Semarak Milad Aisyiyah ke-108 dan Peringatan Hari Lansia  PCA Tempel

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Kamis  29 Mei 2023, PCA ( Pimpinan Cabang Aisyiyah )  Tempel berkolaborasi dengan Griya Lansia Riyadhul Jannah menggelar acara semarak dalam rangka memperingati Milad Aisyiyah yang ke-108 dengan tema “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayibah menuju Ketahanan Nasional.” dan Hari Lansia. Acara ini berlangsung di Embung Mororejo, dimulai pada pukul 07.00 WIB dan dihadiri oleh 127 lansia dari wilayah Kapanewon Tempel. Menurut Sekretaris PCA Tempel Ervin Iswandayani S.Pd menuturkan “Acara dibuka dengan kegiatan jalan sehat yang mengelilingi embung Mororejo sebanyak tiga kali. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga untuk membangun kebersamaan di antara para lansia”. Setelah jalan sehat, peserta melanjutkan dengan senam lansia dan senam Sleman Sembada, yang dipandu oleh instruktur berpengalaman. Senam ini dirancang khusus untuk meningkatkan kebugaran dan fleksibilitas para lansia, sehingga mereka dapat tetap aktif dan sehat. Setelah berolahraga, peserta diberikan waktu istirahat untuk menikmati minuman jahe hangat dan snack. Jahe dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, terutama bagi lansia, seperti meningkatkan sistem imun dan mengurangi peradangan. Momen ini juga menjadi kesempatan bagi para lansia untuk bersosialisasi dan berbagi cerita, memperkuat ikatan antar sesama. Acara dilanjutkan dengan saresehan yang menghadirkan pembicara dari PDM Sleman H. Arief Sulistyo, SE dan Hj. Siti Rofingah, A.Md.Keb. Dalam sesi ini, mereka menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan dan kebahagiaan di usia lanjut. H. Arief Sulistyo menekankan bahwa “lansia harus memperbanyak silaturahmi dan semangat beribadah, sehingga masa tua dapat dimaknai dengan penuh manfaat. Pesan ini sangat relevan, mengingat banyak lansia yang sering merasa kesepian dan terasing”. Setelah saresehan, peserta menikmati hidangan soto bersama, yang menjadi penutup yang hangat untuk acara tersebut. Makanan ini tidak hanya lezat, tetapi juga memberikan energi bagi para lansia setelah beraktivitas seharian. Selain itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan sehari-hari para lansia, panitia juga membagikan sembako yang berisi sayuran, tempe, minyak, dan telur. Pembagian sembako ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para lansia dalam memenuhi kebutuhan gizi mereka. Acara ini dihadiri oleh 127 lansia yang berasal dari berbagai ranting di wilayah Kapanewon Tempel. Masing-masing ranting mengirimkan 10 lansia, sehingga total ada 90 lansia yang hadir, ditambah dengan pengurus Griya Lansia dan PCA Tempel. Kehadiran yang cukup banyak ini menunjukkan antusiasme dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan yang bermanfaat bagi lansia. Melalui acara ini, PCA Tempel dan Griya Lansia Riyadhul Jannah tidak hanya merayakan Milad Aisyiyah, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada lansia, yang merupakan bagian penting dari masyarakat sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas hidup lansia .  Rep Ervin Iswandayani S.Pd PCA Tempel Editor  Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman

Loading

Jamaah Haji Kloter Aisyiyah Terima Bimbingan Manasik Haji dari H. Sumaryadi dan Ustadz Uki Sukiman

Makkah, Pdmsleman.Or,id Selasa, 28 Mei 2025, jamaah haji Kloter Aisyiyah menerima bimbingan manasik haji dari H. Sumaryadi dan Ustadz Uki Sukiman. Materi manasik yang disampaikan meliputi berbagai aspek ibadah haji, seperti persiapan sebelum berangkat, pelaksanaan wukuf di Arofah, dan kegiatan lainnya. H. Sumaryadi menjelaskan bahwa hotel akan dijadikan sebagai miqot haji, dan jamaah harus melakukan persiapan mandi, potong kuku, dan lain-lain sebelum berangkat. Jamaah juga harus melakukan shalat sunnah dua rakaat di hotel dan mematuhi semua larangan ikhrom. Ustadz Uki Sukiman menambahkan bahwa jamaah harus memahami kaidah dalam Al-Quran tentang darurat membolehkan sesuatu yang dilarang. Beliau juga menekankan pentingnya berdoa dengan khusyuk dan tulus, serta menghindari perbuatan yang dapat menghalangi doa. Jamaah juga diingatkan untuk membawa barang-barang yang diperlukan selama wukuf di Arofah, seperti obat-obatan, snack kecil, dan air minum. Jamaah juga harus mematuhi jadwal kegiatan yang telah ditentukan dan menggunakan APD saat berada di luar tenda. Dengan bimbingan manasik haji ini, jamaah Kloter Aisyiyah diharapkan dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk, serta memperoleh manfaat spiritual yang besar dari pengalaman ini. Rep Imam Subarkah Jama’ah KBIHU AIsyiyah sleman Editor Arief HArtanto MPI PDM SLeman

Loading

Selaraskan Kebijakan Kemendikdasmen, SMK Muhammadiyah 2 Sleman Gelar Sinkronisasi Kurikulum

SLEMAN. Pdmsleman.Or.id SMK Muhammadiyah 2 Sleman menggelar sinkronisasi kurikulum tahun ajaran 2025/2026 bersama tim pengembang kurikulum, guru kejuruan, serta perwakilan mitra industri di ruang pertemuan sekolah, pada Rabu (28/5). Kegiatan dengan tema implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) dan teaching factory dalam pembelajaran ini bertujuan untuk menyelaraskan kompetensi yang diajarkan sekolah dengan kebutuhan nyata di lapangan kerja, sekaligus menyesuaikan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Ahmad Maftuhin, menyampaikan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan dunia industri guna mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing di era global. “Sinkronisasi kurikulum ini bukan hanya formalitas, tetapi langkah nyata dalam membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan dan dibutuhkan industri saat ini,” ujar dia. Acara diawali dengan paparan masing-masing ketua kompetensi keahlian, meliputi profil jurusan, struktur kurikulum, capaian pembelajaran, kesesuaian dengan dunia kerja dan beberapa aspek lain. Kemudian dilanjutkan dengan proses analisis dan diskusi intensif antara guru-guru produktif dan narasumber dari industri yang hadir, dengan tujuan untuk merancang struktur kurikulum yang lebih aplikatif, kontekstual, dan berbasis proyek melalui pendekatan deep learning. “Hal ini diharapkan dapat memperkuat implementasi model pembelajaran teaching factory yang telah menjadi ciri khas SMK,” tambahnya. Maftuhin menambahkan, bahwa sinkronisasi kurikulum menunjukkan komitmen SMK Muhammadiyah 2 Sleman dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masa depan. Diharapkan Maftuhin, hasil sinkronisasi ini dapat diimplementasikan pada tahun ajaran 2025/2026 mendatang. “Kami selalu berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan keselarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia industri, dunia usaha, dan dunia kerja atau dalam bahasa kami, DIDUKA,” tegasnya. Rep : (Athiful/KIM Depok)

Loading

Film Nyai Ahmad Dahlan: Kiprah Tokoh Emansipasi Perempuan Indonesia

SLEMAN. Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) dan Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Pakem, Sleman sukses menggelar acara spesial bertemakan, “Kunjungan Museum dan Nonton Bareng Film Nyai Ahmad Dahlan” pada Rabu (28/5) di Museum Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti sebanyak 58 aktivis ‘Aisyiyah Pakem ini tidak hanya bertujuan mengenal sejarah, tetapi juga menggali inspirasi dan pelajaran berharga dari kisah perjuangan Siti Walidah, atau lebih dikenal sebagai Nyai Ahmad Dahlan, tokoh emansipasi perempuan Indonesia dan istri pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan. Di Museum UAD Yogyakarta, pemutaran film Nyai Ahmad Dahlan ini berlangsung sejak 24 Mei hingga 1 Juni 2025 mendatang, dengan empat sesi pemutaran di setiap harinya. Film Nyai Ahmad Dahlan merupakan drama biopik Indonesia yang disutradarai Olla Atta Adonara, dan dibintangi Ratu Tika Bravani sebagai Nyai Ahmad Dahlan. Film ini mendedah perjalanan inspiratif Siti Walidah, dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan pendidikan perempuan, sekaligus kontribusinya dalam membangun peradaban melalui Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Aktivis ‘Aisyiyah Harjobinangun, Pakem, Sleman, Titik Suryani mengatakan, kegiatan nonton bareng film Nyai Ahmad Dahlan tidak hanya menjadi ajang refleksi sejarah dan transfer nilai, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi perjuangan perempuan Indonesia. “Sejarah Muhammadiyah dalam membangun peradaban harus dipelajari dan diceritakan kepada generasi penerus. Menurut saya, museum dan film dapat menjadi media efektif, efisien, dan menyenangkan untuk menyampaikan nilai-nilai baik tersebut,” ujarnya. Titik menekankan, bahwa Nyai Ahmad Dahlan adalah salah satu teladan perempuan Indonesia yang memperjuangkan kesetaraan melalui tradisi lisan yang istimewa. Dirinya juga mengisahkan, bagaimana Nyai Ahmad Dahlan mengajarkan nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis melalui amal tindakan nyata. “Hidup beliau untuk amal saleh, hobi berbagi dan bersedekah. Nyai mengajak perempuan berserikat bukan untuk membicarakan orang, tetapi menyusun rencana mengimplementasikan nilai-nilai surat Al-Ma’un dalam kehidupan,” ujarnya. Menurut alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya ini, kiprah tokoh pahlawan perempuan dari rahim Muhammadiyah itu, memiliki pikiran dan kiprah yang melampaui zaman. Hidupnya semata dihibahkan untuk peran sentral keumatan dan kebangsaan. Lebih lanjut, wali murid SD Muhammadiyah Pakem ini berharap, pesan terkandung dalam film Nyai Ahmad Dahlan sampai kepada segenap aktivis muda Muhammadiyah maupun anak bangsa Indonesia pada umumnya. Karena, menurutnya, film tersebut patut diteladani sebagai modal perjuangan kaum perempuan. “Mari kita simak perjuangan monumental seorang perempuan pahlawan dan pemberani dalam membangun tanah airnya,” tambahnya. Rep : (Athiful/KIM Depok Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Verifikasi Kurikulum Bersama Pengawas dan Mitra Industri sebagai Respons Perubahan Zaman

SLEMAN. Pdmsleman.Or.Id Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 1 Sleman menggelar verifikasi kurikulum bersama komite sekolah, tim pengembang kurikulum sekolah, balai pendidikan menengah (Dikmen) Kabupaten Sleman, serta mitra industri, di ruang pertemuan sekolah lantai 2, Selasa (27/5). Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sleman Suwarta, dalam pengantarnya mengatakan, bahwa verifikasi kurikulum dengan model focus group discussion (FGD) ini dimaksudkan untuk memastikan kurikulum yang diterapkan sekolahnya telah sesuai dengan standar nasional pendidikan, serta relevan dengan perkembangan dunia kerja dan teknologi terkini. “Kegiatan ini menjadi bahan referensi, bagaimana kurikulum di sekolah kami dikembangkan, karena dunia sudah berubah. Dunia usaha juga sudah berubah. Maka, mau tidak mau yang namanya pengelola pendidikan, terlebih amal usaha Muhammadiyah harus peka dan turut menyelaraskan,” katanya. Verifikasi kurikulum, kata dia, dilakukan rutin pihak SMK Muhammadiyah 1 Sleman untuk memastikan materi pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik tetap relevan dengan dunia kerja. “Kami ingin memastikan bahwa kurikulum tidak hanya sesuai regulasi, tetapi juga menjawab kebutuhan industri saat ini dan masa depan,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, beberapa mitra industri yang selama ini telah menjalin kerja sama dengan sekolah turut hadir, antara lain TVRI Yogyakarta, Borobudur Oto Mobil Sleman, dan AHASS Babarsari, Sleman. Suwarta mengaku senang, karena para pengawas dan mitra industri yang hadir turut memberikan masukan strategis terkait kebutuhan kompetensi di dunia kerja, terutama dalam bidang teknik, media, dan otomotif, yang menjadi fokus keahlian di sekolah tersebut. “Ini penting karena dapat memberikan masukan demi peningkatan kualitas pendidikan vokasi,” cetusnya. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Suwarta berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan dunia industri, serta memastikan lulusannya memiliki daya saing tinggi di dunia kerja. “Kami berharap agar ke depan, alumni sekolah kami bisa berkontribusi lebih jelas ketika lulus dari sini,” pungkasnya, bangga. Rep : (Athiful/KIM Depok) Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Sarasehan Cabang, Ranting, dan Masjid Unggul Tingkat Daerah  Muhammadiyah  Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 24 Mei 2025 Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman ( PDM ) Sleman bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 1 Sleman menggelar acara bertajuk “Sarasehan Cabang, Ranting, dan Masjid Unggul Tingkat Daerah”. Acara ini dihadiri oleh segenap anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sleman, Pimpinan Majelis dan Lembaga PDM, serta 17 pimpinan cabang Muhammadiyah se-Daerah Sleman. Acara ini dibuka oleh Ketua LPCRPM PDM Sleman US Prawoto, S.Ag. MKM yang  menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar cabang dan ranting dalam mengembangkan program-program unggulan di lingkungan Muhammadiyah. “Kita berkumpul di sini untuk saling berbagi pengalaman dan strategi dalam membangun Cabang dan Ranting dan masjid yang unggul”.    Arahan dan Amanat Ketua PDM Sleman serta membuka Sarasehan oleh Ketua PDM Sleman diwakili H.  Nasirun Wakil Ketua yang membidangi LPCR “ Periode kemarin PDM Sleman telah melahirkan PCM Minggir juara II LPCRPM Nasional, PRM diwakili PRM Nogotirto dan Masjid bAiturrahman Depok,  ke depan terus saling berlomba dalam kebaikan untuk berikan yang terbaik”. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari H. Muhammad Jamaluddin Ahmad, S. Psi, Psikolog (Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah 2022-2027) membawakan materi ‘ Menghidupkan Masjid, Menguatkan Cabang Dan Ranting . Cabang,Ranting dan Masjid Muhammadiyah adalah “The Real Muhammadiyah, Ranting Muhammmadiyah adalah ujung tombak persyarikatan Muhammadiyah, Ruhnya” Ranting Muhammadiyah adalah Pengajian yang subur, Masjid yang makmur memakmurkan, Beramal dengan ikhlas dan gembira, Gemar berinfaq, zakat, shodaqoh dan berwakaf dan Rapat rutin yang dapat diselenggarakan dengan baik, ada   tindak lanjut dan evaluasi  serta selalu disemangati nilai “tajdid”. majunya cabang dan ranting serta masjid jadi kunci strategis untuk dakwah Persyarikatan Muhammadiyah,  cabang dan ranting Muhammadiyah di seluruh Indonesia memiliki masjid percontohan dan ini bisa dimulai di Tingkat Daerah untuk memulai dengan mengirimkan perwakilan mengikuti pelatihan Marbotmu.  Dalam presentasinya, beliau menjelaskan berbagai program yang telah dilaksanakan oleh Muhammadiyah di tingkat pusat dan bagaimana program tersebut dapat diadaptasi di tingkat daerah. “Kita harus mampu menjawab tantangan zaman dengan inovasi dan kreativitas. Masjid harus menjadi tempat yang ramah dan inklusif bagi semua kalangan,” tegasnya. Sesi berikutnya adalah Kiat-Kiat menuju PCM, PRM & Masjid Unggul berupa testimoni dari beberapa cabang dan ranting yang telah berhasil menerapkan konsep Masjid Unggul pada tahun 2024 yakni  Ketua PCM Minggir  Oleh H.Ngadimin,  PRM Nogotirto Gamping Oleh Heru Prasetyo dan  Ketua Takmir Masjid “Baiturrahman” Condong Catur  Ir. Budi Prasetyo. Reportase  Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Umroh Qudum Jama’ah Haji Kloter 67 SOC Sleman di Masjidil Haram

Makkah, Pdmsleman.Or.Id Kamis malam, 23 Mei 2025, menjadi momen yang penuh makna bagi jama’ah haji kloter 67 SOC. Di tengah keramaian dan kesibukan Masjidil Haram, ribuan jama’ah berkumpul untuk melaksanakan ibadah umroh qudum. Kegiatan ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan simbol kedatangan dan pengharapan akan keberkahan di tanah suci. Sebelum pelaksanaan umroh, karu ( Kepala regu ), karom (kepala rombongan) dan panitia kloter melakukan koordinasi yang intensif. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap jama’ah haji dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan aman dalam suasana penuh kekeluargaan. ” Pukul 22.30 WIB, suasana di lobby hotel mulai ramai, Ratusan jama’ah haji dengan semangat berkumpul, mengenakan pakaian ihram yang menandakan kesiapan mereka untuk beribadah. Dengan langkah penuh harapan, mereka memulai perjalanan menuju Masjidil Haram, yang berjarak sekitar 2 km dari penginapan. Dalam perjalanan tersebut, terlihat wajah-wajah penuh kebahagiaan dan rasa syukur, seolah-olah setiap langkah menuju masjid suci adalah langkah menuju pengampunan dan berkah” tutur Imam S. Sesampainya di Masjidil Haram, jama’ah haji langsung merasakan atmosfer spiritual yang kental. Ibadah umroh dimulai dengan tawaf, di mana mereka mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Suara takbir dan dzikir mengisi udara malam, menciptakan suasana yang khusyuk dan penuh haru. Hati siapapun pasti tergetar dan tangispun tak terbendung. Selama sekitar 4,5 jam, jama’ah haji melaksanakan rangkaian ibadah, termasuk shalat dan doa, dengan penuh penghayatan. Ibadah umroh ini menjadi momen refleksi dan pengharapan bagi setiap jama’ah, di mana mereka memanjatkan doa-doa untuk diri sendiri, keluarga, dan umat Islam di seluruh dunia. Sekitar pukul 02.00 WIB, ibadah umroh pun selesai. Jama’ah haji mulai kembali ke penginapan, dengan hati yang penuh rasa syukur. Perjalanan pulang yang dilakukan sekitar pukul 03.00 WIB menjadi penutup yang manis dari malam yang penuh berkah ini. Namun, bagi jama’ah haji yang risti (resiko tinggi) dan berkursi roda, mereka akan didampingi untuk melaksanakan umroh pada pagi hari berikutnya, Jumat, 24 Mei 2025. Ini menunjukkan komitmen panitia untuk memastikan bahwa semua jama’ah, tanpa terkecuali, dapat menjalankan ibadah dengan baik. Kegiatan umroh qudum ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan wujud nyata dari semangat kebersamaan dan saling mendukung di antara jama’ah. Semoga setiap langkah yang diambil di tanah suci ini membawa berkah dan kedamaian bagi seluruh jama’ah haji. Dengan harapan yang tinggi, mereka kembali ke penginapan, siap untuk melanjutkan ibadah haji yang lebih besar di hari-hari mendatang. Reportase oleh Imam Subarkah, Jama’ah Haji KBIHU Aisyiyah SlemanEditor: Arief Hartanto, MPI PDM Sleman

Loading

Alhamdulillah Jama’ah Haji Kloter 67 SOC Sleman Landing Dengan Selamat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah Saudi Arabia

Jeddah, Pdmsleman.Or.Id Kamis, 22 Mei 2025, jama’ah haji kloter 67 SOC menjalani beberapa kegiatan penting selama perjalanan ke Jeddah. Pagi hari, pukul 05.00 WIB, pesawat yang membawa jama’ah haji transit di Bandara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang, untuk mengisi bahan bakar. Pukul 05.15 WIB, jama’ah haji melaksanakan shalat shubuh yang dipimpin oleh H. Aleq Rahmat Hidayat sebagai imam. Setelah shalat, jama’ah haji melakukan senam peregangan yang dipimpin oleh Mas Prima Aditama, yang meliputi peregangan kepala, pundak, perut, dan kaki. “ Berikutnya pada pukul 06.28 WIB, pesawat yang membawa jama’ah haji terbang menuju Jeddah. Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya jama’ah haji tiba di Bandara King Abdul Aziz dengan lancer dan selamat” tutur Imam S. Niat Ihram dan Umrah dilakukan pada pukul 10.36 WIB, jama’ah haji melaksanakan niat ihram sekaligus niat umrah. Setelah itu, jama’ah haji naik bus menuju hotel yang telah disiapkan. Pentingnya mematuhi larangan ihram, sejak berniat ihram dari miqat Yalamlam, jamaah sudah terikat dengan sejumlah aturan yang harus dipatuhi selama menjalankan ibadah haji dikutip dari MUI.Or.Id. * Tiga larangan bagi laki-laki:   1. Tidak memakai penutup kepala yang menempel   2. Tidak memakai pakaian berjahit   3. Tidak menutup mata kaki (misalnya dengan kaos kaki). * Dua larangan bagi perempuan   1. Tidak menutup wajah   2. Tidak menutup telapak tangan. * Tujuh larangan untuk laki-laki dan perempuan   1. Tidak memakai minyak wangi   2. Tidak memotong kuku   3. Tidak mencabut atau memotong rambut   4. Tidak membunuh hewan buruan   5. Tidak mencabut tumbuhan (seperti rumput)   6. Tidak bercumbu atau berhubungan suami istri   7. Tidak melakukan rafats (ucapan jorok), jidal (berdebat), dan fusuq (berbuat dosa). Larangan-larangan ini harus dihindari agar ibadah haji berjalan sah dan mendapatkan predikat mabrur dan mabrurah, Pukul 14.00 WIB, jama’ah haji tiba di Hotel Aleulyan Alvidyu. Paspor jama’ah haji dikumpulkan dan disematkan gelang yang berisi maps hotel tempat mereka tinggal. Setelah itu, jama’ah haji masuk ke hotel untuk beristirahat setelah perjalanan yang panjang. Semoga jama’ah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan nyaman. Reportase Imam Subarkah Jama’ah Haji KBIHU Aisyiyah Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading