JANGAN LUPA BAYAR ZAKAT, SEMPURNAKAN IBADAH PUASA, AGAR ALLAH MENERIMANYA

Musa Jundana, Lc Materi Hari Ke 11 Pendahuluan Zakat adalah salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Membayar zakat, terutama zakat fitrah di bulan Ramadhan, adalah cara untuk menyempurnakan ibadah puasa agar diterima oleh Allah SWT. Keutamaan Zakat dalam Al-Qur’an dan Hadits Allah SWT berfirman: خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103) Rasulullah ﷺ bersabda: فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ، فَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ “Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor serta sebagai makanan bagi orang miskin. Barang siapa yang menunaikannya sebelum shalat Idul Fitri, maka itu adalah zakat yang diterima, dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat, maka itu termasuk sedekah biasa.” (HR. Abu Dawud No. 1609, Ibnu Majah No. 1827) Rasulullah ﷺ bersabda: مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ “Sedekah (termasuk zakat) tidak akan mengurangi harta sedikit pun.” (HR. Muslim No. 2588) Jenis-Jenis Zakat yang Harus Ditunaikan Kesimpulan Membayar zakat adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan penyempurna ibadah puasa di bulan Ramadhan. Dengan menunaikan zakat, kita tidak hanya membantu sesama yang membutuhkan tetapi juga memastikan bahwa ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada kita semua. Aamiin.

Loading

Kajian Ramadhan Membentuk Keluarga Sakinah Bersama BIKKSA

Berbah, Pdmsleman.Or.id Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Berbah bersama Biro Konsultasi Keluarga sakinah Aisyiyah (BIKKSA) menyelenggarakan kajian Ramadhan tahun 1446 H bertempat di gedung PRM Jogotirto pada hari Ahad 9 Maret 2025 berlokasi di Rejosari, Jogotirto, Berbah , Sleman, DIY. Kajian Ramadhan dimulai pukul 09.15 seusai pentasyarufan Lazismu PCM Berbah, dengan lantunan Al Qur’an , menyanyikan lagu Indonesia dan mars Aisyiyah. Kajian dihadiri pengurus dan anggota PCA Berbah, pengurus dan anggota PRM se Kapanewon Berbah. Ustadzah Hj , Siti Nurhayati,SAg, MPd yang juga merupakan ketua PCA Depok menyampaikan bahwa dalam pernikahan membentuk sebuah keluarga bukanlah semata mata hanya untuk pemenuhan kebutuhan biologis semata. “Namun yang lebih pokok adalah pemenuhan kebutuhan psikologis dalam rangka membentuk keluarga sakinah, yang akan membawa kebahagian dunia dan akhirat” ucap Ustadzah Siti. Dalam kehidupan berumah tangga pastilah akan terjadi perbedaan pendapat, perselisihan, perkara perekonomian, kesenjangan sosial keluarga dan sebagainya. Kejadian tersebut sering kali menjadikan berkurangnya keharmonisan keluarga, bila tidak tertangani kadang bisa menjadikan prahara bagi kelangsungan bahtera keluarga.“Oleh kondisi seperti itu maka keberadaan BIKKA merupakan salah satu solusi. Namun kadang masyarakat merasa malu untuk mengikuti konsultasi dengan BIKKSA” tambah Ustadzah. Juga disampaikan ustadzah Siti bahwa arti Sakinah adalah tenang atau harmonis.Sedangkan keluarga sakinah bisa diartikan sebagai sebuah keluarga yang dibangun dan bentuk dari sebuah perkawinan yang sah, tercatat dikantor Urusan Agama, dilandasi oleh rasa kasih sayang saling menghargai sehingga akan membawa kepada dunia dan akherat.“Sedangkan keluarga sakinah didasari oleh asas karomah, asas hubungan kekeluargaan, keadilan, mawadah warohmah dan asas pemenuhan kebutuhan hidup” jelas ustadzah. Wakil ketua 1 PCA Berbah Hj. Yuyun Purwaningsih, SPd mengucapkan terimakasih kepada ustadzah Hj. Siti Nurhayati, SAg yang telah berkenan hadir memberikan tausiyah.Juga mengucapkan terimakasih kepada semua jamaah terutama kepada PRA Jogotirto yang telah menyiapkan tempat dan peralatan untuk kajian Ramadhan 1446 H.“Kajian Ramadhan PCA Berbah sudah berlangsung lama namun sempat terhenti karena pandemi covid 19. Semoga kajian akan terus ada dan bisa memberi manfaat kepada umat” ucap Hj. Yuyun. Kajian Ramadhan 1446 H PCA Berbah berakhir pukul 11.00 diakhiri dengan pembagian door prize bagi jamaah pengajian. Reportase Kusnadi KIM Berbah Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

BANGUN MALAM JANGANLAH MALAS, RAIH KEUTAMAAN QIYAMUL LAIL YANG MEMBEKAS

Musa Jundana, Lc   Materi Hari Ke 10 Pendahuluan Qiyamul Lail atau shalat malam adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadhan. Ibadah ini memiliki banyak keutamaan yang dapat membawa kedekatan dengan Allah SWT serta memberikan ketenangan hati dan keberkahan hidup. Keutamaan Qiyamul Lail dalam Al-Qur’an dan Hadits Allah SWT berfirman: وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةًۭ لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًۭا مَّحْمُودًۭا “Dan pada sebagian malam hari, lakukanlah shalat tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79) Allah SWT berfirman: كَانُوا۟ قَلِيلًۭا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ ۝ وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Adz-Dzariyat: 17-18) Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barang siapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari No. 37 dan Muslim No. 759) Rasulullah ﷺ bersabda: أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ “Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah saat ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim No. 482) Cara Menghidupkan Qiyamul Lail Kesimpulan Qiyamul Lail adalah ibadah yang memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Jangan malas bangun malam untuk menghidupkan ibadah ini, karena pahala dan keberkahannya akan membekas dalam kehidupan kita. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Aamiin.

Loading

Pentasyarufan Lazismu PCM Berbah Bhakti Guru Paud TK ABA Berbah

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Lembaga Amil Zakat Infak dan Sodakoh Muhammadiyah (Lazismu ) PCM Berbah mentasyarufkan Bhakti Guru kepada pengasuh PAUD dan TK ABA se Kapanewon Berbah pada hari Ahad 9 Maret 2025 bersamaan dengan Kajian Ramadhan Pimpinan Aisiyah (PAC ) Berbah, bertempat di gedung Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jogotirto lokasi di Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY. Kepala kantor LAZISMU Berbah Saifu Rijal SH,MM memohonkan izin ketua badan pengurus Lazizmu Berbah H. Ardi Sehami,SAg tidak bisa hadir membersamai pentasyarufan untuk guru paud dan TK ABA se Kapanewon Berbah.Saifu juga menyampaikan bahwa Pentasyarufan diperuntukkan bagi guru pengasuh sejumlah 74 orang dengan nilai Rp. 11.100.000,-Penyampaian tali asih bakthi Guru merupakan pentasyarufan yang kedua. Kemaren telah dilakukan pentasyarufan program Majelis Tabligh Pembinaan Masjid bernadzir wakaf muhammadiyah senilai 6 juta rupiah .Juga program tali asih sesepuh serta relawan Muhammadiyah dan pengurus Lazismu Berbah sebanyak 8 juta rupiah. Untuk posko lebaran 1.5 juta rupiah. Sedangkan untuk peduli palestina 5 juta rupiah, untuk pemeliharaan dua unit ambulan mu 20 juta dan untuk sumbangan pembangunan gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman 24 juta rupiah.“Semoga rejeki melimpah dari orang yang ikhlas dalam berzakat.Semoga penyaluran Zakat bisa bermanfaat bagi kaum muslimin semua” ucap Saifu Rijal. Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Berbah Aris Wibawa menjelaskan bahwa pentasyarufan ini dilakukan secara simbolis diwakili tiga guru penerima manfaat.Nanti sebanyak 74 guru pengasuh akan menerima voucher untuk pengambilan tali asih.“Penukaran voucher bisa dilakukan di toko Logmu di jalan sumber. Pada hari Senin — Rabu tanggalnya 17 – 19 Maret 2025” jelas Aris.“Penyampaian tali asih secara simbolis berlangsung singkat hanya memerlukan waktu kurang dari 10 menit, dari jam 9.00” tambahnya Seksi pentasyarufan Lazismu Berbah Veriyanta merasa berbangga ketika Logmu toko yang dia jalankan mendapatkan kepercayaan untuk menyiapkan bingkisan tali asih Lazismu PCM Berbah.“Selain menyediakan untuk tali asih,Toko Logmu juga menyediakan kebutuhan rumah tangga serta bahan makan pokok lainnya” Jelas Fery Reportase Kusnadi KIM Berbah Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Bangun Kepedulian Lansia Dan Temu MKS Cabang Aisyiyah Se Sleman

Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Pada Sabtu, 8 Maret 2025 bertempat Masjid Mrincingan Seyegan digelar acara pertemuan antar cabang MKS ( Majelis Kesejahteraan Sosial ) Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang se-Sleman untuk memperkuat tali silaturahmi dan kepedulian sosial terhadap sesama, terutama bagi lansia terutama di bulan Ramadhan penuh berkah ini. Disamping itu juga sekaligus bersilaturahmi ke Griya Lansia Al Kautsar Seyegan dan pentasyarufan paket ramadhan berbagi ke lansia dhuafa dan yatim sejumlah 17 paket dana Rp.750.000/ MKS cabang Acara dimulai pada pukul 07.30 dan berlangsung hingga 11.00, dihadiri oleh Ketua PDA ( Pimpinan Daerah Aisyiyah) Kabupaten Sleman, Hj Hanik Rosyada MA, serta Dra. Hj Aminah Masykur dan Hj Dwi Putriyanti serta perwakilan dari LAZISMU ( Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh) Sleman beserta takmir masjid setempat dan segenap tamu undangan. Salah satu momen yang paling ditunggu adalah pemaparan program Griya Lansia oleh Fajar Retnowati yang menuturkan “ Aisyiyah berupaya bagaimana lansia tidak hanya tetap terjaga kesehatannya tetapi juga bagaimana lansia tetap aktif, produktif, dan membawa manfaat bagi sekitarnya”. Puncak acara ditandai dengan penyerahan bantuan simbolis oleh Hj Aminah Masykur.Pentasarufan dana santunan lansia dhuafa ke 17 cabang berupa dana stimulan per cabang Rp 750.000 serta Bedah buku panduan daycare lansia ‘Aisyiyah bersama Dr. Sri Handayani . Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka, terutama menjelang bulan Ramadhan yang penuh berkah. “Semoga bantuan ini dapat memberikan kebahagiaan dan harapan baru bagi terutama bagi lansia yang membutuhkan,” ungkap Ibu Aminah. Reportase Noor Kasihati MKS PDA Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

RAMADHAN, SAATNYA HIJRAH MENUJU KEBAIKAN, RAMADHAN HANYA SEKEJAP MANFAATKAN DENGAN TAUBAT YANG MANTAP

Musa Jundana, Lc          Materi Hari Ke 9 Pendahuluan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, saat di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan pahala amal ibadah dilipatgandakan. Ini adalah waktu yang tepat untuk hijrah menuju kebaikan dan bertaubat dengan sepenuh hati kepada Allah SWT. Keutamaan Taubat di Bulan Ramadhan Allah SWT berfirman: إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222) Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari No. 38 dan Muslim No. 760) Langkah-Langkah Hijrah Menuju Kebaikan di Bulan Ramadhan Kesimpulan Ramadhan adalah momen terbaik untuk berhijrah menuju kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Waktu yang singkat ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk bertaubat dan meningkatkan kualitas iman. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita insan yang lebih baik setelah Ramadhan. Aamiin.

Loading

PERBANYAK DOA DI WAKTU MUSTAJAB RAMADHAN, SEMOGA ALLAH IJABAHI DOAMU

Musa Jundana, Lc Materi Hari Ke 8 Pendahuluan Bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah dan keutamaan. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak doa, terutama di waktu-waktu mustajab. Allah SWT menjanjikan pengabulan doa bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh berdoa. Keutamaan Berdoa di Bulan Ramadhan الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ “Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi No. 3372, Hasan Shahih) ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ “Tiga orang yang doanya tidak akan ditolak: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi No. 2526, Hasan Shahih) Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdoa وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ “Dan di waktu sahur mereka memohon ampun.” (QS. Adz-Dzariyat: 18) Cara Agar Doa Dikabulkan Kesimpulan Memperbanyak doa di bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk mendapatkan keberkahan dan pengabulan dari Allah SWT. Dengan berdoa di waktu-waktu mustajab, kita berharap agar segala hajat dan keinginan dikabulkan oleh-Nya. Semoga Allah menerima doa-doa kita dan menjadikan kita hamba yang lebih dekat kepada-Nya. Aamiin.

Loading

PUASA TAK SEKADAR MENAHAN LAPAR, TAPI JUGA MENAHAN DOSA DAN HAWA NAFSU

Musa Jundana, Lc Materi Hari Ke 7 Pendahuluan Puasa bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari segala bentuk dosa dan hawa nafsu. Oleh karena itu, puasa menjadi sarana untuk membersihkan diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Makna Puasa yang Sesungguhnya إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَسْخَبْ، فَإِنِ امْرُؤٌ شَاتَمَهُ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ “Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan jangan bertengkar. Jika ada seseorang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’” (HR. Bukhari No. 1904 dan Muslim No. 1151) الصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ كَجُنَّةِ أَحَدِكُمْ مِنَ الْقِتَالِ “Puasa adalah perisai dari api neraka sebagaimana perisai salah seorang dari kalian dalam peperangan.” (HR. Ahmad No. 8634, Shahih) Cara Menghindari Dosa dan Mengendalikan Hawa Nafsu Saat Berpuasa Kesimpulan Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari dosa dan hawa nafsu. Dengan menjaga lisan, perbuatan, dan hati, kita dapat meraih keberkahan serta menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba yang lebih baik. Aamiin.

Loading

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ingatkan Pentingnya Membangun Peradaban Islam yang Moderat dan Maju

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., mengingatkan pentingnya membangun peradaban Islam yang moderat dan maju. Hal ini sejalan dengan tema yang diangkat pada Pengkajian Ramadan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah 1446 H yaitu “Pengembangan Wasathiyah Islam Berkemajuan: Tinjauan Teologis, Ideologis, dan Praksis”. Hal ini ia sampaikan dalam pidato iftitahnya pada pembukaan dalam Pengkajian di Jakarta tepatnya di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, MA., Gedung Cendikia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Kamis (06/03/2025). Pengkajian Ramadan ini merupakan yang kedua kalinya di selenggarakan di UMJ. Haedar mengatakan konsep wasathiyah islam berkemajuan telah menjadi arus utama pemikiran islam di Indonesia. Salin itu juga menjadi isu penting yang disuarakan dalam berbagai forum internasional. Pada tahun 2018 telah lahir Deklarasi Bogor yang menegaskan prinsip wasathiyah, yaitu bersikap moderat (tawasut), adil (i’tidal), toleran (tasamuh), musyawarah (syura), melakukan reformasi untuk kemaslahatan bersama (islah), serta menawarkan inisiatif mulia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (futuwah). Salah satu prinsip utama dalam Deklarasi Bogor adalah penerimaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (muwathanah) dan penghargaan terhadap kewarganegaraan. Konsep wasathiyah memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an. Seperti yang dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 143 yang menegaskan agar umat Islam tidak berlebihan dalam beragama. Seperti penjelasan Imam Al-Qurthubi dalam “Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an” Makna “Ummatan Wasathan” menjelaskan bahwa istilah “wasath” berarti adil dan terbaik. Umat Islam disebut sebagai umat yang adil dan pilihan karena mereka ditempatkan di posisi tengah, tidak berlebihan seperti umat Nasrani yang mengagungkan nabi mereka secara berlebihan, dan tidak meremehkan seperti umat Yahudi yang menentang nabi mereka. “Wasathiyah Islam Berkemajuan bukan sekadar sikap moderat dalam beragama, tetapi juga memberikan solusi yang terbaik dari posisi tengah. Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah telah menerapkan prinsip ini dalam praktik kehidupan bermasyarakat,” ujarnya. Haidar juga mengatakan Muhammadiyah juga menaruh perhatian besar terhadap peran perempuan dalam kehidupan sosial. Melalui Aisyiyah, Muhammadiyah mempelopori pendidikan dan pemberdayaan perempuan, serta mendorong keterlibatan mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam prinsip keorganisasian, Muhammadiyah menekankan pentingnya amal usaha yang berbasis ibadah. Usaha yang dilakukan tidak boleh sekadar berjalan alami, tetapi harus dikelola dengan sistem yang baik agar terus berkembang dan memberikan manfaat bagi umat. Hal ini selaras dengan perintah dalam Surah Ali Imran ayat 104 yang menekankan pentingnya dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar. Rangkaian kegiatan Pengkajian Ramadan PP Muhammadiyah 1446 H akan berlangsung selama tiga hari mulai Kamis hingga Sabtu (6-7/03/2025) dengan menghadirkan narasumber yang akan membahas topik-topik seputar Pengembangan Wasathiyah Islam Berkemajuan. Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., Menteri Kelautan dan Perikanan RI Ir. Sakti Wahyu Trenggono, MM., IPU, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) BPN RI Nusron Wahid, SS., M.Si., Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Ph.D., Ketua Senat sekaligus Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah Prof. Dr. Masjitoh, M.Ag.

Loading