Dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes. Beri Tausiyah pada Pengajian Hari Bermuhammadiyah PDM Sleman

Pagi hari sejak pukul 07.00 Wib, berbondong-bondong jamaah dari seluruh AUM, PCM dan PRM Se-Kabupaten Sleman mendatangi masjid AR Fachruddin, Kompleks PPM MBS Yogyakarta. Para jamaah tersebut hendak mengikuti kegiatan pengajian hari bermuhammadiyah, Sabtu (03/5/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman. Kegiatan dimulai dengan penampilan memukau dari SD Muh Bleber dengan membawakan tampilan musik angklung. Disusul penampilan dari santri SD di lingkungan Prambanan, Sleman. Ada penampilan menyanyi dari SD Muhammadiyah Prambanan dan penampilan tapak suci dari SD Muhammadiyah Bendosari. Ketua PCM Prambanan, sebagai tuan rumah, dr. Omar Indroyono mengucapkan, “Selamat datang di Prambanan, khususnya di Kompleks AR Fachruddin ini, selamat menyimak dan mengikuti ceramah dari dr. Agus Taufiqurrohman. Mudah mudahan kita semua yang hadir mendapatkan berkah. Aamin.” Sementara itu, Ketua PDM Sleman, Ustaz Harjaka menyampaikan selamat datang kepada PCM PCA Se-Sleman. “Saya senang sekali bisa berjumpa dengan Bapak Ibu. Alhamdulillah bisa berkumpul ngaji di sini.” Dalam ceramahnya, Ustaz Agus Taufiqurrahman menyampaikan, “Dahulu pengajian itu disebut “gerombolan” biasa, sekarang konotasinya negatif. Ustaz Agus juga berpesan, “Ingat, kita di Muhammadiyah lahir dari gerombolan pengajian. Jangan sampai lupa atau meninggalkan pengajian. Kita juga tentu tahu, siapa yang hadir dalam majelis ilmu, dimudahkan jalannya ke surga.” Beliau juga berpesan, “kita sebagai umat Islam jangan sampai menurun kualitas ibadah kita setelah puasa. Setelah ramadan, kualitas ibadah kita harus meningkat. Kita bisa mulai dari menjaga hal yang kecil. Tadarus qur’an misalnya, meski ringan tetapi pahalanya besar.” Terakhir saya ingin menyampaikan, “bergembiralah dalam bermuhammadiyah. Kalau orang tidak bergembira dalam bermuhammadiyah itu berarti orangnya bermasalah.” Kegiatan pengajian hari bermuhammadiyah ini usai sebelum zuhur. Setelah pengajian usai, jamaah pun pulang ke rumah masing-masing [A.Y] Reporst dari https://mbs.sch.id/2025/05/05/dr-agus-taufiqurrahman-sp-s-m-kes-beri-tausiyah-pada-pengajian-hari-bermuhammadiyah-pdm-sleman/

Loading

Gelaran Seni Karawitan Berkonsep Dakwah Seni Budaya Meriahkan Pengajian Syawalan PCM Minggir

Minggir, Pdmsleman.Mu.Or.Id Ada hal yang tidak biasa dalam  pengajian yang diadakan di Gedung Serbaguna Kalurahan Sendangagung, Ahad(27/4/2025). Pengajian Syawalan yang dihelat oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Minggir dimeriahkan dengan pentas karawitan paguyuban Ngudi Budaya Surya Utama. Mengusung konsep dakwah seni budaya, PCM Minggir ingin mewadahi kreativitas pegiat dan pecinta seni budaya serta ikut  nguri-uri kebudayaan jawa yang selaras dengan jiwa dan semangat dakwah. Ketua PCM Minggir, H. Ngadimin, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada paguyuban karawitan yang digawangi oleh Margono selaku ketua Majlis Seni Budaya dan Olahraga (MBSO) PCM Minggir. “ Sebagai wujud giat dakwah berkemajuan, PCM Minggir punya grup karawitan Ngudi Budaya Surya Utama yang telah unjuk kebolehan dihadapan kita semua, nanti akan berkolaborasi dengan ustadz. Masih dalam nuansa Syawal, selaku Ketua PCM saya juga menyampaikan taqobalallahu minna waminkum, mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila banyak kekurangan dalam melayani umat.” ujar H. Ngadimin dalam sambutannya. “Berikutnya ijin kami menyampaikan selamat kepada saudara-saudara kami, calon tamu Allah yang jumlahnya ada 18 orang dari Minggir, teriring doa semoga diberikan keselamatan dari berangkat sampai kepulangan kembali ke tanah air serta menjadi haji yang mabrur.” lanjutnya. Dalam tausiyahnya, Ustadz Marmidi, menyampaikan bahwa dengan menjalankan puasa ramadhan, semoga Allah akan mengampuni dosa-dosa, namun kesalahan kita kepada sesama dapat lebur dengan meminta maaf. Disamping itu beliau menerangkan tentang kunci pokok amalan yang akan dihisab pertama kali adalah sholat. “ Mohon maaf bapak ibu, penjenengan mengaku Islam, jika mendengar suara adzan jangan menunda-nunda mengerjakan sholat. Karena bekal utama kita menghadap Allah adalah bekal taqwa, salah satu yang pokok adalah mengerjakan sholat.”terang Ustadz Marmidi. Dalam pengajian Syawalan ini juga disampaikan bantuan seperangkat peralatan drumband untuk SD Muhammadiyah Soronandan, penyerahan Sertipikat Tanah di Kalikotak untuk diwakafkan kepada SD Muhammadiyah Ngijon V, pentasyarufan dana dari Kantor Layanan LazisMu Minggir untuk Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah PCM Minggir. Selain itu dilaksanakan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis serta bazaar UMKM binaan PCM Minggir. Rep: Sardiyanto-KIM Sendangsari Minggir Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Silaturahim Inspiratif: UMY dan GSSMu Bersinergi Latih Ibu-Ibu Olah Limbah Jadi Sabun

Ngaglik Sebuah momentum silaturahim penuh makna tercipta di Masjid Ahmad Dahlan, Ngetiran, Sariharjo, Ngaglik, Ahad (27/4/2025). Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui tim Pengabdian Masyarakat bekerja sama dengan Gerakan Sodakoh Sampah Muhammadiyah (GSSMu) Ngaglik menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun dari limbah minyak goreng. Kegiatan ini diselenggarakan selepas Pengajian Ahad Pagi yang rutin diadakan di Masjid Ahmad Dahlan (MAD), diikuti dengan antusias oleh para ibu-ibu dari PCA Ngaglik, relawan GSSMu, serta jamaah setempat. Selain mendapatkan ilmu, para peserta juga membawa pulang sertifikat pelatihan serta sabun hasil karya mereka sendiri. Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Pengabdian Masyarakat UMY, apt. Sabtanti Harimurti, Ph.D., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas semangat kolaborasi antara kampus, komunitas, dan jamaah masjid. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar transfer teknologi, namun juga merupakan bentuk nyata dari semangat silaturahim dan kepedulian terhadap lingkungan. “Kita belajar bersama hari ini, bahwa apa yang kita anggap limbah, bisa menjadi berkah bila diolah dengan baik. Semoga pelatihan ini membawa manfaat dan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ujar apt. Sabtanti. Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen UMY untuk memperkuat pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan, sekaligus mendukung inisiatif lingkungan seperti Gerakan Masjid Hijau yang tengah digalakkan oleh Masjid Ahmad Dahlan. Perwakilan dari GSSMu Ngaglik, Maulana Pradika, juga memberikan sambutan penuh apresiasi. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada UMY atas penyelenggaraan pelatihan ini, yang sangat sejalan dengan visi misi GSSMu dan program Masjid Hijau Ahmad Dahlan. “Salah satu langkah kecil kami dalam mewujudkan masjid yang ramah lingkungan adalah dengan mengurangi limbah. Melalui pelatihan ini, kita menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tugas individu, melainkan tanggung jawab bersama,” tutur Maulana. Ia menambahkan, kolaborasi seperti ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara akademisi, komunitas, dan masyarakat luas dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan sosialisasi tentang pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya minyak goreng bekas, yang sering menjadi sumber pencemaran lingkungan jika dibuang sembarangan. Dipandu oleh tim dari UMY, para peserta kemudian praktik langsung membuat sabun dari minyak goreng bekas. Dengan antusias, para ibu-ibu mengikuti setiap tahapannya, mulai dari proses penyaringan minyak, pencampuran bahan, hingga pencetakan sabun. Suasana penuh semangat terlihat sepanjang pelatihan. Tawa ceria dan diskusi ringan mengisi ruang masjid yang berubah menjadi bengkel kecil ramah lingkungan. “Senang sekali bisa belajar langsung. Ternyata membuat sabun dari minyak bekas itu mudah, dan hasilnya wangi,” komentar salah satu peserta, Ibu Siti dari PCA Ngaglik, sembari menunjukkan sabun buatannya. Di akhir sesi, seluruh peserta menerima sertifikat sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka. Selain itu, masing-masing peserta juga membawa pulang sabun hasil karya mereka sendiri sebagai oleh-oleh, simbol dari keterampilan baru yang telah mereka pelajari. Kegiatan ini menutup rangkaian Ahad pagi di Masjid Ahmad Dahlan dengan penuh kehangatan dan semangat perubahan. Silaturahim yang terjalin, ilmu yang didapat, dan karya yang dihasilkan menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi untuk kebaikan bisa dimulai dari hal sederhana. Kegiatan ini bukan hanya tentang membuat sabun, tetapi juga tentang menanamkan kesadaran lingkungan, memberdayakan masyarakat, dan mempererat silaturahim. UMY dan GSSMu Ngaglik membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah bagian dari dakwah sosial yang berkelanjutan. “Semoga ini bukan akhir, tapi justru awal dari banyak kegiatan positif lainnya,” tutup apt. Sabtanti penuh harap. Dengan semangat silaturahim, Masjid Ahmad Dahlan, UMY, dan GSSMu Ngaglik terus bergerak bersama mewujudkan lingkungan yang lebih baik, satu langkah kecil yang membawa perubahan besar.

Loading

Halal Bil Halal Relawan AmbulanMu di RS UAD, Membangun Kesadaran Dan Keterampilan Relawan AmbulanMu Siap Menolong Siap Menyelamatkan.

Depok, Pdmsleman.Or.Id Jum’at 25 April 2025  Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD) menjadi tuan rumah dalam acara pelatihan relawan yang diselenggarakan oleh FORPAM (Forum Pengelola Ambulans Muhammadiyah) Sleman dan PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Depok. Acara yang berlangsung dari pukul 19.30 hingga 22.00 ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari 17 titik layanan di seluruh Sleman. Dalam sambutannya, M Ikhsan selaku perwakilan PCM Depok mengungkapkan apresiasi yang tinggi terhadap para relawan yang telah berkomitmen untuk menolong sesama. “Kami sangat menghargai dedikasi dan semangat relawan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari kepedulian kita terhadap kesehatan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Mulyanto S.Pd mewakili PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah), dalam sambutannya juga menyampaikan untuk semua relawan yang terlibat. “Semoga setiap usaha dan pengorbanan yang dilakukan oleh relawan mendapatkan balasan yang baik dari Allah SWT. Kegiatan ini bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan, tetapi juga untuk memperkuat ikatan antar relawan,” tuturnya. H.  Darojat, Ketua FORPAM Sleman  menambahkan bahwa “ acara halal bil halal ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jaringan relawan di Sleman  dan Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, kekompakan antar relawan dapat meningkat. Selain itu, kami juga ingin memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi para relawan dalam menjalankan tugas,” jelasnya. Materi pelatihan yang disampaikan dalam acara ini berfokus pada Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan dilengkapi dengan praktik langsung RJP Resusitasi Jantung Paru. Para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga kesempatan untuk menerapkan ilmu yang didapat. Untuk menambah semangat peserta, panitia juga menyediakan doorprize berupa alat rumah tangga, serta hadiah utama berupa lima paket Medical Check-Up (MCU) dan vaksin influenza dari RS UAD. RS UAD, sebagai penyelenggara, menunjukkan komitmennya untuk mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan, baik untuk organisasi Muhammadiyah maupun non-Muhammadiyah. “Kami siap memfasilitasi berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk kontribusi kami dalam mendukung program-program sosial,” ungkap dr. Muallim, Direktur RS UAD. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan relawan FORPAM Sleman dapat lebih siap dan terampil dalam menghadapi berbagai situasi darurat kesehatan di Sleman. Rep : Juang Mahron FORPAM Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Syawalan Alumni Bimbingan Haji Aisyiyah (ALBHA ) 2023, Menjaga Hati Tetap Thawaf Meski Sudah Jauh dari Ka’bah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Setelah 2 tahun berlalu Alumni Haji Aisyiah ( Albha) tahun 2023 melaksanakan syawalan merajut kembali kebersamaan ibadah haji tahun 2023   tergabung dalam Kloter S0C 51, Acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu 26 April 2025 di RM Brandang , Brayut Pandowoharjo‎Hadir dalam kesempatan ini Ketua KBIHU Aisyiah Sleman Profesor H. Sukamto MT, Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag mewakili PWM DIY sekaligus alumni 2023 beserta para undangan. Menurut Hj. Sumarah S.Pd “ Alhamdulillah pada kali ini di hadiri 113 peserta dengan mengangkat tema  ‎Menjaga Hati Tetap Thawaf Meski Sudah Jauh dari Ka’bah”. ‎Ibadah haji adalah salah satu momen spiritual paling agung dalam kehidupan seorang Muslim. Saat seseorang menunaikan haji, ia tidak hanya bergerak secara fisik dari tanah air ke Tanah Suci, tetapi juga membawa jiwanya dalam perjalanan menuju kedekatan yang hakiki dengan Allah.  kesadaran ruhaniah adalah thawaf — mengelilingi Ka’bah tujuh kali sebagai simbol ketundukan total kepada Allah, pusat dari segala cinta dan penghambaan. ‎‎Namun, setelah ritual haji selesai dan jamaah kembali ke tanah air, tantangan sejati pun dimulai: bagaimana menjaga semangat spiritual itu tetap hidup? Bagaimana memastikan bahwa hati tetap thawaf — tetap berputar dalam orbit penghambaan kepada Allah — meskipun tubuh telah jauh dari Ka’bah? ‎‎Thawaf bukan hanya gerakan fisik, tetapi simbol dari hidup yang terus-menerus mengitari pusat nilai-nilai ilahiyah. Ketika seorang Muslim melakukan thawaf, ia sedang menyatakan bahwa Allah adalah pusat hidupnya. Maka, menjaga hati agar tetap thawaf berarti menjaga Allah tetap menjadi pusat dari semua niat, langkah, dan keputusan hidup, bahkan setelah kembali ke keseharian. ‎‎Kemabruran haji sejatinya tidak terletak pada kesempurnaan pelaksanaan manasik, tetapi pada keberlanjutan transformasi spiritual yang ia hasilkan. Hati yang tetap thawaf adalah hati yang terus berdzikir, menjaga ‎Akhirnya, menjaga hati tetap thawaf berarti menjaga hati dari kekosongan spiritual dan keterikatan berlebih pada dunia. Ia adalah proses menjaga jiwa agar tetap berputar di orbit keimanan, menjadikan Allah sebagai tujuan utama, dan terus menebarkan cahaya kebaikan di tengah masyarakat. ‎‎Karena sejatinya, Ka’bah boleh jauh dari pandangan, tapi Allah selalu dekat dalam setiap detak hati yang ikhlas. ‎‎Hati yang tetap thawaf adalah hati yang  tetap berputar dalam orbit dzikir dan ketaatan, tidak keluar dari lingkaran kejujuran, amanah, dan kasih Acara ditutup dengan sambutan dan doa ketua KBiHU Aisyiah Prof. H .Sukamto.dengan gaya yang santai gaya yang di rindukan 2 tahun yang lalu ketika membimbing ALBA 23 dan disampaikan pula bahwa KBIHU Asyiah menggalang dana pembelian tanah kurang lebih sebesar 1.6 M untuk Gedung KBIHU.Aisyiah Sleman.

Loading