![]()
Author Archives: Arief Hartanto
Menipisnya Iman Akan Berpengaruh Pada Hilangnya Kejujuran Pada Diri Seseorang
Moyudan, Pdmsleman.Mu.Or.IdPelaksanaan Shalat Idul Fitri 1446 H serentak berlangsung pada Senin ( 31/3/2025 ). Salah satunya di Lapangan Sumbersari, Moyudan, Sleman.Shalat Id yang diikuti ribuan umat Muslim tersebut menghadirkan Imam dan Khatib H. Abu Hanifah Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM) Moyudan.Dalam khotbahnya Abu Hanifah mengutarakan bahwa setelah sebulan menjalankan ibadah Ramadhan semoga menjadikan kita kepada hamba Allah yang bertakwa. Takwa merupakan golongan umat yang paling mulia di sisi Allah.” Setelah Ramadhan usai, hendaknya kita senantiasa tetap teguh dan istiqomah di dalam kebaikan dan ketakwaan kapanpun dan dimanapun.” Papar Abu.Selanjutnya Abu mengutarakan bagi orang yang berpuasa dengan benar tidak mungkin menjadi pendusta, berlaku curang, menjadi pencuri, koruptor dan sebagainya. Rendahnya kejujuran menjadi keprihatinan, bahkan terjadinya krisis moral yang sedang melanda bangsa kita. Salah satunya adalah hilangnya kejujuran pada sebagian Anak bangsa.” Menipisnya iman akan mempengaruhi hilangnya kejujuran pada diri seseorang.” Imbuhnya.Abu juga menambahkan dan berharap agar lulusan Madrasah Ramadhan menumbuhkan pribadi yang bertakwa dengan karakter mulia yang dihiasi dengan kemuliaan akhlak.Selanjutnya Ia juga menuturkan bahwa diharamkan masuk neraka bagi 4 pribadi yang Hayin, layun, salin, dan qoribu minannas.” Hayin yaitu rendah hati, layin yaitu lemah lembut, sahlin adalah memudahkan urusan sesama, sedangkan qoribu minannas adalah dekat dengan manusia.” Jelas Abu.Di akhir khutbahnya Abu menyampaikan bahwa PCM Moyudan akan segera membangun gedung dakwah, yang membuka penawaran investasi yang tidak akan rugi. Dengan memberikan amal jariyah dan turut berpartisipasi dalam pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Moyudan.” Segera lakukan langkah nyata untuk kemajuan agama Islam di Moyudan, ingat janji Allah. Barang siapa memberikan pinjaman kepada Allah dengan pinjamam yang baik, maka Allah akan mengembalikan berlipat ganda pahala untuknya dan diberikan surga.” Pungkas Abu.( Giek/PCM Moyudan)
![]()
TAKBIRAN MUHAMMADIYAH 2025 (1 jam loop)
Muhammadiyah Channel
![]()
Tiga Falsafah Makna Fitrah, Ustadz M. Arsyad Arifi Lc
![]()
Khutbah Ramadhan dan Perubahan, Ustadz Drs. Dudi Mochammad Rosjadi
![]()
JANGAN BIARKAN RAMADHAN BERLALU TANPA PERUBAHAN DIRI YANG BERARTI
Materi Hari Ke 30 Disusun oleh : Musa Jundana, Lc Pendahuluan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan yang diberikan Allah sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Namun, jangan sampai Ramadhan berlalu begitu saja tanpa adanya perubahan yang berarti dalam diri kita. Dalil Al-Qur’an dan Hadits tentang Perubahan Diri Allah SWT berfirman: إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11) Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari No. 38, Muslim No. 760) Mengapa Harus Ada Perubahan Diri setelah Ramadhan? Cara Memastikan Ramadhan Membawa Perubahan dalam Hidup Kesimpulan Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa meninggalkan perubahan berarti dalam diri kita. Jadikan bulan suci ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah, dan menanamkan kebiasaan baik yang terus berlanjut sepanjang tahun. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk istiqamah dalam kebaikan. Aamiin.
![]()
Himbauan Pelaksanaan Syiar Takbir Keliling PWM DIY
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Takbir di malam id hukumnya sunnah bagi setiap muslim. Takbir dapat dilaksanakan sendiri atau berjamaah, dapat dilaksanakan di rumah, di masjid, di mushalla, juga di jalan. Bisa dilaksanakan dengan duduk berdiam diri, jalan, atau dengan berkendara, baik darat, laut maupun udara.Di masyarakat Muslim di Indonesia kegiatanTakbir Keliling bukan sekedar kegiatan dengan nuansa syiar agama, tetapi juga nuansa seni budaya. Dalam Tanya Jawab Agama, Majelis Tarjih Muhammadiyah menjelaskanSyiar Takbir keliling yaitu membaca takbir dengan cara dikomando biasanya dilakukan dengan berjalan kaki atau berkendaraan keliling melewati kampung-kampung atau jalan raya. Takbir dengan cara ini memang tidak dijumpai hadits yang menerangkan seperti itu. Namun demikian, praktek membaca takbir dua hari raya, dapat ditemukan contohnya.Dalam Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari sbb: Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Abu Hurairah dan Ibnu Umar (tanpa sanad) bahwa keduanya pergi ke pasar, pada hari kesepuluh sambil membaca takbir dan orang-orang mengikuti takbir mereka. Hal yang demikian juga diriwayatkan oleh al-Bagawi dan al-Baihaqi, bahwasannya Ibnu Umar itu sebagai orang yang selalu memperlihatkan tuntunan nabi membaca takbir dari rumahnya sampai ke tempat shalat. Takbir Keliling yang dikumandangkan pada dua hari raya, di samping bermakna syukur pada hari yang penuh kegembiraan juga sekaligus syiar akan keagungan Allah. Untuk menjaga syiar dakwah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY menghimbau sbb: Pertama, Menjaga ketertiban selama pelaksanaan Takbir Keliling. KalauTakbir Keliling selalu memenuhi jalan raya, tetap diusahan memberi jalan kepada pejalanan yang dalam kondisi darurat. Koordinasi dengan pihak keamanan adalah upaya menjaga ketertiban dalam Takbir Keliling. Menjaga situasi dan kondisi agar tetap aman dan kondusif. Kedua, Suara takbir tetap menjadi syiar utama dalam Takbir Keliling. Walaupun ada maskot, gerak dan kostum dalam menyemarakkan takbir keliling. Tetapi syiar utama Takbir Keliling adalah suara Takbir yang dikumandangkan. Panitia Takbir Keliling perlu menekankan dalam Lomba Takbir Keliling nilai tertinggi pada suara takbir yang syahdu, merdu dan sesuai lafaz. Music jangan mengalahkan suara takbir. Ketiga, Perhatikan waktu takbir keliling. Jangan sampai Takbir Keliling berkhir dini hari. Banyak kejadian panitia dan peserta takbir keliling selesai lomba dini hari, pagi harinya bangun kesiangan dan tidak mengikuti sholat id. Sehingga menjaga waktu lomba Takbir Keliling agar selesai sebelum dini hari perlu dilakukan oleh panitia. Keempat, Dalam Takbir Keliling ada unsur seni budaya. Seni budaya adalah hasil dari rasa, karya dan karsa manusia dalam merasakan keindangan hidup. Seni Budaya dalam Takbir keliling tentunya yang sesuai dengan tuntunan Islam dan mengajak kepada kepada Allah SWT. Seni budaya dalam Takbir Keliling perlu menjaga aurat laki-laki dan perempuan, maskot tidak menjurus kepada kesyirikan dan tidak berlebihan dalam pembiayaan. Editor: Iwan Setiawan dan Arief Hartanto
![]()
TABLIGH AKBAR RAMADHAN & WAKAF PEMBEBASAN LAHAN ISLAMIC CENTER MASJID AHMAD DAHLAN REJODANI
NGAGLIK BERKEMA
![]()
Bukber di Masjid Al Faruq PKU Muhammadiyah Pakem bersama ustadz Misbakhun Munir 25/03/2025
![]()
DIDIK ANAK DENGAN NILAI-NILAI ISLAM SEJAK DINI, AGAR HIDUP PENUH MAKNA DAN ARTI
Materi Hari Ke 29 Disusun oleh : Musa Jundana, Lc Pendahuluan Mendidik anak dengan nilai-nilai Islam sejak dini adalah kewajiban bagi setiap orang tua Muslim. Pendidikan yang baik akan membentuk karakter anak yang berakhlak mulia, mencintai agama, dan memiliki tujuan hidup yang penuh makna serta arti. Dalil Al-Qur’an dan Hadits tentang Pendidikan Anak Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (QS. At-Tahrim: 6) Rasulullah ﷺ bersabda: مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ خَيْرًا مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ “Tidak ada pemberian terbaik dari seorang ayah kepada anaknya selain pendidikan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi No. 1952) Mengapa Harus Mendidik Anak dengan Nilai-Nilai Islam? Cara Mendidik Anak dengan Nilai-Nilai Islam Kesimpulan Mendidik anak dengan nilai-nilai Islam adalah investasi terbaik bagi masa depan mereka dan juga bagi orang tua di akhirat. Dengan pendidikan yang baik, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan bermanfaat bagi umat. Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk mendidik anak-anak kita dengan nilai-nilai Islam sejak dini. Aamiin.
![]()