Gelar Karya dan Peresmian Munas Motor SMK Muhammadiyah 1 Sleman

Sleman , Pdmsleman.Or.id SMK Muhammadiyah 1 Sleman atau dikenal dengan SMK Munas (Muhammadiyah Panasan) pada hari ini, Kamis 31 Oktober 2024 menggelar peresmian bengkel sepeda motor ‘Munas Motor’ .  Munas Motor secara remi  diresmikan oleh Arif Jamali Muis (Sekretaris PWM DIY) dan disaksikan oleh Zahrul Mufrodi (Ketua PCM Sleman), Sukijo (Pengawas Sekolah), Muhasdi Tuante (Ketua Komite SMK Mubas) dan Wali Murid SMK Munas. Acara peresmian dimeriahkan dengan beberapa rangkaian acara, yaitu Pengajian Wali Murid, Gelar Karya P5, Pentas Seni, Donor Darah, Cek Kesehatan dan Market Day Siswa-Siswi SMK Munas yang diselenggarakan di halaman SMK Muhammadiyah 1 Sleman. Dengan diresmikannya Bengkel Munas Motor, diharapkan bisa menjadi wadah bagi siswa untuk mengbangkan kompetensi khususnya pada kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM), selain itu juga nantinya bengkel tersebut akan menjadi tempat untuk pengembangan Teaching Factory sebagai media pengembangan pembelajaran berbasis industri. Acara pengajian wali murid diisi oleh Arif Jamali Muis (Sekretaris PWM DIY), dalam kesempatan itu memberi “ motifasi kepada wali murid/orang tua siswa agar anak-anak/peserta didik dapat menjadi generasi emas penerus bangsa yang berkompeten dan mempinyai jiwa islami berdakwah amar ma’ruf nahi mungkar”.  Untuk mewujudkan hal tersebut Arif menjelaskan bahwa generasi emas harus mendapat pendidikan yang tepat, pendidikan mulai dari keluarga dan disekolah. Acara gelar karya menampilkan hasil-hasil karya dari proyek P5. Karya yang ditampilkan mulai dari tema bangunlah jiwa dan raganya dengan senam masal, kemudian dari tema kearifan lokal menampilkan hasil ecoprint dan ukir kayu, dari tema kebekerjaan menampilkan hasil Las dalam bentuk troley dan tralis pengaman AP Wifi  serta menampilkal hasil karya videografi klip video dan video tutorial. Acara market day tidak kalah meriah dengan menyajikan dagangan dari siswa-siswi baik berupa makan, minuman, asesoris, dan lain sebagainya. Alhamdulillah semua yang di jual laris dibeli oleh para pengunjung. Donor darah juga diikuti oleh para siswa, guru, karyawan, wali murid, dan masayarakat umum.   Selain itu, para siswa, guru dan karyawan juga menikmari fasilitas cek kesehatan gratis untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh mereka. Acara pentas seni dimeriahkan oleh siswa-siswi SMK Munas dan juga sekolah sekirtar, seperti SD Panasan dan SMP Muhammadiyah 1 Sleman. SD Panasan menampilkan tarian, SMP Muhammadiyah 1 Sleman menampilkan Tapak Suci. Siswa-siswi SMK Munas juga tidak kalah meriah, meraka menampilkan tarian, silat, barongan, musik, drama, dan lain sebagainya. Afifuddin S.Kom., M.Pd. SMKM 1 Sleman,  MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Sleman adakan Pelatihan Bioproduk Bersama Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Kimia Universitas Airlangga Surabaya

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pelatihan pembuatan bioproduk merupakan kegiatan pengabdian masyarakat oleh Departemen Kimia Universitas Airlangga (UNAIR), yang pada tahun ini diadakan di Yogyakarta. Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Sleman berkesempatan menjadi mitra sasaran. Diadakan di SMP Muhammadiyah Depok Sleman, pelatihan ini mentargetkan perempuan muda ataupun ibu ibu produktif untuk dapat memanfaatkan bahan-bahan sisa maupun bahan -bahan yang ada disekitar kita untuk meningkatkan nilai guna barang tersebut. PDNA Sleman menyambut baik dengan menghadirkan perwakilan dari 16 cabang di wilayah Kabupaten Sleman, untuk dapat mempelajari pembuatan bioproduk berupa yoghurt dan eco-enzym. Pelatihan diberikan oleh Dosen Departemen Kimia Universitas Airlangga Dr. Sri Sumarsih, M.Si dan Drs. Tokok Adiarto, M.Si mengenai apa itu bioproduk, manfaatnya dan proses pembuatan yoghurt serta eco-enzym sebagai salah satu coontoh bioproduk. Dipandu oleh Fatiha Khairunnisa, M.Si sebagai ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNAIR dan Nazula Rahma Shafriani, M.Biomed  (Dosen program studi D4 Teknik laboratorium medis UNISA Yogyakarta), pelatihan berjalan lancar dan meriah. Peserta pun sangat antusias mempelajari mengenai manfaat bioproduk, serta mengikuti kegiatan praktik pembuatan yoghurt dan eco-enzym. Peserta mendapatkan masing-masing satu paket bahan pembuatan yoghurt dan eco-enzym yang terdiri dari toples besar, EM4, molase, bibit yoghurt, susu dan toples kecil. Bahan bahan ini dapat digunakan untuk mempraktekkan hasil dari pelatihan ini di rumah. Harapannya setelah peserta mendapatkan pelatihan dan mempraktekkannya, kedua produk ini dapat menjadi produk unggulan rekan rekan pimpinan daerah nasyiatul asiyiayh sleman yang memiliki nilai ekonomi. “Dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini kami berharap PDNA Sleman sebagai mitra sasaran yang beranggotakan wanita usia produktif, yaitu usia remaja hingga 40 tahun, dapat mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat bioproduk rumah tangga berupa yogurt dan eco-enzyme secara mandiri”, ungkap Fatiha Khairunnisa, M.Si selaku ketua tim pengabdi. ‘’Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Sleman sangat berterimakasih kepada departemen Kimia Universitas Aisrlangga atas pelatihan dan bantuan yang diberikan, berupa bahan baku, peralatan dan bantuan modal bagi PCNA yang dapat mengirimkan video pembuatan yoghurt dan eco-enzym di cabang masing-masing’’ berikut pernyataan Galuh Mega, Ketua Departemen ekonomi dan kewirausahaan PDNA Sleman. Adapun peserta terbaik yang berhasil mengirmkan video pembuatan yoghurt dan eco-enzym Bersama anggota cabang adalah PCNA Seyegan (Tim) diketuai Ananda Mahardika, dan PCNA Moyudan (Individu) atas nama Maretha Putri Pratama.

Loading

Sikapi PP No.28 Tahun 2024 Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman Gelar FGD

Sleman, Pdmsleman.Or.IdAhad (27/10/2024) Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman mengadakan focus grup discussion ((FGD) mengenai Peraturan Pemerintah Nomer 28 Tahun 2024 bersama Dinkes Sleman, Balai Pengendalian Penduduk dan Dinas P3AP2KB kabupaten Sleman, MHH PWA DIY dan ketua PP Pusat ‘Aisyiyah.Kegiatan ini dilaksakanan di kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman dengan peserta sebanyak 120 peserta. Peserta berasal dari anggota MKS, Makes, MHH dan MTK serta pimpinan daerah dari 17 cabang yang ada di kabupaten Sleman.Yuli Kuswandari selaku ketua panitia menyampaikan tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang PP No.28 Tahun 2024 yang ditinjau dari berbagai perspektif dari pakar-pakar yang sesuai dengan keahliannya sehingga mendapatkan informasi yang jelas dan tidak partial sehingga dapat menyikapi PP tersebut dengan jelas dan bijak. Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi antar cabang di kabupaten Sleman. Kegiatan FGD ini dibuka langsung oleh ketua PDA Sleman, Dra. Hanik Rosyada, M.Ag. sekaligus memberikan sambutan. Kegiatan FGD ini dimoderatori oleh Umi Sulasi Putri dari MHH PDA Sleman dan menghadirkan empat pemateri yang pakar di bidangnya. Sesi pertama disampaikan oleh Prof. Dra. Sri Wartini, SH., MH., Ph. D selaku ketua divisi peraturan perundang-undangan dan advokasi MHH PWA DIY. Dalam menanggapi PP No.28 tahun 2024 tentang pelaksanaan Undang-undang (UU) kesehatan yang telah diterbitkan merupakan kelanjutan dari UU No.17 tahun 2023 yang seharusnya ada sinkronisasi dari perundang-undangan merujuk pada UU No.12 tahun 2011 tentang pembentukan perundang-undangan.Sesi kedua oleh Dra. Dwi Wiharyanti, M. Si. dari Balai Pengendalian Penduduk dan Dinas P3AP2KB kabupaten Sleman dimana lebih menggaris bawahi mengenai pasal 103 ayat 4 mengenai penyediaan alat kontrasepsi (alkon) dan pasal 104 ayat 3 mengenai penyediaan alkon bagi pasangan usia subur dan kelompok yang beresiko. Sangat berharap Aisyiyah dapat mendukung kebijakan pemerintah dengan adanya modul parenting Aisyiyah. Sesi ketiga disampaikan oleh dr. Lina Nur Islamiyyah Yunus dari Dinas Kesehatan kabupaten Sleman yang lebih menjelaskan kesehatan reproduksi.Materi terakhir oleh Dr. Siti ‘Aisyah, M.Ag. menyampaikan mengenai pandangan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah mengenai peraturan tersebut. Posisi ‘Aisyiyah dalam gerakan perempuan yaitu wasathiyyah modernisasi Islam berkemajuan dimana pendekatan pengembangan pemikiran Islam melalui pendekatan bayani, burhani dan ‘irfani. Menanggapi pasal 103 ayat 4 butir e PP No.28 tahun 2024 menegaskan bahwa pergaulan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, dibatasi dengan ghodul bashar/menahan pandangan untuk menjaga kehormatan diri sesuai QS. An Nur ayat 30-31 dan larangan jelas dan tegas mendekati zina yang sesuai QS. Al Isra’ ayat 32.

Loading

Ustadz Wildan Wakhid Ingatkan Bahaya Miras di Acara Peyaluran Subsidi Alat Perlengkapan Sekolah

Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sleman menyalurkan subsidi alat perlengkapan sekolah pada 15 siswa kurang mampu di lingkungan Ranting Sleman pada Sabtu, 26 Oktober 2024. Penyaluran subsidi perlengkapan alat sekolah ini merupakan program setiap tahun dari Lazismu PCM Sleman yang disalurkan melaui PRM – PRM yang ada di cabang Sleman. Ketua PRM Sleman H. Muh Hasim Sleman mengharapkan kepada penerima subsidi perlengkapan alat sekolah juga orang tuanya bisa aktif di kegiatan Muhammadiyah Ranting Sleman termasuk salah satunya Kajian Sabtu Sore di Gedung Muhammadiyah Ranting Sleman ini. Subsidi alat perlengkapan sekolah ini diserahkan oleh Ustadz M. Wildan Wakhid, SHI. Acara ini diawali dengan Kajian Sabtu Sore (KSS) yang merupakan kegiatan kajian rutin yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sleman bersama Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sleman setiap sabtu sore di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ranting Sleman yang dihadiri warga maupun simpatisan Muhammadiyah di Ranting Sleman. Biasanya setiap 2 pekan sekali Ustadz M. Wildan Wakhid, SHI yang merupakan Ketua Majelis Tabligh PDM Sleman menyampaikan Kajian Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah, pada kesempatan sabtu (26/10) ini beliau menyampaikan tema yang sedang hangat yaitu mengingatkan bahaya miras. “Khamr adalah induk berbagai macam kerusakan. Siapa yang meminumnya, shalatnya selama 40 hari tidaklah diterima. Jika ia mati dalam keadaan khamr masih di perutnya, berarti ia mati seperti matinya orang jahiliah.” (HR. Ath-Thabrani). “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat sepuluh golongan dengan sebab khamr: orang yang memerasnya, orang yang minta diperaskan, orang yang meminumnya, orang yang membawanya, orang yang minta di antarkan, orang yang menuangkannya, orang yang menjualnya, orang yang makan hasil penjualannya, orang yang membelinya, dan orang yang minta dibelikan. [HR. Tirmidzi, no. 1295; Syaikh al-Albani menilai hadits ini Hasan Shahîh”]. Khamr induk dari segala macam kejahatan, orang yang shaleh kalau dia sudah minum khamr/minum minuman keras maka dia bisa melakukan hal hal buruk yang sebelumnya tidak pernah dilakukannya. Khamr pintu masuk untuk melakuk an keburukan – keburukan lainnya. Kita prihatin karena sekarang ini khamr dijual secara legal, karena dilindungi oleh undang – undang. Toko – toko yang menjual miras berkembang di berbagai tempat dengan berbagai nama toko, semakin mudah membeli miras. Sekarang belum begitu kerasa efek dari maraknya toko – toko miras, tetapi kalau didiamkan saja toko – toko miras semakin berkembang maka 5 atau 10 tahun yang akan datang kita baru merasakan akibatnya, generasi muda kita semakin rusak, termasuk masyarakat, bangsa kita. Sejak bulan Juni 2024 sudah dimulai seruan kampanye anti miras yang dimulai Muhammadiyah, diawali dengan audiensi ke Bupati Sleman, kemudian Muhammadiyah ajak ajak ke Nahdlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia. Mendapatkan sambutan yang baik Nahdlatul Ulama dan Majelis Ulama Indonesia mendukung upaya kampanye anti miras. Muhammadiyah di berbagai Cabang bergerak melawan peredaran miras. Muhammadiyah beserta Angkatan Muda Muhammadiyah termasuk di dalamnya Pemuda Muhammadiyah, KOKAM, Nahdlatul Ulama beserta GP Ansor, Banser, Majelis Ulama Indonesia di tingkat wilayah juga melakukan seruan kampanye anti miras, baru baru ini disusul Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) DIY. Beberapa hari yang lalu ada peristiwa di Jogja orang orang mabuk melakukan penganiayaan penusukan terhadap santri dari pondok pesantren Krapyak, ini peristiwa yang menjadikan umat Islam lebih marah. Anak – anak yang mabuk itu sebelumnya nongkrong di outlet toko miras yang sedang viral itu. Peristiwa penusukan santri semakin menguatkan umat Islam untuk melakukan penolakan terhadap outlet – outlet miras itu. Sebagai penutup kajian Ustadz M. Wildan Wakhid, SHI. mengingatkan pada para hadirin bahwa kita wajib melakukan nahi munkar sesuai dengan porsi dan kemampuan masing masing. Kalau kita abai maka kemungkaran semakin merajalela. Para penjual miras itu pada mikir ketika umat Islam melalukan penolakan. Kita jangan takut untuk melakukan nahi munkar, kita menduga kemunkaran yang dilakukan itu backingnya adalah aparat, pejabat, bahkan penjahat kita jangan takut. Siapapun yang melakukan nahi munkar backingnya Allah. Kontributor: Rhomandika CN Editor: Wahdan Arifudin, S.Pd. MPI PDM Sleman

Loading

Abdul Mu’ti, Sekjen PP Muhammadiyah yang aktif turun ke ranting

Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed adalah sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang kemarin dipanggil oleh Calon Presiden Prabowo yang Insya Allah akan memimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Beliau adalah sosok yang bersahaja, pemurah dan juga aktif turun sampai ke cabang dan ranting. Salah satunya pernah menyapa warga di Masjid Nurullah Klepu Sendang Mulyo Minggir Sleman pada 12 Maret 2023 sebagaimana disampaikan dalam liputan Jihadi TV. Adapun link ada di https://youtu.be/tlNAAT6sJYQ?si=nK12b9TPx4liLit- Editor: Wahdan Arifudin

Loading

MPM Pusat Kenalkan Budaya Batik dan Makanan Halal Menyehatkan ke Kelompok Rentan

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengadakan kegiatan Inklusi Membatik dan Pangan Halalan Thayyiban bersama kelompok dampingan pada Minggu (13/10) di Area Joglo Andini Bawono Lestari, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan Inklusi ini mencakup praktik membatik, pemaparan materi mengenai pangan halal dan thayyib, serta penyerahan makanan bergizi. Kelompok dampingan yang berpartisipasi di antaranya: Kelompok Asongan, Bank Difabel, Gading, Gerkatin, Jatam Minggir, Jalamu, Kokap, Mardiko, dan Ngoro-oro. Inklusi sosial ini juga dihadiri oleh Hilman Lathief, Bendahara PP Muhammadiyah, yang memberikan sambutan. Dalam amanatnya, ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. “Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentu sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan pemberdayaan yang diselenggarakan oleh MPM, seperti hari ini yang melibatkan kelompok inklusi. Dari tema kegiatan ini, Muhammadiyah sedang mengawal program ketahanan pangan. Kami memiliki banyak amal usaha, dan mungkin dari sana akan kita kembangkan lebih jauh,” tuturnya. Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan Inklusi Membatik dan Pangan Halalan Thayyiban ini bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional. “Forum rutin ini kami laksanakan setiap tiga bulan untuk menjalin silaturahmi, bertegur sapa, dan memantau kemajuan kelompok dampingan. Kegiatan membatik ini juga masih dalam nuansa Hari Batik Nasional. Selain itu, batik merupakan budaya asli kita yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ucapnya. Yamin juga menambahkan bahwa kegiatan terkait pangan halalan thayyiban diadakan untuk memulai kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak hanya halal tetapi juga thayyib. “Hari ini kami membagikan protein dari daging RendangMu, TelurMoe, dan sayuran. Ini adalah upaya kami dalam mendukung ketahanan pangan. Untuk menegakkan pangan yang halal, sehat, dan thayyib, diperlukan gerakan edukasi masif yang harus kita perjuangkan agar menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia,” jelasnya. Terkait tindak lanjut kegiatan membatik, Yamin menyatakan bahwa akan ada pelatihan lanjutan. “Mengingat banyak barang di sekitar kita seperti taplak meja, baju, dan sapu tangan yang bisa dibuat dengan batik, ini adalah peluang besar. Semoga di masa mendatang kelompok dampingan dapat menghasilkan karya batik yang tidak hanya formal tetapi juga bisa dipakai dalam keseharian,” pungkas Yamin. Setelah kegiatan, Yamin menyerahkan TelurMoe kepada kelompok dampingan, diikuti dengan penyerahan RendangMu dari LazisMu Jateng, serta penyerahan bantuan toilet inklusi kepada Jatam Difabel Bejen dari Danone Indonesia. Sebagai mitra MPM, LazisMu Jateng yang diwakili oleh Dwi Swasana menjelaskan tentang produksi RendangMu dan mengajak hadirin untuk berperan dalam ketahanan pangan Indonesia. “Kami bangga dan berterima kasih telah diundang di acara ini. LazisMu, sebagai mitra MPM, selalu ikut serta dalam pemberdayaan masyarakat. RendangMu dikhususkan untuk membantu korban bencana dan kemanusiaan. Dari 250 ekor sapi kurban, dihasilkan 1.000 kaleng rendang yang mampu bertahan selama dua tahun. Kami mengajak bapak-ibu sekalian untuk berkurban dan mengambil peran dalam ketahanan pangan negeri kita,” pungkasnya. Senada dengan Yamin, Karyanto Wibowo, Direktur Danone Indonesia, juga menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan manfaat dan memproduksi produk halal serta thayyib. “Ini kali kedua saya mengikuti kegiatan inklusi ini. Ini menjadi prioritas kami untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar melalui produk yang halal dan thayyib. Kami berterima kasih kepada Muhammadiyah atas kerja sama ini, dan semoga ke depannya dapat ditingkatkan,” ucapnya. Kegiatan berlangsung dengan lancar, diikuti oleh praktik membatik yang dibimbing oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), serta hiburan berupa penampilan pantomim dan musik dari kelompok dampingan MPM. Di akhir kegiatan, peserta menerima bingkisan berisi makanan bergizi berupa telur, rendang, dan sayuran.

Loading

Serah Terima Ketua Lembaga Resiliensi Bencana PDM Sleman

Pakem, Pdmsleman.Or.Id Bertempat di kediaman Bendahara LRB PDM Sleman, Ibu Sumarah, MPd, di Sukunan, Pakembinangun, Pakem, Rabu, 9 Oktober 2024, telah dilaksanakan serah terima Ketua Lembaga Resiliensi Bencana PDM Sleman. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua PDM Sleman, Eko Sumardiyanto, yang membacakan surat keputusan PDM Sleman tentang perubahan susunan anggota LRB PDM Sleman periode 2022-2027. Dalam surat keputusan tersebut, dijelaskan bahwa Ketua LRB Fauzan Yakhsya, S.Hum, akan digantikan oleh ketua baru, Nurkhoirudin. Dalam sambutannya, Eko Sumardiyanto menyampaikan bahwa “ perubahan susunan anggota LRB PDM Sleman ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kemampuan LRB dalam menghadapi bencana di wilayah Sleman”. Ia juga berharap bahwa dengan adanya perubahan ini, LRB PDM Sleman dapat menjadi lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugasnya. Nurkhoirudin, sebagai ketua baru LRB PDM Sleman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ia siap untuk menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan LRB PDM Sleman. Ia juga berterima kasih kepada Fauzan Yakhsya, S.Hum, yang telah menjalankan tugasnya dengan baik selama ini. Dengan demikian, acara serah terima Ketua LRB PDM Sleman ini telah berlangsung dengan lancar dan sukses. Kini, LRB PDM Sleman di bawah kepemimpinan Nurkhoirudin siap untuk menghadapi tantangan dan meningkatkan kualitas pelayanannya  dan tetap rapatkan barisan untuk kemajuan Muhammadiyah.

Loading

380 Jama’ah Hadiri Kajian Ahad Pon PCA Tempel, Ustadz H. Agus Triyanta Ungkap 3 Ciri Ikhlas

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Sekitar 380 jamaah hadir pada Pengajian Ahad Pon Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tempel di Balai Kalurahan Pondokrejo, Tempel, Sleman pada Ahad, 13 Oktober 2024. Pengajian Ahad Pon merupakan salah satu agenda rutin PCA Tempel. Teknis pelaksanaannya digilir bergantian dari sembilan ranting ‘Aisyiyah yang ada di Kapanewon Tempel. Pada kesempatan kali ini, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Pondokrejo mendapatkan jatah ketempatan pengajian. “Kalurahan Pondokrejo adalah milik kita bersama, saya selaku  dari warga Pondokrejo merasa senang ‘Aisyiyah memanfaatkan fasilitas yang ada untuk syiar agama, “ucap Lurah Pondokrejo,  R Widayatma,SE pada saat PRA Pondokrejo menyampaikan keinginannya untuk memakai Balai Kalurahan Pondokrejo. Di sisi lain dirinya dan ibu lurah juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir membersamai acara pengajian karena berbarengan dengan acara lain yang tidak bisa ditinggalkan. Acara pengajian dimulai pukul 13.00 WIB dengan diawali bacaan basmallah dan doa pembuka majelis. Setelah itu lantunan ayat suci Al Quran dikumandangkan oleh Hj. Nurhayati. Kemudian Paduan Suara PRA Pondokrejo dengan dirijen Ibu Palupi menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Aisyiyah. “Monggo, /ibu semua kita perhatikan apa yang akan disampaikan oleh  Ustadz Agus sambil menikmati makanan dan minuman yang ada. Jangan sampai makanan dan minumannya bisa masuk namun ilmunya tidak masuk,”pesan  Sukamdi, S.Ip dalam sambutannya mewakili  Lurah Pondokrejo. Lebih lanjut Ketua PCA Tempel, Ibu Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD  juga memberikan sambutan. “Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Yang pertama PCA Tempel akan mengadakan Lomba Olahan Pangan dan Lomba GLHA. Kedua tentang miras yang merajalela, kami mohon ibu-ibu memperhatikan putra-putrinya agar tidak terkena minuman keras. Ketiga mari kita ajak putra putri kita untuk mengaji, “tegas Ibu Banun dalam sambutannya. Inti pengajian disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Agus Triyanta, MA, MH, Ph.D selama kurang lebih 40 menit. Beliau menyampaikan tentang manusia yang melakukan kejahataan atau kekejian yang kadang di luar batas nalar kita karena dia digoda oleh syaitan. “Dalam surat Al Hijr ayat 39, syaitan sudah menegaskan bahwa akan menjadikan manusia memandang baik perbuatan maksiat dan akan menyesatkan semua manusia. Namun syaitan juga memberi contekan bahwa hanya orang ikhlas yang tidak dapat digoda syaitan,”ucap Ustadz Agus. “Ada tiga ciri ilhlas menurut kitab. Pertama lahir dan batinnya sama, dipuji atau dikritik atau diejek rasanya sama saja. Kedua mudah melupakan kebaikan yang dia perbuat. Ketiga tujuan amalan adalah mencari pahala di akhirat saja, “lanjut beliau dalam tausiahnya. Selama berlangsungnya pengajian, jamaah yang hadir terlihat mengikuti dengan khidmad. Menjelang waktu Ashar, pengajian diakhiri dengan membaca hamdallah dan doa penutup majelis. Reportase  Pamuji Sri Subekti S.Si  PCA Tempel, MPI PDM Sleman. Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

PDA Sleman Terima Silaturahmi Jum’at Curhat Polresta Sleman dan Pengukuhan BIKKSA Cahaya Hati PDA Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pada hari Jumat, 11 Oktober 2024 Kapolres Sleman   Kombel Pol. Yuswanto Ardi, SH., SIK., MSI. beserta jajarannya telah melaksanakan silaturahmi ke PDA Sleman. Kegiatan ini disambut hangat oleh ketua PDA Sleman,    Dra. Hanik Rosyada, M.A. beserta segenap pimpinan Daerah Aisyiyah di Aula PDM Sleman. Dalam sambutannya, Dra. Hanik Rosyada, M.A.  menyampaikan bahwa “ Aisyiyah dan Muhammadiyah bergerak sinergi dalam menyongsong Indonesia maju. Sesuai dengan gerakan Muhammadiyah yaitu risalah Islam berkemajuan dan gerakan Aisyiyah dengan perempuan berkemajuan dan untuk Indonesia baru berkemajuan sehingga terbentuk anak-anak yang unggul dan berkemajuan”. Selanjutnya, Hanik juga mengajak Polres Sleman untuk bersinergi dalam program Aisyiyah dengan jalan bareng dan songgo bareng. Selanjutnya, Kombes Pol. Yuswanto Ardi, SH., SIK., MSI. menyampaikan maksud dan tujuan dalam silaturahmi. Sesuai dengan Mars Aisyiyah yaitu beramal dan berdarma bakti membangun negera. “ Saat ini kepolisian fokus untuk keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di kota Yogyakarta sebagai kota pelajar”. Gangguan kamtibnas yang melibatkan anak-anak makin hari berkurang, akhir 2023-2024 situasi kota Jogja terutama Sleman kian kondusif. Aisyiyah dan Muhammadiyah mempunyai potensi dalam bidang pendidikan dan kemajuan, mengajak untuk menyalurkan potensi agar lebih peduli pada anak-anak. Dalam masalah yang melibatkan anak-anak mulai dari kejahatan jalan, miras, kejahatan seksual, judi online, dll. Evaluasi anak terlibat sebagai korban mau pelaku, benang merahnya adalah tidak mendapatkan apresiasi dari sekolah dan di rumah. Sekolah lebih mengutamakan kuantitatif yang berkaitan dengan nilai. Padahal banyak harus digali dengan potensi di bidang lain. Karena anak tidak mendapatkan tempat nyaman, akhirnya mereka menunjukkan eksistensi dari zero jadi hero, salah satunya dengan masuk ke kelompok² tertentu / geng. Untuk itu warga Jogja, kepolisian memiliki program memanggil sebagai tindak lanjut mengutus perwakilan dari  –  Sleman, salahsatunya Aisyiyah ini.  Ingin bekerjasama dengan menambah informasi mengenai hal tersebut. Dengan banyak kegiatan-kegiatan Aisyiyah banyak  menularkan potensi kepada yang lain dan berharap  PDA dapat melanjutkan komunikasi dengan polres dengan adanya program  memanggil ini. Setelah menyampaikan maksud dan tujuan dari silaturahmi ini,   Ardi membuka dialog tanya jawab dan   –   Pimpinan Aisyiyah antusias sekali mengikutinya dan mendapatkan titik temu untuk saling bersinergi dalam menjaga anak-anak negeri dalam menjaga Sleman yang lebih aman dan nyaman yang Acara dilanjutkan dengan Pelantikan Biro Informasi dan Konsultasi Keluarga Sakinah (BIKKSA) Cahaya Hati PDA Sleman sebagai bentuk kolaborasi dengan Polres Sleman dalam mewujudkan Sleman yang berkemajuan. Kontributor : Dewi Novitasari, S. Psi. (Sekretaris BIKKSA Cahaya Hati Sleman) Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading