Rangkaian Dokumentasi Aneka Youtube  MSE#1

Aneka Youtube  MSE#1 Munas Channel Live dari Panitia MSE#1 https://www.youtube.com/watch?v=-C6ZXuvkDH0 MSE Opening https://www.youtube.com/watch?v=Xk_Pw7WbgBw MSe Tabligh Akbar Dahlan Rais https://www.youtube.com/watch?v=RWnsJcKN62s Syauqi n pentas seni https://www.youtube.com/watch?v=GU79cmKyt5I  Talkshow Hanum Rais Non Panitia https://www.youtube.com/watch?v=rlECqPb53L8  PCM Turi https://www.youtube.com/watch?v=4EZwtfkw7xc&pp=ygUFTVNFIzE%3D Tabligh Akbar MSE#1, H. Dahlan Rais, Galang Dana Pembangunan Gedung PDM Sleman, 10 Januari 2026 https://www.youtube.com/watch?v=rdyUViKBBwM Senam Bahagia MSE#1 Ayo sekolah https://www.youtube.com/watch?v=sEyDdYgtge4 MSE #1 2026 Hanik Rosyada https://www.youtube.com/watch?v=JAIepiU8nx0&pp=ygUFTVNFIzE%3D  SDM Mantatan Goes to MSE #1 SD Muhammadiyah Mantaran https://www.youtube.com/watch?v=LkwnlZ9ZXKc 20000 Peserta Senam Bahagia #Muhammadiyah #Aisyiyah Sleman, Sehat Ceria Perempuan Berkemajuan MSE#1 Muhammadiyah Turi https://www.youtube.com/watch?v=vE8EQHaMk0E Mars Muhammadiyah Mars Aisyiyah Senam Bahagia Sleman Muhammadiyah Turi      

Loading

Sukses Digelar, PDM Sleman Evaluasi MSE#1 Untuk Lebih Baik Kegiatan Kedepan

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sleman, serta seluruh jajaran panitia Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 menggelar rapat evaluasi di Gondang Roso Resto pada Senin sore, 19 Januari 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mensyukuri keberhasilan perhelatan perdana sekaligus memetakan perbaikan demi keberlanjutan agenda di masa depan. Acara yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB ini dibuka dengan penuh rasa syukur. Ketua PDM Sleman, H. Harjaka, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras. “Alhamdulillahirobbilalamin, kita bisa bertemu untuk mengevaluasi MSE yang pertama ini. Secara umum, kegiatan bisa dibilang sukses dan meriah. Karena ada angka ‘satu’, maka ini menjadi janji bahwa pasti akan ada yang kedua dan seterusnya,” ujarnya. Dalam diskusi tersebut, muncul pembahasan mengenai waktu pelaksanaan MSE berikutnya. Meski sempat muncul wacana pada tahun 2027, namun mengingat padatnya agenda organisasi—termasuk rangkaian Musyawarah Cabang (Musycab) hingga Musyawarah Wilayah (Musywil)—muncul usulan agar MSE #2 dilaksanakan pada tahun 2028. Hal ini bertujuan agar persiapan jauh lebih matang dan tidak berbenturan dengan suksesi kepemimpinan di tingkat daerah maupun wilayah. Sementara Ketua Panitia  Eko Sumardiyanto menyampaikan, “ meski dinilai sukses, panitia memberikan catatan kritis terkait partisipasi kewilayahan. Salah satu poin yang disoroti adalah adanya satu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) yang belum bisa ikut berpartisipasi dalam stan pameran. Hal ini menjadi catatan penting bagi panitia mendatang dalam hal koordinasi kepesertaan agar seluruh potensi cabang di Sleman dapat terwakili secara utuh”. Di sisi lain, apresiasi besar diberikan kepada tim media yang berhasil membangun branding melalui media sosial. Penggunaan platform Instagram dan Facebook dinilai sangat efektif menarik minat pengunjung muda. “Interaksi di media sosial luar biasa bagus. Banyak pengunjung yang datang justru karena melihat konten-konten kreatif yang dibuat oleh anak-anak muda kita. Ini membuktikan bahwa konsep dakwah melalui pameran di ruang publik seperti mall sangat relevan dengan kebutuhan zaman,” lanjut Eko H. Nasirun melihat sisi ideologis dan strategi dakwah dimana ,enyelenggarakan pengajian di dalam mall pada siang hari diakui sebagai tantangan berat yang sempat menuai pro dan kontra. Mengubah stigma bahwa pengajian hanya dilakukan di masjid menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. “ Namun, keberanian MSE #1 dalam mendobrak kebiasaan tersebut membuktikan bahwa Muhammadiyah mampu hadir di pusat-pusat keramaian tanpa kehilangan jati dirinya”. Sementara ketua PDA Sleman Hanik Rosyada M.Pd menyampaikan beberapa evaluasi kegiatan senam Bahagia di lapangan Denggung, meski sukses namun ada beberapa evaluasi teknis terkait pelaksanaan termasuk antisipasi apabila ada hujan. Rapat evaluasi ini diakhiri dengan penguatan ruhani, mengingatkan seluruh kader untuk selalu meluruskan niat dalam berorganisasi. Keberhasilan MSE #1 bukan sekadar tentang kemeriahan acara, melainkan tentang bagaimana amal usaha dan syiar Islam dapat memberikan manfaat nyata bagi umat. Dengan berakhirnya rapat evaluasi ini, panitia resmi meletakkan fondasi awal untuk penyelenggaraan Muhammadiyah Sleman Expo yang lebih besar dan inovatif di masa mendatang.  Rep N editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Panen Raya Talas Pratama JATAM Sleman Perkuat Kemandirian Ekonomi Petani Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Panen Raya Talas Pratama JATAM Sleman Perkuat Kemandirian Ekonomi Petani Muhammadiyah Sleman Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman bersama Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PCM Sleman, Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Sleman, serta SPPG Sariharjo menggelar kegiatan Panen Raya Talas Pratama dan Sarasehan pada Ahad, 18 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di lahan Talas Pratama milik Sudarsono yang berada di kawasan Puri Mataram, Drono, Tridadi, Sleman . Panen raya ini menjadi momentum penting dalam penguatan sektor pertanian berbasis komunitas yang dikembangkan Muhammadiyah Sleman. Talas Pratama dipilih sebagai komoditas unggulan karena memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, relatif mudah dibudidayakan, serta mampu dikembangkan sebagai bahan pangan alternatif dan produk olahan bernilai tambah. Melalui kegiatan ini, JATAM Sleman berupaya mendorong kemandirian petani sekaligus memperluas jejaring pemasaran hasil pertanian. Prosesi panen akan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan penjelasan singkat mengenai budidaya Talas Pratama yang dipandu oleh Sartiman dari MPM PDM Sleman, didampingi Sudarsono selaku petani pengelola lahan. Hadir dalam prosesi panen, antara lain Prof. FX Wagiman : Ahli Talas Pratama – Akademisi UGM, Agus Amin Syafuddin, S.P, M.Sc – Ketua MPM PWM DIY, H. Adib Nurhadi, M.Pd – MPM PP Muhammadiyah. Cahyono, S.Ag – PWM DIY, Hj.Sri Hartatik, S.Pi – Lurah Tridadi, H.Arief Sulistyo,SE – PDM Sleman, Dra.Hanik Rosyada,M.Ag – Ketua PDA Sleman, H. Koesno Wibowo MLH PDM Sleman. Mitra dan Kepala SPPG Sariharjo, Ketua Jatam DIY. Ketua MPM PDM se-DIY. Setelah prosesi panen, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan yang bertempat di Resto Puri Mataram. Sarasehan ini dirancang sebagai ruang dialog dan berbagi pengalaman antara petani, akademisi, serta pemangku kebijakan. Sejumlah narasumber di antaranya perwakilan MPM PP Muhammadiyah, PWM DIY, MPM PWM DIY, MPM PDM Sleman, petani binaan JATAM Sleman, ahli talas dari Universitas Gadjah Mada Prof. Wagiman, serta perwakilan SPPG atau Dapur MBG Sariharjo dan dimoderatori oleh Slamet S MPM PDM Sleman . Ketua PDM Sleman, H. Arif Sulistyo menyampaikan sambutan “pentingnya sinergi antara persyarikatan, petani, dan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi umat”. Sementara itu, sambutan juga disampaikan oleh Lurah Tridadi sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan pertanian lokal berbasis masyarakat. Melalui Panen Raya Talas Pratama dan Sarasehan ini, Muhammadiyah Sleman berharap model pemberdayaan petani yang terintegrasi dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang panen hasil bumi, tetapi juga wahana konsolidasi gagasan dan penguatan komitmen bersama dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berpihak pada kesejahteraan petani. REp Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Mempererat Kemitraan, Dosen dan Tendik UNISA Hadiri Muhammadiyah Sleman Expo 2026

Sleman , Pdmsleman.or.Id Dosen dan Tendik Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, turut berpartisipasi dalam Muhammadiyah Sleman Expo 2026 yang diselenggarakan di Sleman City Hall, Sleman, pada 9-11 Januari 2026. Acara pameran dan promosi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Muhammadiyah, serta mempromosikan produk dan jasa yang dihasilkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) maupun Amal Usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (AUM-A). Dalam acara ini, dosen dan tendik UNISA hadir menyukseskan MSE 2026. “ Berinteraksi dengan pengelola stan dan pengunjung menjadi keistimewaan tersendiri.  Produk dan jasa yang dihasilkan oleh  Muhammadiyah membuktikan kepedulian Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang terus menyikapi perubahan dan perkembangan jaman” tuturnya. Di stan PRM PRA Banyuraden, Gamping misalnya kita temui adanya program Mabrur Event, Gowes tiap Ahad Legi dan masih banyak lainnya. Adapun di stan PCM Gamping kita saksikan program MAC, Muhammadiyah Agriculture Center. Di stan ini pula diinfokan berbagai amal usaha pendidikan antara lain SD Muhammadiyah Ambarketawang 1, SD Muhammadiyah Ambarketawang 2, SD Muhammadiyah Ambarketawang 3, SD Muhammadiyah Banyuraden, MGS (Muhammadiyah Green School), SD Muhammadiyah Mlangi, SD Muhammadiyah Balecatur, SMP Muhammadiyah 1 Gamping, SMK Muhammadiyah Gamping. Kepedulian Muhammadiyah terhadap pendidikan begitu besar. “Partisipasi dosen dan tendik UNISA dalam Muhammadiyah Sleman Expo 2026 ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Muhammadiyah,” kata salah satu pegawai UNISA. “Kami berharap, melalui acara ini, masyarakat dapat lebih mengenal dan memahami Muhammadiyah, serta dapat memanfaatkan produk dan jasa yang dihasilkan oleh warga Muhammadiyah. Bagi warga Muhammadiyah sendiri, berbagai potensi ini diharapkan dapat meningkatkan ukhuwah dan profesionalisme. Muhammadiyah Sleman Expo 2026 ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk warga Muhammadiyah, pegawai AUM Aisyiyah, para pelajar, dan masyarakat umum. Talkshow pendidikan bersama drg.Hanum Rais dan Bapak Mujiono, Pengawas Pendidikan merupakan dialog terbuka tentang upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang dilakukan Muhammadiyah. Pengelolaan profesional, sungguh-sungguh, diniatkan ibadah ikhlas lillah menjadi kunci keberhasilan pendidikan  Muhammadiyah. Dengan hadir MSE 2026, diharapkan tercipta ukhuwah dan kemitraan yang erat antara pegawai UNISA Yogyakarta dengan sesama warga persyarikatan, terutama di domisili masing-masing. Adapun stan UNISA Yogyakarta ramai dikunjungi. Daya tariknya adalah adanya pemeriksaan asam urat dan gula darah secara gratis. Kampus berwawasan kesehatan, pilihan dan unggul ini mendukung suksesnya Muhammadiyah Sleman Expo 2026. Rep : Hanik Rosyada M.Pd  PDA Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Sri Mularsih, Warga Barak Seyegan Guru SD Muhammadiyah Dadapan Turi Raih Hadiah Umroh MSE # 1

 Sleman, Pdmsleman.Or,Id  Riuh rendah kegembiraan mewarnai penutupan perhelatan akbar Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 yang digelar di Sleman City Hall (SCH). Di tengah ribuan pasang mata yang menanti, satu nama muncul sebagai pemenang hadiah utama berupa paket Umroh ke Tanah Suci. Ia adalah Sri Mularsih, seorang guru bahasa Inggris di SD Muhammadiyah Dadapan, Turi, Sleman yang berasal dari Seyegan. Bagi Sri, hadiah ini bukan sekadar keberuntungan dalam sebuah undian, melainkan jawaban atas doa dan dedikasinya selama ini di dunia pendidikan persyarikatan. Warga Barak, Margoluwih Seyegan ini mengaku sangat terkejut dan bersyukur atas amanah besar yang diterimanya. “Senang banget, Alhamdulillah.,” ungkap Sri dengan nada haru saat diwawancarai usai menerima konfirmasi kemenangannya. Ia menuturkan bahwa selama hidupnya, ia hampir tidak pernah mendapatkan doorprize dalam acara apa pun. Namun, kali ini Allah memberikan hadiah yang luar biasa langsung melalui wasilah Muhammadiyah. Keikutsertaan Sri dalam acara MSE #1 bermula dari instruksi kunjungan bagi para guru Muhammadiyah serta keinginannya mengikuti agenda “Senam Bahagia Muhammadiyah ‘Aisyiyah” di Lapangan Denggung. Berbekal kupon yang ia peroleh dari kegiatan tersebut, Sri tidak menyangka bahwa langkah kakinya menuju arena expo akan membawanya hingga ke Baitullah. “Selain mengikuti senam, saya juga penasaran ingin melihat langsung keseruan Muhammadiyah Sleman Expo yang pertama ini. Saya berkeliling melihat stan-stan dari berbagai sekolah dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya,” jelasnya. Bagi Sri, MSE #1 bukan sekadar pameran biasa. Ia melihat kreativitas yang luar biasa dari para siswa, mulai dari pameran karya seni hingga produk UMKM yang dipasarkan oleh warga persyarikatan. Hal ini baginya menunjukkan bahwa potensi ekonomi dan pendidikan di Sleman sangatlah besar jika dikelola dengan semangat kebersamaan. Sebagaimana dituturkan kepada Ibni Hafzah Wahidatul Azizah dari Sekretariat PDM Sleman pada Senin 12 Januari 2026. Sebagai bagian dari pejuang pendidikan di bawah bendera Muhammadiyah, Sri Mularsih menaruh harapan besar bagi masa depan organisasi. Ia berharap kegiatan seperti MSE dapat terus berkelanjutan untuk mempererat silaturahmi antarwarga dan menguatkan kemandirian ekonomi umat. “Semoga semakin banyak anak-anak yang sekolah di Muhammadiyah. Saya juga berharap AUM-AUM di luar sektor pendidikan bisa semakin maju dan sejahtera untuk kepentingan umat,” harapnya menutup pembicaraan. Eko Sumardiyanto selaku Ketua Panitia MSE#1 dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman menyampaikan bahwa “ hadiah Umroh ini merupakan bentuk apresiasi bagi warga yang telah ikut serta menyemarakkan syiar Islam melalui MSE #1. Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah ingin menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan di atas mimbar, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi dan apresiasi bagi mereka yang berkhidmat di jalur pendidikan dan social”. Rep : Ibni Hafzah Wahidatul Azizah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Talkshow Ekonomi Syariah Warnai Muhammadiyah Sleman Expo #1, Edukasi Pelajar dan Mahasiswa Kelola Dana di Pasar Saham​

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman melalui Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) menggelar Talkshow Ekonomi Syariah bertema “Cara Cerdas Pelajar & Mahasiswa Mengelola Uang di Pasar Saham” sebagai rangkaian Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE#1) di Sleman City Hall, Ahad (11/1/2026). Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan warga Muhammadiyah se‑Kabupaten Sleman yang antusias mengikuti materi seputar pengelolaan keuangan dan investasi syariah.​ Muhammadiyah Sleman Expo #1 yang diselenggarakan pada 9–11 Januari 2026 di Sleman City Hall merupakan expo perdana yang mengusung tema “Meningkatkan Sinergi dan Inovasi Amal Usaha Muhammadiyah untuk Sleman Maju dan Berdaya Saing”. Expo ini menampilkan peran nyata Muhammadiyah Sleman di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah keagamaan, sekaligus menjadi ruang temu publik dan wahana edukasi bagi masyarakat luas.​ Pembukaan expo dilakukan secara resmi oleh Ketua PWM DIY yang memberikan apresiasi atas inisiatif PDM Sleman menjadikan pusat perbelanjaan sebagai ruang dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat. Sejumlah tokoh daerah, jajaran PDM dan PDA Sleman, serta perwakilan amal usaha Muhammadiyah turut hadir pada pembukaan tersebut.​ Talkshow Ekonomi Syariah berlangsung di Atrium Rama Sleman City Hall pada pukul 13.00–15.00 WIB sebagaimana tercantum dalam rundown resmi MSE#1 dan dipandu oleh moderator Arif Fajar Wibisono, SE., M.Sc. Acara ini menjadi salah satu sesi unggulan pada hari penutupan expo yang sebelumnya diisi dengan pentas seni budaya, lomba permainan tradisional, dan gathering komunitas Muhammadiyah Sleman.​​ Sebagai narasumber, panitia menghadirkan Mohammad Bekti Hendrie Anto, S.E., M.Sc., dosen Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia, dan Hery Gunawan Muhamad, Kepala Divisi Syariah FAC Sekuritas sekaligus Duta Pasar Modal Syariah OJK,. Keduanya menyampaikan materi praktis tentang prinsip dasar pasar modal syariah, pengelolaan uang saku secara bijak, serta langkah awal berinvestasi yang sesuai syariah bagi pemula.​ Peserta talkshow aktif bertanya seputar cara memulai investasi dengan modal terbatas, memilih instrumen yang halal, serta strategi menghindari praktik keuangan yang spekulatif dan merugikan. Narasumber menekankan pentingnya literasi keuangan sejak usia pelajar dan mahasiswa agar generasi muda Muhammadiyah mampu mandiri secara ekonomi sekaligus menjaga nilai‑nilai syariah dalam setiap transaksi.​ Melalui kegiatan ini, MEBP PDM Sleman berupaya memperkuat ekosistem dakwah ekonomi berkemajuan dengan menjadikan pasar modal syariah sebagai salah satu sarana aktualisasi nilai amanah, profesionalitas, dan kemandirian umat. Penyelenggaraan talkshow di tengah expo membuktikan bahwa dakwah Muhammadiyah tidak hanya hadir di masjid dan mimbar, tetapi juga di ruang publik modern seperti pusat perbelanjaan yang dekat dengan keseharian generasi muda.​ Talkshow Ekonomi Syariah menjadi bagian integral dari rangkaian kegiatan hari terakhir MSE#1 yang ditutup dengan prosesi penutupan resmi pada malam hari di Atrium Rama Sleman City Hall. Kehadiran ratusan pelajar, mahasiswa, dan warga Muhammadiyah dari berbagai penjuru Sleman menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap edukasi keuangan syariah yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan zaman.​ MEBP PDM Sleman merencanakan kelanjutan program dalam bentuk pelatihan dan kelas lanjutan pasar modal syariah agar peserta tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi mampu mempraktikkan pengelolaan keuangan yang sehat dan berkeadilan. Expo perdana ini diharapkan menjadi inspirasi bagi cabang dan ranting Muhammadiyah di Sleman untuk mengembangkan inovasi dakwah serupa yang menyasar komunitas anak muda, pelajar, dan mahasiswa.​ Pengirim berita: RAMA WS.​ MEBP PDM Sleman

Loading

Peran KOKAM Sleman Kawal Syiar Muhammadiyah Sleman Expo #1

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Daerah Kabupaten Sleman menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda besar persyarikatan berupa perhelatan akbar Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1, jajaran KOKAM Sleman menginstruksikan pengamanan penuh guna memastikan kelancaran acara yang menjadi pusat perhatian warga Muhammadiyah di Bumi Sembada tersebut. Agenda yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 Januari 2026, ini dipusatkan di Sleman City Hall (SCH). Sebagai garda terdepan dalam pengamanan dan pelayanan Muhammadiyah, KOKAM mengambil peran strategis dalam menjaga ketertiban serta kenyamanan para pengunjung dan peserta expo. Komandan KOKAM Sleman, Pupud Purnomo, secara resmi menginstruksikan kepada seluruh jajaran anggota KOKAM di wilayah Kabupaten Sleman untuk terjun langsung membantu Pengamanan (PAM) selama kegiatan berlangsung. Instruksi ini dikeluarkan sebagai bentuk kesiapsiagaan organisasi dalam mengawal marwah persyarikatan. “Mohon untuk seluruh anggota KOKAM se-Kabupaten Sleman untuk bisa membantu PAM dalam kegiatan Muhammad Sleman Expo #1. Kehadiran kita sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap rangkaian acara berjalan dengan tertib dan kondusif,” tegas Pupud Purnomo dalam keterangannya, Sabtu (10/1). Selain fokus pada area pameran di Sleman City Hall, tugas besar menanti pada hari terakhir rangkaian acara. Pada hari Minggu, 11 Januari 2026, ribuan warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah memadati Lapangan Denggung, Sleman, untuk mengikuti agenda “Senam Bahagia Muhammadiyah ‘Aisyiyah”. “Untuk kegiatan Senam Bahagia di Lapangan Denggung, dibutuhkan minimal 60 personel KOKAM yang bertugas khusus di area tersebut. Fokus kita adalah pengaturan arus massa dan pengawalan jalannya acara agar tetap aman dan nyaman bagi seluruh peserta,” tambah Pupud. Mengenai ketentuan teknis di lapangan, pimpinan KOKAM menetapkan penggunaan atribut resmi sesuai dengan prosedur yang berlaku. Seluruh personel diwajibkan mengenakan Pakaian Dinas Siaga (PDS) KOKAM Lengkap atau menyesuaikan dengan kondisi lapangan, dengan kewajiban utama mengenakan sepatu demi menjaga profesionalisme dan performa saat bertugas. Keterlibatan KOKAM dalam Muhammadiyah Sleman Expo #1 ini bukan sekadar tugas pengamanan, melainkan manifestasi dari semangat Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). MSE #1 sendiri merupakan ajang unjuk kekuatan ekonomi, pendidikan, dan kreativitas warga Muhammadiyah Sleman, sehingga stabilitas di lokasi acara menjadi prioritas utama. Dengan koordinasi yang solid antar-cabang dan ranting di bawah komando KOKAM Daerah Sleman, diharapkan perhelatan perdana expo ini sukses secara penyelenggaraan dan memberikan dampak luas bagi syiar Islam berkemajuan. Pupud menutup instruksinya dengan pesan semangat bagi para personel yang bertugas di lapangan. “Naṣrun mina-llāhi wa fatḥun qarīb, wa baśyiri-l-mu’minīn,” pungkasnya.  Rep & Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

IGABA Daerah Sleman, Sinergi Muhammadiyah dan Aisyiyah Gelaran MSE Pertama di SCH Panggung Unjuk Kreativitas dan Potensi

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Semangat kolaborasi antara Muhammadiyah dan Aisyiyah kembali dibuktikan melalui kesuksesan gelaran Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) pertama yang diselenggarakan di Sleman City Hall (SCH) 9-11 Januari 2026. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi panggung besar bagi unjuk kreativitas, seni budaya, serta ajang pengenalan potensi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Aisyiyah kepada masyarakat luas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni rutin, tetapi juga momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarwarga persyarikatan. Keberhasilan acara ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak yang hadir, termasuk para pendidik dari Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA). Kesuksesan MSE di SCH ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa sinergi antara organisasi otonom Muhammadiyah dan Aisyiyah terjalin dengan sangat solid. Berbagai penampilan seni budaya yang dibawakan oleh para siswa dan kader menunjukkan betapa kaya potensi kreatif yang dimiliki oleh lembaga pendidikan di bawah naungan kedua organisasi tersebut. Nora Ekasari Pengurus Daerah IGABA Sleman dari TK ABA Sidoharjo  Turi  yang hadir menyaksikan langsung jalannya kegiatan bersama sejumlah pengurus lain, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut dan keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras kolektif tuturnya ketika ditemui pada Sabtu 10 Januari di arena MSE1. “Alhamdulillah, selamat atas terselenggaranya MSE pertama di SCH yang sudah terlaksana dengan lancar dan sukses. Kolaborasi Muhammadiyah dan Aisyiyah terbukti bisa terjalin dengan baik,” ujar Nora Ekasari dalam keterangannya di lokasi acara. Selain aspek hiburan dan seni, MSE menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah. Melalui stan-stan pameran dan presentasi kreatif, pengunjung dapat melihat langsung kualitas pendidikan serta layanan sosial yang ditawarkan oleh persyarikatan. Menurut Nora, kemeriahan acara ini tidak lepas dari keberagaman konten yang disajikan, mulai dari kreativitas siswa hingga pameran produk unggulan. Hal ini memberikan citra positif bahwa Muhammadiyah dan Aisyiyah senantiasa relevan dengan perkembangan zaman namun tetap memegang teguh nilai-nilai budaya. “Acara MSE terlihat meriah dengan berbagai penampilan seni budaya dan kreativitas. Ini juga menjadi ajang memperkenalkan Amal Usaha dari keduanya, baik Muhammadiyah maupun Aisyiyah,” tambah Nora dengan penuh antusias. Menutup pernyataannya, Nora berharap agar semangat kolaborasi ini tidak berhenti pada acara ini saja. Ia menginginkan adanya keberlanjutan kerja sama yang lebih erat di masa mendatang guna memajukan dakwah melalui jalur pendidikan dan sosial. “Sukses selalu dan semoga terus terjalin kerja sama yang lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya.

Loading

Wakil Ketua PWM DIY, Dr. H. Nur Ahmad Ghojali , MSE1, Manifestasi Dakwah Ekonomi Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah Sleman Ekspo (MSE) perdana yang digelar di Sleman City Hall resmi ditutup pada Minggu (11/1/2026). Perhelatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut sukses menyedot perhatian publik dengan mencatatkan jumlah kunjungan fantastis mencapai 36.000 orang. Acara ini dinilai bukan sekadar pameran dagang biasa, melainkan momentum kebangkitan ekonomi umat di Kabupaten Sleman. Hadir mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Wakil Ketua PWM DIY, Dr. H. Nur Ahmad Ghojali, M.A., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman. Dalam sambutannya yang dibuka dengan pantun khas, ia menekankan bahwa MSE merupakan bukti nyata dari konsep “Dakwah Ekonomi” yang sedang digencarkan oleh persyarikatan. Membeli sajadah di Exspo Sleman,Corak parijotho elok warnanya.Selesai sudah agenda kebanggaan,MSE satu menebar manfaat nyata. “MSE ini bukan sekadar pameran dagang, melainkan manifestasi dari Dakwah Ekonomi yang nyata. Muhammadiyah tidak hanya bicara soal ibadah di masjid, tapi juga bicara tentang kemandirian umat dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Nur Ahmad Ghojali. Ia juga mengingatkan pentingnya pilar ekonomi sebagai program prioritas Muhammadiyah, yang salah satunya diwujudkan melalui pendirian TokoMu di berbagai cabang. Dalam pandangan PWM DIY, penguatan ekonomi adalah implementasi dari nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya Surat Al-Qashash ayat 77. “Ayat tersebut mengingatkan kita untuk mencari kebahagiaan akhirat tanpa melupakan bagian kita di dunia. Harus seimbang antara pemenuhan spiritual dan kemandirian ekonomi,” tambah sosok yang juga menjabat sebagai BPH RS PKU Kotagede tersebut. Tidak hanya menampilkan produk UMKM dan keunggulan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), ekspo ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan produktif seperti senam massal dan dialog edukatif. Sebagai bentuk motivasi, panitia memberikan apresiasi kepada stan-stan terbaik, mulai dari kategori AUM Pendidikan hingga stan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM). Ketua PDM Sleman, H. Harjaka, dalam sambutan pembukanya menyatakan rasa syukur atas antusiasme warga Muhammadiyah dan masyarakat umum. Penutupan acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Susmiarto, M.M., Ketua MEBP PWA DIY, serta jajaran kepala sekolah dari tingkat SD hingga SMK se-Kabupaten Sleman. Keberhasilan MSE perdana ini diharapkan menjadi pemantik bagi daerah-daerah lain di wilayah DIY untuk menyelenggarakan kegiatan serupa demi menggerakkan roda ekonomi persyarikatan dan masyarakat luas. Rep  H. Wahdan Arifudin KS SMPM 2 Godean, MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Warna-Warni Kreativitas Anak Sleman Hiasi Panggung Muhammadiyah Sleman Expo #1

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Atrium Shinta, Sleman City Hall (SCH), tampak berbeda pada Minggu (11/1/2026) pagi. Ratusan anak dari jenjang TK dan SD se-Kabupaten Sleman berkumpul dengan membawa meja lipat dan peralatan mewarnai lengkap untuk berkompetisi dalam Lomba Mewarnai Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE#1). Acara yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 13.00 WIB ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi keluarga besar Muhammadiyah dan masyarakat umum di Sleman. Lomba yang digelar tanpa biaya pendaftaran alias gratis ini memperebutkan 18 kejuaraan dari tiga kategori berbeda, yakni TK A, TK B, dan SD Kelas 1. Panitia menetapkan aturan ketat di mana peserta menggunakan media kertas A4 dengan durasi pengerjaan selama 90 menit. Menariknya, peserta diperkenankan menggunakan silky crayon, namun dilarang menggunakan aneka cat dan pilok untuk menjaga kesetaraan kreativitas. Sembari menunggu anak-anak menuntaskan goresan warnanya, para orang tua dan pendamping mendapatkan berbagai kegiatan edukatif. Terdapat sesi edukasi kesehatan oleh Pocari Sweat pada pukul 10.30 WIB, dilanjutkan dengan tutorial hijab oleh Elzatta pada pukul 11.40 WIB. Acara semakin meriah dengan sesi dongeng anak yang menghibur seluruh peserta di sela-sela waktu penjurian. “Kegiatan ini dirancang bukan sekadar kompetisi, tapi juga wahana edukasi bagi anak-anak dan ajang silaturahmi bagi para bunda melalui tutorial hijab dan edukasi kesehatan,” ujar salah satu koordinator acara dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Setelah melalui proses penjurian yang cukup ketat berdasarkan komposisi warna dan kerapian, berikut adalah daftar pemenang Lomba Mewarnai MSE#1 Tahun 2026: Kategori TK A Kejuaraan di kategori ini didominasi oleh perwakilan dari TK ABA di wilayah utara dan barat Sleman: Kategori TK B Persaingan di kelompok TK B berlangsung sangat sengit dengan selisih poin yang sangat tipis antar juara: Kategori SD Kelas 1 Untuk jenjang sekolah dasar, SD Muhammadiyah Pajangan 2 berhasil menempati posisi puncak: Acara ditutup dengan pembagian bertabur doorprize menarik baik bagi anak-anak maupun para orang tua yang hadir. PDM Sleman berharap melalui Muhammadiyah Sleman Expo #1 ini, bakat-bakat seni anak-anak di Sleman dapat terus terpupuk sejak dini sebagai bagian dari mewujudkan generasi yang kreatif dan berkemajuan. Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading