Moyudan, Pdmsleman.Or.IdForum Koordinasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( FK PRM) Sumbersari menggelar pengajian rutin setiap Ahad Pahing, bertempat di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.Pada pengajian Ahad Pahing (29/6/2025) menghadirkan Ustazd DR. Ir Anwarudin Hisyam M.Sc dosen Universitas Ahmad Dahlan ( UAD) Yogyakarta, sekaligus Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta.” Alhamdulillah sebelum pengajian dimulai kita menyanyikan lagu Kebangsaan kita.” Ungkapnya dalam mengawali tausiahnya.Dari syair lagu tersebut terungkap kalimat bangunlah jiwanya bangunlah badannya.” Hal tersebut mengandung maksud bahwa yang dibangun adalah jiwa atau rohsninya dari pada badan atau fisiknya.” Tandanya.Untuk membangun jiwa diperlukan berbagai cara untuk bisa mencapai sasaran. Muhammadiyah merupakan suatu pergerakan, yang berasal dari kata gerak.” Maka kita semua harus gerak untuk bisa mewujudkan cita-cita dan amal usaha Muhammadiyah.” Ungkapnya.Lebih lanjut Anwarudin mengupas dari surat Quraisy. Pada ayat kedua dari surat tersebut terdapat kata rihlah yang bisa diartikan perjalanan atau lebih keren bisa disebut piknik.Dalam piknik tersebut bukan sekedar piknik tetapi untuk mendapatkan sesuatu yang lebih berharga. “Dengan piknik kita mendapatkan literasi yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan cara kita untuk berdakwah, sesuai perkembangan.” Pungkasnya.Selesai pengajian dilanjutkan pemeriksaan kesehatan gratis oleh Mahasiswa Universitas Aisiyah ( UNISA) Yogyakarta.Rep Sugiyanto Moyudan
MADINAH, Pdmsleman.Or.Id Kafilah Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) Aisyiyah Kabupaten Sleman membentuk kepengurusan Alumni Bimbingan Haji Aisyiyah (ALBHA) Angkatan 2025. Pembentukan kepengurusan dilakukan di Artal Internasional Hotel Madinah Arab Saudi, kemarin (28/6). Ketua Kafilah Jamaah Haji Aisyiyah Sleman 2025,Sumaryadi mengungkapkan rasa syukurnyaatas selesainya semua rangkaian kegiatan ibadah haji.Dimana semuanya dijalani seluruh jamaah haji Aisyiyah dengan lancar. “Alhamdulillah kita telah menyelesaikan semua rangkaian ibadah haji, InsyaAllah semuanya mabrur,” tuturnya. Menurutnya, kebersamaan selama menjalani rangkaian ibadah haji bukan lah waktu yang singkat. Bahkan, 40 hari bersama dalam satu hotel dan satu kegiatan pasti akanmenumbuhkan rasa kekeluargaan yang erat. Oleh karenanya, kekeluargaan itu perlu tetap di jaga. Agar persaudaraan antar jamaah haji Aisyiyah 2025 tetap terjaga. “Beberapa hari lagi kita akan meninggalkan Kota Madinah dan kembali ke Sleman, sehingga kita perlu membentuk kepengurusan ALBHA angkatan 2025 agar seluruh jamaah haji kita tetap menjadi satu keluarga,” jelasnya. Lebih lanjut, menurutnya tujuan di bentuknya Alba adalah sebagai sarana menjaga kemabruran haji. Selain itu juga sebagai sarana menyambung persaudaraan dan kekeluargaan jamaah haji Aisyiyah 5 tahun 2025. “Pada hari ini kita akan membentuk kepengurusan ALBHA 2025, pengurus adalah murni dari jamaah, kami membatasi agar pengurus KBIHU Aisyiyah tidak menjadi pengurus ALBHA, namun tetap menjadi anggota, agar kegiatan ALBA dapat lebih maksimal,” ujarnya. Pengurus ALBHA angkatan 2025 Ketua Umum : Ponija Ketua 1 : Safiqulatif Abdillah Ketua 2 : Bambang Supriadi Sekretaris 1 : Abid Rahmat Triyanta Sekretaris 2 : Priyanto Ari Wibowo Bendahara 1 : Ahmad Marlan Bendahara 2 : Hardiyanta Kepengurusan ALBA diharapkan dapat mewakili seluruh wilayah Sleman. Baik Sleman timur, tengah maupun barat. Meskipun telah dibentuk kepengurusan, namun semua jamaah tetap di harapkan dapat saling bekerjasama dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan ALBA angkatan 2025 yang akan datang. Diantara kegiatannya antara lain mengadakan pengajian rutin di setiap rombongan jamaah haji, serta pertemuan seluruh jamaah haji Aisyiyah tahun 2025 yang nantinya jadwal kegiatan akan di rencanakan.(bid) Rep Abid Rahmat Triyanta
Sleman,Pdmsleman.Or.Id Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman bersama MEBP Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menggelar kegiatan Sosialisasi Jaringan Ritel Muhammadiyah (Ja-Ri-Mu) di Sleman, pada hari Sabtu, 28 Juni 2025 pukul 13.00 hingga 16.30 WIB bertempat di Aula PDM Sleman. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua PDM Sleman yang membidangi MEBP, Drs. H. Irfan Haris, Ketua MEBP PDM Sleman H. Rama Widia Sentot, SE., MEK., jajaran Pengurus MEBP PDM Sleman, serta perwakilan MEBP dari seluruh PCM se-Kabupaten Sleman. Dalam sosialisasi ini, tim Ja-Ri-Mu DIY mempresentasikan program unggulan bertajuk “Kulakan Bersama” sebagai langkah konkret untuk memperkuat jaringan ritel warga Muhammadiyah melalui model pengadaan kolektif. Program ini diharapkan menjadi solusi efisien dan kolaboratif bagi pelaku usaha ritel Muhammadiyah di akar rumput. Kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) ke-4, yang dijadwalkan berlangsung pada 12–14 September 2025 mendatang. MJE ke-4 akan menjadi panggung utama bagi produk UMKM warga Muhammadiyah dan berbagai inovasi ekonomi dari berbagai daerah di DIY. Puncak acara ditandai dengan Launching Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) Sleman, yang bertujuan membangun ekosistem saudagar Muhammadiyah yang solid, kolaboratif, dan profesional. Pada kesempatani ini, juga diperkenalkan susunan pengurus JSM Sleman periode 2025–2028, sebagai berikut: Ketua : ArifFajarWibisono, SE., M.Sc.WakilKetua : JazimHamidy, S.P.Sekretaris : Imam Suharmanto, SE.WakilSekretaris : DwiRahmanto Nugroho, S.Pd.Bendahara : Tri SugengRiyadiWakilBendahara : Jamhari, S.TP. Pengurus JSM Sleman ini direncanakan akan dilantik secara resmi oleh Pengurus JSM DIY pada saat pelaksanaan MJE September mendatang. Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, acara ini juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara MEBP PDM Sleman, yang diwakili oleh Ketua H. Rama Widia Sentot, SE., MEK., dan PT. Fosil Jogja Istimewa (PT. FJI), yang diwakili oleh Direktur Utamanya, Taefur Aziz, S.H.I. MoU ini bertujuan memperkuat peran PT. FJI sebagai mitra konsultan dan fasilitator pembinaan pendidikan ritel Muhammadiyah Sleman di bawah koordinasi JSM Sleman. Acara ditutup dengan suasana penuh semangat kolaborasi dan kebersamaan dalam sesi foto bersama, menandai langkah maju konsolidasi kekuatan ekonomi Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Rep H. Rama Widia Sentot, SE, MEBP PDM Sleman
Karanganyar, Pdmsleman.Or.Id Suasana di lapangan Jambore Nasional ke-3 Relawan Muhammadiyah dan Aisyiyah terlihat berbeda dari biasanya. Puluhan relawan berseragam Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah tampak sibuk menyiapkan peralatan medis darurat, Sabtu (28/6). Mereka bersiap mengikuti Lomba Medical First Responder (MFR), yang menjadi salah satu agenda utama dalam gelaran akbar ini. Sebanyak 11 kontingen ambil bagian dalam lomba tersebut. Terdiri dari 10 tim perwakilan Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah (RSMA) dan 1 tim dari perguruan tinggi Muhammadiyah, seluruh peserta merupakan tenaga EMT berpengalaman dalam layanan medis darurat. Koordinator lomba, Corona Rintawan, menjelaskan bahwa lomba ini dirancang menyerupai situasi nyata penanganan korban bencana. “Jadi hari ini kita mengadakan lomba Medical First Responder atau Medical First Aid. Masing-masing tim akan menangani korban sesuai skenario, setelah proses evakuasi oleh tim SAR selesai,” ungkap Corona. Menurutnya, rangkaian lomba ini mensimulasikan proses penanganan korban pasca-evakuasi, mulai dari intervensi medis awal oleh EMT hingga rujukan ke fasilitas kesehatan. Tujuannya adalah melatih keterpaduan antar klaster respon Muhammadiyah, khususnya SAR dan Medis. “Inilah keunikan dari lomba ini. Kita ingin melatih koordinasi dan kesinambungan layanan antara klaster SAR dan klaster Medis Muhammadiyah, karena dalam kondisi bencana, sinergi kedua klaster ini sangat menentukan keselamatan korban,” ujarnya menegaskan. Setiap tim diuji melalui berbagai simulasi kegawatdaruratan. Tantangan yang dihadapi mencakup penanganan luka terbuka, pemasangan bidai untuk imobilisasi, hingga stabilisasi kondisi pasien sebelum dirujuk. Penilaian dilakukan berdasarkan kecepatan, ketepatan diagnosis, keterampilan teknis, serta koordinasi tim. Corona menekankan bahwa tujuan utama lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi sebagai sarana peningkatan kapasitas relawan medis Muhammadiyah di seluruh Indonesia. “Harapannya, setiap EMT yang ikut dalam lomba ini bisa meningkatkan kapasitasnya, baik dalam penanganan medis, koordinasi antar tim, maupun dalam kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di level nasional,” kata dia. Lebih jauh, ia menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam membangun sistem respon bencana yang berbasis masyarakat. Sistem tersebut harus terstruktur, terlatih, serta memiliki koordinasi yang solid di lapangan. Dalam situasi Indonesia yang rawan bencana, keberadaan EMT Muhammadiyah yang andal menjadi sangat krusial. Oleh karena itu, upaya peningkatan kapasitas melalui skema lomba seperti ini dinilai sangat relevan dan berdampak jangka panjang. Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-3 ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga medan latihan strategis. Melalui lomba MFR, para relawan dibekali pengalaman praktis yang memperkuat kesiapsiagaan dan respon cepat saat bencana nyata terjadi. Sebagaimana disampaikan pihak panitia, lomba ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat peran Muhammadiyah sebagai organisasi yang tak hanya aktif dalam dakwah, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam kemanusiaan.
Madinah, Arab Saudi -Pdmsleman.Or.Id Hari ke-38, Sabtu, 28 Juni 2025/3 Muharram 1447 H Jamaah haji Kloter 67 SOC melaksanakan serangkaian kunjungan ke tempat-tempat bersejarah di sekitar Masjid Nabawi pada pagi hari ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan dan pengalaman spiritual para jamaah selama menjalankan ibadah haji. Kunjungan pertama dimulai di Sakifah Bani Saidah, lokasi bersejarah di mana kaum Anshor berkumpul untuk memilih pemimpin setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Di tempat ini, Abu Bakar dipilih sebagai khalifah pertama. “unjungan ke Sakifah Bani Saidah memberikan kami pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah Islam dan pentingnya kepemimpinan dalam umat. Selanjutnya, jamaah mengunjungi Sumur Badaaah, yang dikenal sebagai tempat bersuci. Sumur ini pernah tercemar dan ditutup karena kaidah air untuk bersuci harus suci dan tidak berbau. Saat ini, lokasi sumur tersebut telah bertransformasi menjadi hotel Anwar Al-Madinah. Kunjungan dilanjutkan ke Alun-Alun Kota Madinah, yang terletak dekat Masjid Ghomamah. Alun-alun ini memiliki sejarah sebagai tempat meminta hujan dan didirikan oleh Umar bin Abdulaziz. Di sekitarnya terdapat beberapa masjid bersejarah, termasuk Masjid Abu Bakar, Masjid Ali Bin Abi Thalib, dan Masjid Umar, yang semuanya dibangun sekitar tahun 90 H dan melihat tempat-tempat ini membuat merasa lebih dekat dengan sejarah Islam,. Jamaah juga mengunjungi Tempat Pengambilan Air Zamzam, yang merupakan salah satu sumber air suci di Madinah. Air Zamzam memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Islam. Also Read Kunjungan ke Museum Perluasan Masjid Nabawi memberikan wawasan tentang sejarah dan proses perluasan masjid yang menjadi salah satu tempat suci bagi umat Islam. Museum ini memamerkan berbagai artefak dan informasi yang menggambarkan perkembangan Masjid Nabawi dari masa ke masa dan Museum ini sangat informatif dan menambah pengetahuan kami tentang sejarah masjid,” ungkap H. Imam S Akhirnya, jamaah haji Kloter 67 SOC mengunjungi Makam Baqi, tempat di mana para sahabat Nabi Muhammad SAW dimakamkan. Kunjungan ini menjadi momen refleksi bagi jamaah untuk mengenang jasa-jasa para sahabat dalam menyebarkan ajaran Islam. Dengan serangkaian kunjungan ini, jamaah haji Kloter 67 SOC tidak hanya mendapatkan pengalaman spiritual yang mendalam, tetapi juga memperluas pengetahuan mereka tentang sejarah Islam. “Semoga kegiatan-kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kami semua,” tutup H. Imam Subarkah, perwakilan Jama’ah KBIHU Aisyiyah. Also Read Reportase H. Imam Subarkah, Jama’ah KBIHU Aisyiyah
Madinah, Arab Saudi – Pada hari ke-37, tepatnya Jumat, 27 Juni 2025/2 Muharram 1447 H, Jamaah haji Kloter 67 SOC melanjutkan serangkaian kegiatan keagamaan yang penuh makna di Kota Suci Madinah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari perjalanan spiritual mereka, di mana mereka berkesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperkuat iman. Kegiatan dimulai dengan shalat Subuh berjamaah di Masjid Nabawi, yang dikenal sebagai salah satu masjid tersuci dalam Islam. Suasana khusyuk dan damai menyelimuti jamaah saat mereka melaksanakan ibadah ini, merasakan kedamaian yang hanya bisa ditemukan di tempat suci tersebut. Shalat Subuh menjadi momen refleksi bagi setiap jamaah untuk memulai hari dengan penuh semangat dan harapan. Setelah shalat Subuh, jamaah melanjutkan kegiatan dengan shalat Jumat, yang merupakan salah satu ibadah wajib bagi umat Muslim. Shalat Jumat di Masjid Nabawi menjadi kesempatan emas bagi jamaah untuk mendengarkan khotbah yang disampaikan oleh imam, yang mengingatkan mereka akan pentingnya iman dan takwa. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan mereka dengan Allah, tetapi juga dengan sesama jamaah, menciptakan rasa persatuan dan kebersamaan di antara mereka. Usai shalat Jumat, jamaah haji Kloter 67 SOC melaksanakan shalat Ashar secara berjamaah. Kegiatan ini menandakan komitmen mereka untuk terus beribadah dan menjaga rutinitas shalat di tempat yang penuh berkah. Setiap rakaat yang dilaksanakan di Masjid Nabawi menjadi ladang pahala yang berlipat ganda bagi mereka. Di sela-sela waktu antara shalat, beberapa jamaah memanfaatkan kesempatan untuk berbelanja oleh-oleh haji. Mereka mencari berbagai barang khas, seperti kurma, minyak wangi, dan souvenir yang dapat dibawa pulang sebagai kenang-kenangan dari perjalanan suci ini. Aktivitas berbelanja ini juga menjadi ajang untuk berbagi cerita dan pengalaman dengan sesama jamaah, menambah keakraban di antara mereka. Menjelang malam, jamaah kembali berkumpul untuk melaksanakan shalat Maghrib dan Isya secara berjamaah di Masjid Nabawi. Suasana malam yang tenang dan hening menambah kekhusyukan ibadah, aetiap shalat yang dilakukan di masjid ini diyakini membawa berkah dan pahala yang berlipat ganda, menjadikan setiap momen sangat berharga. Dengan serangkaian kegiatan ini, Jamaah haji Kloter 67 SOC tidak hanya meningkatkan iman dan takwa mereka, tetapi juga mendapatkan pengalaman spiritual yang mendalam di Kota Suci Madinah. Semoga perjalanan haji ini membawa berkah dan menjadi ladang amal yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Rep: H. Imam Subarkah, Jama’ah KBIHU AisyiyahEditor: Arief Hartanto, MPI PDM Sleman
Tawangmangu, Pdmsleman.Or.Id Lebih dari 2.000 relawan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari berbagai penjuru tanah air pada 26 Juni 2025 berkumpul dalam pembukaan Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah & ‘Aisyiyah ke-3 yang digelar di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Acara ini dibuka secara resmi oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, sebagai bentuk penguatan sinergi dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana. Acara pembukaan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Turut hadir pula Ketua MPR RI Dr. Ahmad Muzani yang memberikan orasi kebangsaan serta Konsul Jenderal Australia sebagai mitra strategis Muhammadiyah dalam aksi kemanusiaan. Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mu’ti menyatakan pentingnya peran relawan Muhammadiyah dalam membangun kesadaran kebencanaan. “Kami merasa bangga dengan keberadaan MDMC. Di Kementerian, kami memiliki perhatian serius terhadap isu kebencanaan karena Indonesia adalah negara rawan bencana. Ada tiga pondasi penting yang kami junjung: fikih kebencanaan, kesiapsiagaan, dan komitmen membangun sistem pendidikan yang adaptif terhadap risiko,” ujarnya. Seremonial pembukaan ditandai dengan pemukulan kentongan secara simbolik oleh para pejabat tinggi yang hadir, termasuk Ketua MDMC PP Muhammadiyah dan Ketua LLHPB PP ‘Aisyiyah. Momentum penting lainnya adalah pengukuhan Pelajar Tangguh Bencana dan Sekolah Model SPAB Muhammadiyah, melalui pemberian Pataka dan penyematan hasduk pelajar oleh Mendikdasmen, didampingi oleh pimpinan nasional. Dalam sambutannya, Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan menegaskan bahwa Jambore ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi ajang konsolidasi dan penguatan relawan. “Kami ingin memperkuat struktur, keterampilan, dan jejaring relawan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari pusat hingga ranting. Melalui Jambore ini, kami belajar, berbagi, dan mempererat tekad kemanusiaan,” jelasnya. Gubernur Jawa Tengah menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah atas kontribusinya dalam membangun kekuatan kebencanaan di masyarakat. “Anda semua adalah garda terdepan ketika bencana datang. Kami atas nama Pemerintah Provinsi menyampaikan terima kasih atas pelatihan kekuatan relawan secara sistemik,” ucapnya. Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB menegaskan pentingnya menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. “Kami mengucapkan selamat dan terima kasih kepada relawan yang tidak kenal lelah melayani masyarakat terdampak. MDMC dan LLHPB adalah bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang dirindukan kehadirannya oleh warga,” ujarnya. Selain seremonial pembukaan, kegiatan Jambore ini juga diisi dengan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh Ketua MPR RI, serta berbagai kegiatan pelatihan, simulasi, seminar kebencanaan, dan penanaman pohon sebagai bentuk kontribusi relawan terhadap pelestarian lingkungan. Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah & ‘Aisyiyah ke-3 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat tangguh, jejaring kolaboratif, dan dakwah kemanusiaan lintas generasi dan wilayah.
Madinah, Arab Saudi -Pdmsleman.Or.Id Hari ke-36, Kamis, 26 Juni 2025/1 Muharram 1446 H Jamaah haji Kloter 67 SOC melanjutkan kegiatan keagamaan di Kota Suci Madinah. Berikut adalah rangkuman kegiatan pada hari ini: 1. Shalat Subuh di Masjid Nabawi: Jamaah haji Kloter 67 SOC melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid Nabawi, yang merupakan salah satu masjid tersuci di dunia Islam. 2. Kunjungan ke Masjid Quba: Pukul 06.30, jamaah berangkat ke Masjid Quba, sambil mendengarkan fadhilah dan keutamaan shalat di Masjid Quba. Jamaah juga diberikan penjelasan tentang keutamaan antara Jum’at satu dengan lainnya dan umrah satu dengan lainnya. 3. Kunjungan ke Kebun Kurma: Setelah selesai kunjungan di Masjid Quba pukul 07.30, jamaah menuju ke kebun kurma. Di sana, jamaah diberikan penjelasan tentang keutamaan kurma Ajwa Aliyah dan Ajwa Madinah. 4. Kunjungan ke Situs Khandaq: Pukul 08.55, jamaah keluar dari kebun kurma menuju ke situs Khandaq, atau Perang Ahzab, di mana Allah menurunkan pasukan yang tidak kelihatan berupa angin. 5. Kunjungan ke Masjid Qiblatain: Jamaah juga mengunjungi Masjid Qiblatain, di mana terjadi peristiwa pertama kali saat shalat Ashar untuk menghadap Ka’bah. 6. Kunjungan ke Bukit Uhud: Pukul 09.20, jamaah sampai di Bukit Uhud, sebagai bentuk balas dendam kaum Quraish yang tidak terima atas kekalahan di perang sebelumnya. 7. Perjalanan Pulang ke Hotel: Setelah melakukan kunjungan ke beberapa tempat bersejarah, jamaah melakukan perjalanan pulang ke hotel. 8. Kegiatan Ibadah Shalat Fardhu di Masjid Nabawi: Selanjutnya, jamaah melakukan kegiatan ibadah shalat fardhu di Masjid Nabawi, yang merupakan kesempatan untuk meningkatkan iman dan takwa. Dengan kegiatan-kegiatan ini, jamaah haji Kloter 67 SOC dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman spiritual mereka, serta mendapatkan kesempatan untuk beribadah di tempat-tempat yang bersejarah di Kota Suci Madinah. Semoga kegiatan-kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi jamaah haji. Rep: H. Imam Subarkah, Jama’ah KBIHU AisyiyahEditor: Arief Hartanto, MPI PDM Sleman
Madinah, Arab Saudi, Pdmsleman.Mu.Or.Id Hari ke-35, Rabu, 25 Juni 2025/29 Dzulhijjah 1446 H, Jamaah haji Kloter 67 SOC melanjutkan kegiatan keagamaan di Kota Suci Madinah. Berikut adalah rangkuman kegiatan pada hari ini: 1. Shalat Subuh di Masjid Nabawi: Jamaah haji Kloter 67 SOC melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid Nabawi, yang merupakan salah satu masjid tersuci di dunia Islam. Setelah shalat, jamaah melakukan kegiatan pribadi masing-masing. 2. Memasuki Roudhoh: Bagi jamaah haji perempuan, kesempatan memasuki Roudhoh diberikan setelah shalat subuh. Jamaah dapat melakukan ibadah dan berdoa di tempat yang mulia ini. 3. Kegiatan Mandiri: Setelah shalat subuh dan memasuki Roudhoh, jamaah haji melakukan kegiatan mandiri sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing. 4. Shalat Dzuhur di Masjid Nabawi: Jamaah haji Kloter 67 SOC melaksanakan shalat dzuhur berjamaah di Masjid Nabawi, yang merupakan kesempatan untuk meningkatkan iman dan takwa. 5. Shalat Ashar di Masjid Nabawi: Jamaah haji juga melaksanakan shalat Ashar berjamaah di Masjid Nabawi, yang merupakan salah satu waktu yang tepat untuk beribadah dan berdoa. 6. Shalat Maghrib dan Isyak di Masjid Nabawi: Jamaah haji Kloter 67 SOC melaksanakan shalat Maghrib dan Isyak berjamaah di Masjid Nabawi, yang merupakan kesempatan untuk menutup hari dengan ibadah dan berdoa. 7. Istirahat: Setelah melakukan kegiatan keagamaan sepanjang hari, jamaah haji melakukan istirahat untuk memulihkan tenaga dan stamina. Dengan kegiatan-kegiatan ini, jamaah haji Kloter 67 SOC dapat meningkatkan iman dan takwa mereka, serta mendapatkan pengalaman spiritual yang berharga di Kota Suci Madinah. Semoga kegiatan-kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi jamaah haji. Rep: H. Imam Subarkah, Jama’ah KBIHU Aisyiyah
Karanganyar, Pdmsleman.Or.id Jambore Nasional ke-3 Relawan Muhammadiyah-‘Aisyiyah resmi dibuka dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi. Kegiatan akbar yang diselenggarakan oleh Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) ini dibuka langsung oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, di Wonder Park Lawu Resort, Tawangmangu, Karanganyar, Kamis (26/6). Mengangkat tema “Memperkuat Ketangguhan Menuju Indonesia yang Berkemakmuran”, kegiatan tersebut akan berlangsung hingga Ahad (29/6). Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai jenis bencana yang terus mengancam wilayah Indonesia. Ketua LRB PP Muhammadiyah/MDMC, Budi Setiawan, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kembali Jambore Nasional ini. Ia mengingatkan bahwa kegiatan serupa pernah dilaksanakan pada 2015 di Banten dan 2017 di Malang. “Dan sekarang, kita laksanakan di Karanganyar,” ujar Budi saat menyambut para tamu undangan, di antaranya Bupati Karanganyar Rober Christanto, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Menurut Budi, jumlah peserta kali ini melampaui target yang ditetapkan. “Target kami semula 1.000 peserta, namun yang hadir lebih dari 1.300 relawan dari seluruh Indonesia,” ungkapnya bangga. Ia menilai tingginya animo peserta menunjukkan semangat kuat untuk menjadi relawan yang tangguh dan siap siaga. “Ini menunjukkan bahwa relawan Muhammadiyah-‘Aisyiyah benar-benar memiliki semangat Tumbuh, Tangguh, dan Utuh,” tegasnya. Budi juga menambahkan, keberadaan relawan Muhammadiyah-‘Aisyiyah di lapangan terbukti cepat dalam merespons bencana. Meski dengan keterbatasan, para relawan tetap hadir dan berkontribusi tanpa pamrih. Bupati Karanganyar, Rober Christanto, turut mengapresiasi kehadiran para relawan. Ia menganggap kegiatan ini mampu membangkitkan semangat kerelawanan masyarakat, khususnya di wilayah Tawangmangu. “Saya berharap warga Karanganyar juga tergerak menjadi relawan yang bertanggung jawab,” ucapnya. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut bahwa relawan Muhammadiyah-‘Aisyiyah telah membuktikan kontribusinya dalam berbagai peristiwa bencana, termasuk saat erupsi Gunung Merapi tahun 2010. “Saya mendukung penuh kegiatan Jambore Nasional ini. Peran Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam penanggulangan bencana sangat luar biasa,” katanya. Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa Indonesia berada di kawasan rawan bencana karena terletak di jalur ring of fire. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi faktor utama untuk mengurangi risiko. “Jumlah bencana memang tak bisa dikendalikan, tapi dampaknya dapat diminimalkan dengan kolaborasi dan kesiapsiagaan,” tegasnya. Suharyanto juga menekankan pentingnya kerja sama berbagai sektor dalam upaya penanggulangan bencana. “Kolaborasi lintas sektor adalah kunci keberhasilan,” tandasnya. Selain pembukaan resmi, acara Jambore Nasional ini juga dimeriahkan dengan Tabligh Akbar oleh Ustaz Adi Hidayat. Tak hanya itu, turut pula dilakukan pengukuhan Pelajar Tangguh Bencana serta peluncuran Sekolah Model SPAB Muhammadiyah. Berbagai perlombaan juga digelar untuk menambah semarak acara.