaikan apresiasinya terhadap program yang dilaksanakan PRM Margokaton dan memberikan pesan agar kegiatan ini bisa dilanjutkan dan ditingkatkan. Reportase Enkadhe PCM Seyegan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan darah Muhammadiyah Sleman dengan gelaran pengajian rutin Jum’at kliwon, kali ini berlangsung pada Jumat, 16 Agustus 2024 siang di Masjid Al Kautsar, Mrincingan Margomulyo Sleman yang dipenuhi ratusan jama’ah yang dengan seksama mengikuti kajian, Pada kali ini menghadirkan Ustadz Dr. H. Agung Danarto M.Ag dari PP Muhammadiyah yang menyampaikan pengajian tentang pentingnya memahami hukum dasar dalam menambang sumber daya alam. Sebagaimana dalam Surat Al-Baqarah Ayat 29 هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ ٱسْتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ Artinya: Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Menurut Ustadz Agung, Allah menciptakan bumi dan segala isinya untuk manusia, namun manusia harus memahami hukum dasar kebolehan dan kesucian dalam menambang sumber daya alam. “Menambang bukan hanya soal mengambil sumber daya alam, tapi juga harus memperhatikan cara menambangnya, untuk siapa, manfaat dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan,” katanya. Sumber daya alam seperti batubara, minyak bumi, nikel, emas, dan uranium memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dalam menambang sumber daya alam tersebut, manusia harus memperhatikan dampak lingkungan dan sosial yang timbul. “Contohnya, tambang batubara meninggalkan lubang besar dan menghilangkan mata air, tanaman, dan lain-lain. Tambang emas dan perak juga memerlukan proses ekstraksi yang dapat mencemari lingkungan,” tambahnya. Sumber daya manusia Muhammadiyah di bidang tambang memadai, hal ini dengan adanya 5 Perguruan Tinggi yang punya Prodi Pertambangan di Kalimantan Timur, Mataram, Tasikmalaya, Maluku Utara serta SMK ada 32 jurusan yang dekat dengan pertambangan dan alat berat Disisi lain proses menambang ini juga ada mafsadatnya, bahwa dalam menambang sumber daya alam, manusia harus memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. “Konsesi tambang dapat beririsan dengan milik perorangan atau tanah adat, sehingga dapat menimbulkan konflik,”.Selain itu, Ustadz Agung juga mengkritik praktik pertambangan swasta yang luas dan dapat menguasai sumber daya alam. “Ijin pertambangan swasta yang luas dapat dipotong sebagian oleh pemerintah dan diberikan kepada ormas, sehingga dapat menimbulkan kekhawatiran bahwa Muhammadiyah akan terbeli atau terkooptasi oleh rezim, Insha Allah Muhammadiyah tidak akan terkooptasi serta tidak akan kehilangan daya kritisnya terhap rezim sesuai spirit amar makruf nahi munkar ,” kata Ustadz Agung. Ustadz Agung menekankan bahwa Muhammadiyah harus mewakili rakyat kebanyakan dan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial dalam menambang sumber daya alam. “Muhammadiyah akan berusaha memberikan Best Practise dan jika gagal, maka ijin akan dikembalikan kepada Pemerintah,” kata Ustadz Agung. Dalam pengajian ini, Ustadz Agung juga mengingatkan bahwa para pendidik kita banyak yang masih memiliki honor yang dibawah UMR, sehingga perlu diadakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan salah satu upaya untuk pemberdayaan umat. Reportase NCP LHKP PDM, H Wahdan A MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Seyegan menggelar Pengajian Akbar Jumat Legi pada hari Jumat, 2 Agustus 2024 di Kompleks Masjid Darul Falah Susukan Margokaton Seyegan dihadiri 1200 orang jamaah ‘Aisyiyah se-kapanewon Seyegan Pengajian Jumat Legi merupakan program rutin lapanan dari Majelis Tabligh dan Ketarjihan. Namun pengajian pada bulan Agustus ini sangat istimewa dengan nuansa nasionalisme menyongsong HUT Kemerdekaan RI ke-79 mengangkat tema “Peran Aktif Perempuan dalam Mengisi Kemerdekaan”. Dra.Hj. Misma Kasim,MA dari Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah hadir sebagai pembicara. Dlam kesempatan ini memaparkan bahwa “ peran perempuan sangat besar bagi kemajuan bangsa, bahkan ‘Aisyiyah yang didirikan oleh Nyai Ahmad Dahlan telah berjuang dan berkontribusi untuk bangsa Indonesia sejak sebelum kemerdekaan serta antara laki-laki dan perempuan memiliki peran yang seimbang dalam perjuangan memajukan bangsa”. Turut hadir dalam Pengajian Akbar ini Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo didampingi Panewu Seyegan Samino, S.IP.,Mc.Dev. Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyampaikan bahwa “ Kabupaten Sleman meraih peringkat satu SDM paling maju se-Indonesia tak lepas dari peranan aktif perempuan Sleman yang selalu meningkatkan kualitas diri dan produktivitasnya. Perempuan harus bisa mendidik anak anak, harus tahu cara menjaga kesehatan keluarga, dan ikut membangun dalam era kemerdekaan”. Di awal acara, dimeriahkan dengan penampilan murid TK ABA Margokaton I, Kelompok Bermain ‘Aisyiyah Darul Falah dan TPA Darul Falah. Dilanjutkan Penyerahan Apresiasi bagi Guru Senior non ASN di TK/Paud ‘Aisyiyah di Seyegan yang merupakan program Majelis Paud Dasmen Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Seyegan. Apresiasi tersebut diserahkan oleh Bupati Sleman kepada 14 guru senior TK/Paud ‘Aisyiyah non ASN yang memiliki masa kerja di atas 10 tahun. Acara ini juga didukung oleh Majelis Kesehatan yang menghadirkan Tim Medis RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan AmbulanMu Seyegan untuk memberikan fasilitas pemeriksaan gratis bagi jamaah. Acara juga semakin semarak dengan adanya Bazaar UMKM di bawah naungan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Seyegan. Reportase Dhian Navitri S.Pd, PCA Seyegan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Sabtu 20 Juli 2024 bertempat di SMK Muhammadiyah Seyegan, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Seyegan menyelenggarakan Kajian Parenting dalam rangka Hari Anak Nasional sekaligus sebagai rangkaian Semarak Milad ‘Aisyiyah ke-107. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi program Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak (GACA) di bawah koordinasi Majelis Kesejahteraan Sosial. Kajian Parenting ini mengambil tema “Pemenuhan Hak Anak dalam Pengasuhan Orang tua” dengan menghadirkan narasumber Andayani Muktiasari, M.Psi., Psikolog dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman. Acara dimoderatori oleh Sekretaris PCA Seyegan Dwi Ratna Purwaningsih, M.Pd dan kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris PDA Sleman Dra. Retno Endah Sawitri, M.Ag. Turut hadir memberikan sambutan Ketua MKS PDA Sleman Yuli Kuswandari, M.Pd dan didampingi Hj. Siti Yulaicha dari PDA Sleman dan Hj. Sarju sebagai Ketua PCA Seyegan. “ Pertumbuhan anak diikuti dengan pertumbuhan orang tua, permasalahan orang tua dan anak salah satunya terjadi karena perkembangan pada anak tidak diiringi dengan perkembangan orang tua. Kegagalan mencapai tugas perkembangan sebagai orang tua menjadi penghambat anak dalam mencapai tugas perkembangannya, yang tentu akan menghambat keseluruhan perjalanan hidupnya” tutur Andayani Muktiasari M.Psi. Oleh karenanya tuntaskan hak anak pada masa kanak kanak maka ia akan melaksanakan kewajibannya pada masa dewasa. Sebagaimana mengutip Ali bin Abi Thalib RA, ” ajarilah anak anakmu sesuai dengan zamannya karena mereka hidup di zaman mereka, bukan pasa zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian. Peserta Kajian Parenting diikuti 220 peserta terdiri dari Kepala Sekolah, guru dan perwakilan wali murid KB dan TK ABA se-kapanewon Seyegan. Selain Kajian Parenting yang sasarannya adalah orang tua, ada kegiatan untuk anak anak yaitu Kids Corner yang dipandu oleh Bunda Dhian Navitri seorang Juru Kisah Islami yang kebetulan merupakan anggota MKS PCA Seyegan. Kids Corner diisi berbagai macam kegiatan yaitu fun games, Icebreaking, menonton film edukasi (bioskop anak), mewarnai gambar dan dongeng anak. Reportase Dhian Navitri S.Pd, PCA Seyegan Editor Arief Hartanto SE, MPI PDM Sleman
Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Rabu 10 Juli 2024 menjadi penanda baru bagi Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ali Bin Abi Thalib Muhammadiyah di Margoagung Seyegan merayakan Khutbah Taaruf perdana, menandai dimulainya tahun ajaran baru. Acara bertema “Membangun Sinergisme antara Santri, Wali Santri, dan Pondok Pesantren” ini dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Panewu Kapanewon Seyegan, pimpinan PCM Seyegan, lurah Margoagung, serta orang tua/wali santri dan tamu undangan lainnya. Khutbah Taaruf ini juga menjadi momen penyambutan 23 santri baru yang terdiri dari santri jenjang SMP, SMK, dan perguruan tinggi. Para santri akan mengikuti pembelajaran di sekolah umum dan kepondokan. Dalam sambutannya, H. Arif Sulistyo SIP selaku PDM Sleman menegaskan peran penting pesantren di tengah kondisi zaman yang memprihatinkan saat ini. “Pesantren adalah pilar esensial dalam pendidikan yang tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujarnya. Konsep pendidikan holistik di pesantren, selain mengembangkan ilmu pengetahuan, juga menyemaikan akhlak dan adab santri melalui muamalah sehari-hari. Sementara itu, Panewu Kapanewon Seyegan menyambut baik kehadiran Ponpes Tahfidzul Qur’an Ali Bin Abi Thalib di wilayah Seyegan. “Ponpes ini diharapkan dapat meningkatkan sektor SDM dan ekonomi di Seyegan. Semoga putra-putri warga Seyegan juga dapat menjadi santri di sini,” harapnya. Direktur Pondok, Ustadz Santoso, menjelaskan hakikat khutbah taaruf dan pondok, “ meskipun Pondok Tahfidz belum memiliki lahan sendiri, ia menekankan bahwa selalu ada jalan untuk harapan dan ikhtiar yang baik. Mengirim anak ke pesantren diibaratkan seperti memindahkan anak pohon pisang dari induknya agar dapat tumbuh maksimal di tempat yang subur”. Istilah “titip” kepada pesantren memiliki makna mendalam. TITIP adalah akronim dari Tega, Ikhlas, Tawakkal, Ikhtiar, dan Percaya. Orang tua harus tega berpisah dengan anak, ikhlas melepaskan mereka, bertawakkal kepada Allah, terus berikhtiar memenuhi kebutuhan anak, dan memiliki kepercayaan penuh terhadap pesantren. Pada akhir khutbah taaruf, dilakukan penyerahan al-Qur’an secara simbolik kepada santri baru oleh Direktur Pondok, disaksikan oleh semua hadirin. Acara ini menunjukkan komitmen Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ali Bin Abi Thalib Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi bangsa yang beriman, kuat, dan berilmu. Semoga Allah memberikan kemudahan dan menjadikan kita semua istiqomah dalam menyiapkan generasi yang memiliki keimanan yang kokoh, fisik yang kuat, dan ilmu pengetahuan yang mumpuni. Sebagaimana tayang di lansir dari