Ribuan Warga Muhammadiyah Kabupaten Sleman Hadiri Syawalan DAN Mangayubagyo Calon Jama’ah Haji 2025

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sekitar 6000 warga Muhammadiyah Kabupaten Sleman memadati kompleks Masjid Agung Sleman Dr. Wahidin Sudiro Husodo dan sempat memacetkan jalan Parasamya Beran Sleman serta memenuhi sejumlah kantong parker seperti di komplek DPRD Sleman, Pemda Sleman, Pengadilan Agama, Balai DIklat Transmigrasi dan lainnya. Hal ini dikarenakan gelaran acara Silaturrahmi Syawal dan Mangayubagyo Calon Jama’ah Haji Muhammadiyah Sleman1446 H pada hari Sabtu, 26 April 2025. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsureorganisasi Muhammadiyah, Aisyiyah dan Ortom termasuk anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sleman, Anggota DPD RI Ir. Ahmad Syauqi Soeratno MM serta perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kabupaten Sleman dan segenap Amal Usaha Muhammadiyah se Sleman, KOKAM, PDPM/NA juga dari PCNU Sleman, Sekda Sleman , Forkopimda Sleman, Jajaran Polresta Sleman dan Dandim serta sejumlah anggota DPRD Sleman Respati A Sasangka yang juga calon jama’ah haji bimbingan KBIHU Aisyiyah Sleman,  Nampak juga DPRD DIY H. Muhammad Yazid, S.Ag . Sofyan Setyo D ST, Raden Inoki AP S.Ag. Salah satu agenda penting dalam acara ini adalah mangayubagyo calon jamaah haji Muhammadiyah Kabupaten Sleman tahun 2025 yang tergabung dalam KBIHU Aisyiyah Sleman sejumlah 210 calon Haji. Acara dibawakan dengan dinamis oleh duo Irfan selaku MC serta dibuka dengan lantunan ayat suci Al Qur’an oleh Ust Yusuf Ramadhan. Berikutnya pidato Iftitah Ketua PDM dan Ikrar Syawal oleh H. Harjaka, S.Pd.,S.Ag., MA yang intinya saling ikrar memaafkan di bulan peningkatan setelah sebulan berpuasa Ramadhan. Selanjutnya disampaikan pengumuman Hasil Lomba Pidato Songsong Ramadhan melalui Channel Youtube Muhammadiyah Sleman sebagai salah satu bentuk pendekatan dakwah melalui media yang digagas oleh Majelis Pustaka dan Informasi PDM Sleman serta Sosialisasi PKU Muhammadiyah Sleman yang telah beroperasi resmi dan siap membantu kesehatan warga Sleman oleh dr. Syafiqulatif. Ayahanda Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag  dari PWM DIY  “Misi dakwah amar makruf nahi munkar Persyarikatan Muhammadiyah selama ini mampu diwujudkan dengan kekuatan sumber daya dan kader yang menjunjung tinggi ketiga nilai-nilai ukhuwah, tasamuh dan husnudzan  dimna ini bisa terlihat bahwa Cabang dan ranting yang kuat pasti ditopang oleh sumberdaya dan kader yang kuat”. Sambutan Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Drs. Susmiarto MM menandaskan “ Pemerintah Daerah Sleman  mengajak masyarakat warga Muhammadiyah Sleman untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun daerah, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan dimana sudah banyak terbukti kiprahnya untuk Sleman yang lebih baik”. Sementara Inti dari acara pengajian akan disampaikan oleh Ustadz KH. M. Jazir ASP. dai kondang yang identik dengan Masjid Jogokaryan Yogyakarta yang fenomenal. “  Awal pendirian Muhammadiyah oleh KH. Ahmad Dahlan adalah untuk menggapai surga Allah, sosok cerminan manusia sepi ing pamrih rame ing gawe, ikhlas  karena ingin menggapai ridho dan surganya Allah. Adapun simbol Muhammadiyah berupa matahati adalah atas usulan santri nya Ahmad Dahlan  A Sangidu  dimana matahari simbol keikhlasan,  bagai sang surya menyinari  kepada siapapun tanpa harap kembali itulah contoh keikhlasan yang menjadi ciri orang Muhammadiyah”. Sosok Sudirman  guru Muhammadiyah tulen yang akhirnya menjadi Panglima Besar TNI pernah berkata “ cukuplah kita para pemimpin saja yang menderita  rakyat tidak boleh menderita,  sekali lagi ini wujud keihklasan yang nyata”. Inilah keteladanan jadi warga Muhammadiyah untuk harus selalu ikhlas,  Ikhlas berkorban mensyiarkan Muhammadiyah   untuk menggapai jannatun naim serta  keikhlasan harus dilandasi ilmu yang benar. Sedangkan pesan untuk para calon haji  dipesankan untuk ikhlaskanlah niat haji hanya karena Allah semata. Disela acara juga digelar pemeriksaan kesehatan dari PKU Muhammadiyah Sleman, pembuatan Nomor Baku Muhammadiyah serta tampilan berbagai Sekolah Muhammadiyah se-Sleman dengan segenap kreatifitas dan karyanya yang disambut antusias para jama’ah. Reportase & Editor  Arief Hartanto, Foto Dok M. Afif  MPI PDM SLeman

Loading

Gerakan Aisyiyah Peduli Lingkungan dan Penanggulanan Bencana

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Gerakan Aisyiyah tidak hanya berkutat tentang akidah dakwah agama namun juga peduli lingkungan. Dengan dasar itu Pimpinan Cabang Aisyiyah Kalasan melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Sleman menyelenggarakan sosialisasi Gerbang Sik Asik pada hari Kamis pagi 24 April 2025 bertempat di SMA Muhammadiyah Kalasan. Dhuri, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, DIY. Hadir dalam kegiatan Panewu Kalasan, LLHPB PDA Sleman, LLHPB PCA Kalasan, perwakilan dari PRA se Kapanewon Kalasan juga perwakilan dari SMA Muhammadiyah Kalasan. Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Kalasan Dra. Fatmay Ismiyati LLHPB mengucapkan terimakasih kepada ketua LLHPB PDA Kabupaten Sleman ibu Krisnawati. Disampaikan ketua PCA bahwa LLHPB merupakan lembaga baru dari PCA Kalasan, yang baru berjalan dua tahun. Dengan kegiatan yang cukup aktif. Dalam kegiatan tahun itu ada dua kegiatan .Kegiatan pertama pada bulan Februari 2025 merupakan bimtek pembuatan komposter dari galon air mineral (Gater) berlangsung di komplek kapanewon Kalasan.Kegiatan yang kedua sosialisasi GERBANG SIK ASIK saat ini bekerjasama dengan DLH kabupaten Sleman.“Semoga kegiatan LLHPB memberi manfaat dan semangat kepada masyarakat untuk selalu menjaga bumi.”Pada kesempatan kali ini ketua PCA Kalasan mengucapkan terimakasih kepada ketua LLHPB ibu Hj. Tri Lestari dan ibu Endah Wedarningsih yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan ini.“Harapannya ke depan bisa lebih sering mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan terutama pengelolaan sampah.” Pungkas ketua PCA Kalasan. Panewu Kalasan Joko Susilo, SP, MSi mengapresiasi kegiatan yang dilakukan gerakan Aisyiyah yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Pihaknya akan selalu mensupport kegiatan positif seperti yang dilakukan oleh LLHPB.Yang paling pokok pada kegiatan pengelolaan sampah adalah pengurangan sampah dan pemilah.” Pengelolaan pemilahan sampah sebaiknya dilakukan dari sumbernya, yaitu rumah tangga” ujar Joko.Mengelola sampah organik di wilayah Kalasan dengan pekarangan yang masih luas masih lebih mudah dibanding perkotaan.“Pengelolaan sampah organik bisa menggunakan berbagai cara. Salah satunya dengan menggunakan Jogangang” tambah Joko. Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Sleman Eni Yuliani menyampaikan rasa bangga bahwa Aisyiyah mempunyai salah Amal usaha LLH PB yang konsentrasinya pengelolaan lingkungan dan Penanggulangan Bencana.“Harapannya bisa membuat kolaborasi bersama DLH kabupaten Sleman untuk lebih bersemangat mengajak masyarakat peduli lingkungan.” Ucap Eni.Pada kesempatan ini Eni menyampaikan tentang Gerakan Berbarengan Reresik dan Olah Sampah Organik (Gerbang Sik Asik) harapannya dengan gerakan ini mengajak masyarakat untuk memilih sampah organik dan anorganik.Karena bahan organik yang berada dalam tumpukan sampah adalah sebagian besar sampah organik.Bila sampah organik tidak terkola akan menimbulkan permasalahan. Salah satunya bau dan menijikkan yang berdampak kepada kesehatan masyarakat.“Maka dari pada itu kehadiran Gerbang Sik asik diharapkan bisa mengurangi dampak tersebut.” Tambah Eni Kusnadi KiM Berbah

Loading

Ribuan Warga Muhammadiyah Sleman Siap Hadiri Silaturrahmi Syawal 1446 H/2025 M

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Kabupaten Sleman akan gelar pertemuan akbar warga Muhammadiyah Kabupaten Sleman dalam acara Silaturrahmi Syawal 1446 H pada hari Sabtu, 26 April 2025, Masjid Agung Sleman Dr. Wahidin Sudiro Husodo. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting dalam organisasi Muhammadiyah, termasuk anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sleman, serta perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kabupaten Sleman. Salah satu agenda penting dalam acara ini adalah mangayubagyo calon jamaah haji Muhammadiyah Kabupaten Sleman tahun 2025 yang tergabung dalam KBIHU Aisyiyah Sleman. Acara ini menjadi momen spesial bagi calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, karenadoa dan dari seluruh warga Muhammadiyah yang hadir, sebagai bentuk harapan agar perjalanan ibadah haji mereka berjalan lancar dan diterima oleh Allah SWT serta mendapatkan predikat Haji Mabrur. Sementara Inti dari acara pengajian akan disampaikan oleh Ustadz KH. M. Jazir ASP. dai kondang yang identik dengan Masjid Jogokaryan Yogyakarta yang fenomenal.

Loading

Silaturahmi Idul Fitri PDA Sleman Dalam Bingkai Semangat Kartini

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Bertempat di Rumah Dinas Bupati Sleman pada hari Ahad, 20 April 2025 Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman gelar Syawalan seluruh anggota pimpinan. Hadir bupati Sleman yang diwakili sekda  Drs. Sumiarto., MM membuka secara resmi hajat ini. Dalam kata sambutan beliau sampaikan tentang 5 program unggulan pemda Sleman periode 2025 – 2030. Satu hal yang sangat utama dalam bidang pendidikan. Pemda memberi peluang kepada anak- anak Sleman untuk bisa mengambil kesempatan beasiswa pemda di UNISA atau AMIKOM dimana  2 PTS ini telah menjalin MoU dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman. Dihadiri Pimpinan Wilayah Aisyiyah DIY ibu Dr. Widiastuti, S.Ag. MM menyampaikan tentang “ program Aisyiyah pasca Tanwir, bidang pendidikan dan Makesos, Kesehatan, Ekonomi dan Dakwah berjalan bersama kolaborati”f. Dalam laporan panitia pelaksana Hanik Rosyada selaku panitia pelaksana acara ini menyampaikan dasar hukum kegiatan ini, Silaturahmi Syawal dan Peringatan Hari Kartini. “ Kartini adalah tokoh perempuan Indonesia yang mempelopori perempuan untuk belajar sebagaimana tercantum dalam Q.S. Al Baqoroh 257, mengeluarkan manusia dari zaman kegelapan menuju pencerahan, Habis Gelap Terbitlah Terang”. Tausiyah Syawal disampaikan oleh Ustadz Dr. Yusuf A. Hasan., M.Ag. dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dalam tausiyahnya menyampaikan uraian tentang Q.S. Al Muthofifin, “ Ibu-bu Aisyiyah supaya benar-benar mencermati ayat ini, jangan mengurangi, menyimpang, tetap pada jalan yang lurus , dimulai dari hati yang lurus, istiqomah sehingga terwujud insan yang tattaquun”. Hj, Hanik Rosyada. M.Pd, Ketua PDA Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

SD Muhammadiyah Semingin Meraih 4 Tropy Kejuaraan Kompetisi Minat dan Bakat

Komite mendukung penuh semua kompetisi yang diikuti siswa-siswi, bahkan kompetisi yang diikuti oleh guru-guru sekolah tersebut. “Keikutsertaan dalam berbagai kompetisi merupakan wahana untuk mengasah prestasi, menguatkan mental dan karakter serta membentuk pribadi juara sesuai bidang yang ditekuni,” pungkas Eny Purwaningsih kepala SD Muhammadiyah Semingin. Rep Edy – KIM Moyudan)

Loading

Syawalan Keluarga Besar Muhammadiyah Ngaglik: Menyatukan Hati, Melanjutkan Amal Shalih

Ngaglik, Momentum Syawal selalu menjadi saat yang tepat untuk mempererat ukhuwah dan merekatkan kembali tali persaudaraan setelah sebulan penuh menunaikan ibadah Ramadhan. Hal inilah yang tergambar dalam kegiatan Halal bi Halal Syawalan Keluarga Besar Muhammadiyah Ngaglik, yang diselenggarakan pada Sabtu, 20 April 2024, di Masjid Ahmad Dahlan Rejodani, Ngaglik, Sleman. Acara yang penuh kehangatan ini dihadiri oleh berbagai elemen dalam lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah Ngaglik, antara lain Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngaglik, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Ngaglik, seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Aisyiyah (PRA) se-Ngaglik, serta PCPM, PCNA, AUM se-Ngaglik, dan jamaah Masjid Ahmad Dahlan Rejodani. Acara ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat melanjutkan perjuangan dakwah yang tak pernah surut. Paduan Suara dan Semangat Kebangsaan Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan lagu Sang Surya dan Mars Aisyiyah yang dibawakan secara apik oleh paduan suara dari IGABA Ngaglik. Nuansa semangat dan kebanggaan sebagai kader Muhammadiyah sangat terasa dalam lantunan lagu-lagu tersebut. Dengan dipandu oleh dua moderator muda dan energik, Mbak Mumtaza dan Mbak Rikka, acara berjalan hangat namun tertib. Suasana syawalan terasa begitu akrab, mempertemukan berbagai generasi dalam satu panggung ukhuwah yang indah. Sambutan: Mengawali dengan Memaafkan dan Membangun Harapan Ketua PCM Ngaglik, Prof. Dr. Ir. H. Sukamta, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya syawalan sebagai momentum “memutihkan hati” dan memperbanyak maaf. Beliau juga memanfaatkan kesempatan ini untuk meluncurkan gerakan Wakaf Pembelian Tanah Masjid Ahmad Dahlan, dengan skema donasi sebesar Rp 50.000 per bulan selama 60 bulan, sebagai bagian dari ikhtiar membesarkan pusat dakwah Muhammadiyah di Ngaglik. Gerakan wakaf ini menjadi angin segar dan peluang amal jariyah bagi warga Muhammadiyah yang ingin terlibat dalam pengembangan Masjid Ahmad Dahlan sebagai Islamic Center masa depan. Laporan Capaian PCM Ngaglik: Masjid Ahmad Dahlan Bangkit Laporan capaian PCM Ngaglik disampaikan oleh Ust. Ari Wibowo, S.H.I., S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ahmad Dahlan. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa Masjid Ahmad Dahlan kini telah tumbuh sebagai pusat dakwah Muhammadiyah Ngaglik. Dulu, masjid ini hanya dikenal sebagai tempat singgah musafir karena letaknya yang tidak berada di permukiman padat. Namun kini, dengan semangat kebersamaan dan pengelolaan yang progresif, berbagai kegiatan telah rutin digelar. Kajian Ahad Pagi yang dulunya hanya diikuti segelintir jamaah, kini mampu menghadirkan hingga 200 jamaah, dengan pengisi dari berbagai latar belakang keilmuan, dan disiarkan secara live streaming di kanal YouTube Ngaglik Berkemajuan. Selain itu, kegiatan tahsin Qur’an setiap Selasa ba’da Maghrib, kajian rihlah, serta Pesantren Ramadhan dan kajian tarawih selama bulan Ramadhan menunjukkan keseriusan PCM dalam membumikan dakwah Islam berkemajuan. Tak hanya sisi spiritual, Masjid Ahmad Dahlan juga menggerakkan program sosial dan ekonomi berbasis jamaah, salah satunya adalah Gerakan Shadaqah Sampah (GSS). Dengan GSS, masjid berhasil mengumpulkan hampir 10 ton sampah anorganik, ribuan sampah elektronik, dan ratusan liter minyak jelantah. Hasil dari pengelolaan ini, antara lain digunakan untuk mendanai Pasar Ceria, sebuah pasar yang membagikan sayur dan lauk kepada jamaah dan warga sekitar setiap Ahad Wage. Melalui GSS pula, berdirilah GSS Mart, unit usaha kecil yang menjual kebutuhan rumah tangga dengan omset yang menjanjikan. Jelang Idul Fitri 2024, GSS Mart bahkan berhasil menjual lebih dari 300 paket parsel, dengan omset mencapai Rp 31 juta. Keberhasilan ini membawa Masjid Ahmad Dahlan menjadi peraih hibah Program 1.000 Cahaya dari PP Muhammadiyah kategori Green Masjid, serta juara 1 lomba video TikTok yang diadakan oleh LPCRPM PP Muhammadiyah. Tausiyah Ustadz Mujiman: Menjaga Amal, Menjaga Hati Sebagai puncak acara, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Mujiman, dai kondang dari Bantul yang akrab disebut “Dai Tarkam”. Dalam penyampaiannya yang ringan namun mengena, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menjaga kesinambungan amal shalih yang telah dikerjakan selama bulan Ramadhan. Beliau menyebutkan tujuh hal yang perlu dijaga secara istiqamah, yaitu: “Jangan jadikan Ramadhan hanya momen sesaat. Bulan Syawal ini adalah momentum kita membuktikan bahwa kita telah berubah dan siap melanjutkan perjuangan,” ungkap beliau penuh semangat. Peran Garda Depan: KOKAM dan Para Senior Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen, termasuk para senior PCM Ngaglik yang tetap hadir dan mendukung dengan penuh semangat. Tak kalah penting adalah peran KOKAM Ngaglik yang menjadi garda pengaman kegiatan, memastikan acara berjalan lancar dan tertib dari awal hingga akhir. Penutup: Makan Opor, Merajut Cinta Acara ditutup dengan makan opor bersama, sebuah tradisi khas Syawalan yang mempererat kebersamaan di tengah cita rasa khas Lebaran. Di sela-sela hidangan, canda dan obrolan hangat mewarnai suasana, membuktikan bahwa dakwah dan kebersamaan bisa berjalan beriringan dalam bingkai kekeluargaan yang erat. Syawalan Keluarga Besar Muhammadiyah Ngaglik bukan sekadar ajang temu dan salam-salaman. Ia adalah simbol kuatnya jaringan ukhuwah yang dibangun atas dasar iman, perjuangan, dan kesadaran kolektif untuk terus tumbuh dan berkembang. Masjid Ahmad Dahlan kini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi telah menjelma menjadi pusat gerakan kebaikan dan harapan baru Muhammadiyah di Ngaglik. Semoga semangat ini terus menyala, dan menjadikan setiap langkah warga Muhammadiyah sebagai jalan menuju ridha Allah Swt. reupload https://dmikabsleman.wordpress.com/2025/04/20/syawalan-keluarga-besar-muhammadiyah-ngaglik-menyatukan-hati-melanjutkan-amal-shalih/

Loading

Kajian Rutin FK PRM Sumbersari

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Forum Koordinasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (FK PRM) Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman gelar pengajian rutin. Pengajian yang berlangsung setiap Ahad Pahing bertempat di Pendopo Kalurahan setempat.Dalam pengajian Ahad Pahing ( 20/4/2025) menghadirkan Ustadz Rafiul Wahyudi, S.E.I, M.E.I dosen UAD Yogyakarta, yang juga Pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PMW) Yogyakarta.Pada pengajian tersebut Ustazd Rafiul membeberkan bahwa Umat Muhammad yang paling baik ada dua golongan, yaitu orang yang panjang umurnya dan yang bertambah amal baiknya.Umur panjang antara 60 sampai 70 tahun walaupun masalah umur dalam genggaman Allah SWT. ” Kalaupun kita ada yang sudah berumur lebih dari 70 tahun berarti itu bonus.” Ungkapnya.Nabi Muhammad sendiri meninggal di usia 63 tahun, umur dapat diibaratkan sebuah lampu rambu lalu lintas di jalan. Hijau ibarat masih muda, kuning ibarat umur 30-50 tahun, sedangkan merah usia 60 tahun ke atas yang artinya siap mati.” Untuk itu marilah kita harus pandai-pandai memanfaatkan waktu untuk selalu beribadah dan berbuat baik.” Tandanya.Sedangakan umat terbaik yang kedua yaitu orang yang selalu bertambah amal sholihnya. Semakin bertambah usia semakin bertambah amal baiknya. “Insya Allah kalau kita semaki bertambah amal baiknya akan mendapatkan surga yang kekal abadi.” Pungkasnya.Pada kesempatan sebelumnya pengurus FK PRM Sumbersari Agus Winoto dalam sambutannya menyampaikan taqoballallahuminawaminkum, semoga amal ibadah puasa dan amalan Ramadhan yang sudah dilakukan mendapatkan pahala dari Allah. Selanjutnya Ia juga berharap agar para jamaah setelah melewati Kawah Candradimuka bulan Ramadhan agar bisa menjaga dan mempertahankan. ” Marilah kita tetap selalu istikkmah untuk mengisi kegiatan di masjid maupun mushala.” Pungkas Agus.(Rep : Giek- PCM MoyudanEditor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading