Berbah, Pdmsleman.Or.Id Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang sejak berdiri tahun 1918 hingga kini terus terjaga keberadaannya. Pandu HW Wreda Sleman secara resmi dikukuhkan pada Ahad 18 Mei 2025 di Balai Kalurahan Sendangtirto Berbah, bersamaan dengan acara Temu Kangen dan Pengajian 3 Bulanan. Kepengurusan Kabilah Pandu HW Wreda Sleman periode 2025-2029 diketuai oleh H. Sujarwo, S.Pd. dan 3 orang Ketua, 3 sekretaris, 4 bendahara, serta dilengkapi bidang-bidang: Bidang Tabligh/Kerohanian, Bidang Pubdekdok, Bidang Seni dan Budaya serta Bidang Organisasi dan Kewilayahan. Acara ini dihadiri para pengurus dan anggota Pandu Kehormatan-Wreda se Daerah Istimewa Yogyakarta lengkap, Kabilah Kota Yogyakarta, Kabilah Blawong Bantul, Grup Srandakan Bantul, Kabilah Kulonprogo, Kabilah Gunungkidul, Kabilah Sleman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah & Aisyiyah Berbah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah & Aisyiyah se Kapanewon Berbah dan para simpatisan Muhammadiyah Berbah. Nampak hadir juga Babinsa dan Babinkamtibmas se Kapanewon Berbah. Acara ini dimeriahkan oleh Drumband HW Wreda Blawong Bantul, Angklung dan Drumband SD Muhammadiyah Pajangan I, dan Tarian Anoman Obong dari SMP Muhammadiyah Berbah. Ramanda H. Wachid Ahmadi, Ketua Pandu Wreda D.I. Yogyakarta dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan berharap kepada para pengurus Pandu Wreda Sleman senantiasa menjaga marwah Hizbul Wathan sesuai janji Pandu HW Wreda, antara lain senantiasa bisa menjadi teladan bagi penerusnya seperti dicontohkan oleh Panglima Besar Junderal Sudirman. Selanjutnya dapat dipercaya, setia dan teguh hati, siap menolong, cinta perdamaian, sopan santun dan mandiri. Sementara itu Dr. H. Riduwan, S.E.,M.Ag. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah D.I.Y. dalam tausiyahnya antara lain menngutip surat Ali Imran 110 hendaknya Pandu HW Wreda dapat berperan menjadi penyemangat dan dapat memberikan solusi terbaik dalam hal (1) ruh Islam, sesuai manhaj Muhammadiyah, (2) dakwah amar makruf nahi munkar, berbasis budaya, media yang mencerahkan, dan (3) kepentingan yang lebih luas sumbangsih kepada bangsa dan negara. (M.A. Sanusi, KIM Tirto Gumregah Berbah).
Berbah, Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 17 Mei 2025 Majelis Ekonomi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (ME-PCM) Berbah menyelenggarakan pelatihan bisnis UMKM bertempat di Gedung PIAT UGM. Menurut Ketua ME PCM Berbah H. Siswanto, S.Ag. sebagai penanggungjawab kegiatan ini, sebanyak 60 peserta sesuai target terpenuhi, bahkan lebih. Peserta tidak dipungut biaya alias Gratis. Karena keterbatasan tempat terpaksa dibatasi, menyesuaikan ruang yang tersedia. Ruang nyaman ber-AC lengkap dengan LCD dan kelengkapan pertemuan yang memadai. Kegiatan ini bekerjasama dengan Bank BPD DIY Syari’ah dan UMKM Kapanewon Berbah. Pemateri utama adalah Dr. H. Riduwan, S.E .,M.Ag. (Wakil Ketua WM DIY) dan Arif Wijayanto (Pimpinan Unit Usaha Syari’ah Bank BPD DIY) Rencana acara ini akan dibuka secara resmi oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Berbah Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. M.A. Sanusi – ME PCM Berbah.
Sleman, 17 Mei 2025 — Suasana Sabtu pagi di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman tampak berbeda dari biasanya. Sekitar 75 peserta dari berbagai kalangan berkumpul untuk mengikuti Pelatihan Manajemen Qurban yang digagas oleh JagalMu PDM Sleman. Acara ini merupakan kegiatan perdana yang dipimpin langsung oleh Ustadz Muhammad Hasan selaku Ketua JagalMu, sebuah tim khusus yang dibentuk untuk meningkatkan kapasitas jagal dan panitia qurban di lingkungan Muhammadiyah Sleman. Dibuka sejak pukul 07.30 WIB dengan proses registrasi, para peserta tampak antusias dan siap mengikuti pelatihan yang berlangsung seharian penuh. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan acara, lantunan tilawah yang syahdu, lalu disusul sambutan dari berbagai pihak, menandai semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini. Ustadz Muhammad Hasan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan pelaksanaan ibadah qurban yang sesuai syariat, profesional, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keberkahan. “Pelatihan ini bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi juga tentang keilmuan, pengelolaan yang amanah, serta tanggung jawab moral kita terhadap ibadah besar ini,” ujar Ustadz Hasan penuh semangat. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PDM Sleman, Bapak H. Harjaka, yang memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif JagalMu. Ia menegaskan bahwa pelatihan seperti ini merupakan wujud nyata dari dakwah Muhammadiyah yang bersifat praktis dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Senada dengan itu, Ustadz Irfan Haris selaku Dewan Pembina Syariah JagalMu LP4H PDM Sleman, menekankan pentingnya menempatkan aspek fikih sebagai landasan dalam seluruh rangkaian kegiatan qurban. “Keabsahan ibadah sangat ditentukan oleh ilmu. Maka, kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya menyempurnakan ibadah qurban umat,” ujarnya. Materi Komprehensif dari Para Ahli Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemberian materi inti. Materi pertama dibawakan oleh Ustadz Nurhadi yang membahas Fiqh Qurban. Ia menyampaikan secara rinci ketentuan syariat dalam berqurban, mulai dari jenis hewan yang sah, waktu penyembelihan, hingga adab-adab saat pelaksanaan. Peserta tampak khusyuk mencatat dan aktif bertanya, mencerminkan semangat belajar yang tinggi. Sesi berikutnya diisi oleh Ustadz Tri Hartanto yang mengangkat tema Manajemen Qurban dan Teknik Sembelih. Ia tak hanya menyampaikan teori, tetapi juga berbagi pengalaman lapangan yang sangat aplikatif. Yang menarik, Ustadz Tri juga memimpin layanan asah bilah gratis untuk para peserta, menjadikan pelatihan ini tidak hanya bersifat edukatif tapi juga fungsional. Materi kedua yang disampaikan oleh Mas Agung membahas secara teknis tentang Handling, Sembelih, dan Kelet Kambing. Ia menjelaskan secara detail cara memperlakukan hewan dengan tenang, cara mengikat, serta teknik menyembelih yang efisien namun tetap sesuai syariat dan etika penyembelihan. Simulasi Merobohkan Sapi dan Asah Pisau yang Mengedukasi Bagian yang paling ditunggu-tunggu peserta adalah simulasi penyembelihan yang dikemas secara interaktif dan aplikatif. Dalam Materi 3, Ustadz Husen memimpin praktik yaitu simulasi merobohkan sapi menggunakan media manusia relawan yaitu dengan metode Burley dan metode Rope Sgueeze. Selain itu, peserta diajarkan menyembelih sapi menggunakan media gedebok dan goni, dengan tiga teknik utama: dorong, tarik, dan perpaduan dorong-tarik. Latihan ini memberi bekal teknis yang sangat berguna bagi para jagal pemula maupun yang sudah berpengalaman. Kemudian Mas Agus melanjutkan sesi Materi 4 dengan tema Cek Ketajaman dan Asah Pisau. Ia menekankan pentingnya menggunakan alat yang tajam demi meminimalisir rasa sakit hewan dan mempermudah proses penyembelihan. Para peserta diberikan kesempatan untuk langsung mencoba mengasah pisau mereka dengan pendampingan langsung. Semangat yang Tak Surut Hingga Penutup Setelah sesi praktik selesai, peserta diajak menikmati makan siang bersama. Suasana keakraban dan kekeluargaan terasa kental. Beberapa peserta bahkan menyampaikan rasa syukurnya bisa mengikuti kegiatan ini. “Awalnya saya ragu ikut, tapi ternyata ilmunya banyak sekali dan langsung bisa dipraktikkan. InsyaAllah tahun ini saya lebih siap jadi panitia qurban di masjid,” ungkap Pak Joko, salah satu peserta dari Moyudan. Acara ditutup secara resmi pada siang hari dengan evaluasi dan penyampaian kesan-pesan dari beberapa peserta. Panitia juga membagikan Buku Saku Juru Sembelih Halal Jagal Muhammadiyah PDM Sleman sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi aktif peserta. Pelatihan Manajemen Qurban JagalMu ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak yang menjadi sponsor kegiatan, di antaranya: Langkah Awal yang Menjanjikan Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi menjadi awal dari gerakan pembinaan jagal dan pengelola qurban yang profesional, syar’i, dan berkelanjutan. Ketua JagalMu, Ustadz Hasan, menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin dan menjangkau lebih banyak peserta di masa mendatang. “Pelatihan ini adalah permulaan. Ke depan, JagalMu siap mendampingi masjid-masjid, mushalla, dan komunitas dalam menyelenggarakan ibadah qurban yang lebih baik,” pungkasnya. Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, JagalMu PDM Sleman menunjukkan bahwa ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, melainkan juga momentum untuk menyembelih ego, meningkatkan kompetensi, dan menebar manfaat bagi sesama. reupload https://dmikabsleman.wordpress.com/2025/05/17/pelatihan-manajemen-qurban-perdana-langkah-nyata-jagalmu-pdm-sleman-menyongsong-idul-adha/
Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Pusat Muhammadiyah meluncurkan Pilot Project Sistem Informasi Geospasial Muhammadiyah (SIGMu) di Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah DIY sebagai langkah awal integrasi data Muhammadiyah berbasis lokasi. Program ini diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berlangsung pada 9–11 Mei 2025 di Kantor PP Muhammadiyah Jl. Cik di Tiro Yogya. Untuk memberikan gambaran pemanfaatan data geospasial, peserta mengunjungi Kantor Dispertaru DIY. SIGMu merupakan sistem strategis yang dikembangkan berdasarkan Keputusan Muktamar ke-48 Muhammadiyah, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam berbagai bidang secara digital dan geospasial. Kegiatan Bimtek ini bertujuan: Peserta kegiatan terdiri dari: Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Badan Informasi Geospasial (BIG) serta tim ahli dari Biro Pengembangan Organisasi PP Muhammadiyah. Peserta dibekali pelatihan praktis, mulai dari penggunaan aplikasi geospasial seperti PetaKita dan QGIS, hingga praktik langsung di lapangan dan manajemen data digital. Melalui proyek percontohan ini, Muhammadiyah berharap mampu membangun sistem data yang akurat dan terintegrasi untuk mendukung perencanaan strategis yang lebih berbasis bukti. PWM DIY ditetapkan sebagai wilayah model karena kepadatan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) serta ketersediaan SDM unggul dari SMK dan perguruan tinggi Muhammadiyah di daerah ini. PP Muhammadiyah melihat bahwa SIGMu akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Muhammadiyah menjadi gerakan yang maju, profesional, dan modern.
Berbah, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah mengadakan pengajian Hari Bermuhammadiyan pada Jumat Legi, 9 Mei 2025 bertempat di Masjid Al Huda Kadisono Tegaltirto Berbah Sleman. Acara ini dihadiri sekitar 400-an jama’ah perwakilan dari 6 Ranting Muhammadiyah se Kapanewon Berbah, SD Muhammadiyah se Kapanewon Berbah, TK/PAUD/KB Aisayiyah se Kapanewon Berbah, AUM, LAZISMU dan simpatisan. Dalam sambutannya Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Berbah H. Ahmad Muhajir Hanifi antara lain menyampaikan bahwa ada dua agenda penting untuk mendapatkan perhatian bersama yaitu Palatihan UMKM pada tanggal 17 Mei 2025 dan Khitanan Massal pada tanggal 22 Juni 2025. Pelatihan UMKM bertempat di PIAT UGM tahap pertama dibatasi untuk 60 peserta dari 6 Ranting, sehingga tiap Ranting mengirim 10 peserta. Sedangkan khitanan massal bertempat di SD Muhammadiyah Semoya Tegaltirto dengan target 100 peserta, diutamakan warga persyarikatan dan simpatisan selebihnya untuk umum. Sementara dalam tausiyahnya Dr. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag. yang juga Wakil Rektor Universitas Ahad Dahlan Yogyakarta menyampaikan bahwa kriteria sukses hidup terutama bagi warga Muhammadiyah seperti termaktub dalam mars Muhammadiha yaitu Islam agamaku dan Muhammadiyah gerakanku. Ada 5 kriteria yaitu (1) semua aktifitas hidupnya menjadi amal, (2) amal kebaikannya bertambah dari waktu ke waktu, (3) ilmunya bertambah seiring dengan kemajuan jaman, (4) saudara nya bertambah, dan (5) perbuatan kita bermanfaat bagi sesama. Rep : (M.A. Sanusi, KIM Tirto Gumregah Berbah). Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Pakem, Pdmsleman. Or.Id Jum’at Legi 11 Dzulhijjah 1446 H bertepatan dengan tanggal 9 Mei 2025 diadakan acara pengajian yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Pakem. Acara ini bertempat di Taman Kanak-Kanak (TK) ABA Watuadeg dan mengusung tema “Menjadi Pegawai Muhammadiyah yang Visioner dan Amanah”. Narasumber yang dihadirkan adalah Prof. Dr. Ir. Sukamto, ST, IPU, ASEAN Eng, seorang pakar yang memiliki pengalaman luas dalam bidang manajemen dan kepemimpinan. Pengajian ini merupakan bagian dari upaya PCM dan PCA Pakem untuk menjalin ukhuwah dan melakukan pembinaan terhadap pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di wilayah Pakem. Peserta yang hadir terdiri dari berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah, termasuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), serta Panti Asuhan. Selain itu, PCA Pakem juga mengelola empat TK, lima Kelompok Bermain (KB), dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), AUM Kes PKU Pakem serta pengurus Aisyiyah dan Muhammadiyah. Acara ini dihadiri oleh sekitar 256 orang, yang menunjukkan antusiasme dan komitmen para pegawai Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas diri dan organisasi. Prof. Dr. Ir. Sukamto selaku pebicara menekankan pentingnya visi dan amanah dalam menjalankan tugas sebagai pegawai Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa menjadi pegawai yang visioner berarti mampu melihat jauh ke depan dan merencanakan langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan organisasi. Sementara itu, amanah adalah sikap bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan menjaga kepercayaan yang diberikan. Setiap pegawai Muhammadiyah harus menyadari bahwa bekerja bukan sekedar profesi, melainkan wujud nyata dari pengabdian dan amanah Allah. “Menjadi pegawai Muhammadiyah adalah pilihan hidup, sekaligus ladang amal menuju Ridha-Nya tutur Prof Sukamto”. Reportase Hj. Sumarah M.Pd Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Prambanan , Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka menanamkan pemahaman mendalam tentang rukun Islam kelima, SD MBS Prambanan menyelenggarakan kegiatan Edutrip bertajuk “Edukasi Manasik Haji” di Wisata Edukasi Religi “Qolbu” Boyolali pada Senin 5 Mei 2025. Kegiatan dimulai dengan sholat dhuha bersama di sekolah, dilanjutkan dengan perjalanan menuju lokasi manasik. Sesampainya di Wisata Religi Qolbu, peserta didik yang biasa disapa ananda disambut suasana edukatif yang menyerupai suasana Kota Suci Makkah, menambah semangat dan antusiasme mereka untuk mengikuti rangkaian kegiatan manasik. Sebelum memulai praktik manasik, ananda mendapat arahan dan pengenalan seputar ibadah haji dari para pendamping. Kegiatan dilaksanakan secara berkelompok, dimulai dari niat ihram di miqat, thawaf qudum, sa’i antara Shafa dan Marwah, hingga wukuf di Arafah yang menjadi puncak ibadah haji. Selanjutnya, ananda bermalam di Muzdalifah, melempar jumrah, melaksanakan tahallul, thawaf ifadah, dan diakhiri dengan thawaf wada’. Kepala SD MBS Prambanan, Ustadzah Rizana, menyampaikan bahwa Edutrip merupakan program tahunan sekolah. “Tahun ini, kegiatan dilaksanakan menjelang bulan Dzulhijjah dengan tujuan memberikan pendidikan yang utuh mengenai haji, mulai dari syarat dan rukunnya hingga sejarah di baliknya. Harapannya, anak-anak memperoleh pemahaman mendalam, meningkat keimanannya, dan terasah literasinya,” jelasnya. Senada dengan itu, Ustadzah Ayu selaku guru Al-Islam menambahkan, “Melalui praktik langsung ini, ananda tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga merasakan pengalaman spiritual yang mengesankan. Ini bagian dari pendidikan karakter Islami yang kami tanamkan.” Kesan positif pun datang dari para peserta. Ananda Kenzo dari kelas 4A mengungkapkan, “Saya sangat senang ikut kegiatan ini karena bisa belajar dan praktik langsung ibadah haji. Momen paling seru waktu melempar jumrah karena itu simbol melawan godaan setan.” Sementara itu, Ananda Firyal dari kelas 5D menilai kegiatannya sangat seru dan lokasi manasik mirip seperti yang asli. Ananda Nara dari kelas 3D juga menyampaikan kegembiraannya, terutama saat thawaf dan melempar jumrah. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SD MBS Prambanan menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pembelajaran kontekstual berbasis nilai-nilai keislaman yang menyentuh aspek kognitif, afektif, dan spiritual peserta didik. Reportase Arum Noviana S.Pd SDM MBS Prambanan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
MALAYSIA, Pdmsleman.Or.Id Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menerima Anugerah Khas Tokoh Pendidikan Keusahawanan dari Universiti Malaysia Kelantan (UMK) dalam acara Majlis Suar Gemilang pada Ahad (4/ 5) malam. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Haedar Nashir di Renai Hotel, Kota Bharu, Malaysia. Kedatangan Haedar disambut hangat oleh Naib Canselor UMK, YBrs. Prof.Ts.Dr. Arham bin Abdullah. Prof. Arham merasa bangga bisa membangun hubungan baik dengan Indonesia, khususnya Muhammadiyah yang menurutnya sebagai organisasi Islam terbesar yang memiliki pengaruh di dunia pendidikan dari Taman Kanak-kanak hingga Perguruan Tinggi. Sementara Haedar Nashir dalam sambutannya menyampaikan anugerah ini tak hanya untuk dirinya, sebab diperolehnya anugerah ini untuk menyambung silaturahmi antara Muhammadiyah dengan Malaysia, dan Indonesia khususnya dalam bidang pendidikan. “Meski saya bukan usahawan, dan terlibat sedikit dalam pendidikan. Tapi Muhammadiyah memiliki peran yang sangat luas di bidang pendidikan,” ungkapnya. Sebagai bangsa serumpun, bangsa Indonesia dan Malaysia didorong Haedar agar menjadi Center of Excellence, terlebih di dalam bidang ekonomi dan pendidikan. Bangsa serumpun ini dipandang Haedar mampu menjadi pusat keunggulan. “Untuk itulah anugerah ini kami abdikan bukan untuk Haedar Nashir, tapi untuk negara serumpun. Meskipun bagi saya ini adalah penghormatan yang sangat tinggi. Tapi akan lebih tinggi kalau kita dapat membangun pendidikan dan ekonomi,” ungkapnya. Haedar juga menyampaikan terima kasih atas anugerah yang didapatkan. Ke depan Haedar berharap kerja sama yang dijalin antara Muhammadiyah dengan Malaysia semakin kuat. Sebelumnya, Haedar Nashir menyampaikan telah bertemu dengan Dato Sri Anwar Ibrahim yang menyambut hangat penguatan kerja sama negara serumpun, termasuk dengan Muhammadiyah yang saat ini telah berhasil mendirikan perguruan tinggi di Perlis, Malaysia yaitu Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM).