Pengajian Syawalan PRM Sariharjo Tengah: Merajut Spirit Kontinuitas dalam Ibadah

Selasa, 8 April 2025, PRM Sariharjo Tengah, Sleman – Dalam suasana Syawal yang penuh berkah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sariharjo Tengah menggelar pengajian Syawalan yang inspiratif dan penuh makna. Bertempat di Balai Pertemuan PRM setempat, acara ini menghadirkan Ustadz Prof. H. Ir. Sukamta sebagai pemateri utama. Puluhan jamaah dari lingkungan sekitar tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang tersebut. Dalam ceramahnya, Prof. Sukamta mengangkat tema yang menyentuh hati: Amalan yang Dicintai Allah adalah yang Sedikit namun Kontinyu. Beliau menekankan pentingnya menjaga kontinuitas dalam beribadah, meskipun dalam skala kecil. “Allah lebih menyukai amal yang dilakukan secara konsisten daripada yang banyak namun terputus-putus,” ujar beliau dengan penuh semangat, mengutip salah satu hadits Rasulullah SAW. Beliau juga mengajak para jamaah untuk memperkuat niat dalam beribadah selepas Ramadan. “Syawal adalah momentum untuk menguji sejauh mana kita bisa mempertahankan semangat ibadah yang telah terbina selama bulan puasa. Jangan sampai ibadah hanya menjadi ritual musiman,” lanjutnya. Ketua PRM Sariharjo Tengah, Drs. H. Dodo Suparjiyoto, dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme warga yang hadir. Ia berharap pengajian seperti ini bisa menjadi agenda rutin dan menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga. “Semangat Syawalan adalah semangat memperkuat tali silaturahmi dan memperbarui komitmen keislaman kita,” tuturnya. Acara ini dipandu dengan hangat oleh Ibu Rukmiyati, S.Pd.I, yang bertindak sebagai moderator. Dengan gaya komunikatif dan tenang, ia mampu menghidupkan suasana pengajian sehingga diskusi berjalan dinamis. Beberapa peserta bahkan diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber, yang dijawab dengan bijak dan penuh wawasan. “Alhamdulillah, semua berjalan lancar berkat dukungan banyak pihak, termasuk ibu-ibu Aisyiyah yang turut membantu konsumsi dan para pemuda yang menyiapkan tempat,” kata Panitia dengan penuh rasa syukur. Pengajian Syawalan PRM Sariharjo Tengah bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi momen refleksi spiritual bagi warga. Kehadiran tokoh-tokoh inspiratif, tema yang relevan, dan kebersamaan yang hangat menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan masih menjadi magnet kuat dalam membangun karakter umat. Dengan semangat Syawal, warga PRM Sariharjo Tengah berkomitmen untuk terus menghidupkan tradisi pengajian sebagai bagian dari dakwah berkelanjutan. Seperti pesan yang disampaikan Prof. Sukamta, “Sedikit, tapi kontinyu. Itulah kunci ibadah yang dicintai Allah.” Reupload https://dmikabsleman.wordpress.com/2025/04/08/pengajian-syawalan-prm-sariharjo-tengah-merajut-spirit-kontinuitas-dalam-ibadah/

Loading

Mempertahankan Semangat Al-Qur’an Pasca Ramadan, Kajian Ahad Pagi Masjid Ahmad Dahlan Hadirkan Ustadz Dr. KH. Masyhuri

Ngaglik, Pdmsleman.Or.Id Pada Ahad 6 April 2025 Mengawali bulan Syawal dengan nuansa spiritual yang kental, Masjid Ahmad Dahlan yang berada di Ngetiran, Sariharjo, Ngaglik, Sleman menggelar Kajian Ahad Pagi bertajuk “Mempertahankan Semangat Al-Qur’an di Bulan Syawal dan Bulan Lainnya”. Acara ini menghadirkan narasumber utama, Ustadz Dr. KH. Masyhuri, MBA., MM., yang juga dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Aqwamu Qila. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 06.00 hingga 07.00 WIB ini disambut hangat oleh jamaah dari berbagai wilayah. Meski Ramadan telah usai, semangat masyarakat untuk terus menggali nilai-nilai keislaman tampak masih menggelora. Dalam kajiannya, Ustadz Masyhuri menyampaikan pentingnya menjaga konsistensi dalam membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an sepanjang tahun, tidak hanya saat Ramadan. Ia menegaskan bahwa semangat Al-Qur’an yang telah dibangun selama bulan suci jangan sampai padam setelah Idulfitri. “Ramadan memang bulan turunnya Al-Qur’an, tapi semangatnya jangan berhenti di situ. Syawal adalah awal untuk membuktikan apakah kita benar-benar berhasil dalam pelatihan Ramadan,” ungkapnya dalam tausiyah. Lebih lanjut, beliau mengajak jamaah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman harian, bukan hanya dibaca tetapi juga dijadikan sumber solusi atas berbagai persoalan kehidupan. “Banyak orang kembali ke rutinitas lama pasca-Ramadan. Padahal seharusnya, Ramadan itu menjadi titik balik. Kita harus istiqamah dengan amalan Qur’ani sepanjang tahun,” tambahnya. Acara ini dimoderatori oleh Pak Bas, yang dikenal aktif sebagai Bendahara DMI Kabupaten Sleman sekaligus pengurus DKM Ahmad Dahlan dan PCM Ngaglik. Dalam sesi pembuka, Pak Bas mengajak jamaah untuk menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah setelah sebulan penuh berpuasa. Kajian yang digelar oleh Dewan Kemakmuran Masjid Ahmad Dahlan PCM Ngaglik ini juga menjadi momentum silaturahmi Syawal antar warga dan jamaah. Selain mempererat hubungan spiritual, kegiatan ini mendorong partisipasi umat untuk turut berkontribusi dalam memakmurkan masjid melalui infak terbaik yang disediakan selama acara. “Ini bukan hanya tentang mendengarkan ceramah. Ini adalah pengingat bagi kita semua agar tidak menjadi hamba musiman—rajin hanya saat Ramadan, lalu kembali lalai di bulan-bulan berikutnya,” ujar salah satu peserta kajian. Dengan berakhirnya acara tepat pukul 07.00 WIB, para jamaah tampak antusias menyambut ajakan untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an di hari-hari setelah Ramadan. Kajian ini bukan hanya menjadi penutup akhir pekan yang penuh makna, tetapi juga pengingat akan komitmen spiritual yang tak boleh redup seiring berlalunya bulan suci. Repost Dmikab.sleman@wordpress.Com

Loading