JAGA LISAN, HINDARI GHIBAH & DUSTA, AGAR PAHALA PUASA TAK BERKURANG

Musa Jundana, Lc Materi Hari Ke 6 Pendahuluan Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perkataan yang sia-sia, ghibah (menggunjing), dan dusta. Menjaga lisan sangat penting agar pahala puasa tidak berkurang atau bahkan sia-sia di sisi Allah SWT. Bahaya Ghibah dan Dusta dalam Islam وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. Al-Hujurat: 12) مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dengan puasanya meskipun ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari No. 1903) Cara Menjaga Lisan Saat Berpuasa مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ “Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi No. 2317, Hasan) مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari No. 6018 dan Muslim No. 47) Kesimpulan Menjaga lisan dari ghibah dan dusta adalah bagian dari kesempurnaan ibadah puasa. Dengan menjaga perkataan kita, puasa akan semakin bermakna dan diterima oleh Allah SWT. Semoga kita termasuk hamba yang mampu menjaga lisan dan mendapatkan pahala puasa yang sempurna. Aamiin.

Loading

Menggugah Kesadaran Lingkungan Melalui Ibadah dengan “Ramadan Hijau”

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggelar program tahunan Mubaligh Hijrah sebagai bagian dari penguatan dakwah di bulan Ramadan. Kegiatan yang berlangsung pada 26-27 Februari 2025 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya (BBPPMPVSB) Sleman ini diikuti oleh 312 peserta dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Acara yang dipandu oleh Ustaz Qaem Aulassyahied ini juga dapat disaksikan secara daring melalui kanal YouTube GreenFaith Indonesia. Sebagai tradisi yang telah berjalan lebih dari tiga dekade, Mubaligh Hijrah bertujuan membekali kader dai agar mampu membawa risalah Islam yang rahmatan lil alamin serta menghidupkan dakwah hingga ke tingkat ranting Muhammadiyah.Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Majelis Tabligh PWM DIY, Ustaz Miftahulhaq, S.H.I., M.S.I., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari misi dakwah yang berkelanjutan. “Islam adalah agama yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi semua. Melalui Mubaligh Hijrah, kita ingin memastikan bahwa nilai-nilai Islam yang damai dan inklusif semakin tersebar luas,” ujarnya. Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag., anggota Majelis Tabligh PWM DIY, menyoroti tiga poin utama dalam Mubaligh Hijrah. Pertama, sebagai strategi dakwah khas Muhammadiyah yang perlu dikembangkan lebih luas. Kedua, sebagai ajang pembekalan bagi kader Muhammadiyah agar ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan nyata. Ketiga, sebagai laboratorium kader, tempat para peserta memperoleh pengalaman langsung dalam berdakwah, sehingga terbentuk dai-dai tangguh untuk masa depan. Menjawab Tantangan Dakwah di Era Modern Sesi pembekalan diisi oleh berbagai narasumber kompeten. Ustaz Drs. Yusuf A. Hasan, M.Ag., menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam berdakwah, dengan menghindari bahasa multitafsir dan menyesuaikan pesan dengan audiens. Lebih lanjut, Ustaz Yusuf menjelaskan bahwa dalam komunikasi terdapat empat unsur utama yang harus diperhatikan, yaitu Source (Da’i), Message (Pesan), Channel (Ketepatan dalam penyampaian), dan Receiver (Mad’u). Keempat unsur ini harus selaras agar komunikasi dalam dakwah tidak hanya berdampak secara kognitif, tetapi juga secara afektif dan behavioral, yang pada akhirnya dapat membentuk perilaku yang lebih baik di tengah masyarakat. Sementara itu, Dr. Setyadi Rahman, M.P.I., membahas fiqih dan praktik ibadah, menyoroti perlunya strategi implementasi agar ilmu yang diajarkan benar-benar diterapkan dalam masyarakat.Dalam pemaparannya, Setyadi menjelaskan secara rinci mengenai tata cara mandi janabah, tata cara pengurusan jenazah, dan tata cara shalat. Ia menekankan bahwa pemahaman yang benar dalam praktik ibadah sangat penting bagi seorang mubaligh agar dapat menyampaikan bimbingan yang tepat kepada masyarakat. Ramadan Hijau: Aksi Nyata untuk Keberlanjutan Salah satu sorotan dalam Mubaligh Hijrah tahun ini adalah penguatan konsep Ramadan Hijau, yang dipaparkan oleh Hening Parlan, Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah. Konsep ini mengajak umat Muslim untuk menghubungkan ibadah puasa dengan keberlanjutan lingkungan. “Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga membangun kesadaran akan tanggung jawab kita terhadap bumi,” ungkap Hening. Bunda Hening, demikian sosok ini kerap disapa, mengingatkan bahwa puasa seharusnya menjadi waktu untuk refleksi dan introspeksi. Ia juga menekankan pentingnya mengurangi sampah plastik, menghemat energi, dan mengedukasi masyarakat tentang gaya hidup berkelanjutan. “Kita harus menyadari bahwa setiap tindakan kita, sekecil apapun, memiliki dampak pada lingkungan. Sebagai umat Muslim, kita memiliki tanggung jawab untuk merawat bumi, yang sering kita sebut sebagai Ibu Bumi,” tambah peraih penghargaan Planet World 2024 dari Kedutaan Inggris ini. Dalam sesi diskusi, Hening Parlan juga mengungkapkan tantangan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Dari perubahan iklim yang ekstrem hingga pencemaran yang merusak ekosistem, ia menekankan bahwa umat Muslim perlu lebih proaktif dalam mengintegrasikan ajaran Al-Qur’an dengan tindakan nyata. “Sekitar 70% umat Muslim di Indonesia menyadari adanya perubahan iklim, tetapi hanya sedikit yang mengambil langkah konkret untuk mengatasinya,” ungkapnya. Hening yang juga merupakan Koordinator Nasional GreenFaith Indonesia ini menekankan bahwa para mubaligh harus menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. “Kita harus mengajarkan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Setiap tindakan kecil, seperti menghemat air dan listrik, dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara kolektif,” tegasnya. Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta berbagi pengalaman dan berdiskusi tentang tantangan dakwah di era modern. Dengan semangat keislaman yang kuat, PWM DIY berharap Mubaligh Hijrah terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi umat.

Loading

SEDEKAH DI BULAN RAMADHAN, PAHALA BERLIPAT GANDA JADI BEKAL AKHIRAT

Musa Jundana, Lc,  Materi Hari Ke 5 Pendahuluan Bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah dan rahmat. Salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan dalam bulan ini adalah sedekah. Bersedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang luar biasa karena pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT. Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi No. 663, Hasan Shahih) مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261) كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ “Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara di antara manusia.” (HR. Ahmad No. 17403, Shahih) Bentuk Sedekah yang Dianjurkan مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا “Barang siapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi No. 807, Shahih) Kesimpulan Sedekah di bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk meraih pahala berlipat ganda dan menjadi bekal di akhirat. Dengan berbagi rezeki kepada sesama, kita tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kita termasuk golongan yang gemar bersedekah dan mendapatkan keberkahan dari-Nya. Aamiin.

Loading

SHALAT TARAWIH: MOMEN ISTIMEWA DEKAT DENGAN ALLAH

Materi 4 Kultum Ramadhan Disusun oleh : Musa Jundana, Lc Pendahuluan Shalat Tarawih adalah salah satu ibadah khas di bulan Ramadhan yang memiliki banyak keutamaan. Ibadah ini menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak doa, dan meraih ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu. Keutamaan Shalat Tarawih مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barang siapa yang melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari No. 37 dan Muslim No. 759) Waktu dan Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tarawih dilakukan setelah shalat Isya’ hingga menjelang fajar. Shalat ini dapat dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah. Jumlah rakaat shalat Tarawih bervariasi, ada yang melaksanakannya sebanyak 8 rakaat dan ada juga yang 20 rakaat, sesuai dengan kebiasaan di berbagai daerah. Menghidupkan Ramadhan dengan Shalat Tarawih Kesimpulan Shalat Tarawih adalah ibadah yang memiliki banyak keutamaan di bulan Ramadhan. Dengan penuh keimanan dan keikhlasan, kita dapat meraih ampunan, keberkahan, dan kedekatan dengan Allah SWT. Semoga kita dapat menjalankan shalat Tarawih dengan istiqamah dan mendapatkan manfaat spiritualnya secara maksimal. Aamiin.

Loading

PERBANYAK ISTIGHFAR SIANG MALAM, BERSIHKAN HATI DI BULAN SUCI & HAPUS DOSA

Pdmsleman.Or.Id Musa Jundana, Lc Materi Hari Pertama Pendahuluan Bulan Ramadhan adalah waktu terbaik bagi setiap Muslim untuk memperbanyak istighfar (memohon ampun kepada Allah). Istighfar bukan sekadar ucapan, tetapi merupakan wujud kesadaran dan penyesalan atas dosa yang telah dilakukan serta komitmen untuk memperbaiki diri. Dengan memperbanyak istighfar, hati menjadi bersih, ketenangan jiwa diraih, dan dosa-dosa diampuni oleh Allah SWT. Keutamaan Istighfar وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا “Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan atau menganiaya dirinya sendiri, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 110) فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَوًراً يُرْسِلِ السَمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَاراً وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَاراً “Maka aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, dan membanyakkan harta serta anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.’” (QS. Nuh: 10-12) Keutamaan Istighfar di Malam dan Siang Hari طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا “Beruntunglah orang yang dalam catatan amalnya terdapat banyak istighfar.” (HR. Ibnu Majah No. 3818, shahih) يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ؟ “Tuhan kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berkata: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan? Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri? Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni?’” (HR. Bukhari No. 1145 dan Muslim No. 758) Kesimpulan Istighfar adalah kunci ketenangan hati dan pembersih dosa. Dengan memperbanyak istighfar siang dan malam, terutama di bulan Ramadhan, kita dapat meraih keberkahan, kemudahan rezeki, serta diampuni dosa-dosa kita. Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang senantiasa memohon ampun dan mendekat kepada-Nya. Aamiin.

Loading

RAIH KEBERKAHAN SEPANJANG MASA DENGAN SAHUR & BERBUKA BERSAMA

Musa Jundana, Lc Materi Hari Kedua Pendahuluan Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Di dalamnya, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan ibadah puasa dengan optimal, termasuk dengan menghidupkan sunnah sahur dan berbuka bersama. Kedua amalan ini tidak hanya memberikan manfaat fisik tetapi juga memiliki keutamaan spiritual yang luar biasa. Keutamaan Sahur تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً “Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari No. 1923 dan Muslim No. 1095) فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ “Pembeda antara puasa kita dan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim No. 1096) Keutamaan Berbuka Puasa مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا “Barang siapa memberi makan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi No. 807, shahih) إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً مَا تُرَدُّ “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, saat berbuka ada doa yang tidak akan ditolak.” (HR. Ibnu Majah No. 1753, shahih) Cara Menghidupkan Sunnah Sahur & Berbuka Bersama لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ “Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari No. 1957 dan Muslim No. 1098) Kesimpulan Sahur dan berbuka adalah dua amalan yang memiliki keberkahan besar di dalamnya. Dengan menghidupkan sunnah ini, kita tidak hanya mendapatkan manfaat fisik tetapi juga keberkahan yang akan terus mengalir sepanjang masa. Semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan meraih keberkahan dari setiap sunnah yang dianjurkan Rasulullah ﷺ. Aamiin.

Loading