Kewajiban Orang Tua dalam Pendidikan Anak

Depok, Pdmsleman.Or.Id Konsep pendidikan menurut Islam, tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab utama orang tua, yaitu mendidik generasi penerus. Hal ini terungkap dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 9, yang menegaskan kewajiban orang tua dalam mempersiapkan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Hal ini ditegaskan Muhammad Jumiran dalam acara pelepasan purna siswa angkatan ke-54 SMP Muhammadiyah 1 Depok, Sleman, Senin (2/6/2025) di Aula sekolah setempat. Jumiran menjelaskan tiga poin penting terkait tanggung jawab orang tua yang terkandung dalam surat an-Nisa ayat 9 tersebut. Ketiga poin itu, menurutnya, meliputi pendidikan jasmani dan akal, pendidikan akidah, dan pendidikan akhlak dan karakter. “Redaksi ‘zurriyatan dhiafan’ (keturunan yang lemah) ini menegaskan pentingnya menyiapkan anak-anak kita menjadi generasi yang kuat, hebat, dan kokoh, baik itu secara fisik maupun intelektual,” ungkapnya. Menurutnya, kewajiban orang tua memberikan bekal pendidikan jasmani dan akal yang baik untuk memastikan generasi penerusnya tidak menjadi generasi yang lemah dan tertinggal, baik dalam kesehatan maupun daya pikir. Selain pendidikan jasmani dan akal, Jumiran menjelaskan pentingnya mendidik anak terkait akidah, yang disinggung dalam ayat dengan perintah “falyattaqullah” (bertakwalah kepada Allah). Menurutnya, pemahaman mengenai akidah menjadi fondasi utama bagi setiap muslim, tidak terkecuali anak-anak.  “Dua aspek tauhid yang perlu diajarkan sejak dini yaitu tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyah,” ujar dia. Adapun kalimat “wal-yaqulu qawlan sadidan” (hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar), menurut Jumiran, merujuk pada urgensi penanaman akhlak dan karakter seorang anak. Ia berujar, bahwa orang tua harus mendidik anak-anak untuk memiliki karakter yang jujur, amanah, rendah hati, sabar, pemaaf, suka menolong, dan sebagainya. “Dalam kehidupan sehari-hari, orang tua harus menjaga ucapan dan tindakan agar memberikan teladan dan uswah yang baik bagi anak-anaknya,” pungkasnya. Wakil Ketua PCM Depok Sleman ini menegaskan, bahwa dengan memegang tiga poin prinsip yang digariskan Al-Qur’an, orang tua dapat mendidik generasi yang tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga memiliki bekal akhirat yang cukup. Karena itu, ia mengajak orang tua yang hadir menjadikan pendidikan anak sebagai investasi jangka panjang untuk kebaikan keluarga, masyarakat, agama, bangsa, dan negara. Rep (Athiful/KIM Depok)

Loading

Jamaah Haji Kloter 67 Terima Bimbingan dan Persiapan Jelang Armuzna

Makkah, Pdmsleman.Or.Id Hari ke-13, Senin, 2 Juni 2025, jamaah haji Kloter 67 SOC melanjutkan perjalanan spiritual mereka di Makkah dengan penuh semangat dan harapan. Hari ini menjadi momen penting bagi mereka untuk melakukan ibadah dan kegiatan pribadi, serta memperdalam pemahaman tentang makna haji yang sesungguhnya. Sebelum melaksanakan shalat dhuhur, jamaah berkumpul untuk mendengarkan kultum yang disampaikan oleh Ustadz Uki Sukiman. Dalam ceramahnya, Ustadz Uki menekankan pentingnya takwa sebagai landasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. “Hidup di dunia ini adalah bekal untuk akhirat. Oleh karena itu, kita harus senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT,” ujarnya. Pesan ini menjadi pengingat bagi jamaah untuk tidak hanya fokus pada ritual haji, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepribadian yang lebih baik. Setelah kultum, jamaah haji Kloter 67 SOC melanjutkan dengan screening kesehatan yang dilakukan oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Kegiatan ini sangat penting menjelang armuzna, di mana jamaah akan menghadapi serangkaian kegiatan di Arafah dan Mina. Tim kesehatan memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. “Kesehatan adalah modal utama untuk melaksanakan ibadah dengan baik. Pastikan untuk menjaga stamina dan mengonsumsi makanan yang bergizi,” kata salah satu anggota TKHI. Dengan pemahaman ini, jamaah diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi tantangan di depan. Selanjutnya, dalam kajian tahsin yang dipandu oleh Ustadz Ruswanto, jamaah mendapatkan bimbingan mengenai Al-Qur’an dan tata cara ibadah haji. Ustadz Ruswanto menjelaskan bahwa pemahaman yang mendalam tentang Al-Qur’an akan memperkaya pengalaman spiritual jamaah selama haji. “Setiap ayat yang kita baca harus kita resapi dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat kita berada di tanah suci ini,” ujarnya. Kajian ini memberikan kesempatan bagi jamaah untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an mereka dan memahami lebih dalam tentang makna ayat-ayat yang berkaitan dengan ibadah haji. Menjelang maghrib, Pak Aleq memberikan informasi penting mengenai kegiatan haji di Arafah dan Mina. Ia menjelaskan tentang tenda-tenda yang akan digunakan selama di Mina, serta skema murur yang dirancang untuk mengurangi kepadatan di Muzdalifah. “Penting bagi kita untuk memahami hukum-hukum yang terkait dengan ibadah haji agar pelaksanaan ibadah kita sesuai dengan syariat,” tegas Pak Aleq. Informasi ini sangat berharga bagi jamaah, karena dapat membantu mereka merencanakan dan melaksanakan ibadah dengan lebih baik. Reportase Imam Subarkah Jama’ah KBIHU Aisyiyah

Loading

Muhammadiyah Minta Pemerintah Adil dalam Kebijakan untuk Institusi Pendidikan Swasta Maupun Negeri

SLEMAN, Pdmsleman.Or.Id Sebagai sebuah negara besar dengan penduduk lebih dari 281 juta jiwa, amat sulit bagi pemerintah Indonesia untuk menyelenggarakan secara mandiri – dibutuhkan kolaborasi swasta untuk mencerdaskan anak bangsa. Persyarikatan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang memiliki perhatian dan menjadi pelopor untuk dunia pendidikan Indonesia menjadi satu di antara lainnya. Muhammadiyah sejak zaman sebelum kemerdekaan telah menyediakan pelayanan pendidikan untuk bangsa tanpa terkecuali. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir pada Selasa (3/6) seusai Groundbreaking Pembangunan Gedung TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Semesta di Sleman menyampaikan, Muhammadiyah menjadi pelopor penyelenggaraan pendidikan untuk anak usia dini melalui ‘Aisyiyah. Saat ini TK ABA di bawah pengelolaan ‘Aisyiyah sudah berjumlah lebih dari 20.000 yang tersebar di seluruh penjuru tanah air, bahkan juga sudah ada di beberapa negara lain. Tentu ini bukan jumlah yang sedikit – sekaligus bukti konkret peran Persyarikatan Muhammadiyah mencerdaskan bangsa. Tak hanya pendidikan bagi anak-anak usia dini, Persyarikatan Muhammadiyah juga menyelenggarakan pelayanan pendidikan pada tingkat sekolah dasar, sekolah menengah, sampai dengan perguruan tinggi yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan perguruan tinggi yang disediakan oleh negara. Peran besar yang diberikan Persyarikatan untuk bangsa ini supaya menjadi pertimbangan para pemangku kebijakan, baik di level legislatif, yudikatif, eksekutif maupun yang lain supaya ketika memproduksi kebijakan bisa adil – tidak diskriminatif ke institusi pendidikan swasta. “Kalau kemudian melakukan kebijakan, seperti hasil MK kemarin, ya, itu harus seksama. Yang dasarnya jangan sampai mematikan pendidikan swasta yang justru sama dengan mematikan pendidikan nasional,” ungkap Haedar. Sebab jika dikalkulasi, apakah pemerintah akan mampu mengelola semua pendidikan swasta yang saat ini telah banyak berperan mencerdaskan kehidupan bangsa?. Di sisi lain swasta juga memiliki semangat dari dalam untuk berkembang dengan cepat. “Saya berharap ketika merumuskan kebijakan-kebijakan dan menetapkan kebijakan, dari eksekutif, legislatif, yudikatif seksamalah. Perhatikan konstitusi, perhatikan kemaslahatan bangsa, dan perhatikan realitas pendidikan dan dunia kependidikan di Indonesia. Di mana swasta punya peran yang sangat strategis,” imbuh Haedar. Meski tidak sepakat, Haedar menekankan, jika Putusan MK tentang Sisdiknas untuk merealisasikan pendidikan gratis sembilan tahun berlaku, maka implementasinya perlu dengan seksama, komprehensif, dan berpijak pada dunia pendidikan Indonesia di mana swasta punya peran strategis. Haedar menyarankan supaya institusi pendidikan swasta dan negeri diberikan keleluasaan yang sama untuk mengelola diri – jika di institusi pendidikan negeri diberi badan hukum sehingga bisa berbisnis, maka di swasta ‘kran’ itu jangan ditutup – terlebih swasta membutuhkan alternatif-alternatif untuk tetap survive. Haedar menegaskan, institusi pendidikan swasta yang selama ini membantu negara mencerdaskan bangsa jauh dari kepentingan-kepentingan bisnis. Namun jika ada satu atau hanya dua institusi pendidikan swasta yang berorientasi bisnis tidak kemudian dijadikan sebagai keputusan konstitusi.

Loading

Jamaah Haji Kloter 67 Terima Kultum tentang Lima Jalan Mencapai Taqwa

Makkah, Pdmsleman.Or.Id Pada hari ke-12, Ahad, 1 Juni 2025, jamaah haji Kloter 67 SOC menerima kultum qobla dzuhur yang disampaikan oleh Khanafi al-Ghomasary. Dalam kultumnya, beliau membahas tentang lima washilah atau jalan untuk mencapai taqwa. Lima jalan tersebut adalah:     Mu’aahadah: Mengingat janji kita kepada Allah SWT dan senantiasa memperbarui komitmen untuk hanya menyembah Allah SWT tanpa menyekutukan-Nya dengan apapun dan siapapun.    Murooqobah: Merasa senantiasa diawasi oleh Allah SWT, sehingga menumbuhkan sifat takwa dan berhati-hati dalam bertindak.    Muhaasabah: Introspeksi diri untuk memastikan bahwa kita siap menghadap Allah SWT dengan bekal iman dan amal soleh.    Mujaahadah: Bersungguh-sungguh dalam menggapai ridho Allah SWT dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.    Mu’aaqobah: Berusaha memaksimalkan amal kita untuk menutup atau menghapus kesalahan-kesalahan di masa lalu, sebagai salah satu ciri taubat nasuha. Dengan memahami dan mengamalkan lima jalan ini, jamaah haji diharapkan dapat meningkatkan kualitas iman dan takwa mereka, serta memperoleh manfaat spiritual yang besar dari pengalaman haji ini.  Reportase Imam Subarkah Jama’ah KBIHU Aisyiyah

Loading

Jamaah Haji Kloter 67 Terima Bimbingan dan Informasi di Makkah

Makkah, Pdmsleman.Or.id Pada hari ke-11, Sabtu, 31 Mei 2025, jamaah haji Kloter 67 KBIHU Aisyiyah Sleman melakukan ibadah dan keperluan pribadi di Makkah. Setelah itu, jamaah menerima kultum dari Bp. Sidiq Ahmadi yang menekankan pentingnya menyempatkan dan memaksakan diri untuk berkunjung ke Masjid Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Aqsa. Bp. Sidiq Ahmadi juga menekankan pentingnya menyiapkan semua kegiatan untuk menyempurnakan sholat, serta menjadikan waktu yang ada tidak sia-sia. Jamaah diharapkan dapat memahami makna dan hikmah di balik ibadah haji, serta dapat meningkatkan kualitas iman dan takwa mereka. Selain itu, jamaah juga menerima informasi kloter dari Bp. Aleq Rahmat Hidayat tentang kegiatan dan jadwal keberangkatan ke Arofah. Jamaah diharapkan dapat memahami prosedur dan aturan yang berlaku selama ibadah haji. Jamaah juga menerima pelatihan teknik relaksasi 4-7-8 oleh Bp. Prima Aditama, yang membahas tentang teknik grounding 5-4-3-2-1 untuk mengurangi stres dan kecemasan. Jamaah diharapkan dapat memahami dan mengaplikasikan teknik ini untuk meningkatkan kualitas ibadah mereka. Dengan bimbingan dan informasi ini, jamaah haji Kloter 67 diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah mereka dan memperoleh manfaat spiritual yang besar dari pengalaman haji ini. Reportase Imam subarkah Jama’ah KBIHU Aisyiyah

Loading

Pendidikan Berkemajuan, Arif Jamali Muis Sekretaris PWM DIY

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Mendidik generasi Z merupakan tantangan berat bagi generasi saat ini, dengan metode pendidikan terbaik seperti apa yang harus dipergunakan agar memperoleh hasil maksimal sesuai yang diharapkan. Demikian Arief Jamali Muis mengawali pengajiannya di Masjid At Taqwa Minomartani Ngaglik Sleman pada 31 Mei 2025. ” Al Qur’an memberikan dua cara, lanjutnya, termaktub dalam Surat An Nisa ayat 9 agar kita tidak meninggalkan generasi yang lemah, yaitu hendaknya kita bertaqwa dan berkata dengan benar. Apabila orang tua dalam mendidik anak dilandasi dengan ketakwaan, diikuti dengan kedekatan kepada Allah SWT insyaa Allah hasilnya akan jauh berbeda apabila tidak dilandasi dengan ketakwaan”. Sedangkan berkata dengan benar, hendaknya orangtua dapat memberi contoh tauladan bagi anak-anak, melalui perkataan dan perilaku kita. Kebenaran hendaknya dilandasi dengan ilmu yang memadai, kemajuan ilmu akan sangat mempengaruhi terhadap apa yang kita perbuat. Kedepankan dialog dengan anak-anak mana yang baik dan benar, pungkasnya. Arief Jamali Muis adalah Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta dan dan Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Muhammad Subhan, Ketua Pengajian Nurul Masajid, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua jama’ah yang hadir, yang terdiri dari jamaah 9 masjid di sekitar Perumnas Minomartani dan juga Guru-Guru TK ABA dan TK ABA Taruna Minomartani, Mohon dukungannya akan segera dibuka Nurul Masajid Mart, untuk memenuhi kebutuhan belanja jama’ah. Juga diharap kehadirannya nanti pada Shalat Iedul Adha pada hari Jum’at tanggal 6 Juni 2025 di halaman masjid ini dengan khatib Bapak Prof. Dr. Mahfud M.D. (M.A. Sanusi, KIM Tirto Gumregah Berbah). Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Jamaah Haji Kloter 67 Terima Kajian dan Bimbingan Ibadah di Makkah

Makkah, Pdmsleman.Or.Id Pada hari ke 9, Kamis, 29 Mei 2025, jamaah haji Kloter 67 melakukan kegiatan dan ibadah pribadi di Makkah. Setelah sholat dzuhur, jamaah menerima kajian dari Ustadz Uki Sukiman dengan tema QS Ali Imran 96, yang membahas tentang keberkahan dan petunjuk bagi seluruh alam yang terkandung dalam Baitullah di Makkah. Dalam kajian tersebut, Ustadz Uki Sukiman menjelaskan bahwa ” Baitullah di Makkah adalah rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia, dan merupakan tempat yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Jamaah diharapkan dapat memahami makna dan hikmah di balik keberadaan Baitullah, serta dapat meningkatkan kualitas ibadah mereka selama berada di Makkah”. Selain kajian, jamaah juga menerima bimbingan tahsin Al-Quran bersama Ustadz Ruswanto, yang merupakan pembimbing ibadah haji kloter 67. Bimbingan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan jamaah dalam membaca dan memahami Al-Quran, serta membantu mereka dalam menjalankan ibadah haji dengan lebih baik. Jamaah juga menerima sosialisasi dan praktek membuat cairan oralit, yang sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah dehidrasi selama menjalankan ibadah haji. Dengan demikian, jamaah diharapkan dapat memahami cara membuat cairan oralit yang tepat dan dapat menggunakannya dengan efektif. Dengan kegiatan dan bimbingan ini, jamaah haji Kloter 67 diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah mereka dan memperoleh manfaat spiritual yang besar dari pengalaman haji ini. Reportase Imam Subarkah Jama’ah Haji KBIHU Aisyiyah Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Tutup Tahun dan Pentas Seni Kelompok Bermain Aisyiyah Insan Mutaqin

Turi, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka menutup tahun ajaran dan merayakan pencapaian anak-anak, Kelompok Bermain Aisyiyah Insan Mutaqin menggelar acara Pentas Seni Kolosal bertajuk “Gerakan Aku BISA: Aku Suka Buah, Ikan, Sayur, dan Air Putih” pada Rabu 28 Mei 2025 berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Lurah Wonokerto, Ibu PAUD Wonokerto, PCM, PCA, PCA Majelis PAUD Dasmen, Pra Dadapan, dan PRM Dadapan. Pentas seni yang berlangsung meriah ini menampilkan kostum-kostum unik yang menggambarkan tema kesehatan dan gizi. Anak-anak dari berbagai kelas mengenakan kostum buah, sayuran, ikan, dan air putih. Kelas Mangga mengenakan kostum buah, Kelas Jeruk dengan kostum sayuran, Kelas Pisang Putri sebagai air putih, dan Kelas Pisang Putra sebagai ikan. Melalui pertunjukan ini, anak-anak tidak hanya mengekspresikan diri tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang pentingnya konsumsi gizi seimbang. Gerakan “Aku BISA” bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi angka stunting dan meningkatkan pemenuhan gizi pada anak. Dengan mengajak anak-anak untuk mengkonsumsi buah setiap hari, bergiliran makan siang dengan sayur, serta membawa bekal olahan ikan dan minum susu kambing dari sekolah setiap bulan, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas. Dalam sambutannya, Lurah Wonokerto memberikan dukungan penuh terhadap pendidikan, terutama di tingkat PAUD. Ia menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak. Pada kesempatan ini, Lurah juga menyerahkan Alat Permainan Edukatif (APE) yang diharapkan dapat mendukung proses belajar mengajar di Kelompok Bermain Aisyiyah Insan Mutaqin. Sambutan dari PCA Turi, Hj. Sri Winarti, M.Pd, juga menekankan bahwa “ mendidik anak adalah sebuah amanah,. KB Aisyiyah Insan Mutaqin mencetak anak-anak yang sholih dan berakhlak baik, yang kelak dapat melanjutkan pendidikan di lembaga di bawah Muhammadiyah. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Aisyiyah dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang baik”. Kepala PAUD KB, Khairunissa S, SE, mengungkapkan bahwa saat ini total murid di lembaga tersebut berjumlah 63, dengan 35 di antaranya telah lulus. Ia juga menginformasikan bahwa kuota untuk tahun ajaran 2025/2026 sudah penuh dengan 60 anak terdaftar. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini di wilayah Wonokerto. Acara ini terselenggara berkat kerjasama yang baik antara Kelompok Pertemuan Orang Tua (KPO) dan KOKAM. Dengan semangat kebersamaan, acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan bakat anak-anak, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara orang tua, guru, dan masyarakat. Arief Hartanto

Loading